Monday, 6 July 2015

6 Juli 2015

GROWTH




Bertumbuh dalam Doa. 1 Tesalonika 5:17, “Tetaplah berdoa” / “Dan berdoa dengan tidak berkeputusan” (Terjemahan Lama). Jangan menyerah bila doa-doa kita belum dijawab. Doa yang terus menerus bukan berarti merengek-rengek kepada Tuhan, tetapi karena kita sangat berbeban & tidak dapat berhenti sampai Tuhan menjawab doa-doa kita. Berdoalah sesuai pimpinan Roh Kudus karena kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa, tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan (Roma 8:26). Percayalah Roh Kudus membantu kita berdoa sesuai dengan kehendak Allah. Amin.

Respon 1
Yakobus 1:19-20, “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” (Manayse – Bandung)

Respon 2
Maz 103:13 – Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan DIA! Nikmatnya disayang TUHAN. Terima kasih BAPA-ku. Dahsyat! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
Bertumbuh oleh Doa. 1Tesalonika 5:17 “Tetaplah berdoa”. Doa adalah salah satu cara berhubungan dengan Tuhan,suatu fasilitas untuk membina hidup rohani kita. Doanya sendiri tidak diukur tetapi sampai dimana iman kita bertumbuh, seberapa banyak kita sudah berubah seperti Kristus. Doa yang berkenan adalah doa dalam Roh dan Kebenaran (Yoh 4:23) dan juga hendaknya kita terus berdoa dengan tidak berkeputusan baik pada waktu tidur atau pada waktu terjaga, kita hidup dengan Tuhan, melekat terus dengan Tuhan, sehingga damai sejahtera Tuhan ada di dalam diri kita, menjadi rumah doa maka hidup rohani kita akan terus bertumbuh. Jbu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 4
Buatlah keputusan, maka Anda akan bebas »Henry Wadworth Longfellow«. 2 Tawarikh 20:3, “Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.” Penyebab utama dari kegagalan adalah kebimbangan dan keragu-raguan bukan situasi dan kondisi, sebab bimbang dan ragu berasal dari dalam hati, sedang situasi dan kondisi datangnya dari luar. Tanpa keputusan kita akan hidup terombang-ambing dan mengambang, seorang peragu tidak akan bisa menghasilkan apapun, orang yang bimbang dan ragu akan selalu gagal. Takut, was-was, kuatir, bimbang dan ragu ibarat REM supaya kita lebih berhati-hati dalam bertindak, kalau mau berjalan maju kita harus mengambil keputusan untuk menginjak pedal GAS semakin mantap keputusan yang kita ambil semakin cepat kita menjadi berhasil. Melalui saat teduh dan Firman yang kita baca setiap hari, Tuhan memberi tuntunanNya pada kita, hati nurani yang dipenuhi oleh Roh Kudus akan membuat kita mengambil keputusan yang tepat setiap hari. Singkirkan segala kekuatiran dan ketakutan yang mencengkram kemajuan dalam hidup ini, ambil keputusan lalu maju dan melangkahlah, sebab kita adalah orang yang sudah bebas dan merdeka untuk menerima seluruh kepenuhan dari janji janji Allah. Ulangan 17:11, “Menurut petunjuk yang diberikan mereka kepadamu dan menurut keputusan yang dikatakan mereka kepadamu haruslah engkau berbuat; janganlah engkau menyimpang ke kanan atau ke kiri dari keputusan yang diberitahukan mereka kepadamu.” Selamat pagi & selamat beraktivitas... SEMANGAT... JIA YOU... God bless you. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 5
“Pekerjaan yang paling memuaskan adalah jika semua pihak yang terlibat di dalamnya saling berkontribusi dan saling membahagiakan satu sama lain.” Xavier Quentin Pranata

No comments:

Post a Comment