Sunday, 5 July 2015

5 Juli 2015

GROWTH




Efesus 4:2, “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.” Tidak mudah ya hidup bersama orang lain, khususnya dengan orang-orang yang paling dekat dengan kita, dengan orang-orang yang sangat kita sayangi, kita cintai. Membutuhkan karakter tertentu yang perlu dibangun dalam diri kita  tanpa karakter-karakter ini (rendah hati, lemah lembut & sabar) maka kita tidak bisa “berjalan dijalur yang sama”. Kerendahan hati menempatkan Tuhan yang pertama, orang lain kedua, & diri sendiri paling belakang . Rendah hati itu dinyatakan dengan sikap seorang hamba yang bersukacita bila melihat orang lain berhasil . Upah terbesar dari rendah hati adalah menjadi seperti Kristus. Upah lain yang sangat diinginkan oleh orang adalah: Amsal 22:4, “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.” Amin .

Respon 1
“Ibadah sejati dilajukan setiap hari.” Xavier Qentin Pranata.

Respon 2
Ya amin. “MEMBANGUN HIDUP YANG AKURAT” (Markus 8:14). Setiap kita wajib untuk menerima hadirat Tuhan dalam hidup kita, kadang kita mengabaikan penyertaan Tuhan yang sebenarnya Tuhan selalu ada dalam hidup kita. Kita sangat perlu membangun hidup yang akurat karena Tuhan mau terhubung dengan orang-orang yang akurat ada dalam agenda kerajaanNya, yang mau berjalan bersama-sama dengan Tuhan. Kita harus bisa menangkap Firman Tuhan dan bisa menghidupinya, maka keharmonisan, keselarasan, Firman berjalan bersama dengan kita. Ketidakakuratan bisa terjadi pada orang-orang yang sudah ada dalam Tuhan, karena ketidakakuratan: 1.) Faktor ekonomi. Roti menjadi persoalan dalam menjalani kehidupan. 2.) Faktor malas. 3.) Faktor kepahitan konflik batin yang terus berkecamuk. 4.) Faktor ketidaktaatan. Ketika kita taat dalam hal-hal yang kecil maka Tuhan akan mempercayakan sesuatu yang besar dalam hidup kita. 5.) Faktor berdusta & mempercayai dusta. 6.) Faktor tidak menyalibkan daging, apa yang menjadi kekurangan dan kelemahan kita dipelihara. Akibat dari ketidakakuratan (Maleakhi 4:1). Dampak dari hidup yang akurat, akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya (Maleakhi 4:2). Kebenaran menjadi dasar hidup kita, mengalami terobosan untuk melampaui persoalan, mendapat kekuatan untuk terbang tinggi (ayat 3). Kita akan menginjak orang fasik, bangkit berkemenangan yang sudah mendapatkan janji-janji Tuhan, ada kesucian hidup, setia memikul salib untuk berkemenangan. Itu yang kita cari dan menyenangkan hati Tuhan. HALELUYA! Mari kita semua bertanding mencapainya. (Tante Elisabeth – Maumere)

Respon 3
Dalam salah satu dari wahyu yang diterimanya di pulau Patmos tentang akhir zaman, rasul Yohanes beroleh penglihatan mengenai “kumpulan besar orang yang tak terhitung banyaknya, dari segala suku dan kaum dan bahasa yang berdiri di depan tahta Anak Domba” (Wah. 7:9). Pada mereka diberikan hak untuk berdiri di depan tahta Allah, melayani-Nya siang & malam. Bagi mereka, tiada lagi lapar & haus, panas terik mentari pun tak lagi menyakiti mereka. Sebab Anak Domba yang di tahta itu menjadi gembala (pelindung & penjaga) mereka, yang akan membawa mereka pada air kehidupan. Tiada duka lara sebab Tuhan sendiri menghapus setiap air mata mereka (Wah. 7:15-17). Suatu happy ending. Kita semua berharap menjadi salah satu orang turut dalam akhir yang demikian. Tapi, tahukah Anda siapa orang-orang tersebut? Menurut Wahyu 7:14 mereka adalah orang-orang yang telah melewati “great tribulation” atau kesesakan yang besar -dan mereka menang. Apakah masa kesesakan yang besar itu? Itu adalah masa-masa dimana kekuasaan antikristus merajalela di muka bumi untuk melawan Tuhan & hamba-hamba-Nya sebelum kedatangan Kristus kedua kali. Sejatinya, itulah puncak dari segala kesesakan yang pernah dialami & menimpa umat Tuhan, pengikut-pengikut Kristus. Sesungguhnya di segala zaman, menjadi pengikut-pengikut sejati Kristus ditandai dengan kesesakan demi kesesakan, aniaya demi aniaya, penderitaan demi penderitaan. Sadar atau tidak, suka atau tidak suka itu ialah konsekuensi mengiring Yesus. Dia sendiri mengatakannya (Yoh. 15:18-20; 16:1-2,33). Rasul-rasul meneguhkannya (Fil 2:9; 1 Tim. 3:12; 1 Pet. 4:12-19). Itu yang dimaksud menyangkal diri & memikul salib demi mengikut Yesus. Hanya mereka yang telah membayar harga kesetiaan dalam hidup & matinya (Wah. 17:14), melewati segala derita & kesusahan dalam mengikut Yesus beroleh hak istimewa hidup berbahagia selamanya di kediaman kekal bersama Yesus. Jadi menurut Anda, cukupkah dua atau beberapa jam seminggu mengingat Tuhan & melayani-Nya di gereja sambil memohon kemudahan bagi hidup Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 4
Mat 11:28 – Marilah kepada-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, AKU akan memberi KELEGAAN kepadamu! YESUS sumber JAWABAN dan MUJIZATku. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 5
UPAH MENUNGGU. Mazmur 33:20, “Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah penolong kita dan perisai kita!” Kita pernah memiliki pengalaman kurang menyenangkan soal menunggu. Mungkin menunggu antrian panjang di ruang tunggu klinik atau menunggu berjam-jam di tengah kemacetan lalu lintas. Saat berada dalam situasi itu, kita tidak berpikir untuk melakukan apa-apa. Namun di Kerajaan Allah, menunggu didefinisikan sebagai kondisi tenang yang aktif. Aktif karena kita tetap berada dalam situasi kita saat ini dan tenang karena kita memfokuskan perhatian pada bimbingan Tuhan. Ini adalah sebuah gaya hidup tenang yang aktif yang menuntut sikap yang memiliki tujuan & harapan, sebuah kondisi pikiran dan hati yang taat & penuh doa. Menunggu adalah pekerjaan yang mungkin terasa membosankan. Tetapi Tuhan mengatakan bahwa tindakan itu sesungguhnya memiliki upah. Pertama, mendapatkan kekuatan besar untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan. Seperti contoh, ketika kita merasa kelelahan, kita mungkin tergoda untuk keluar dari jalan Tuhan. Di lain hal, kesibukan merampas energi dan pikiran, sehingga kita kadang kala harus mengambil keputusan yang cepat dan tak sabar mendengar apa yang Tuhan kehendaki. Saat kita berada dalam dua posisi ini, kita akan merasa sangat lelah & emosional karena kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri. Padahal Tuhan meminta kita untuk tetap menjaga kecepatan agar kita tidak ketinggalan. Sikap ceroboh kita kadang kala membuat kita menjadi lama mendapatkan upah yang Tuhan sudah sediakan. Saat kita sabar menanti pertolongan Tuhan, maka Ia akan memberi kita kekuatan fisik & emosional yang lebih besar. Selain itu, kesabaran akan membuat kita mudah untuk menemukan kehendak Tuhan yang selalu bertujuan untuk kebaikan kita (Roma 8:28), serta mampu beroleh kemenangan saat menghadapi berbagai godaan & ujian hidup. Tuhan adalah pribadi yang Maha tahu & Maha kuasa serta sll hadir tepat waktu. Koreksi diri dimana saja kita tidak sabar, berdoa minta kepadaNya hati yang mau percaya. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 6
Minggu, 5 Juli 2015. Bacaan: Roma 12:9-21. Setahun: Mazmur 60-66. Nats: Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan hal-hal yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada hal-hal yang sederhana (Roma 12:16). PEDULI PADA ORANG BIASA. Selebritas atau seleb, menurut pakar sejarah Daniel Boorstin, adalah “seseorang yang dikenal karena keterkenalannya”, bukan karena kepahlawanan atau keunggulan karakter yang layak diteladani. Mereka diekspos oleh media massa, menjadi bahan perbincangan publik, dan masyarakat terhanyut menyimak sepak terjang mereka. Pernah salah satu TV Swasta selama berhari-hari menyiarkan rangkaian acara pernikahan sepasang seleb. Sungguh suatu perhatian yang berlebihan! Sehatkah sikap semacam itu? Saya tidak menduga akan mendapat jawaban yang langsung pada sasaran dari Alkitab sampai saya membaca nas hari ini dalam versi terjemahan J.B. Phillips. Ternyata, “arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana” dapat pula diartikan sebagai “tunjukkan minat secara sungguh-sungguh terhadap orang-orang biasa”. Terhenyak saya membacanya. Ini menyiratkan perlunya kita bersikap kritis terhadap budaya yang mengagung-agungkan para seleb tadi. Alih-alih mengikuti berita tentang para seleb, kita seharusnya lebih tertarik untuk mengenal kehidupan orang-orang biasa di sekitar kita. Alih-alih menyimak kehidupan orang terkenal tapi tak ada sangkut-pautnya dengan hidup kita, kita seharusnya lebih tergerak untuk memperhatikan orang-orang biasa yang bersentuhan dengan kita dalam aktivitas keseharian. Dengan saling mengenal, kiranya tumbuh kepedulian satu sama lain. Dengan saling peduli, kiranya kita terdorong bahu-membahu membangun kehidupan bersama yang lebih sejahtera. Bukankah itu indah? --Arie Saptaji. MENYIMAK BERITA TENTANG SELEB, APA MANFAATNYA? MEMEDULIKAN HIDUP SESAMA, TAK TERKIRA BERKATNYA! (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 7
SAAT TEDUH. Minggu, 5 Juli 2015. Tuhan Menunjukkan Visi-NYA. Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu” (Kejadian 28:13). Tahun 1999 terasa amat mengecewakan bagi saya. Saya terkena PHK sebagai imbas dari krisis ekonomi dan dilikuidasinya 32 bank waktu itu. Kehilangan pekerjaan yang saya impikan bertahun-tahun, saya merasa putus asa dan hilang harapan. Tetapi, di tengah keputusasaan itu, Tuhan menunjukkan visi-Nya bagi saya. Seorang rekan mengajak saya menulis dan menerbitkan buku renungan. Sekalipun awalnya ragu, saya melangkah. Tanpa saya sadari, keputusan itu ternyata mengubah jalan hidup saya. Panggilan dan visi Tuhan mengubah keputusasaan menjadi semangat baru untuk melayani-Nya. Yakub, harus lari dari rumahnya karena ancaman Esau, kakaknya, yang hendak membunuhnya. Pasalnya, Yakub menipu kakaknya itu dan merebut hak kesulungannya. Perasaan hati tidak tenang, takut, putus asa, kesepian meliputi hati Yakub kala itu. Hari itu, di suatu tempat, ia tidur dengan menggunakan batu sebagai alas kepalanya. Tak disangka, ia mendapatkan penglihatan menakjubkan melalui mimpi dan di situ ia bertemu dengan Tuhan, yang menyatakan visi untuknya (ay. 12-15). Visi Tuhan itu mengubah jalan hidup Yakub, memberinya semangat dan kekuatan baru untuk melanjutkan tujuan hidupnya (29:1). Kadang-kadang Tuhan mengizinkan kita mengalami situasi yang sulit, bahkan membiarkan kita putus asa selama beberapa waktu, supaya kita belajar berserah pada-Nya. Di tengah ketidakberdayaan dan keberserahan hati, Tuhan membukakan pintu langit dan menunjukkan visi-Nya bagi hidup kita. Tidak selamanya Dia membiarkan kita putus asa!—SYS. BAHKAN DI TENGAH KETERPURUKAN DAN KEPUTUSASAAN YANG TERJADI, TUHAN MENUNJUKKAN JALAN-JALAN-NYA KEPADA KITA. Selamat pagi. Selamat hari Minggu. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)



No comments:

Post a Comment