Friday, 24 July 2015

24 Juli 2015

GROWTH




Pertumbuhan Orang Percaya adalah Proses Seumur Hidup. 2 Tim 3:14-15, “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan... 15Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci...” Bila kita konsisten (mendisiplin diri sendiri) untuk membaca Alkitab secara kontinu setiap hari, pasti kita akan bertumbuh dengan pesat bukan sekedar mendapatkan informasi tetapi akan semakin mentransformasi hidup kita menjadi lebih baik. Selain membaca Alkitab secara pribadi kita juga membutuhkan orang lain untuk menguatkan kita & membimbing kita secara rohani (pentingnya mempunyai mentor/partner rohani) agar kita tetap BUGAR & SEHAT. Sudahkah Saudara tertanam dalam Komunitas Sel? Sudahkah Saudara memiliki ‘partner/mentor’? Sehingga Saudara bertumbuh maksimal layaknya sebuah Perusahaan yang mempunyai ‘Konsultan Management’?? Sehingga perusahaan menjadi maju & berhasil bahkan menjadi yang terbesar/maksimal? Amin.

Respon 1
Jumat, 24 Juli 2015. Bacaan: Keluaran 17:8-16. Setahun: Amsal 20-23. Nats: Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak (Keluaran 17:12). PENTINGNYA MITRA. Salah seorang teman saya, pebisnis yang cukup sukses di bidang makanan, mendadak jatuh sakit. Terlalu sibuk mengerjakan ini-itu, ia rupanya sering lupa makan sehingga terkena maag akut. Ketika menjenguk, saya melihat beberapa karyawannya. “Kok kamu bisa sakit begini? Bukankah anak buahmu banyak?” “Aku sulit memercayakan pekerjaan pada orang-orang ini. Aku maunya betul-betul sempurna.” Yah, teman saya ini memang perfeksionis. Kita masing-masing tentu punya beban pekerjaan yang berbeda-beda. Bangsa Israel dalam bacaan kita untuk pertama kalinya harus melawan musuh sendiri. Tuhan menunjukkan suatu pelajaran menarik pada umat-Nya. Dalam pertempuran, kehadiran mitra sangat diperlukan. Pemimpin seperti Musa sekalipun memerlukan dukungan Harun dan Hur. Kita tahu bahwa Harun bukanlah sosok pemimpin yang sempurna. Toh hal itu bukan menjadi pengalang baginya untuk menjadi penolong Musa. Tuhan menunjukkan pada Israel pentingnya kehadiran mitra. Terbukti, Israel menang dalam pertempuran pertama tersebut. Barangkali kita sering merasa atau bahkan menyaksikan pekerjaan dapat selesai dengan tuntas dan sangat cepat ketika dikerjakan sendiri oleh orang yang kompeten. Namun, ada saatnya sukses tercapai ketika kita bisa bekerja bersama dalam tim, sekalipun terdiri atas orang-orang yang masing-masing punya kelemahan. Ada hal-hal yang memang mesti dikerjakan sendiri; namun, saat memerlukan dukungan mitra, jangan enggan meminta pertolongan mereka --Olivia Elena. JIKA INGIN BEPERGIAN CEPAT, PERGILAH SEORANG DIRI. JIKA INGIN BEPERGIAN JAUH, PERGILAH BERSAMA-SAMA. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
Yohanes 14:1, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” Do not let your heart be troubled; believe in God, believe also in Me. (GNCC)

Respon 3
“Kelelahan pikiran bisa membuat pekerjaan ringan pun jadi tak tertanggungkan.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
Jangan minder. Suatu hari si Kancil, sedang bersedih. Dia merasa tidak seperti kupu-kupu yang indah, tidak seperti kunang-kunang yang bisa bercahaya di malam hari, tidak seperti singa yang ditakuti di seantero hutan, tidak seperti burung-burung yang dapat mengeluarkan suaranya indah, juga tidak seperti hewan-hewan lain yang lebih indah. Si Kancil membandingkan dirinya dengan binatang yang lainnya, sehingga ia tidak bisa melihat kelebihan dirinya sendiri. Ia kurang menyadari gumam kagum binatang-binatang kecil lainnya, saat melihatnya berlari dengan kencang, bergerak dengan lincah di pinggiran hutan. Ohh, si Kancil kagum dengan binatang yang lainnya hingga kurang mensyukuri keadaannya sendiri. Terkadang kita juga seperti itu, merasa diri tidak berharga, tidak cantik/tampan, tidak kaya seperti teman-teman yang lainnya. Kita terkadang malu dengan keadaan kita sendiri. Malu bergaul dengan teman-teman yang sepertinya lebih baik dari kita. Eh, jangan minder dulu. Setiap kita pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing namun Saat Tuhan menempatkan kita di dunia ini, Tuhan pasti menjadikan kita semua itu indah adanya. Jadi tak perlu minder karena ungkapan dari orang lain, karena Sang Pencipta kita, menilai keindahan kita lebih dari semua orang. Bersyukurlah untuk keberadaanmu, sebab Tuhan telah mencurahkan kasih karunia-Nya berlimpah-limpah kepada kita. kita diciptakan segambar dengan diri-Nya. Itulah yang membuat kita indah dan berharga bagi Allah. So, jangan pernah malu lagi dengan keadaan kamu! Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu (Mzm. 36:8). Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 5
Maz 118:5 – Dalam kesusahan aku telah BERDOA kepada TUHAN dan TUHAN telah MENJAWAB aku dengan memberi KELEGAAN! Luar biasa. Ada jawaban kalau kita berdoa. Pasti... DIA hanya sejauh doa! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

No comments:

Post a Comment