GROWTH
Kehidupan dalam
Keluarga. 2 Sam 6:11, “Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di
rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi
rumahnya.” Tabut Tuhan = kehadiran atau hadirat Tuhan. Apakah
hari-hari ini kita sedang mengalami ‘kekeringan rohani’?? Tidak merasakan kuasa
penyertaanNya?? Tidak melihat mukjizat Tuhan dinyatakan seperti di waktu-waktu
yang lalu? Mari undang hadirat Tuhan lebih sungguh-sungguh dalam: 1) Pujian
& Penyembahan; 2) Doa; 3) Pembacaan Firman Tuhan. Bila
kita mengundang hadiratNya, percayalah DIA hanya sejauh DOA. Undang &
hormati hadirat Tuhan niscaya berkat-berkatNya dicurahkan bagi kita!
Tidak ada yang mustahil bagi DIA, kalau dahulu hadiratNya memberkati
Obed-Edom sekeluarga, maka saat inipun DIA sanggup memberkati kita. Amin.
Respon 1
Jalan TUHAN belum
tentu yang TERCEPAT bukan juga yang TERMUDAH tapi sudah pasti yang TERBAIK...
Selamat pagi. Tetap semangat. Gbu all. (Dewi)
Respon 2
LIMA MACAM GELAS.
Read: Amsal 8:1-21. Terimalah didikanku, lebih dari pada perak, dan pengetahuan
lebih dari pada emas pilihan (Amsal 8:10). Sifat manusia di hadapan Tuhan
kira-kira dapat digambarkan dengan lima macam gelas. Gelas pertama kosong dan
terbuka, mewakili orang yang merasa miskin di hadapan Tuhan. Gelas kedua terisi
setengah dan tertutup—orang yang memiliki pengetahuan terbatas, tetapi menutup
diri. Gelas ketiga terisi penuh dan tertutup—orang yang sebenarnya belum tahu,
tetapi merasa sudah tahu sehingga menutup diri. Gelas keempat retak—orang yang
memiliki daya serap sesaat saja. Gelas kelima kosong dan tertutup—seorang yang
tidak tahu, tetapi menutup diri. Amsal memberikan wejangan hikmat, yang berisi
nasihat dan peringatan dari Tuhan untuk kebaikan umat manusia. Hikmat
sesungguhnya berada dekat dengan manusia. Siapa yang mau mencari, pasti akan
mendapatkannya. Harga hikmat jauh melebihi harta, emas, dan permata. Tidak ada
keinginan manusia yang harganya dapat menandingi harga hikmat. Hikmat tidak
dapat diperoleh dengan mengandalkan harta, kuasa, kepandaian, atau jabatan.
Hikmat dapat diperoleh dengan memiliki hidup yang takut kepada Tuhan, yakni
dengan menjauhkan diri dari perbuatan jahat, kesombongan, kecongkakan, dan tipu
muslihat. Pribadi yang sudah ditebus oleh darah Yesus berarti dipulihkan ke
dalam rancangan Allah yang semula. Pemulihan ini seharusnya membawa kita kepada
pertobatan yang memampukan kita hidup menurut kehendak Allah, tidak
mengandalkan dunia. Hidup yang taat kepada Tuhan ditandai dengan adanya
penyerahan diri, mengakui ketidakberdayaan kita di hadapan Allah, dan siap
dibentuk oleh-Nya, seperti gelas kosong yang siap diisi. JADILAH SEPERTI GELAS
KOSONG YANG SIAP DIPENUHI HIKMAT DARI TUHAN. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)
Respon 3
SAAT TEDUH. Sabtu,
11 Juli 2015. Kenalilah Produk Anda. Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu
dikerjakan-Nya dengan kesetiaan (Mazmur 33:4). Salah satu ciri seorang
wiraniaga yang cakap adalah ia menguasai produknya secara menyeluruh. Ia
mengetahui bahan-bahan pembuat produknya. Ia memahami kekuatan produknya. Ia mempelajari
manfaat barang tersebut bagi konsumen. Dan ia dapat menjawab berbagai
pertanyaan yang dilontarkan oleh konsumennya. Penjual yang tidak mengenal
produknya tidak akan mendapatkan penjualan. Dalam buku yang berjudul The Big
Sell, John R. Rushmore melakukan survei terhadap para pria dan wanita yang
membeli produk-produk yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan besar di Amerika
Serikat. Para pria dan wanita tersebut berpendapat bahwa lebih dari 80 persen
wiraniaga yang mendatangi mereka, ternyata tidak memiliki pengetahuan yang
menyeluruh tentang barang yang akan dijual. Saat membaca itu, saya lalu
berpikir tentang kita, orang-orang kristiani. Kita sudah dipanggil untuk
menjadi saksi Kristus, tetapi seberapa jauh kita menguasai ‘produk’ kita dengan
baik? Kita mewakili Kristus dalam segala hal yang kita perbuat dan kita
ucapkan. Oleh karena itu, ketika berbicara mewakili Dia, kita pun harus
berbicara dengan berani dan jelas. Ini berarti kita harus mengetahui apa yang
dikatakan oleh Kitab Suci tentang dosa, keselamatan, dan kebutuhan manusia akan
iman. Jika kita tidak menyampaikan Injil secara akurat, kesaksian kita bagi
Sang Juru Selamat pun tidak akan efektif. Pelajarilah firman Allah. Pelajarilah
doktrin-doktrinnya dan praktikkan. Dengan demikian Anda akan menjadi saksi
Kristus yang lebih baik. UNTUK MENJADI PENJALA MANUSIA, JADILAH PEMBURU
KEBENARAN FIRMAN TUHAN TERLEBIH DAHULU. Selamat pagi. Happy weekend. Tuhan
Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
“Akulah pokok
anggur yang benar,” demikian kata Yesus. Jika Dia berkata demikian, maka
benar-benar Dialah Pokok yang sejati, satu-satunya dimana kita
“ranting-rantingNya” harus tersambung & melekat pada-Nya supaya hidup kita
akhirnya benar-benar memghasilkan buah & memuliakan Bapa di sorga (Yoh. 15:1,4-5).
Kebenaran sederhana ini terlalu sering dibaca sekaligus acapkali tidak pernah
benar-benar dipahami oleh orang-orang percaya. Yesus tidak pernah mengatakan
bahwa orang bisa terhubung dengan yang lain, selain Dia, agar hidupnya
benar-benar berkenan di hadapan Bapa. Setiap orang percaya dikehendaki oleh
Bapa, pengusaha kebun itu, untuk menjadi ranting-ranting yang melekat pada
pribadi Kristus sendiri. Dan Yesus Kristus adalah Yesus Kristus. Alkitab atau
firman tertulis, doktrin-doktrin, pengajaran-pengajaran, denominasi-denominasi
gereja, lembaga-lembaga gereja & pelayanan-pelayanan rohani di berbagai
bidang, bahkan pemimpin-pemimpin rohani sehebat apapun tidak dapat & tidak
pernah boleh menggantikan Kristus sebagai satu-satunya pribadi dimana hati &
hidup kita dilekatkan. Itu artinya setiap kita perlu & wajib memiliki
hubungan yang bersifat pribadi, intim, erat, akrab, kuat & mendalam dengan
Yesus Kristus sendiri. Tanpa ini, serohani apapun seorang tampak dari luar,
seperti kata Kristus “kamu tidak dapat berbuat apa-apa” -nol, tak berarti di
hadapan Tuhan, suatu kesia-siaan yang besar. Itu sebabnya rasul Paulus berkata
kepada jemaat Korintus yang hidupnya tertarik & terpesona pada pribadi
& pelayanan hamba-hamba Tuhan seperti Petrus, Apolos & dia sendiri:
“Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu
selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” ~1 Kor. 2:2. Bukan kepada
apapun & siapapun yang lain. Hanya karena kita milik Kristuslah, kita
diakui sebagai anak-anak Bapa & umat Allah. Tanpa persekutuan &
pengenalan pribadi akan Dia, cepat atau lambat Anda akan mengikuti jalan-jalan
dunia. Kita harus tersambung pada Yesus Kristus sendiri. Setiap hamba Tuhan
harus mengarahkan orang pada Kristus sendiri. Salam revival! GBU. (Worship Center
Surabaya)

No comments:
Post a Comment