Wednesday, 1 July 2015

Kata Pengantar

GROWTH



KATA PENGANTAR


            Ketika usia kekristenan kita bertambah, apakah kerinduan untuk bertumbuh lebih lagi masih ada? Pertanyaan ini sempat menjadi perenungan saya beberapa bulan terakhir ini. Apakah saya sudah menjadi puas? Apakah saat ini saya sudah maksimal? Bagaimana caranya untuk bertumbuh lebih lagi?
            Saya merenungkan hal ini dan membawanya dalam doa-doa saya, mengatakan kepada Tuhan saya rindu untuk mengenal Dia lebih lagi. Salah satu kebenaran yang saya pelajari adalah pertumbuhan rohani kita tidak tergantung dari pemimpin rohani kita, tapi dari hati kita sendiri, apakah kita rindu atau tidak.
            Teringat sebuah perumpamaan sederhana yang Tuhan ajarkan dua ribu lebih tahun yang lalu dan saya percaya kita semua bahkan mungkin sudah hafal dengan ceritanya, Perumpamaan Tentang Seorang Penabur (Lukas 8:4-15). Melalui cerita sederhana ini, Allah Roh Kudus mengingatkan dan mengajarkan saya untuk menjadi maksimal, tidak cukup hanya bertumbuh saja, engkau harus berbuah matang! Alkitab menjabarkan ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang tidak memperoleh buah yang matang: “...mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang” (Lukas 8:14). Memang pohon ini menghasilkan buah, namun dikatakan bahwa buah itu tidak matang, dan itu bukanlah kehendak Tuhan. Kehendak Allah ialah supaya kita “setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan” (Lukas 8:15).
            Lalu pertanyaannya, bagaimana caranya supaya berbuah matang? Melekatlah kepada Yesus Kristus! Itu bukanlah sebuah pilihan, bahkan hal tersebut merupakan satu-satunya cara untuk bertumbuh dan berbuah. Rasul Yohanes memberikan sebuah nasihat bagi Jemaat di Efesus. Jemaat yang melakukan segala hukum Tuhan dengan sempurna namun dicela oleh Allah karena kehilangan kasih yang mula-mula. Kita memang melihat teguran Tuhan yang keras, namun di saat yang bersamaan saya bisa merasakan kasih Tuhan di baliknya supaya jemaat ini kembali. Rasul Yohanes menuliskan, “Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan...” (Wahyu 2:5). Lakukanlah lagi apa yang pernah kita lakukan: membaca Alkitab dengan tekun, memiliki jam-jam doa, menjangkau jiwa, dsb.
            Tanpa kasih mula-mula saya mendapati diri saya tidak akan dapat berbuah matang. Tuhan Yesus pun sudah memberi tahu kita sebelumnya bahwa “di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yohanes 15:5). Saya berdoa supaya setiap Saudara yang membaca renungan ini hatinya kembali dikobarkan dan dipenuhi kasih Allah yang dari surga. Amin!

           


-- Kwee Siu Siang

No comments:

Post a Comment