GROWTH
Keluarga Menurut
Rencana Tuhan (Efesus 5:22, 25). Ayat 22: “Hai isteri, tunduklah kepada
suamimu seperti kepada Tuhan.” Ayat 25: “Hai suami, kasihilah isterimu
sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya
baginya.” Cinta segitiga bagi orang percaya bukan PIL (Pria Idaman
Lain) atau WIL (Wanita Idaman Lain) dalam pernikahan tetapi Kristus sebagai
pihak ketiga & terpenting dalam sebuah pernikahan/keluarga . Istri-istri
mengertilah & dukunglah suami-suamimu dengan cara menunjukkan dukunganmu
bagi Kristus (Ef 5:22, terjemahan The Message). Artinya: Merelakan diri
dipimpin oleh suami, memberikan semangat, mengerti suami. Contohnya: mencoba
mengerti ketika suami sedang ingin sendiri, sebab seorang wanita cenderung
banyak bicara ketika ia sedang stress . Standard kasih seperti apa yang perlu
dimiliki oleh seorang suami terhadap istrinya? Di Ef 5:25 yaitu kasih yang
tidak egois/kasih yang senantiasa memberi & mau berkorban . Jadi standard
dalam sebuah pernikahan / keluarga adalah hubungan seperti Kristus dengan
jemaatNya. Amin.
Respon 1
“Saat kita
memotivasi dan mendorong orang lain untuk menemukan dan mengembangkan
talentanya bagi Tuhan, Tuhan akan membuat kita menemukan dan menumbuhkan
talenta kita sendiri.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Jangan tertipu
dengan apa yang nampak diluar karena TUHAN MELIHAT HATI. 1 Samuel 16:7, “Tetapi
berfirman-lah TUHAN kepada Samuel: ‘Janganlah pandang parasnya atau perawakan
yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang
dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat
hati.’” (GNCC)
Respon 3
Keluarga menurut
rencana Tuhan (Kej 1:26-29). Keluarga adalah: 1) Tempat untuk belajar memberi,
bukan untuk menuntut (mengabdi dan saling memberkati). 2) Tempat Tuhan untuk
mengekspresikan diriNYA, setiap anggota harus menuruti kehendak Tuhan, DIA
adalah Kepala keluarga. 3) Tempat Tuhan membentuk dan memproses setiap anggota
untuk menjadi seperti Kristus, yaitu saling mengasihi dan mengampuni seperti
Kristus yang selalu mengasihi dan mengampuni kita. Amin!!! Apakah kita sudah
mengerti dan mempraktekkan konsep keluarga yang sesuai dengan standart Tuhan
ataukah kita membuat konsep keluarga menurut semaunya gua, yaitu konsep “egois”
dan “menomor dua-kan Tuhan”?? Jbu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 4
SAAT TEDUH. Jumat,
10 Juli 2015. Skala Prioritas. Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk
mencari TUHAN, Allahmu. Mulailah mendirikan tempat kudus TUHAN, Allah (1
Tawarikh 22:19). Kisah sederhana ini menggambarkan cara kita mengatur
prioritas. Seorang mahasiswa membuka laptop untuk mengerjakan tugas. Ia pun
membuka situs yang mendukung tugasnya di internet. Tetapi, ketika muncul iklan
film yang belum pernah dilihatnya, ia mengunduh dan menonton film itu hingga
malam semakin larut. Sementara tugasnya belum jadi ia kerjakan sama sekali.
Berbeda dari mahasiswa di atas, Daud mampu menentukan prioritas dengan benar
sebagai dasar pembangunan Bait Suci. Meskipun ia hanya membantu Salomo,
putranya, Daud mempersiapkan banyak hal dengan baik. Pertama, firman yang telah
Daud terima menjadi prinsip bagi seluruh tindakan Daud menyiapkan pembangunan
Bait Allah. Kedua, penyiapan diri Salomo agar taat kepada Allah menempati
prioritas mendahului persiapan material. Itulah sebabnya Daud berbicara
mewakili Allah memberikan pesan kepada putranya ini. Sesudah kedua hal
tersebut, barulah hal ketiga dimunculkan, yaitu penyediaan material. Di dalam hidup
ini, sungguhkah kita telah menempatkan skala prioritas secara benar dengan
menjadikan kebenaran firman Tuhan sebagai dasar dari segala sesuatu yang akan
kita lakukan? Apakah kita selalu menempatkan ketaatan pada kehendak Tuhan di
atas segalanya? Apakah kita selalu menjaga fokus tujuan hidup kita pada
kemuliaan nama Tuhan? Waspadalah senantiasa karena dunia akan selalu menggoda
kita sehingga fokus kita membias, dari prioritas rohani kepada Tuhan menjadi
fokus pada duniawi, yakni kesenangan diri sendiri —EBL. ORANG PERCAYA HENDAKNYA
MEMPRIORITASKAN TUHAN DI ATAS SEGALANYA. Selamat pagi. Sudah akhir pekan lagi.
Selamat menikmati berkat Tuhan melimpah hari ini. Semangat ya. (Madam Ossy)
Respon 5
Apa yang ditetapkan
dalam kebenaran firman Tuhan, khususnya secara tertulis, jika dipelajari dengan
seksama dalam pimpinan Roh hikmat & wahyu, semakin lama semakin terang bagi
pikiran maupun jiwa kita. Mereka yang mempelajari ayat-ayat Alkitab dengan hati
yang mengasihi Tuhan, lapar & haus akan kebenaran-Nya, yang terbuka dengan
pekerjaan Roh Kudus yang memuliakan Yesus Kristus, cepat atau lambat dapat
memahami maksud hati Tuhan (2 Kor. 4:6). Sebab Roh Kudus yang diberikan untuk
tinggal dalam kita tidak akan gagal memimpin setiap kita yang menyerahkan diri
untuk mengikut Yesus sepenuh hati untuk hidup & berjalan dalam kebenaran
sejati (Yoh. 14:15-17; 16:12-13; 1 Yoh. 2:18-20). Sebab itu, patut
dipertanyakan apabila ada orang-orang yang berpikir untuk 'mengutak-atik'
ayat-ayat firman Tuhan demi menyesuaikan dengan perkembangan zaman atau
budaya-budaya modern. Bukan standar-standar Tuhan yang harus disesuaikan dengan
ukuran-ukuran dunia tapi sebaliknya. Contoh kecil ialah apa yang jelas-jelas
dituliskan dalam Kejadian 2:21-25 mengenai lembaga perkawinan yang diciptakan Tuhan
sendiri sejak permulaan dunia. Tampak jelas di sana bahwa setelah laki-laki,
Tuhan menciptakan penolong yang sepadan dengan dia. Itu bukan laki-laki lain,
tapi perempuan. Keduanya kemudian disatukan (dalam perkawinan): laki-laki
meninggalkan orang tuanya untuk bersatu dengan seorang perempuan, yang adalah
istrinya. Itulah tatanan ilahi yang terus berlaku hingga kini, diteguhkan
dengan ratusan ayat lainnya. Ini tak boleh diragukan atau dipertanyakan lagi.
Semua yang berbeda dari tatanan di atas bukan dari Tuhan. Mengetahui itu,
adalah bagian manusia untuk taat & berpaling pada Tuhan atas
kecenderungan-kecenderungan hatinya yang menyimpang & berdosa (Kol.
3:5-10). Bukan mendefinisikan ulang kebenaran-kebenaran yang telah nyata &
jelas. Bagi yang mau BERTOBAT & MENYANGKAL DIRI, tersedia kasih karunia
& kekuatan dari Roh Kudus untuk hidup dalam kebenaran & kekudusan
sejati (2 Kor. 6:17-18). Jangan berkompromi dengan dosa. Bersepakatlah dengan
Tuhan & firman-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment