Saturday, 25 July 2015

25 Juli 2015


GROWTH




Perlu Hikmat Tuhan untuk Bertumbuh. Amsal 9:10, “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.” Hikmat itu lebih baik ketimbang kekayaan (Amsal 3:13-18). Dan satu-satunya sumber hikmat adalah Allah. Roma 16:27, “bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya.” Hikmat dapat diperoleh dari membaca & mempraktekkan firman Tuhan (salah satu kunci pertumbuhan adalah: membaca atau merenungkan Firman Tuhan, menerima Firman Tuhan & membagikan Firman Tuhan). Orang Percaya yang bertumbuh/mendapat hikmat PASTI berbahagia. Amsal 3:13, “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian.” Oleh karenanya carilah hikmat untuk pertumbuhan rohani kita karena hikmat lebih menguntungkan ketimbang perak/emas/kekayaan (ayat 14). Amin.

Respon 1
Sabtu, 25 Juli 2015. Bacaan: Matius 8:28-34. Setahun: Amsal 24-27. Nats: Mereka pun berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Apakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” (Matius 8:29). BEBAL. Dua orang jatuh ke dalam lubang. Yang pertama seorang anak kecil yang belum bisa membaca tanda peringatan tentang lubang tersebut. Yang satunya lagi seorang dewasa yang, meskipun sudah membaca tanda peringatan, memilih untuk mengabaikannya. Apakah perbedaan keduanya? Si anak kecil celaka karena ketidaktahuan, tapi si orang dewasa celaka karena kebebalan. Yang pertama bisa kita maklumi, yang kedua tidak. Bacaan hari ini berkisah tentang interaksi Yesus dengan setan (melalui orang yang kerasukan) di Gadara. Ada pernyataan setan yang menggelitik di ayat 29. Di situ kita temukan bahwa setan mengetahui siapa Yesus, yaitu Anak Allah, dan juga mengetahui bahwa mereka kelak akan dihukum karena pemberontakan mereka kepada-Nya. Meskipun demikian, mereka tetap bertahan di jalan mereka sampai kesudahannya. Pengetahuan mereka sama sekali tidak membuat hidup mereka berubah. Mereka bebal dan mereka akan binasa karena kebebalannya tersebut. Dalam hidup ini, tidak jarang kita juga bebal seperti itu. Kita tahu sesuatu yang buruk dan tak disukai Tuhan, tapi tetap saja kita melakukannya. Ambil contoh soal rokok. Di mana-mana ada peringatan akan bahaya merokok. Tetap saja kita melihat begitu banyak perokok. Demikian juga dengan narkoba, makanan tidak sehat, pornografi, pergaulan bebas, ketidakjujuran, dan sebagainya. Kelak ketika sudah terlambat, barulah kita menyesal. Bukankah lebih baik kalau kita meninggalkan kebebalan kita dan berubah sekarang juga meninggalkan segala yang buruk? --Alison Subiantoro. JANGAN MENJADI ORANG BEBAL, BERUBAHLAH SEBELUM TERLAMBAT. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
Kau istimewa dan unik bagi seseorang, memikirkanmu sebelum dia pergi tidur, tanpa kau sadari engkau adalah bagian dari dunianya, bahkan tidak kau sadari hadir di dunia ini dan mencintaimu »Perenungan«. Kidung agung 4:9 – Engkau mendebarkan hatiku, dinda, pengantinku, engkau mendebarkan hati dengan satu kejapan mata, dengan seuntai kalung dari perhiasan lehermu. Kasih sayang Tuhan tidak dapat dipungkiri, keCintaanNya telah terbukti melalui pengorbananNya diatas kayu salib, bahkan kita disebutnya calon mempelai Kristus. Dia segera datang! Untuk menjemput kita di awan-awan permai, bangunlah hubungan cinta dengan Tuhan, melalui keintiman dalam doa, pujian dan penyembahan. Rasakan dan nikmati hadirat dan urapan kasihNya dalam setiap detik nafas hidup kita, hidup jadi lebih indah dan berarti, rasa takut dan kuatir diubahNya menjadi damai sejahtera, duka cita diubahNya menjadi sukacita, kecewa diubahNya menjadi penuh pengharapan, sebab Dia tidak pernah meninggalkan kita. Selamat pagi & selamat beraktivitas. God bless you. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 3
Maz 73:24 – Dengan firman-MU ENGKAU menuntunku dan kemudian ENGKAU mengangkatku ke dalam kemuliaan! Setelah hidup BENAR, ada KEMULIAAN (pertolongan-NYA yang ajaib dan berkat-berkat yang melimpah untuk memuliakan TUHAN kita alami sendiri)! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 4
“Semakin hening kita berdoa, suara Tuhan semakin bening.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 5
Yakub disebut oleh Alkitab telah menang atas Tuhan. Itu bahkan diucapkan Tuhan sendiri, yang mengambil wujud manusia, dan bergulat dengan Yakub dari tengah malam hingga dini hari (Kej. 32:28). Tidakkah terlalu berlebihan mengatakan bahwa Tuhan bisa dikalahkan oleh manusia? Kejadian di tepi sungai Yabok itu diingat kembali oleh nabi Hosea yang berkata: “Ia (Yakub) bergumul dengan Malaikat (yaitu Tuhan sendiri) dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya” (Hos. 12:5). Dan ayat ini seharusnya mengherankan kita. Yakub menang namun ia menangis; ia menaklukkan tapi memohon belas kasihan pada yang ditaklukannya. Bagaimana bisa? Di situlah rahasia Yakub. Ia yang bergumul dengan Tuhan tidak akan sanggup mengalahkan Yang Mahakuasa, pencipta semesta itu. Yakub yang tahu pergulatannya malam itu bukan dengan orang biasa, tidak akan melepaskan pria itu sebelum memperoleh berkat darinya. Hosea mengetahui kunci kemenangan Yakub: yaitu dengn menangis & memohon belas kasihan Tuhan. Yakub mendapatkannya; ia dijadikan manusia baru pagi itu. Dalam tangisan Yakub ada kemenangannya. Dalam merendahkan diri mengharap belas kasihan, Yakub meluluhkan hati Tuhan.
Manusia yang hanya ciptaan tidak akan pernah mengungguli Tuhan barang sedikit saja. Orang-orang yang mengeraskan hati & menantang Tuhan -sekalipun hanya di relung hatinya yang terdalam- tidak akan pernah bisa membuktikan kesalahan Tuhan sampai kapan pun juga. Orang-orang yang mengacungkan tangan & bersikap keras akan keputusan-keputusan, pengaturan & kedaulatan-Nya telah kalah sebelum pertandingan dimulai. Namun karena kasih karunia-Nya yang besar, kita dapat ‘mengalahkan’ Dia. Pertobatan, kehancuran hati, merendahkan diri, memohon belas kasihan-Nya untuk memulihkan & mengubahkan kita akan melunakkan Tuhan -bagai Dia menyerah kalah pada kita. Jangan menguji kesabaran & kasih Tuhan dengan kekerasan hati. Dalam kehancuran hati & merendahkan diri ada kemenangan Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment