TEMPTATION
“PERCAYA NGGAK PERCAYA”
-Believe It or Not!-
(Diambil
dari Khotbah Alfa Omega Church, 15 November 2015)
Matius 4 – Setelah Yesus dibaptis, Ia dibawa ke padang gurun untuk dicobai oleh
Iblis. Godaan yang Yesus hadapi di padang gurun itu ada hubungannnya dengan
hidup kita hari ini.
Dari 3 godaan yang
terjadi, Yesus digoda untuk:
Melakukan sesuatu
dengan caraNya dan kekuatanNya sendiri, DARIPADA MENGANDALKAN TUHAN
(mempercayai TUHAN) karena SEOLAH-OLAH kok Tuhan tidak berbuat apa-apa, tidak
bergerak apa-apa sama sekali. Berarti Aku (Yesus) harus bertindak sendiri dong.
I gotta do something!
Matius 4:1-3
Kelihatannya simpel,
sepele, tidak akan ada akibat yang berarti. It sounds right, too! TAPI,
Yesus melihat ada sesuatu yang terjadi di sini. Issuenya bukan soal
apakah Yesus lapar, apa Yesus bisa cari makan sendiri, apa Yesus punya kuasa
merubah batu jadi roti. Bukan itu. Tapi ISSUE-nya adalah: BISAKAH SAYA
TETAP MEMPERCAYAI BAPA YANG DI SURGA??
Bangsa Israel.
Keluar dari Mesir (tanah perbudakan mereka). Setelah itu, selama 40 tahun,
bangsa Israel hidup di padang gurun dan berjalan sesuai tuntunan Tuhan. Selama
40 tahun mereka ada di padang gurun, SETIAP PAGI, Tuhan memberi mereka makan
dengan mujizat yang luar biasa – MANNA.
2 hal yang terjadi,
saat Tuhan memperlakukan ini kepada Israel:
(1) Mereka diberi
makan secara fisik, tapi (2) mereka belajar PELAJARAN BERHARGA. Bahwa: GOD
CAN BE TRUSTED OF OUR DAILY NEEDS. TUHAN BISA DIPERCAYA DENGAN
KEBUTUHAN SEHARI-HARI KITA.
Setiap kali orang
Israel ambil Manna, itu merupakan pelajaran/terapi bahwa:
- Tuhan perduli
akan kebutuhan fisik saya,
- TUHAN BISA
DIPERCAYA, TUHAN BISA DIPERCAYA, TUHAN BISA DIPERCAYA.
Karena akan datang
waktunya, dimana kita akan DIGODA untuk lupa.
è Akan ada waktunya dimana kita akan DIGODA untuk berpikir bahwa: kita
tidak bisa percaya Tuhan untuk hal kebutuhan dan praktikal (sehari-hari kita,
finansial Anda, bisnis Anda).
è Akan ada waktunya kita akan DIGODA untuk berpikir bahwa: Tuhan itu
hanya kategori atau objek, yang ada di luar sana (di langit) dan tidak perduli
dengan kebutuhan dan kehidupan kita. Terlalu jauh.
è Akan ada waktunya kita akan DIGODA untuk berpikir bahwa: kita tidak
perlu Tuhan. Lha wong Tuhan belum tentu bisa diandalkan. (kalau bisa
diandalkan, mana?? Kok Dia tidak bekerja sekarang??)
ULANGAN 8:2-3
Dalam kata lain:
memiliki kebutuhan hidup saja tidaklah cukup. Punya gaji bayaran atau pemasukan
besar saja nggak cukup. Punya uang banyak saja nggak cukup. Ada sesuatu yang
lebih dalam hidup ini, yaitu: HIDUP dalam payung firman Tuhan; BERADA
& BERJALAN dalam KEHENDAK TUHAN. MENGALAMI penyediaan Tuhan bagi hidup
kita!!!
Ulangan 8:11-14
Dalam kata lain,
Musa berkata:
-- AKU concern
(sangat memikirkan) kalau kamu punya lebih dari cukup, hati -hati, jangan
sampai lupa darimana semua itu berasal dan darimana kamu berasal!
-- Aku concern
(sangat memikirkan) kalau kamu punya lebih dari cukup, kamu akan lupa untuk
tetap hidup di bawah payung firman Tuhan dan perintah Tuhan.
-- Aku concern
(sangat memikirkan) kalau kamu punya lebih dari cukup, kamu merasa ini karena
hasilmu sendiri, karena keringatmu, karena usahamu.
-- Aku concern (sangat
memikirkan) kalau kamu lagi perlu dan butuh sesuatu, maka kamu lupa bahwa TUHAN
BISA DIPERCAYA dan TUHAN SETIA!
Ulangan 8:17-18
Lebih penting dari
bisa punya cukup dalam hidup adalah MENGINGAT SIAPA yang menyediakan supaya
kita punya lebih dari cukup!! Tuhan ingin Anda selalu menghubungkan
kebutuhan Anda dengan TUHAN sebagai Sumber-Nya! Dan kita harus terus hidup di
bawah payung firman Tuhan.
Coba, kembali lihat
YESUS. Yesus bisa saja punya alasan untuk tergoda. Misal Dia berpikir: O ya
bener. Kalau Bapa cinta Aku, Aku ngga dikirim kesini. Kalau Bapa cinta Aku, Aku
tidak dibiarin kelaparan. Kalau Bapa cinta Aku, harusnya… dst.
Dan bukannya itu
yang kita lakukan?? Seringkali kita tergoda untuk membengkokkan, melanggar
peraturan dan firman Tuhan untuk bergerak sendiri melakukan sesuatu yang kita
butuhkan, atau untuk menjawab kebutuhan kita.
INGAT:
SETIAP KALI ANDA
TERGODA, KEYAKINAN ANDA KEPADA TUHAN SEDANG DIPERTARUHKAN. BUKAN HANYA DIRI
ANDA.
Saat Anda berhenti
mempercayai Tuhan, Anda akan berhenti mentaati Tuhan. Dan saat berhenti
mentaati Tuhan, Anda akan berhenti mempercayai Tuhan.
Yesus sadar, bahwa issuenya
bukan soal makanannya. Tapi issuenya adalah soal APAKAH YESUS AKAN TETAP
PERCAYA KEPADA TUHAN SEPENUH HATI?
Matius 4:4
#APA DASAR KITA
PERCAYA SAMA TUHAN?
Roma
8:15-17; Matius 7:9-11
Kita bisa pegang
janji Tuhan, karena kita ini anak-anakNya. Itu sudah by nature bahwa Dia
akan menyediakan buat kita. Apalagi Dia Bapa yang sempurna.
#Apa yang harus
kita lakukan saat kita menunggu janji Tuhan terjadi??
“Ada tertulis:
Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap FIRMAN yang keluar dari
mulut Allah.” Kuncinya apa? FIRMAN.
Saat menunggu
terasa makin sulit, ayo kita makin tanamkan diri kita dalam FIRMAN Tuhan.
When the waiting
gets tough, hang on to HIS Word.
Roma 10:17 –
Jadi iman tumbuh dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Bacalah Firman
Tuhan. Ayo kita bentuk kebiasaan membaca firman Tuhan. Dengarkan khotbah,
podcast, anything, yang bisa membantu kita dekat dengan firmanNya.
Pegang firman
Tuhan
- bahwa Dia setia
- bahwa Dia BISA
DIPERCAYA
- bahwa Dia akan
bertindak bagi kita
- bahwa kita adalah
anak-anakNya
- dan Dia akan
menggenapi janjiNya
No comments:
Post a Comment