TEMPTATION
1 Korintus 10:13, “Pencobaan-pencobaan
yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan
manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai
melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan
ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” Allah menyediakan bagi
anak-anakNya Kasih Karunia yang memadai untuk mengatasi setiap pencobaan,
kesetiaan Allah terungkap dalam 2 cara: DIA tidak MENGIZINKAN kita dicobai
melampaui kekuatan kita & bersama dengan setiap pencobaan DIA akan
menyediakan SUATU JALAN bagi kita agar bertahan dalam pencobaan kita. Kita
dapat menanggung segala pencobaan & menemukan jalan keluar jika kita
benar-benar menginginkannya &bergantung sepenuhnya kepada Kuasa & Kesetiaan Allah. Amin.
Apakah kita yakin ujian/pencobaan yang kita alami tidak melebihi batas kekuatan
kita?? Jangan tergoda dengan mengandalkan kekuatan diri sendiri.
Respon 1
Minggu, 15 November
2015. Bacaan: Kisah Para Rasul 11:19-26. Setahun: Kisah Para Rasul 17-19. Nats:
Karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Lalu banyak
orang dibawa kepada Tuhan (Kisah Para Rasul 11:24). ORANG BAIK. Doni memiliki
teman non-Kristen bernama Ramli. Mereka sama-sama belajar di sekolah Kristen
sampai lulus SMP. Kemudian mereka berpisah, dan bertemu lagi ketika sudah
bekerja. Betapa terkejutnya Doni ketika Ramli mengaku telah percaya pada Tuhan
Yesus. “Selama ini aku tertarik pada kasih di antara orang Kristen. Aku
terkesan pada kebaikan guru-guru sekolah kita dulu. Aku jadi ingin kenal pada
Tuhan kalian,” kata Ramli. Barnabas adalah orang baik, penuh Roh Kudus dan
iman. Ia orang baik, dan Alkitab mencatat kebaikannya. Sewaktu Saulus yang baru
bertobat datang ke Yerusalem, murid-murid curiga dan menganggapnya sebagai
mata-mata. Tetapi Barnabas menerima Saulus dan memperkenalkan kepada
rasul-rasul sampai akhirnya ia diterima (Kis. 9:26-27). Masih ada lagi sejumlah
kebaikan Barnabas yang dicatat dalam Alkitab. Melalui kebaikannya itu, Alkitab
mencatat, “Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan” (ay. 24). Perbuatan baik dapat
menjadi pintu bagi masuknya pemberitaan Injil, membuka mata orang terhadap
kebaikan dan kemuliaan Tuhan. Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk
berbuat baik; berbuat jahat tidak cocok dengan identitas kita sebagai orang
Kristen. Perbuatan baik bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana, seperti
memberikan senyuman, menahan lift bagi orang lain, menolong orang yang sudah
tua untuk menyeberang jalan, dan memberi tempat duduk kepada mereka yang lebih
tua. Marilah menaburkan kebaikan kepada sesama, agar orang yang melihatnya
dapat memuliakan Bapa kita di surga --Cecep Soeparman. MEMANG BAIK MENJADI
ORANG PENTING, TAPI LEBIH PENTING MENJADI ORANG BAIK. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 2
SAAT TEDUH. Minggu,
15 November 2015. Mozar Pun Berlatih! Jumlah mereka bersama-sama
saudara-saudara mereka yang telah dilatih bernyanyi untuk Tuhan mereka sekalian
adalah ahli seni ada dua ratus delapan puluh delapan orang (1 Tawarikh 25:7).
Siapa yang tidak kagum dengan Wolfgang Amadeus Mozart? Genius dari Austria yang
pada usia enam tahun sudah tur keliling Eropa untuk bermain biola dan piano di
depan para bangsawan. Namun, tak banyak yang tahu bahwa kehebatan bermusiknya
ialah buah dari rangkaian latihan yang tekun. Dalam bukunya Genius Explained,
Michael Howe, psikolog dari Universitas Exeter, menemukan bahwa Mozart sudah
menghabiskan waktu sedikitnya 3.500 jam untuk berlatih sebelum usianya yang
keenam. Kita kerap kali meremehkan kekuatan dari disiplin berlatih dalam
pelayanan. Pada zaman Salomo, para pelayan musik di bait Allah adalah
orang-orang yang terpilih. Mereka adalah para ahli seni yang pandai dan mahir
bernyanyi serta memainkan alat musik. Akan tetapi, mereka pun mementingkan latihan—sebab
nyanyian mereka ditujukan untuk Tuhan (ayat 7). Predikat mereka sebagai ahli
seni bukanlah dalih untuk tidak berlatih. Sebaliknya, karena mereka ahli seni,
maka mereka menyadari pentingnya latihan. Apa yang sedang Tuhan percayakan
kepada kita saat ini? Mari kerjakan dengan kesadaran penuh untuk terus mengasah
diri setiap hari. Agar dapat menjadi pelayan-pelayan Tuhan yang handal di mana
pun dan dalam bidang apa pun, kita perlu melatih kemampuan yang sudah Dia
berikan dengan serius dan setia, tidak hanya mengandalkan semangat dan bakat
belaka. Rencanakan dengan sengaja dan sediakan waktu untuk meningkatkan
wawasan, serta melatih keterampilan, secara efektif dan terus-menerus, tidak
hanya saat ada waktu luang sisa atau selagi mood. Pelayanan kita adalah bagi
Dia, Sang Raja Semesta, yang patut menerima pelayanan terbaik kita —JIM. BAGI
SEORANG PELAYAN TUHAN YANG SEJATI, LATIHAN BUKANLAH IMBUHAN MELAINKAN
KEBUTUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
“Orang yang
menyembunyikan api lama-lama akan membakar diri.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
Kita diselamatkan
bukan saja karena mengaku percaya bahwa Yesus adalah Juru Selamat. Kita harus
mengakui dengan mulut & yakin dalam hati bahwa Yesus Kristus adalah TUHAN
ATAS HIDUP KITA (Rom. 10:9). Hal itu berarti bahwa kita mengakui ketuhanan-Nya:
kekuasaan, kedaulatan, otoritas & pemerintahan-Nya atas hidup kita. Itu
juga berarti bahwa kita tidak lagi menjadi pemilik & penentu keputusan
utama & terakhir dalam hidup kita. Mengakui Dia sebagai Tuhan sesungguhnya
ialah suatu penundukan diri, suatu pengakuan bahwa kita ada dalam pengaruh
& kuasa Kristus sepanjang kita mengaku percaya pada-Nya, suatu penyerahan
hidup oleh sebab kita tidak mampu melangkah sendiri di dunia yang gelap ini. Kita
memerlukan kasih karunia-Nya demi membawa kita sampai ke sorga. Yang diuraikan
di atas nyatanya tidak banyak dipahami orang-orang Kristen masa kini. Kristen
hanya status agama atau kepercayaan belaka, bukan seperti sebutan bagi yang
benar-benar mengikuti teladan Kristus. Jelas ada banyak orang yang menginginkan
keselamatan, berkat-berkat, pertolongan, kesembuhan & mujizat-mujizat. Tapi
berapa banyakkah yang rela menyerahkan diri mengikuti ajaran, pikiran &
gaya hidup Kristus? Jika Dia penguasa hidup kita maka tak layaklah kita
mengklaim telah menyediakan waktu beribadah & melayani Tuhan di gereja
sedangkan di luar itu kita menggunakan semua yang ada seturut kemauan kita
sendiri. Hidup kita milik Kristus. Bagaimana bisa kita menggunakan seenaknya
apa yang bukan milik kita? Itulah sebabnya tanpa ragu, Paulus berkata, “... aku
hidup, tapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di
dalam aku...” (Gal. 2:20). Ya, perjalanan iman kita terutama bukan melakukan
sesuatu melainkan menyerahkan segala sesuatu, setiap hari. Itulah inti dari
penyembahan: setiap bagian keberadaan kita mengakui kedaulatan-Nya -dengan taat
melepaskan kedagingan & keinginan² duniawi, lalu melangkah dengan iman
dalam jalan-jalanNya. Jadi, benar-benar yakinkah Anda telah menjadikan Yesus
sebagai Tuhan? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 5
Maz 55:23 –
Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN maka IA akan memeliharamu! Tidak untuk
selama-lamanya dibiarkan-NYA orang benar itu goyah. YESUS Penolongku yang
ajaib. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment