Sunday, 15 November 2015

15 November 2015

TEMPTATION



1 Korintus 10:13, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” Allah menyediakan bagi anak-anakNya Kasih Karunia yang memadai untuk mengatasi setiap pencobaan, kesetiaan Allah terungkap dalam 2 cara: DIA tidak MENGIZINKAN kita dicobai melampaui kekuatan kita & bersama dengan setiap pencobaan DIA akan menyediakan SUATU JALAN bagi kita agar bertahan dalam pencobaan kita. Kita dapat menanggung segala pencobaan & menemukan jalan keluar jika kita benar-benar menginginkannya &bergantung sepenuhnya  kepada Kuasa & Kesetiaan Allah. Amin. Apakah kita yakin ujian/pencobaan yang kita alami tidak melebihi batas kekuatan kita?? Jangan tergoda dengan mengandalkan kekuatan diri sendiri.

Respon 1
Minggu, 15 November 2015. Bacaan: Kisah Para Rasul 11:19-26. Setahun: Kisah Para Rasul 17-19. Nats: Karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Lalu banyak orang dibawa kepada Tuhan (Kisah Para Rasul 11:24). ORANG BAIK. Doni memiliki teman non-Kristen bernama Ramli. Mereka sama-sama belajar di sekolah Kristen sampai lulus SMP. Kemudian mereka berpisah, dan bertemu lagi ketika sudah bekerja. Betapa terkejutnya Doni ketika Ramli mengaku telah percaya pada Tuhan Yesus. “Selama ini aku tertarik pada kasih di antara orang Kristen. Aku terkesan pada kebaikan guru-guru sekolah kita dulu. Aku jadi ingin kenal pada Tuhan kalian,” kata Ramli. Barnabas adalah orang baik, penuh Roh Kudus dan iman. Ia orang baik, dan Alkitab mencatat kebaikannya. Sewaktu Saulus yang baru bertobat datang ke Yerusalem, murid-murid curiga dan menganggapnya sebagai mata-mata. Tetapi Barnabas menerima Saulus dan memperkenalkan kepada rasul-rasul sampai akhirnya ia diterima (Kis. 9:26-27). Masih ada lagi sejumlah kebaikan Barnabas yang dicatat dalam Alkitab. Melalui kebaikannya itu, Alkitab mencatat, “Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan” (ay. 24). Perbuatan baik dapat menjadi pintu bagi masuknya pemberitaan Injil, membuka mata orang terhadap kebaikan dan kemuliaan Tuhan. Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk berbuat baik; berbuat jahat tidak cocok dengan identitas kita sebagai orang Kristen. Perbuatan baik bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana, seperti memberikan senyuman, menahan lift bagi orang lain, menolong orang yang sudah tua untuk menyeberang jalan, dan memberi tempat duduk kepada mereka yang lebih tua. Marilah menaburkan kebaikan kepada sesama, agar orang yang melihatnya dapat memuliakan Bapa kita di surga --Cecep Soeparman. MEMANG BAIK MENJADI ORANG PENTING, TAPI LEBIH PENTING MENJADI ORANG BAIK. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
SAAT TEDUH. Minggu, 15 November 2015. Mozar Pun Berlatih! Jumlah mereka bersama-sama saudara-saudara mereka yang telah dilatih bernyanyi untuk Tuhan mereka sekalian adalah ahli seni ada dua ratus delapan puluh delapan orang (1 Tawarikh 25:7). Siapa yang tidak kagum dengan Wolfgang Amadeus Mozart? Genius dari Austria yang pada usia enam tahun sudah tur keliling Eropa untuk bermain biola dan piano di depan para bangsawan. Namun, tak banyak yang tahu bahwa kehebatan bermusiknya ialah buah dari rangkaian latihan yang tekun. Dalam bukunya Genius Explained, Michael Howe, psikolog dari Universitas Exeter, menemukan bahwa Mozart sudah menghabiskan waktu sedikitnya 3.500 jam untuk berlatih sebelum usianya yang keenam. Kita kerap kali meremehkan kekuatan dari disiplin berlatih dalam pelayanan. Pada zaman Salomo, para pelayan musik di bait Allah adalah orang-orang yang terpilih. Mereka adalah para ahli seni yang pandai dan mahir bernyanyi serta memainkan alat musik. Akan tetapi, mereka pun mementingkan latihan—sebab nyanyian mereka ditujukan untuk Tuhan (ayat 7). Predikat mereka sebagai ahli seni bukanlah dalih untuk tidak berlatih. Sebaliknya, karena mereka ahli seni, maka mereka menyadari pentingnya latihan. Apa yang sedang Tuhan percayakan kepada kita saat ini? Mari kerjakan dengan kesadaran penuh untuk terus mengasah diri setiap hari. Agar dapat menjadi pelayan-pelayan Tuhan yang handal di mana pun dan dalam bidang apa pun, kita perlu melatih kemampuan yang sudah Dia berikan dengan serius dan setia, tidak hanya mengandalkan semangat dan bakat belaka. Rencanakan dengan sengaja dan sediakan waktu untuk meningkatkan wawasan, serta melatih keterampilan, secara efektif dan terus-menerus, tidak hanya saat ada waktu luang sisa atau selagi mood. Pelayanan kita adalah bagi Dia, Sang Raja Semesta, yang patut menerima pelayanan terbaik kita —JIM. BAGI SEORANG PELAYAN TUHAN YANG SEJATI, LATIHAN BUKANLAH IMBUHAN MELAINKAN KEBUTUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
“Orang yang menyembunyikan api lama-lama akan membakar diri.” Xavier Quentin Pranata.


Respon 4
Kita diselamatkan bukan saja karena mengaku percaya bahwa Yesus adalah Juru Selamat. Kita harus mengakui dengan mulut & yakin dalam hati bahwa Yesus Kristus adalah TUHAN ATAS HIDUP KITA (Rom. 10:9). Hal itu berarti bahwa kita mengakui ketuhanan-Nya: kekuasaan, kedaulatan, otoritas & pemerintahan-Nya atas hidup kita. Itu juga berarti bahwa kita tidak lagi menjadi pemilik & penentu keputusan utama & terakhir dalam hidup kita. Mengakui Dia sebagai Tuhan sesungguhnya ialah suatu penundukan diri, suatu pengakuan bahwa kita ada dalam pengaruh & kuasa Kristus sepanjang kita mengaku percaya pada-Nya, suatu penyerahan hidup oleh sebab kita tidak mampu melangkah sendiri di dunia yang gelap ini. Kita memerlukan kasih karunia-Nya demi membawa kita sampai ke sorga. Yang diuraikan di atas nyatanya tidak banyak dipahami orang-orang Kristen masa kini. Kristen hanya status agama atau kepercayaan belaka, bukan seperti sebutan bagi yang benar-benar mengikuti teladan Kristus. Jelas ada banyak orang yang menginginkan keselamatan, berkat-berkat, pertolongan, kesembuhan & mujizat-mujizat. Tapi berapa banyakkah yang rela menyerahkan diri mengikuti ajaran, pikiran & gaya hidup Kristus? Jika Dia penguasa hidup kita maka tak layaklah kita mengklaim telah menyediakan waktu beribadah & melayani Tuhan di gereja sedangkan di luar itu kita menggunakan semua yang ada seturut kemauan kita sendiri. Hidup kita milik Kristus. Bagaimana bisa kita menggunakan seenaknya apa yang bukan milik kita? Itulah sebabnya tanpa ragu, Paulus berkata, “... aku hidup, tapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku...” (Gal. 2:20). Ya, perjalanan iman kita terutama bukan melakukan sesuatu melainkan menyerahkan segala sesuatu, setiap hari. Itulah inti dari penyembahan: setiap bagian keberadaan kita mengakui kedaulatan-Nya -dengan taat melepaskan kedagingan & keinginan² duniawi, lalu melangkah dengan iman dalam jalan-jalanNya. Jadi, benar-benar yakinkah Anda telah menjadikan Yesus sebagai Tuhan? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 5
Maz 55:23 – Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN maka IA akan memeliharamu! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-NYA orang benar itu goyah. YESUS Penolongku yang ajaib. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment