Saturday, 11 July 2015

11 Juli 2015

GROWTH




Kehidupan dalam Keluarga. 2 Sam 6:11, “Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.” Tabut Tuhan = kehadiran atau hadirat Tuhan. Apakah hari-hari ini kita sedang mengalami ‘kekeringan rohani’?? Tidak merasakan kuasa penyertaanNya?? Tidak melihat mukjizat Tuhan dinyatakan seperti di waktu-waktu yang lalu? Mari undang hadirat Tuhan lebih sungguh-sungguh dalam: 1) Pujian & Penyembahan; 2) Doa; 3) Pembacaan Firman Tuhan. Bila kita mengundang hadiratNya, percayalah DIA hanya sejauh DOA. Undang & hormati hadirat Tuhan niscaya berkat-berkatNya dicurahkan bagi kita! Tidak ada yang mustahil bagi DIA, kalau dahulu hadiratNya memberkati Obed-Edom sekeluarga, maka saat inipun DIA sanggup memberkati kita. Amin.

Respon 1
Jalan TUHAN belum tentu yang TERCEPAT bukan juga yang TERMUDAH tapi sudah pasti yang TERBAIK... Selamat pagi. Tetap semangat. Gbu all. (Dewi)

Respon 2
LIMA MACAM GELAS. Read: Amsal 8:1-21. Terimalah didikanku, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan (Amsal 8:10). Sifat manusia di hadapan Tuhan kira-kira dapat digambarkan dengan lima macam gelas. Gelas pertama kosong dan terbuka, mewakili orang yang merasa miskin di hadapan Tuhan. Gelas kedua terisi setengah dan tertutup—orang yang memiliki pengetahuan terbatas, tetapi menutup diri. Gelas ketiga terisi penuh dan tertutup—orang yang sebenarnya belum tahu, tetapi merasa sudah tahu sehingga menutup diri. Gelas keempat retak—orang yang memiliki daya serap sesaat saja. Gelas kelima kosong dan tertutup—seorang yang tidak tahu, tetapi menutup diri. Amsal memberikan wejangan hikmat, yang berisi nasihat dan peringatan dari Tuhan untuk kebaikan umat manusia. Hikmat sesungguhnya berada dekat dengan manusia. Siapa yang mau mencari, pasti akan mendapatkannya. Harga hikmat jauh melebihi harta, emas, dan permata. Tidak ada keinginan manusia yang harganya dapat menandingi harga hikmat. Hikmat tidak dapat diperoleh dengan mengandalkan harta, kuasa, kepandaian, atau jabatan. Hikmat dapat diperoleh dengan memiliki hidup yang takut kepada Tuhan, yakni dengan menjauhkan diri dari perbuatan jahat, kesombongan, kecongkakan, dan tipu muslihat. Pribadi yang sudah ditebus oleh darah Yesus berarti dipulihkan ke dalam rancangan Allah yang semula. Pemulihan ini seharusnya membawa kita kepada pertobatan yang memampukan kita hidup menurut kehendak Allah, tidak mengandalkan dunia. Hidup yang taat kepada Tuhan ditandai dengan adanya penyerahan diri, mengakui ketidakberdayaan kita di hadapan Allah, dan siap dibentuk oleh-Nya, seperti gelas kosong yang siap diisi. JADILAH SEPERTI GELAS KOSONG YANG SIAP DIPENUHI HIKMAT DARI TUHAN. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 3
SAAT TEDUH. Sabtu, 11 Juli 2015. Kenalilah Produk Anda. Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan (Mazmur 33:4). Salah satu ciri seorang wiraniaga yang cakap adalah ia menguasai produknya secara menyeluruh. Ia mengetahui bahan-bahan pembuat produknya. Ia memahami kekuatan produknya. Ia mempelajari manfaat barang tersebut bagi konsumen. Dan ia dapat menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh konsumennya. Penjual yang tidak mengenal produknya tidak akan mendapatkan penjualan. Dalam buku yang berjudul The Big Sell, John R. Rushmore melakukan survei terhadap para pria dan wanita yang membeli produk-produk yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat. Para pria dan wanita tersebut berpendapat bahwa lebih dari 80 persen wiraniaga yang mendatangi mereka, ternyata tidak memiliki pengetahuan yang menyeluruh tentang barang yang akan dijual. Saat membaca itu, saya lalu berpikir tentang kita, orang-orang kristiani. Kita sudah dipanggil untuk menjadi saksi Kristus, tetapi seberapa jauh kita menguasai ‘produk’ kita dengan baik? Kita mewakili Kristus dalam segala hal yang kita perbuat dan kita ucapkan. Oleh karena itu, ketika berbicara mewakili Dia, kita pun harus berbicara dengan berani dan jelas. Ini berarti kita harus mengetahui apa yang dikatakan oleh Kitab Suci tentang dosa, keselamatan, dan kebutuhan manusia akan iman. Jika kita tidak menyampaikan Injil secara akurat, kesaksian kita bagi Sang Juru Selamat pun tidak akan efektif. Pelajarilah firman Allah. Pelajarilah doktrin-doktrinnya dan praktikkan. Dengan demikian Anda akan menjadi saksi Kristus yang lebih baik. UNTUK MENJADI PENJALA MANUSIA, JADILAH PEMBURU KEBENARAN FIRMAN TUHAN TERLEBIH DAHULU. Selamat pagi. Happy weekend. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
“Akulah pokok anggur yang benar,” demikian kata Yesus. Jika Dia berkata demikian, maka benar-benar Dialah Pokok yang sejati, satu-satunya dimana kita “ranting-rantingNya” harus tersambung & melekat pada-Nya supaya hidup kita akhirnya benar-benar memghasilkan buah & memuliakan Bapa di sorga (Yoh. 15:1,4-5). Kebenaran sederhana ini terlalu sering dibaca sekaligus acapkali tidak pernah benar-benar dipahami oleh orang-orang percaya. Yesus tidak pernah mengatakan bahwa orang bisa terhubung dengan yang lain, selain Dia, agar hidupnya benar-benar berkenan di hadapan Bapa. Setiap orang percaya dikehendaki oleh Bapa, pengusaha kebun itu, untuk menjadi ranting-ranting yang melekat pada pribadi Kristus sendiri. Dan Yesus Kristus adalah Yesus Kristus. Alkitab atau firman tertulis, doktrin-doktrin, pengajaran-pengajaran, denominasi-denominasi gereja, lembaga-lembaga gereja & pelayanan-pelayanan rohani di berbagai bidang, bahkan pemimpin-pemimpin rohani sehebat apapun tidak dapat & tidak pernah boleh menggantikan Kristus sebagai satu-satunya pribadi dimana hati & hidup kita dilekatkan. Itu artinya setiap kita perlu & wajib memiliki hubungan yang bersifat pribadi, intim, erat, akrab, kuat & mendalam dengan Yesus Kristus sendiri. Tanpa ini, serohani apapun seorang tampak dari luar, seperti kata Kristus “kamu tidak dapat berbuat apa-apa” -nol, tak berarti di hadapan Tuhan, suatu kesia-siaan yang besar. Itu sebabnya rasul Paulus berkata kepada jemaat Korintus yang hidupnya tertarik & terpesona pada pribadi & pelayanan hamba-hamba Tuhan seperti Petrus, Apolos & dia sendiri: “Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” ~1 Kor. 2:2. Bukan kepada apapun & siapapun yang lain. Hanya karena kita milik Kristuslah, kita diakui sebagai anak-anak Bapa & umat Allah. Tanpa persekutuan & pengenalan pribadi akan Dia, cepat atau lambat Anda akan mengikuti jalan-jalan dunia. Kita harus tersambung pada Yesus Kristus sendiri. Setiap hamba Tuhan harus mengarahkan orang pada Kristus sendiri. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment