TEMPTATION
2 Tim 3:1-4, “Ketahuilah
bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai
dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan
diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua
dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi,
tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang,
tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu,
lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.” Pada hari-hari
terakhir orang percaya harus siap menghadapi ‘tantangan’: 1) Mencintai
diri sendiri; 2) Tidak tahu mengasihi; 3) Manusia akan jadi hamba
uang, sombong dst. Datang & minta pimpinanNya setiap hari agar Roh Kudus
menerangi HATI kita sehingga kita dimampukan untuk PEDULI kepada sesama sebab
dengan kekuatan sendiri, mustahil kita bisa peduli dengan sesama. Amin.
Respon 1
Jangan terus
melihat kebelakang karena itu bukan jalan yang harus kau tempuh. Lukas 17:32.
Ingatlah akan isteri Lot! (GNCC)
Respon 2
“Kunci kebahagiaan
itu sederhana: menghabiskan waktu berharga bersama keluarga.” Xavier Quentin
Pranata.
Respon 3
Integrity is doing
that thing which is right, when no one is looking »Colin Lampard«. Integritas
adalah melakukan hal-hal yang benar, pada waktu tidak ada seorangpun yang
melihatnya »Colin Lampard«. Amsal 30:27 – belalang yang tidak mempunyai raja,
namun semuanya berbaris dengan teratur. Tuhan mencari orang yang memiliki
integritas yang tinggi, mari koreksi cara hidup kita, apakah kita sudah
memiliki integritas? Mulai sekarang berjalanlah sesuai dengan rencana dan
kehendakNya, maka hidup kita pasti berubah, menjadi lebih baik dan lebih indah.
(Ibu Caroline – Bandung)
Respon 4
Orang mengharapkan
petunjuk dalam hidup. Entah itu untuk mengambil keputusan, menjatuhkan pilihan
atau bagaimana seharusnya bersikap terhadap orang lain maupun atas suatu
keadaan dalam hidup mereka. Mengenai petunjuk-petunjuk itu, ada yang
menyebutnya tips & trik. Arahan, bimbingan, masukan atau saran. Intinya
mendapatkan penerangan dalam menyikapi segala sesuatu. Alkitab menyebutnya
HIKMAT -yang nilainya jauh melebihi semua ide-ide manusia sebab hikmat
merupakan pikiran Allah. Bagaimana kita bisa mendapatkan nasihat & petunjuk
terbaik dari yang empunya kehidupan itu sendiri? Dalam Amsal 3:5-6, Salomo
mengungkap bahwa untuk beroleh petunjuk-petunjuk kehidupan dari Sang Hikmat
kita harus menyingkirkan beberapa penghalang yang mungkin masih bercokol dalam
hidup kita: Penghalang 1: tidak percaya sepenuhnya pada Tuhan (3:5a). Bukankah
ironis bahwa kita mempercayakan diri pada dokter, koki, pilot atau bahkan sopir
angkutan umum untuk urusan kita sehari-hari namun kerap kurang percaya akan
perintah-perintah & petunjuk-petunjuk Tuhan dalam firman-Nya sehingga kita
setengah hati melakukannya? Penghalang 2: kita lebih percaya pengertian kita
sendiri (3:5b). Lebih daripada memasukkan prinsip-prinsip firman kebenaran,
kita lebih percaya pada perasaan, sudut pandang atau berbagai pemikiran duniawi
yang tampak baik & benar. Penghalang 3: kita terbiasa mengenali jalan-jalan
lain daripada jalan-jalan & cara-cara Tuhan (3:6a). Dari kebiasaan hidup
lama yang jauh dari Tuhan, cara-cara duniawi memenuhi pikiran &
mempengaruhi setiap langkah kita. Kita tahu tradisi leluhur, trend masa kini,
etiket & tata krama membawa diri, bahasa-bahasa gaul terbaru atau
penyelesaian masalah ala motivator. Tapi, berapa banyakkah yang tahu jalan
& cara TUHAN? Kita perlu secara aktif belajar & mengenal bagaimana
Tuhan bekerja atas hidup manusia dengan rajin merenungkan firman-Nya atas tiap
situasi di hidup kita!
Maka janji-Nya: Dia
akan memimpin Anda (Ams. 3:6b, KJV). Akankah janji itu menjadi milik Anda?
Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 5
Maz 145:3 –
Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-NYA tidak terduga! Luar biasa,
kita punya YESUS yang sanggup melakukan hal-hal yang besar buat kita. Ayoo kita
alami sendiri hal-hal yang ajaib dan besar dari TUHAN YESUS! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment