GROWTH
Nasihat.
Amsal 12:15b, “tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.” Mazmur 118
diawali dengan nasihat & diakhiri juga dengan nasihat. “Bersyukurlah kepada
Tuhan sebab IA baik...” (ayat 1 & 29). Segala Permohonan yang kita nyatakan
kepadaNya haruslah diliputi dengan ucapan syukur. Filipi 4:6, “Janganlah
hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal
keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
Sikap bersyukur akan menolong kita untuk mengingat berkat-berkat Tuhan yang
melimpah yang telah kita terima. Percayalah ditengah kesulitan sekalipun
kehadiran & kasihNya selalui menyertai kita. Amin
Respon 1
Amsal 4:18-19 – Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang
kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. Jalan orang fasik itu seperti
kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung. (GNCC)
Respon 2
PENTINGNYA MITRA. Read: Keluaran 17:8-16. Maka penatlah tangan Musa,
sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia
duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi
yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai
matahari terbenam (Keluaran 17:12). Salah seorang teman saya, pebisnis yang
cukup sukses di bidang makanan, mendadak jatuh sakit. Terlalu sibuk mengerjakan
ini-itu, ia rupanya sering lupa makan sehingga terkena maag akut. Ketika
menjenguk, saya melihat beberapa karyawannya. “Kok kamu bisa sakit begini?
Bukankah anak buahmu banyak?” “Aku sulit memercayakan pekerjaan pada
orang-orang ini. Aku maunya betul-betul sempurna.” Yah, teman saya ini memang
perfeksionis. Kita masing-masing tentu punya beban pekerjaan yang berbeda-beda.
Bangsa Israel dalam bacaan kita untuk pertama kalinya harus melawan musuh
sendiri. Tuhan menunjukkan suatu pelajaran menarik pada umat-Nya. Dalam
pertempuran, kehadiran mitra sangat diperlukan. Pemimpin seperti Musa sekalipun
memerlukan dukungan Harun dan Hur. Kita tahu bahwa Harun bukanlah sosok
pemimpin yang sempurna. Toh hal itu bukan menjadi penghalang baginya untuk
menjadi penolong Musa. Tuhan menunjukkan pada Israel pentingnya kehadiran
mitra. Terbukti, Israel menang dalam pertempuran pertama tersebut. Barangkali
kita sering merasa atau bahkan menyaksikan pekerjaan dapat selesai dengan
tuntas dan sangat cepat ketika dikerjakan sendiri oleh orang yang kompeten.
Namun, ada saatnya sukses tercapai ketika kita bisa bekerja bersama dalam tim,
sekalipun terdiri atas orang-orang yang masing-masing punya kelemahan. Ada
hal-hal yang memang mesti dikerjakan sendiri; namun, saat memerlukan dukungan
mitra, jangan enggan meminta pertolongan mereka. JIKA INGIN BEPERGIAN CEPAT,
PERGILAH SEORANG DIRI. JIKA INGIN BEPERGIAN JAUH, PERGILAH BERSAMA-SAMA -
Pepatah Afrika. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)
Respon 3
Kej 31:9 – Demikianlah ALLAH mengambil ternak ayahmu dan memberikannya
kepadaku! Siapa saja bisa berbuat jahat ama kita. Tapi TUHAN YESUS pasti
MEMBELA. Pasti menolong dan memberkati kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Ministry.
Respon 4
Masa telah berubah. Dunia kini telah memasuki era yang belum pernah
dialami sebelumnya sejak permulaan bumi ada. Zaman dimana informasi tersedia
dalam kadar yang hampir-hampir tak terbatas. Sayangnya, meski terinformasi
dengan baik, jiwa manusia justru lebih tertekan daripada sebelumnya sebab
dibanjiri kabar-kabar mengenai perang, penyakit, bencana alam, kekejaman &
kejahatan manusia dari masa lalu hingga kini sampai berbagai krisis di dunia
politik atau ekonomi dunia. Belum lagi ditambah informasi-informasi rohani yang
tak kalah masif dengan berita-berita mengenai antikristus & akhir zaman
yang simpang siur & membingungkan. Akibatnya, banyak yang goyah imannya.
Kegelisahan menyusup dalam hati & hari-hari orang percaya. Sesungguhnya,
sedari dulu masalah & cobaan hidup telah lama menjadi penggoyah iman
anak-anak Tuhan -bagai murid-murid yang goyah di atas perahu yang dihantam
badai di tengah danau. Lalu, bagaimana supaya kita tak goyah oleh gelombang
dunia? Kisah Rasul 2:25 mengutip Mazmur Daud yang berkata, “Aku selalu melihat
Tuhan di hadapanku, sebab Ia ada di sebelah tangan kananku, aku tak akan goyah”
(terj. NET). Itu berarti sejauh mana kita mampu ‘melihat’ Tuhan (yaitu
menyadari keberadaan-Nya yang menyertai kita) sejauh itu pulalah kita tak
tergoncangkan. Sebab, siapakah yang akan menjadi kuatir jika yang empunya alam
semesta menyertainya? Siapa pula yang akan takut jika penjaganya ialah Yang Tak
Pernah Tertidur & Terlelap? Dan kuasa manakah yang dapat mengalahkan kita
jika tangan kanan kita (lambang kekuatan kita) adalah yang memegang segala
kuasa di langit & di bumi? Melihat ombak besar di sekelilingnya, Petrus
goyah & tenggelam. Hanya dengan melihat Yesus saja, ia berjalan di atas
gelombang air! Anda harus melihat Yesus sendiri nyata memimpin, menuntun, &
menyertai Anda setiap hari. Anda harus merasakan sendiri Dia mendampingi Anda
& hanya sejauh nafas Anda. Jika itu terjadi, saat badai menerpa dunia,
bagai mercusuar di atas karang, Anda bahkan menerangi dunia. Salam revival!
GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment