Monday, 30 November 2015

TEMPTATION Part 3

TEMPTATION


 TEMPTATION Part 3
“PERCAYA NGGAK PERCAYA”
-Believe It or Not!-
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 15 November 2015)


Matius 4 – Setelah Yesus dibaptis, Ia dibawa ke padang gurun untuk dicobai oleh Iblis. Godaan yang Yesus hadapi di padang gurun itu ada hubungannnya dengan hidup kita hari ini.
Dari 3 godaan yang terjadi, Yesus digoda untuk:
Melakukan sesuatu dengan caraNya dan kekuatanNya sendiri, DARIPADA MENGANDALKAN TUHAN (mempercayai TUHAN) karena SEOLAH-OLAH kok Tuhan tidak berbuat apa-apa, tidak bergerak apa-apa sama sekali. Berarti Aku (Yesus) harus bertindak sendiri dong. I gotta do something!

Matius 4:1-3
Kelihatannya simpel, sepele, tidak akan ada akibat yang berarti. It sounds right, too! TAPI, Yesus melihat ada sesuatu yang terjadi di sini. Issuenya bukan soal apakah Yesus lapar, apa Yesus bisa cari makan sendiri, apa Yesus punya kuasa merubah batu jadi roti. Bukan itu. Tapi ISSUE-nya adalah: BISAKAH SAYA TETAP MEMPERCAYAI BAPA YANG DI SURGA??

Bangsa Israel. Keluar dari Mesir (tanah perbudakan mereka). Setelah itu, selama 40 tahun, bangsa Israel hidup di padang gurun dan berjalan sesuai tuntunan Tuhan. Selama 40 tahun mereka ada di padang gurun, SETIAP PAGI, Tuhan memberi mereka makan dengan mujizat yang luar biasa – MANNA.


2 hal yang terjadi, saat Tuhan memperlakukan ini kepada Israel:
(1) Mereka diberi makan secara fisik, tapi (2) mereka belajar PELAJARAN BERHARGA. Bahwa: GOD CAN BE TRUSTED OF OUR DAILY NEEDS. TUHAN BISA DIPERCAYA DENGAN KEBUTUHAN SEHARI-HARI KITA.

Setiap kali orang Israel ambil Manna, itu merupakan pelajaran/terapi bahwa:
- Tuhan perduli akan kebutuhan fisik saya,
- TUHAN BISA DIPERCAYA, TUHAN BISA DIPERCAYA, TUHAN BISA DIPERCAYA.

Karena akan datang waktunya, dimana kita akan DIGODA untuk lupa.
è Akan ada waktunya dimana kita akan DIGODA untuk berpikir bahwa: kita tidak bisa percaya Tuhan untuk hal kebutuhan dan praktikal (sehari-hari kita, finansial Anda, bisnis Anda).
è Akan ada waktunya kita akan DIGODA untuk berpikir bahwa: Tuhan itu hanya kategori atau objek, yang ada di luar sana (di langit) dan tidak perduli dengan kebutuhan dan kehidupan kita. Terlalu jauh.
è Akan ada waktunya kita akan DIGODA untuk berpikir bahwa: kita tidak perlu Tuhan. Lha wong Tuhan belum tentu bisa diandalkan. (kalau bisa diandalkan, mana?? Kok Dia tidak bekerja sekarang??)

ULANGAN 8:2-3
Dalam kata lain: memiliki kebutuhan hidup saja tidaklah cukup. Punya gaji bayaran atau pemasukan besar saja nggak cukup. Punya uang banyak saja nggak cukup. Ada sesuatu yang lebih dalam hidup ini, yaitu: HIDUP dalam payung firman Tuhan; BERADA & BERJALAN dalam KEHENDAK TUHAN. MENGALAMI penyediaan Tuhan bagi hidup kita!!!

Ulangan 8:11-14
Dalam kata lain, Musa berkata:
-- AKU concern (sangat memikirkan) kalau kamu punya lebih dari cukup, hati -hati, jangan sampai lupa darimana semua itu berasal dan darimana kamu berasal!
-- Aku concern (sangat memikirkan) kalau kamu punya lebih dari cukup, kamu akan lupa untuk tetap hidup di bawah payung firman Tuhan dan perintah Tuhan.
-- Aku concern (sangat memikirkan) kalau kamu punya lebih dari cukup, kamu merasa ini karena hasilmu sendiri, karena keringatmu, karena usahamu.
-- Aku concern (sangat memikirkan) kalau kamu lagi perlu dan butuh sesuatu, maka kamu lupa bahwa TUHAN BISA DIPERCAYA dan TUHAN SETIA!

Ulangan 8:17-18
Lebih penting dari bisa punya cukup dalam hidup adalah MENGINGAT SIAPA yang menyediakan supaya kita punya lebih dari cukup!! Tuhan ingin Anda selalu menghubungkan kebutuhan Anda dengan TUHAN sebagai Sumber-Nya! Dan kita harus terus hidup di bawah payung firman Tuhan.

Coba, kembali lihat YESUS. Yesus bisa saja punya alasan untuk tergoda. Misal Dia berpikir: O ya bener. Kalau Bapa cinta Aku, Aku ngga dikirim kesini. Kalau Bapa cinta Aku, Aku tidak dibiarin kelaparan. Kalau Bapa cinta Aku, harusnya… dst.

Dan bukannya itu yang kita lakukan?? Seringkali kita tergoda untuk membengkokkan, melanggar peraturan dan firman Tuhan untuk bergerak sendiri melakukan sesuatu yang kita butuhkan, atau untuk menjawab kebutuhan kita.

INGAT:
SETIAP KALI ANDA TERGODA, KEYAKINAN ANDA KEPADA TUHAN SEDANG DIPERTARUHKAN. BUKAN HANYA DIRI ANDA.

Saat Anda berhenti mempercayai Tuhan, Anda akan berhenti mentaati Tuhan. Dan saat berhenti mentaati Tuhan, Anda akan berhenti mempercayai Tuhan.

Yesus sadar, bahwa issuenya bukan soal makanannya. Tapi issuenya adalah soal APAKAH YESUS AKAN TETAP PERCAYA KEPADA TUHAN SEPENUH HATI?

Matius 4:4

#APA DASAR KITA PERCAYA SAMA TUHAN?
Roma 8:15-17;  Matius 7:9-11
Kita bisa pegang janji Tuhan, karena kita ini anak-anakNya. Itu sudah by nature bahwa Dia akan menyediakan buat kita. Apalagi Dia Bapa yang sempurna.

#Apa yang harus kita lakukan saat kita menunggu janji Tuhan terjadi??
“Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap FIRMAN yang keluar dari mulut Allah.” Kuncinya apa? FIRMAN.


Saat menunggu terasa makin sulit, ayo kita makin tanamkan diri kita dalam FIRMAN Tuhan.
When the waiting gets tough, hang on to HIS Word.

Roma 10:17 – Jadi iman tumbuh dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Bacalah Firman Tuhan. Ayo kita bentuk kebiasaan membaca firman Tuhan. Dengarkan khotbah, podcast, anything, yang bisa membantu kita dekat dengan firmanNya.

Pegang firman Tuhan
- bahwa Dia setia
- bahwa Dia BISA DIPERCAYA
- bahwa Dia akan bertindak bagi kita
- bahwa kita adalah anak-anakNya
- dan Dia akan menggenapi janjiNya


No comments:

Post a Comment