GROWTH
Roma 8:26, “Demikian
juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana
sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah
dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” Terkadang hidup menjadi
begitu ruwet sampai-sampai kita tidak tahu lagi apa yang dapat kita doakan.
Namun sebagai jaminan kita Roh Kudus tahu. DIA sanggup BERDOA untuk kita lewat
cara yang sesuai kehendak Allah. Amin. Sudahkah kita bersyukur & berDOA
kepada Allah atas Roh Kudus yang dikaruniakan untuk kita melalui karya Yesus?
Amin.
Respon
“PALU menghancurkan KACA, tapi PALU membentuk BAJA!!” Apa makna dari
pepatah kuno dari Rusia ini? Jika jiwa kita rapuh seperti KACA, maka ketika
PALU masalah menghantam kita, maka dengan mudah kita putus asa, frustasi,
kecewa, marah & jadi hancur. Jika kita adalah KACA, maka kita juga rentan
terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat
kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup
untuk menghancurkan hubungan kita. Jangan pernah jadi KACA, tapi jadilah
seperti BAJA. Mental BAJA adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap
bersyukur disaat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah
menghimpitnya. Mengapa demikian?? Orang yang seperti ini selalu menganggap
bahwa masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik.
Sepotong besi BAJA akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih
dulu diproses dan dibentuk dengan PALU. Setiap pukulan memang terasa
menyakitkan, namun mental BAJA selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.
Jika hari ini kita sedang ditindas masalah hidup, jangan pernah merespons
dengan sikap yang keliru. Jika kita adalah “BAJA”, kita akan selalu melihat
PALU yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita. Sebaliknya
jika kita “KACA”, maka kita akan selalu melihat PALU sebagai musuh yang akan
menghancurkan kita. Sekarang bagaimana, termasuk “KACA” atau “BAJA” kah kita???
Selamat pagi & selamat beraktivitas. God bless you. (Bp. Budi Hariono – PT.
MPU)

No comments:
Post a Comment