GROWTH
Efesus 4:2, “Hendaklah
kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam
hal saling membantu.” Tidak mudah ya hidup bersama orang lain, khususnya
dengan orang-orang yang paling dekat dengan kita, dengan orang-orang yang
sangat kita sayangi, kita cintai. Membutuhkan karakter tertentu yang perlu
dibangun dalam diri kita tanpa
karakter-karakter ini (rendah hati, lemah lembut & sabar) maka kita tidak
bisa “berjalan dijalur yang sama”. Kerendahan hati menempatkan Tuhan yang
pertama, orang lain kedua, & diri sendiri paling belakang . Rendah hati itu
dinyatakan dengan sikap seorang hamba yang bersukacita bila melihat orang lain
berhasil . Upah terbesar dari rendah hati adalah menjadi seperti Kristus. Upah
lain yang sangat diinginkan oleh orang adalah: Amsal 22:4, “Ganjaran
kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan
kehidupan.” Amin .
Respon 1
“Ibadah sejati
dilajukan setiap hari.” Xavier Qentin Pranata.
Respon 2
Ya amin. “MEMBANGUN
HIDUP YANG AKURAT” (Markus 8:14). Setiap kita wajib untuk menerima hadirat
Tuhan dalam hidup kita, kadang kita mengabaikan penyertaan Tuhan yang
sebenarnya Tuhan selalu ada dalam hidup kita. Kita sangat perlu membangun hidup
yang akurat karena Tuhan mau terhubung dengan orang-orang yang akurat ada dalam
agenda kerajaanNya, yang mau berjalan bersama-sama dengan Tuhan. Kita harus
bisa menangkap Firman Tuhan dan bisa menghidupinya, maka keharmonisan,
keselarasan, Firman berjalan bersama dengan kita. Ketidakakuratan bisa terjadi
pada orang-orang yang sudah ada dalam Tuhan, karena ketidakakuratan: 1.) Faktor
ekonomi. Roti menjadi persoalan dalam menjalani kehidupan. 2.) Faktor malas.
3.) Faktor kepahitan konflik batin yang terus berkecamuk. 4.) Faktor
ketidaktaatan. Ketika kita taat dalam hal-hal yang kecil maka Tuhan akan
mempercayakan sesuatu yang besar dalam hidup kita. 5.) Faktor berdusta &
mempercayai dusta. 6.) Faktor tidak menyalibkan daging, apa yang menjadi
kekurangan dan kelemahan kita dipelihara. Akibat dari ketidakakuratan (Maleakhi
4:1). Dampak dari hidup yang akurat, akan terbit surya kebenaran dengan
kesembuhan pada sayapnya (Maleakhi 4:2). Kebenaran menjadi dasar hidup kita,
mengalami terobosan untuk melampaui persoalan, mendapat kekuatan untuk terbang
tinggi (ayat 3). Kita akan menginjak orang fasik, bangkit berkemenangan yang
sudah mendapatkan janji-janji Tuhan, ada kesucian hidup, setia memikul salib
untuk berkemenangan. Itu yang kita cari dan menyenangkan hati Tuhan. HALELUYA!
Mari kita semua bertanding mencapainya. (Tante Elisabeth – Maumere)
Respon 3
Dalam salah satu
dari wahyu yang diterimanya di pulau Patmos tentang akhir zaman, rasul Yohanes
beroleh penglihatan mengenai “kumpulan besar orang yang tak terhitung banyaknya,
dari segala suku dan kaum dan bahasa yang berdiri di depan tahta Anak Domba”
(Wah. 7:9). Pada mereka diberikan hak untuk berdiri di depan tahta Allah,
melayani-Nya siang & malam. Bagi mereka, tiada lagi lapar & haus, panas
terik mentari pun tak lagi menyakiti mereka. Sebab Anak Domba yang di tahta itu
menjadi gembala (pelindung & penjaga) mereka, yang akan membawa mereka pada
air kehidupan. Tiada duka lara sebab Tuhan sendiri menghapus setiap air mata
mereka (Wah. 7:15-17). Suatu happy ending. Kita semua berharap menjadi salah
satu orang turut dalam akhir yang demikian. Tapi, tahukah Anda siapa
orang-orang tersebut? Menurut Wahyu 7:14 mereka adalah orang-orang yang telah
melewati “great tribulation” atau kesesakan yang besar -dan mereka menang. Apakah
masa kesesakan yang besar itu? Itu adalah masa-masa dimana kekuasaan
antikristus merajalela di muka bumi untuk melawan Tuhan & hamba-hamba-Nya
sebelum kedatangan Kristus kedua kali. Sejatinya, itulah puncak dari segala
kesesakan yang pernah dialami & menimpa umat Tuhan, pengikut-pengikut
Kristus. Sesungguhnya di segala zaman, menjadi pengikut-pengikut sejati Kristus
ditandai dengan kesesakan demi kesesakan, aniaya demi aniaya, penderitaan demi
penderitaan. Sadar atau tidak, suka atau tidak suka itu ialah konsekuensi
mengiring Yesus. Dia sendiri mengatakannya (Yoh. 15:18-20; 16:1-2,33).
Rasul-rasul meneguhkannya (Fil 2:9; 1 Tim. 3:12; 1 Pet. 4:12-19). Itu yang
dimaksud menyangkal diri & memikul salib demi mengikut Yesus. Hanya mereka
yang telah membayar harga kesetiaan dalam hidup & matinya (Wah. 17:14),
melewati segala derita & kesusahan dalam mengikut Yesus beroleh hak
istimewa hidup berbahagia selamanya di kediaman kekal bersama Yesus. Jadi
menurut Anda, cukupkah dua atau beberapa jam seminggu mengingat Tuhan &
melayani-Nya di gereja sambil memohon kemudahan bagi hidup Anda? Salam revival!
GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 4
Mat 11:28 – Marilah
kepada-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, AKU akan memberi KELEGAAN
kepadamu! YESUS sumber JAWABAN dan MUJIZATku. Selamat ibadah dan melayani!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5
UPAH MENUNGGU.
Mazmur 33:20, “Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah penolong kita dan
perisai kita!” Kita pernah memiliki pengalaman kurang menyenangkan soal menunggu.
Mungkin menunggu antrian panjang di ruang tunggu klinik atau menunggu
berjam-jam di tengah kemacetan lalu lintas. Saat berada dalam situasi itu, kita
tidak berpikir untuk melakukan apa-apa. Namun di Kerajaan Allah, menunggu
didefinisikan sebagai kondisi tenang yang aktif. Aktif karena kita tetap berada
dalam situasi kita saat ini dan tenang karena kita memfokuskan perhatian pada
bimbingan Tuhan. Ini adalah sebuah gaya hidup tenang yang aktif yang menuntut
sikap yang memiliki tujuan & harapan, sebuah kondisi pikiran dan hati yang
taat & penuh doa. Menunggu adalah pekerjaan yang mungkin terasa
membosankan. Tetapi Tuhan mengatakan bahwa tindakan itu sesungguhnya memiliki
upah. Pertama, mendapatkan kekuatan besar untuk tetap hidup dalam kehendak
Tuhan. Seperti contoh, ketika kita merasa kelelahan, kita mungkin tergoda untuk
keluar dari jalan Tuhan. Di lain hal, kesibukan merampas energi dan pikiran,
sehingga kita kadang kala harus mengambil keputusan yang cepat dan tak sabar
mendengar apa yang Tuhan kehendaki. Saat kita berada dalam dua posisi ini, kita
akan merasa sangat lelah & emosional karena kita hanya mengandalkan
kekuatan kita sendiri. Padahal Tuhan meminta kita untuk tetap menjaga kecepatan
agar kita tidak ketinggalan. Sikap ceroboh kita kadang kala membuat kita
menjadi lama mendapatkan upah yang Tuhan sudah sediakan. Saat kita sabar
menanti pertolongan Tuhan, maka Ia akan memberi kita kekuatan fisik &
emosional yang lebih besar. Selain itu, kesabaran akan membuat kita mudah untuk
menemukan kehendak Tuhan yang selalu bertujuan untuk kebaikan kita (Roma 8:28),
serta mampu beroleh kemenangan saat menghadapi berbagai godaan & ujian
hidup. Tuhan adalah pribadi yang Maha tahu & Maha kuasa serta sll hadir
tepat waktu. Koreksi diri dimana saja kita tidak sabar, berdoa minta kepadaNya
hati yang mau percaya. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)
Respon 6
Minggu, 5 Juli
2015. Bacaan: Roma 12:9-21. Setahun: Mazmur 60-66. Nats: Hendaklah kamu sehati
sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan hal-hal yang tinggi,
tetapi arahkanlah dirimu kepada hal-hal yang sederhana (Roma 12:16). PEDULI
PADA ORANG BIASA. Selebritas atau seleb, menurut pakar sejarah Daniel Boorstin,
adalah “seseorang yang dikenal karena keterkenalannya”, bukan karena
kepahlawanan atau keunggulan karakter yang layak diteladani. Mereka diekspos
oleh media massa, menjadi bahan perbincangan publik, dan masyarakat terhanyut
menyimak sepak terjang mereka. Pernah salah satu TV Swasta selama berhari-hari
menyiarkan rangkaian acara pernikahan sepasang seleb. Sungguh suatu perhatian
yang berlebihan! Sehatkah sikap semacam itu? Saya tidak menduga akan mendapat
jawaban yang langsung pada sasaran dari Alkitab sampai saya membaca nas hari
ini dalam versi terjemahan J.B. Phillips. Ternyata, “arahkanlah dirimu kepada
perkara-perkara yang sederhana” dapat pula diartikan sebagai “tunjukkan minat
secara sungguh-sungguh terhadap orang-orang biasa”. Terhenyak saya membacanya.
Ini menyiratkan perlunya kita bersikap kritis terhadap budaya yang
mengagung-agungkan para seleb tadi. Alih-alih mengikuti berita tentang para
seleb, kita seharusnya lebih tertarik untuk mengenal kehidupan orang-orang
biasa di sekitar kita. Alih-alih menyimak kehidupan orang terkenal tapi tak ada
sangkut-pautnya dengan hidup kita, kita seharusnya lebih tergerak untuk
memperhatikan orang-orang biasa yang bersentuhan dengan kita dalam aktivitas
keseharian. Dengan saling mengenal, kiranya tumbuh kepedulian satu sama lain.
Dengan saling peduli, kiranya kita terdorong bahu-membahu membangun kehidupan bersama
yang lebih sejahtera. Bukankah itu indah? --Arie Saptaji. MENYIMAK BERITA
TENTANG SELEB, APA MANFAATNYA? MEMEDULIKAN HIDUP SESAMA, TAK TERKIRA BERKATNYA!
(Ibu Caroline – Bandung)
Respon 7
SAAT TEDUH. Minggu,
5 Juli 2015. Tuhan Menunjukkan Visi-NYA. Berdirilah TUHAN di sampingnya dan
berfirman: “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat
engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu” (Kejadian
28:13). Tahun 1999 terasa amat mengecewakan bagi saya. Saya terkena PHK sebagai
imbas dari krisis ekonomi dan dilikuidasinya 32 bank waktu itu. Kehilangan
pekerjaan yang saya impikan bertahun-tahun, saya merasa putus asa dan hilang
harapan. Tetapi, di tengah keputusasaan itu, Tuhan menunjukkan visi-Nya bagi
saya. Seorang rekan mengajak saya menulis dan menerbitkan buku renungan.
Sekalipun awalnya ragu, saya melangkah. Tanpa saya sadari, keputusan itu
ternyata mengubah jalan hidup saya. Panggilan dan visi Tuhan mengubah
keputusasaan menjadi semangat baru untuk melayani-Nya. Yakub, harus lari dari
rumahnya karena ancaman Esau, kakaknya, yang hendak membunuhnya. Pasalnya,
Yakub menipu kakaknya itu dan merebut hak kesulungannya. Perasaan hati tidak
tenang, takut, putus asa, kesepian meliputi hati Yakub kala itu. Hari itu, di
suatu tempat, ia tidur dengan menggunakan batu sebagai alas kepalanya. Tak
disangka, ia mendapatkan penglihatan menakjubkan melalui mimpi dan di situ ia
bertemu dengan Tuhan, yang menyatakan visi untuknya (ay. 12-15). Visi Tuhan itu
mengubah jalan hidup Yakub, memberinya semangat dan kekuatan baru untuk
melanjutkan tujuan hidupnya (29:1). Kadang-kadang Tuhan mengizinkan kita
mengalami situasi yang sulit, bahkan membiarkan kita putus asa selama beberapa
waktu, supaya kita belajar berserah pada-Nya. Di tengah ketidakberdayaan dan
keberserahan hati, Tuhan membukakan pintu langit dan menunjukkan visi-Nya bagi
hidup kita. Tidak selamanya Dia membiarkan kita putus asa!—SYS. BAHKAN DI
TENGAH KETERPURUKAN DAN KEPUTUSASAAN YANG TERJADI, TUHAN MENUNJUKKAN JALAN-JALAN-NYA
KEPADA KITA. Selamat pagi. Selamat hari Minggu. Selamat beribadah. Tuhan Yesus
memberkati. (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment