GROWTH
KATA
PENGANTAR
Ketika usia kekristenan kita
bertambah, apakah kerinduan untuk bertumbuh lebih lagi masih ada? Pertanyaan
ini sempat menjadi perenungan saya beberapa bulan terakhir ini. Apakah saya
sudah menjadi puas? Apakah saat ini saya sudah maksimal? Bagaimana caranya
untuk bertumbuh lebih lagi?
Saya merenungkan hal ini dan
membawanya dalam doa-doa saya, mengatakan kepada Tuhan saya rindu untuk
mengenal Dia lebih lagi. Salah satu kebenaran yang saya pelajari adalah
pertumbuhan rohani kita tidak tergantung dari pemimpin rohani kita, tapi dari
hati kita sendiri, apakah kita rindu atau tidak.
Teringat sebuah perumpamaan
sederhana yang Tuhan ajarkan dua ribu lebih tahun yang lalu dan saya percaya
kita semua bahkan mungkin sudah hafal dengan ceritanya, Perumpamaan Tentang
Seorang Penabur (Lukas 8:4-15). Melalui cerita sederhana ini, Allah Roh Kudus
mengingatkan dan mengajarkan saya untuk menjadi maksimal, tidak cukup hanya
bertumbuh saja, engkau harus berbuah matang! Alkitab menjabarkan ada beberapa
faktor yang menyebabkan seseorang tidak memperoleh buah yang matang: “...mereka
terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka
tidak menghasilkan buah yang matang” (Lukas 8:14). Memang pohon ini
menghasilkan buah, namun dikatakan bahwa buah itu tidak matang, dan itu
bukanlah kehendak Tuhan. Kehendak Allah ialah supaya kita “setelah mendengar
firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam
ketekunan” (Lukas 8:15).
Lalu pertanyaannya, bagaimana
caranya supaya berbuah matang? Melekatlah kepada Yesus Kristus! Itu bukanlah
sebuah pilihan, bahkan hal tersebut merupakan satu-satunya cara untuk bertumbuh
dan berbuah. Rasul Yohanes memberikan sebuah nasihat bagi Jemaat di Efesus.
Jemaat yang melakukan segala hukum Tuhan dengan sempurna namun dicela oleh
Allah karena kehilangan kasih yang mula-mula. Kita memang melihat teguran Tuhan
yang keras, namun di saat yang bersamaan saya bisa merasakan kasih Tuhan di
baliknya supaya jemaat ini kembali. Rasul Yohanes menuliskan, “Bertobatlah dan
lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan...” (Wahyu 2:5). Lakukanlah lagi
apa yang pernah kita lakukan: membaca Alkitab dengan tekun, memiliki jam-jam
doa, menjangkau jiwa, dsb.
Tanpa kasih mula-mula saya mendapati
diri saya tidak akan dapat berbuah matang. Tuhan Yesus pun sudah memberi tahu
kita sebelumnya bahwa “di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yohanes
15:5). Saya berdoa supaya setiap Saudara yang membaca renungan ini hatinya
kembali dikobarkan dan dipenuhi kasih Allah yang dari surga. Amin!
-- Kwee Siu Siang
No comments:
Post a Comment