Monday, 2 November 2015

2 November 2015

TEMPTATION



Ingin Cepat Menjadi Kaya? Amsal 28:20, “Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.” Apakah salah kalau kita sebagai orang percaya ingin cepat kaya? Ingin menjadi kaya itu tidak lepas dari ‘cinta akan uang’ (1 Tim 6:9-10, “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”), padahal menjadi kaya & mempunyai banyak uang/hidup berkelimpahan bukanlah dosa. Yang Tuhan kehendaki janganlah kita TERGODA untuk cepat menjadi kaya serta mengejar kekayaan dengan cara-cara yang tidak sesuai Firman Tuhan. Amin J.

Note: Mulai hari ini Bible Messages akan menjumpai saudara-saudara semua setiap pagi. Terima kasih sudah menunggu dengan sabar bagi para pembaca yang setia. Tuhan memberkati kita semua.

Respon 1
Di tengah-tengah maraknya era informasi, anak-anak Tuhan menikmati pula segala kemudahan & kesempatan untuk menikmati pesan-pesan rohani. Semuanya terkadang hanya sejauh satu atau dua sentuhan jari kita. Kita bisa menikmati makanan-makanan rohani yang hampir tak terbatas. Mulai Alkitab dari berbagai versi, artikel atau tulisan-tulisan rohani dari ratusan tahun lalu sampai nubuatan-nubuatan terbaru, rekaman atau video-video khotbah & pengajaran sampai tafsiran-tafsiran rohani dari berbagai penjuru dunia. Di satu sisi, ini sangat membantu, entah bagi petobat-petobat baru yang ingin memperdalam iman atau bagi anak-anak Tuhan yang memerlukan bahan-bahan pendukung bagi pelayanannya. Ketika makanan berlimpah ruah, hanya diperlukan suatu rasa lapar & haus untuk menikmati & tumbuh dalam kebenaran firman. Di sisi lain, ada yang perlu kita waspadai. Limpahnya informasi & pengetahuan firman dapat menyelewengkan kita pada pikiran-pikiran yang keliru, salah satunya ialah kita seakan-akan memiliki informasi & data-data lengkap tentang Tuhan & berdasarkan itu, kita mulai percaya bahwa kita telah cukup baik & rohani, lebih-lebih jika kita mulai mengajar & membagikan materi-materi yang kita peroleh dari berbagai sumber itu. Sindrom yang sama kerap dialami mereka yang belajar di sekolah-sekolah theologia. Persoalannya, apakah kita benar-benar mengenal Dia secara pribadi, dimana roh kita bersekutu dengan-Nya, mengalami kehadiran-Nya yang mengubahkan itu? Adakah pengalaman yang nyata bersama Tuhan hari demi hari? Yang memiliki pengalaman bersama Tuhan ialah mereka yang telah menjalani suka duka, jatuh bangun, berhasil gagalnya menjadi pelaku-pelaku firman, yang segenap hati mencari Tuhan. Hanya mereka yang telah menjadi pelaku firmanlah yang beroleh otoritas untuk mengajarkannya. Itu sebabnya Yakobus mewanti-wanti siapapun juga untuk tidak mengingini posisi-posisi guru atau pengajar firman sebab mereka akan dihakimi dengan ukuran yang lebih berat (Yak. 3:1). Bukan untuk jadi serba tahu & fasih mengutip-ngutip firman -tetapi menjadi pelaku firmanlah kewajiban setiap orang yang mengaku mengasihi Tuhan. Setujukah Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


Respon 2
“Ibadah sejati adalah saat kita merasa cukup karena tahu Tuhan sanggup!” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Senin, 2 November 2015. Jenis Makanan Baru. Kata Yesus kepada mereka, ‘Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya’ (Yohanes 4:34). Memahami perkataan dalam pengajaran Yesus memang gampang-gampang susah. Ada kalanya kita dapat begitu mudah memahami perkataan atau pengajaran-Nya, tetapi pada kesempatan lain kita akan dibuat mengernyitkan dahi hanya untuk memahami satu atau dua kalimat yang Dia sampaikan. Salah satunya ada dalam nats hari ini. Untuk dapat memahami konteks renungan hari ini, kita perlu mencermati beberapa ayat kunci (ay. 8, 31-34). Ketika Yesus bercakap-cakap dengan wanita Samaria, murid-murid sedang ke luar kota. Ketika mereka kembali sambil membawa makanan, mereka lalu meminta agar Yesus makan. “Pada-Ku ada makanan yang kamu tidak kenal,” jawab Yesus. Jawaban yang mengejutkan sehingga para murid menyangka ada yang memberi Yesus makan selagi mereka pergi (ay. 33). Yesus lalu menjelaskan jenis “makanan” yang Dia maksudkan, yakni berkaitan dengan melakukan kehendak dan menyelesaikan pekerjaan Bapa. Hari itu kepada para murid, Yesus memperkenalkan jenis “makanan” yang selama ini belum mereka kenal. Makanan berkaitan dengan rasa kenyang dan puas. Jika dikaitkan dengan perkataan Yesus di atas, berarti seseorang yang melakukan kehendak dan menyelesaikan pekerjaan Tuhan dapat merasa kenyang dan puas sekalipun secara fisik ia belum makan. Apakah kita pernah merasakan jenis “makanan” ini? Jika belum, kita bisa memulainya sesegera mungkin. Belajarlah melakukan kehendak-Nya dan menyelesaikan pekerjaan yang sedang Dia tugaskan kepada kita. Lakukanlah semuanya karena kita mengasihi Tuhan —GHJ. MELAKUKAN KEHENDAK BAPA DAN MENYELESAIKAN PEKERJAAN-NYA MENDATANGKAN KEPUASAN JIWA YANG SEJATI. Selamat pagi. Semangat ya. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 4
Senin, 2 November 2015. Bacaan: Roma 6:1-14. Setahun: Yohanes 4-5. Nats: Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: Bahwa kamu telah mati terhadap dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus (Roma 6:11). HIDUP BAGI KRISTUS. Kita cukup sering mendengar berita tentang kekerasan majikan terhadap pembantu rumah tangganya, mulai dari penyekapan sampai penyiksaan, dan ada yang berujung kematian. Sungguh sangat menyedihkan. Kebutuhan finansial yang mendesak sering membuat para korban kurang memperhatikan pentingnya mengetahui profil majikan sebelum menjadi pekerjanya. Sebelum mengenal Kristus, kita manusia adalah hamba dosa. Majikan kita ini sifat dan tabiatnya mencelakakan kita, berpotensi mendatangkan musibah yang fatal dan petaka atas diri kita. Sebaliknya, setelah kita percaya kepada Kristus, otomatis Dia menjadi Tuan kita yang baru, dan Kristus menjalankan ketuhanan-Nya bukan untuk menyenangkan diri-Nya (Rm. 15:3), melainkan untuk menolong para hamba-Nya. Seperti kata Rebecca Pippert dalam buku Out of the Salt-Shaker and Into the World, Yesus adalah ‘satu-satunya di alam semesta yang dapat mengendalikan tanpa menghancurkan kita.’ Kristus adalah Tuan yang melepaskan kita dari kekejaman dosa dan menggerakkan umat tebusan-Nya untuk bertindak atas nama-Nya dan hidup dalam kemerdekaan yang utuh (Rm. 6:8-11). Sungguh jauh berbeda dari tuan-tuan yang ada di dunia ini! Kedewasaan rohani orang Kristen dimulai pada saat ia menyadari siapa Kristus yang sebenarnya. Pada saat itu, kita akan melihat perintah dan kehendak Tuhan sebagai sebuah kesukaan, bukan beban, dan ketaatan bukan lagi menjadi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dalam hidup kita --Nanik Woelandari. TUAN DI DUNIA MEMBELENGGU HAMBA-NYA; SEBALIKNYA, KRISTUS MEMERDEKAKAN HAMBA-NYA.

Respon 5
No matter what you and I face, God is in control (Charles Stanley). Tidak peduli apa yang Anda dan saya hadapi, Tuhan yang memegang kendali (Charles Stanley). (Ibu Caroline – Bandung)


No comments:

Post a Comment