Monday, 27 July 2015

27 Juli 2015

GROWTH




Growth (Part 4). Baca: 2 Raja-Raja 13:14-17 & Mazmur 127:4 (Warta komsel AOC). Ayat 15: busur & anak panah berbicara tentang POTENSI. Ayat 16: Tariklah busurmu / strecht it / renggangkan! Kenakan potensimu sampai MAKSIMAL. Untuk bertumbuh kita semua butuh untuk direnggangkan, ibarat karet kita perlu ditarik/direnggangkan. Seberapa jauh?? Sampai batas dimana kita mempunyai kemanpuan/kelenturan dengan kesempatan untuk bertumbuh lagi & lagi & lagi = maksimal. Tuhan sudah menyediakan yang TERBAIK bila kita mau ‘direnggangkan’/‘ditarik’. 1 Kor 2:9, “Tetapi seperti ada tertulis: ‘Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.’” Sudahkah kita maksimal dalam pertumbuhan rohani kita?? Pertumbuhan harus DISENGAJA dan perlu konsistensi, disiplin, dan perlu untuk direnggangkan/maksimal.

Respon 1
Hati manusia sesungguhnya penuh dengan kelicikan. Tidak sedikit orang yang tertipu dengan hatinya; terkecoh oleh pengertiannya sendiri, disesatkan oleh pemahaman pikirannya yang sebenarnya keliru (Yer. 17:9). Bahkan Amsal 28:26 berkata, “Siapa percaya pada hatinya sendiri adalah orang bebal.” Maknanya serupa: manusia kerap ditipu oleh batinnya sendiri yang gelap & tidak diterangi kebenaran. Di antara jutaan orang Kristen di Indonesia yang rajin ke gereja, menjalani hidup normal seperti umumnya, yang memberikan persembahan & mungkin juga melayani jemaat -hanya sedikit yang tentunya bersedia disebut tidak melakukan firman Tuhan. Kebanyakan merasa lebih kurang telah cukup melakukan firman, hidup benar, setia beribadah & mengasihi atau merindukan Tuhan. Bagaimana kita tahu bahwa kita telah menjadi pelaku firman? Jemat Efesus dalam Wahyu 2:1-3 bagai jemaat impian dibandingkan gereja masa kini -itu saja Tuhan mencela mereka sebab mereka kehilangan kasihnya yang mula-mula (Wah. 2:4). Jadi tidaklah cukup menjalani hidup normal & menjadi orang baik-baik setiap hari sambil berpikir bahwa kita telah memenuhi kerinduan hati Tuhan. Pesan yang sama disampaikan dalam kisah anak muda kaya yang mendatangi Yesus (Mat. 19:16-20). Siapakah yang bisa menunjukkan cacat cela hidupnya? Namun bagi Yesus itu belum cukup. Sebab Dia mencari cinta -sesuatu yang menggerakkan orang bukan sekedar melakukan perintah-perintah kebenaran melainkan lebih dari itu: mengorbankan apa yang berharga dalam hidup demi memperoleh hubungan yang bersifat pribadi dengan Dia. Perintah yang terutama ialah mengasihi -inilah dasar untuk kita melakukan perintah-Nya. Sebelum kita mengasihi Dia & menginginkan persekutuan dengan Dia lebih daripada apapun juga, sesungguhnya kita belum benar-benar melakukan firman-Nya. “Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang MENCARI DIA (yang merindukan hubungan kasih dengan Tuhan) dengan SEGENAP HATI” (Maz. 119:2). Adakah Anda akan didapati mengasihi-Nya lebih dari apapun jua? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 2
Don’t just focus on what’s wrong in your life; focus on what God will do in your life »Anonymous«. Jangan berfokus atas apa yang salah dalam hidup Anda; berfokuslah akan apa yang Tuhan akan lakukan dalam hidup Anda »Anonim«. Pengkhotbah 11:10 “Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan.” Setiap manusia pasti pernah salah dan gagal, mungkin kita pernah berbuat kesalahan yang sangat fatal sehingga rasanya begitu sulit untuk memaafkan diri kita sendiri. Ingat! Penyesalan yang tak berkesudahan adalah penderitaan dan kesia-siaan, sebab itu jauhkan diri kita dari perasaan yang demikian. Yakin dan percayalah bahwa Tuhan sudah mengampuni segala dosa dan salah kita, lalu perbaki dan jangan diulang lagi. Selamat pagi & selamat beraktivitas. God bless you. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 3
“Seringkali kita baru sadar seseorang atau sesuatu itu begitu berharga saat mereka hilang atau tidak ada lagi bersama kita.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
Maz 3:5 – aku membaringkan diri, lalu tidur, aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! Wooww, sebenarnya kalau kita sudah tidur, kita bisa apa? Kalau bisa bangun, ingatlah, itu TUHAN yang tolong. BERSYUKURLAH pada-NYA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.


No comments:

Post a Comment