TEMPTATION
Ingin Cepat
Menjadi Kaya? Amsal 28:20, “Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak
berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari
hukuman.” Apakah salah kalau kita sebagai orang percaya ingin cepat kaya?
Ingin menjadi kaya itu tidak lepas dari ‘cinta akan uang’ (1 Tim 6:9-10, “Tetapi
mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam
berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan
manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah
cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari
iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”), padahal menjadi
kaya & mempunyai banyak uang/hidup berkelimpahan bukanlah dosa. Yang Tuhan
kehendaki janganlah kita TERGODA untuk cepat menjadi kaya serta mengejar
kekayaan dengan cara-cara yang tidak sesuai Firman Tuhan. Amin J.
Note: Mulai hari ini Bible Messages akan menjumpai
saudara-saudara semua setiap pagi. Terima kasih sudah menunggu dengan sabar
bagi para pembaca yang setia. Tuhan memberkati kita semua.
Respon 1
Di tengah-tengah
maraknya era informasi, anak-anak Tuhan menikmati pula segala kemudahan &
kesempatan untuk menikmati pesan-pesan rohani. Semuanya terkadang hanya sejauh
satu atau dua sentuhan jari kita. Kita bisa menikmati makanan-makanan rohani
yang hampir tak terbatas. Mulai Alkitab dari berbagai versi, artikel atau
tulisan-tulisan rohani dari ratusan tahun lalu sampai nubuatan-nubuatan
terbaru, rekaman atau video-video khotbah & pengajaran sampai
tafsiran-tafsiran rohani dari berbagai penjuru dunia. Di satu sisi, ini sangat
membantu, entah bagi petobat-petobat baru yang ingin memperdalam iman atau bagi
anak-anak Tuhan yang memerlukan bahan-bahan pendukung bagi pelayanannya. Ketika
makanan berlimpah ruah, hanya diperlukan suatu rasa lapar & haus untuk
menikmati & tumbuh dalam kebenaran firman. Di sisi lain, ada yang perlu
kita waspadai. Limpahnya informasi & pengetahuan firman dapat
menyelewengkan kita pada pikiran-pikiran yang keliru, salah satunya ialah kita
seakan-akan memiliki informasi & data-data lengkap tentang Tuhan &
berdasarkan itu, kita mulai percaya bahwa kita telah cukup baik & rohani,
lebih-lebih jika kita mulai mengajar & membagikan materi-materi yang kita
peroleh dari berbagai sumber itu. Sindrom yang sama kerap dialami mereka yang
belajar di sekolah-sekolah theologia. Persoalannya, apakah kita benar-benar
mengenal Dia secara pribadi, dimana roh kita bersekutu dengan-Nya, mengalami
kehadiran-Nya yang mengubahkan itu? Adakah pengalaman yang nyata bersama Tuhan
hari demi hari? Yang memiliki pengalaman bersama Tuhan ialah mereka yang telah
menjalani suka duka, jatuh bangun, berhasil gagalnya menjadi pelaku-pelaku
firman, yang segenap hati mencari Tuhan. Hanya mereka yang telah menjadi pelaku
firmanlah yang beroleh otoritas untuk mengajarkannya. Itu sebabnya Yakobus
mewanti-wanti siapapun juga untuk tidak mengingini posisi-posisi guru atau
pengajar firman sebab mereka akan dihakimi dengan ukuran yang lebih berat (Yak.
3:1). Bukan untuk jadi serba tahu & fasih mengutip-ngutip firman -tetapi
menjadi pelaku firmanlah kewajiban setiap orang yang mengaku mengasihi Tuhan.
Setujukah Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 2
“Ibadah sejati
adalah saat kita merasa cukup karena tahu Tuhan sanggup!” Xavier Quentin
Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Senin,
2 November 2015. Jenis Makanan Baru. Kata Yesus kepada mereka, ‘Makanan-Ku
ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya’
(Yohanes 4:34). Memahami perkataan dalam pengajaran Yesus memang
gampang-gampang susah. Ada kalanya kita dapat begitu mudah memahami perkataan
atau pengajaran-Nya, tetapi pada kesempatan lain kita akan dibuat mengernyitkan
dahi hanya untuk memahami satu atau dua kalimat yang Dia sampaikan. Salah
satunya ada dalam nats hari ini. Untuk dapat memahami konteks renungan hari
ini, kita perlu mencermati beberapa ayat kunci (ay. 8, 31-34). Ketika Yesus
bercakap-cakap dengan wanita Samaria, murid-murid sedang ke luar kota. Ketika
mereka kembali sambil membawa makanan, mereka lalu meminta agar Yesus makan.
“Pada-Ku ada makanan yang kamu tidak kenal,” jawab Yesus. Jawaban yang
mengejutkan sehingga para murid menyangka ada yang memberi Yesus makan selagi
mereka pergi (ay. 33). Yesus lalu menjelaskan jenis “makanan” yang Dia
maksudkan, yakni berkaitan dengan melakukan kehendak dan menyelesaikan
pekerjaan Bapa. Hari itu kepada para murid, Yesus memperkenalkan jenis
“makanan” yang selama ini belum mereka kenal. Makanan berkaitan dengan rasa
kenyang dan puas. Jika dikaitkan dengan perkataan Yesus di atas, berarti
seseorang yang melakukan kehendak dan menyelesaikan pekerjaan Tuhan dapat
merasa kenyang dan puas sekalipun secara fisik ia belum makan. Apakah kita
pernah merasakan jenis “makanan” ini? Jika belum, kita bisa memulainya sesegera
mungkin. Belajarlah melakukan kehendak-Nya dan menyelesaikan pekerjaan yang
sedang Dia tugaskan kepada kita. Lakukanlah semuanya karena kita mengasihi
Tuhan —GHJ. MELAKUKAN KEHENDAK BAPA DAN MENYELESAIKAN PEKERJAAN-NYA
MENDATANGKAN KEPUASAN JIWA YANG SEJATI. Selamat pagi. Semangat ya. Tuhan Yesus
memberkati.
Respon 4
Senin, 2 November
2015. Bacaan: Roma 6:1-14. Setahun: Yohanes 4-5. Nats: Demikianlah hendaknya
kamu memandangnya: Bahwa kamu telah mati terhadap dosa, tetapi kamu hidup bagi
Allah dalam Kristus Yesus (Roma 6:11). HIDUP BAGI KRISTUS. Kita cukup sering
mendengar berita tentang kekerasan majikan terhadap pembantu rumah tangganya,
mulai dari penyekapan sampai penyiksaan, dan ada yang berujung kematian.
Sungguh sangat menyedihkan. Kebutuhan finansial yang mendesak sering membuat
para korban kurang memperhatikan pentingnya mengetahui profil majikan sebelum
menjadi pekerjanya. Sebelum mengenal Kristus, kita manusia adalah hamba dosa.
Majikan kita ini sifat dan tabiatnya mencelakakan kita, berpotensi mendatangkan
musibah yang fatal dan petaka atas diri kita. Sebaliknya, setelah kita percaya
kepada Kristus, otomatis Dia menjadi Tuan kita yang baru, dan Kristus
menjalankan ketuhanan-Nya bukan untuk menyenangkan diri-Nya (Rm. 15:3),
melainkan untuk menolong para hamba-Nya. Seperti kata Rebecca Pippert dalam
buku Out of the Salt-Shaker and Into the World, Yesus adalah ‘satu-satunya di
alam semesta yang dapat mengendalikan tanpa menghancurkan kita.’ Kristus adalah
Tuan yang melepaskan kita dari kekejaman dosa dan menggerakkan umat tebusan-Nya
untuk bertindak atas nama-Nya dan hidup dalam kemerdekaan yang utuh (Rm.
6:8-11). Sungguh jauh berbeda dari tuan-tuan yang ada di dunia ini! Kedewasaan
rohani orang Kristen dimulai pada saat ia menyadari siapa Kristus yang
sebenarnya. Pada saat itu, kita akan melihat perintah dan kehendak Tuhan
sebagai sebuah kesukaan, bukan beban, dan ketaatan bukan lagi menjadi sebuah
pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dalam hidup kita --Nanik Woelandari. TUAN
DI DUNIA MEMBELENGGU HAMBA-NYA; SEBALIKNYA, KRISTUS MEMERDEKAKAN HAMBA-NYA.
Respon 5
No matter what you
and I face, God is in control (Charles Stanley). Tidak peduli apa yang Anda dan
saya hadapi, Tuhan yang memegang kendali (Charles Stanley). (Ibu Caroline –
Bandung)

No comments:
Post a Comment