GROWTH
Growth (Part
4). Baca: 2 Raja-Raja 13:14-17 & Mazmur 127:4 (Warta
komsel AOC). Ayat 15: busur & anak panah berbicara tentang POTENSI. Ayat
16: Tariklah busurmu / strecht it / renggangkan! Kenakan potensimu
sampai MAKSIMAL. Untuk bertumbuh kita semua butuh untuk direnggangkan, ibarat
karet kita perlu ditarik/direnggangkan. Seberapa jauh?? Sampai batas dimana
kita mempunyai kemanpuan/kelenturan dengan kesempatan untuk bertumbuh lagi
& lagi & lagi = maksimal. Tuhan sudah menyediakan yang TERBAIK bila
kita mau ‘direnggangkan’/‘ditarik’. 1 Kor 2:9, “Tetapi seperti ada tertulis:
‘Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh
telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang
disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.’” Sudahkah kita maksimal
dalam pertumbuhan rohani kita?? Pertumbuhan harus DISENGAJA dan perlu konsistensi,
disiplin, dan perlu untuk direnggangkan/maksimal.
Respon 1
Hati manusia sesungguhnya penuh dengan kelicikan. Tidak sedikit orang
yang tertipu dengan hatinya; terkecoh oleh pengertiannya sendiri, disesatkan
oleh pemahaman pikirannya yang sebenarnya keliru (Yer. 17:9). Bahkan Amsal
28:26 berkata, “Siapa percaya pada hatinya sendiri adalah orang bebal.”
Maknanya serupa: manusia kerap ditipu oleh batinnya sendiri yang gelap &
tidak diterangi kebenaran. Di antara jutaan orang Kristen di Indonesia yang
rajin ke gereja, menjalani hidup normal seperti umumnya, yang memberikan
persembahan & mungkin juga melayani jemaat -hanya sedikit yang tentunya
bersedia disebut tidak melakukan firman Tuhan. Kebanyakan merasa lebih kurang telah
cukup melakukan firman, hidup benar, setia beribadah & mengasihi atau
merindukan Tuhan. Bagaimana kita tahu bahwa kita telah menjadi pelaku firman?
Jemat Efesus dalam Wahyu 2:1-3 bagai jemaat impian dibandingkan gereja masa
kini -itu saja Tuhan mencela mereka sebab mereka kehilangan kasihnya yang
mula-mula (Wah. 2:4). Jadi tidaklah cukup menjalani hidup normal & menjadi
orang baik-baik setiap hari sambil berpikir bahwa kita telah memenuhi kerinduan
hati Tuhan. Pesan yang sama disampaikan dalam kisah anak muda kaya yang
mendatangi Yesus (Mat. 19:16-20). Siapakah yang bisa menunjukkan cacat cela
hidupnya? Namun bagi Yesus itu belum cukup. Sebab Dia mencari cinta -sesuatu
yang menggerakkan orang bukan sekedar melakukan perintah-perintah kebenaran
melainkan lebih dari itu: mengorbankan apa yang berharga dalam hidup demi
memperoleh hubungan yang bersifat pribadi dengan Dia. Perintah yang terutama
ialah mengasihi -inilah dasar untuk kita melakukan perintah-Nya. Sebelum kita
mengasihi Dia & menginginkan persekutuan dengan Dia lebih daripada apapun
juga, sesungguhnya kita belum benar-benar melakukan firman-Nya. “Berbahagialah
orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang MENCARI DIA (yang
merindukan hubungan kasih dengan Tuhan) dengan SEGENAP HATI” (Maz. 119:2).
Adakah Anda akan didapati mengasihi-Nya lebih dari apapun jua? Salam revival!
GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 2
Don’t just focus on what’s wrong in your life; focus on what God will
do in your life »Anonymous«. Jangan berfokus atas apa yang salah dalam hidup
Anda; berfokuslah akan apa yang Tuhan akan lakukan dalam hidup Anda »Anonim«.
Pengkhotbah 11:10 “Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan
dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan.” Setiap manusia
pasti pernah salah dan gagal, mungkin kita pernah berbuat kesalahan yang sangat
fatal sehingga rasanya begitu sulit untuk memaafkan diri kita sendiri. Ingat!
Penyesalan yang tak berkesudahan adalah penderitaan dan kesia-siaan, sebab itu
jauhkan diri kita dari perasaan yang demikian. Yakin dan percayalah bahwa Tuhan
sudah mengampuni segala dosa dan salah kita, lalu perbaki dan jangan diulang
lagi. Selamat pagi & selamat beraktivitas. God bless you. (Bp. Budi Hariono
– PT. MPU)
Respon 3
“Seringkali kita baru sadar seseorang atau sesuatu itu begitu berharga
saat mereka hilang atau tidak ada lagi bersama kita.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
Maz 3:5 – aku membaringkan diri, lalu tidur, aku bangun, sebab TUHAN
menopang aku! Wooww, sebenarnya kalau kita sudah tidur, kita bisa apa? Kalau
bisa bangun, ingatlah, itu TUHAN yang tolong. BERSYUKURLAH pada-NYA! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment