Friday, 10 July 2015

10 Juli 2015

GROWTH




Keluarga Menurut Rencana Tuhan (Efesus 5:22, 25). Ayat 22: “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan.” Ayat 25: “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” Cinta segitiga bagi orang percaya bukan PIL (Pria Idaman Lain) atau WIL (Wanita Idaman Lain) dalam pernikahan tetapi Kristus sebagai pihak ketiga & terpenting dalam sebuah pernikahan/keluarga . Istri-istri mengertilah & dukunglah suami-suamimu dengan cara menunjukkan dukunganmu bagi Kristus (Ef 5:22, terjemahan The Message). Artinya: Merelakan diri dipimpin oleh suami, memberikan semangat, mengerti suami. Contohnya: mencoba mengerti ketika suami sedang ingin sendiri, sebab seorang wanita cenderung banyak bicara ketika ia sedang stress . Standard kasih seperti apa yang perlu dimiliki oleh seorang suami terhadap istrinya? Di Ef 5:25 yaitu kasih yang tidak egois/kasih yang senantiasa memberi & mau berkorban . Jadi standard dalam sebuah pernikahan / keluarga adalah hubungan seperti Kristus dengan jemaatNya. Amin.

Respon 1
“Saat kita memotivasi dan mendorong orang lain untuk menemukan dan mengembangkan talentanya bagi Tuhan, Tuhan akan membuat kita menemukan dan menumbuhkan talenta kita sendiri.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Jangan tertipu dengan apa yang nampak diluar karena TUHAN MELIHAT HATI. 1 Samuel 16:7, “Tetapi berfirman-lah TUHAN kepada Samuel: ‘Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.’” (GNCC)

Respon 3
Keluarga menurut rencana Tuhan (Kej 1:26-29). Keluarga adalah: 1) Tempat untuk belajar memberi, bukan untuk menuntut (mengabdi dan saling memberkati). 2) Tempat Tuhan untuk mengekspresikan diriNYA, setiap anggota harus menuruti kehendak Tuhan, DIA adalah Kepala keluarga. 3) Tempat Tuhan membentuk dan memproses setiap anggota untuk menjadi seperti Kristus, yaitu saling mengasihi dan mengampuni seperti Kristus yang selalu mengasihi dan mengampuni kita. Amin!!! Apakah kita sudah mengerti dan mempraktekkan konsep keluarga yang sesuai dengan standart Tuhan ataukah kita membuat konsep keluarga menurut semaunya gua, yaitu konsep “egois” dan “menomor dua-kan Tuhan”?? Jbu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 4
SAAT TEDUH. Jumat, 10 Juli 2015. Skala Prioritas. Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari TUHAN, Allahmu. Mulailah mendirikan tempat kudus TUHAN, Allah (1 Tawarikh 22:19). Kisah sederhana ini menggambarkan cara kita mengatur prioritas. Seorang mahasiswa membuka laptop untuk mengerjakan tugas. Ia pun membuka situs yang mendukung tugasnya di internet. Tetapi, ketika muncul iklan film yang belum pernah dilihatnya, ia mengunduh dan menonton film itu hingga malam semakin larut. Sementara tugasnya belum jadi ia kerjakan sama sekali. Berbeda dari mahasiswa di atas, Daud mampu menentukan prioritas dengan benar sebagai dasar pembangunan Bait Suci. Meskipun ia hanya membantu Salomo, putranya, Daud mempersiapkan banyak hal dengan baik. Pertama, firman yang telah Daud terima menjadi prinsip bagi seluruh tindakan Daud menyiapkan pembangunan Bait Allah. Kedua, penyiapan diri Salomo agar taat kepada Allah menempati prioritas mendahului persiapan material. Itulah sebabnya Daud berbicara mewakili Allah memberikan pesan kepada putranya ini. Sesudah kedua hal tersebut, barulah hal ketiga dimunculkan, yaitu penyediaan material. Di dalam hidup ini, sungguhkah kita telah menempatkan skala prioritas secara benar dengan menjadikan kebenaran firman Tuhan sebagai dasar dari segala sesuatu yang akan kita lakukan? Apakah kita selalu menempatkan ketaatan pada kehendak Tuhan di atas segalanya? Apakah kita selalu menjaga fokus tujuan hidup kita pada kemuliaan nama Tuhan? Waspadalah senantiasa karena dunia akan selalu menggoda kita sehingga fokus kita membias, dari prioritas rohani kepada Tuhan menjadi fokus pada duniawi, yakni kesenangan diri sendiri —EBL. ORANG PERCAYA HENDAKNYA MEMPRIORITASKAN TUHAN DI ATAS SEGALANYA. Selamat pagi. Sudah akhir pekan lagi. Selamat menikmati berkat Tuhan melimpah hari ini. Semangat ya. (Madam Ossy)

Respon 5
Apa yang ditetapkan dalam kebenaran firman Tuhan, khususnya secara tertulis, jika dipelajari dengan seksama dalam pimpinan Roh hikmat & wahyu, semakin lama semakin terang bagi pikiran maupun jiwa kita. Mereka yang mempelajari ayat-ayat Alkitab dengan hati yang mengasihi Tuhan, lapar & haus akan kebenaran-Nya, yang terbuka dengan pekerjaan Roh Kudus yang memuliakan Yesus Kristus, cepat atau lambat dapat memahami maksud hati Tuhan (2 Kor. 4:6). Sebab Roh Kudus yang diberikan untuk tinggal dalam kita tidak akan gagal memimpin setiap kita yang menyerahkan diri untuk mengikut Yesus sepenuh hati untuk hidup & berjalan dalam kebenaran sejati (Yoh. 14:15-17; 16:12-13; 1 Yoh. 2:18-20). Sebab itu, patut dipertanyakan apabila ada orang-orang yang berpikir untuk 'mengutak-atik' ayat-ayat firman Tuhan demi menyesuaikan dengan perkembangan zaman atau budaya-budaya modern. Bukan standar-standar Tuhan yang harus disesuaikan dengan ukuran-ukuran dunia tapi sebaliknya. Contoh kecil ialah apa yang jelas-jelas dituliskan dalam Kejadian 2:21-25 mengenai lembaga perkawinan yang diciptakan Tuhan sendiri sejak permulaan dunia. Tampak jelas di sana bahwa setelah laki-laki, Tuhan menciptakan penolong yang sepadan dengan dia. Itu bukan laki-laki lain, tapi perempuan. Keduanya kemudian disatukan (dalam perkawinan): laki-laki meninggalkan orang tuanya untuk bersatu dengan seorang perempuan, yang adalah istrinya. Itulah tatanan ilahi yang terus berlaku hingga kini, diteguhkan dengan ratusan ayat lainnya. Ini tak boleh diragukan atau dipertanyakan lagi. Semua yang berbeda dari tatanan di atas bukan dari Tuhan. Mengetahui itu, adalah bagian manusia untuk taat & berpaling pada Tuhan atas kecenderungan-kecenderungan hatinya yang menyimpang & berdosa (Kol. 3:5-10). Bukan mendefinisikan ulang kebenaran-kebenaran yang telah nyata & jelas. Bagi yang mau BERTOBAT & MENYANGKAL DIRI, tersedia kasih karunia & kekuatan dari Roh Kudus untuk hidup dalam kebenaran & kekudusan sejati (2 Kor. 6:17-18). Jangan berkompromi dengan dosa. Bersepakatlah dengan Tuhan & firman-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment