Thursday, 23 July 2015

23 Juli 2015

GROWTH




Matius 22:37, “Jawab Yesus kepadanya: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.’” Ayat 39: “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kita tidak mungkin bisa mengasihi Allah (yang tidak kelihatan) bila kita tidak bisa mengasihi sesama kita (yang kelihatan). Jadi belajarlah mengasihi Allah melalui saudara-saudara kita, baik itu yang ada didalam keluarga (komunitas yang terkecil), melalui orang-orang di marketplace kita maupun saudara-saudara kita yang ada di komsel tempat dimana kita bisa mempraktekkan KASIH & gaya hidup Kristus. Amin. Sudahkah kita bertumbuh untuk mengasihi Allah melalui saudara-saudara/sesama kita yang lain??

Respon 1
“Waktu berlalu begitu cepat bagi mereka yang bekerja dengan giat.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Allah yang Mendengar. Setiap dari kita tentu berharap agar setiap doa-doa kita dijawab dan dikabulkan oleh Tuhan. Namun terkadang semuanya tak berjalan dengan harapan kita. Adakah yang salah dengan hidup kita? Ataukah cara berdoa kita yang tidak benar? Atau mungkin Allah sedang tidak mau mendengarkan? Sesungguhnya telinga Tuhan tidak kurang tajam untuk mendengarkan permohonan kita, bahkan tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menolong hidup kita. Tapi terkadang tanpa kita sadari seringkali kehidupan yang kita jalani tidak menyenangkan hati Bapa. Kita tetap berdoa namun di sisi lain kita juga masih hidup dalam dosa. Kita lebih sering supaya Tuhan mengikuti kehendak kita. Ingatlah Tuhan tidak akan mendengar doa kita karena terhalang oleh setiap dosa yang belum kita bereskan dengan Tuhan. So, mari kita jadikan hidup kita menjadi pribadi yang berkenan di hadapannya. Biarlah Tuhan yang senantiasa memberikan kemampuan pada kita agar bisa mengerti dan memahami setiap kehendak Allah dalam hidup kita. Percayalah Tuhan akan memberikannya pada kita tepat pada waktu-Nya sebab Ia adalah Allah yang mendengar. “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu” (Yesaya 59 :1-2). Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus Memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Matius 19:26 , “Yesus memandang mereka dan berkata: ‘"Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.’” Tetap semangat! (GNCC)

Respon 4
Dunia orang mati. Sebagian orang tidak mempercayainya jika itu ada. Yang lain percaya keberadaannya dengan berbagai versi keyakinan mereka masing-masing. Ajaran Kristen menggambarkan dunia orang mati lebih banyak dalam gambaran-gambaran yang kelam & suram: tempat iblis dijatuhkan di sana & tak terhitung banyaknya orang-orang yang tiada mengenal Tuhan masuk ke sana dalam keabadian tanpa dapat muncul kembali (Yes. 14:9-15; Ul. 32:22; Ayub 26:6; 7:9). Di tempat itu mereka mengalami derita dalam nyala api yang melahap mereka (Luk. 16:24). Tempat itu sering disebut juga neraka. Ada pula tempat orang-orang benar yang mati setelah kehidupan di bumi. Tapi namanya disebutkan sebagai negeri tempat orang-orang yang hidup (Ayub 28:13; Maz. 27:13; 116:9; Yes. 53:8). Di antara kedua tempat itu ada jurang yang tak terseberangi meski orang-orangnya dapat saling melihat (Luk. 16:26). Agur bin Yake menggambarkan dunia orang mati sebagai satu dari empat hal yang tak pernah terpuaskan & berkata cukup (Ams. 30:15). Apa maksudnya? Seperti kita tahu, iblis ada di dunia orang mati. Aktifitasnya di sanalah yang menyebabkan dunia orang mati senantiasa terbuka menelan orang-orang yang menuju kebinasaan. Itu artinya berapa banyak pun jiwa-jiwa yang telah masuk ke sana, tempat itu masih tetap mengangakan mulutnya meminta nyawa orang-orang yang mengakhiri hidupnya di bumi. Ini pun menggambarkan bahwa penguasa kegelapan yang tinggal di sana tidak berhenti siang & malam, bagai singa yang lapar, terus berusaha dengan segala macam cara membawa orang-orang masuk ke sana. Hidup kita adalah incaran si jahat untuk membawa kita ke tempat yang lapar akan jiwa manusia itu. Kegigihannya menarik orang-orang untuk dibinasakan digambarkan sangat kuat! (Kid. 7:6). Hampir-hampir mustahil lepas daripadanya. Jadi, jangan biarkan maut berkuasa atas Anda. Ambillah SATU-SATUnya kesempatan Anda lepas darinya. Pastikan diri Anda menjadi milik Yesus Kristus. Dia saja yang berkuasa mengangkat & melepaskan Anda dari dunia orang mati (1 Sam. 2:6; Maz. 30:3; 86:13; 2 Tim. 1:9-10). Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)



No comments:

Post a Comment