GROWTH
Menggunakan
Waktu, Mengerti Kehendak Tuhan & penuh Roh Kudus. Efesus 5 :16-18, “16dan
pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17Sebab
itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak
Tuhan. 18Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur
menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.” Waktu adalah
modal utama, dengan waktu kita bisa menghasilkan uang, tetapi dengan uang kita
tidak bisa membeli waktu . Oleh karenaya gunakan waktu dengan bijaksana (ayat
16). Usahakan supaya kamu “mengerti kehendak Tuhan” (ayat 17), berarti bila
kita berusaha maka kita dapat mengerti kehendak Tuhan . Jadi bukan hal yang
mustahil untuk mengerti kehendak Tuhan, saat akal budi kita diubah dari
pemikiran duniawi menjadi pemikiran yang sesuai dengan kehendakNya . Ayat 18,
dipenuhi Roh Kudus maksudnya: secara terus menerus kita dikuasai Roh Kudus
dalam pikiran, perasaan & kehendak kita. Amin.
Respon 1
“Saat suasana gelap
mencekam dan dingin menusuk tulang percayalah bahwa sebentar lagi langit akan
terang dan kehangatan pagi hari akan datang.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
2 Taw 32:8 – Tetapi
yang menyertai kita, TUHAN, ALLAH kita; yang menolong kita dan membela kita!
Wow... Pastikan DIA bersama kita. Pasti kita ditolong dan dibela! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 3
SAAT TEDUH. Selasa,
14 Juli 2015. Semua Karena Tuhan. Jika bukan TUHAN yang menolong aku, nyaris
aku diam di tempat sunyi. Ketika aku berpikir: ‘Kakiku goyang,’ maka kasih
setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku (Mazmur 94:17-18). Terry M. Crist menuliskan
seperti ini dalam bukunya “Dibangunkan Terhadap Takdir”: Jauh sebelum internet
menjadi trend di akhir abad ke dua puluh, dan jauh sebelum satelit menjadi
teknologi yang menghubungkan seluruh dunia melalui sebuah teknologi, telepon
menjadi standar komunikasi, lokal, nasional dan global. Ketika Samuel Morris
menemukan telepon, ia mengakui bahwa ia hanyalah alat Allah. Perkataan pertama
yang muncul saat penemuan itu terjadi adalah, “Lihat apa yang telah Allah
lakukan.” Menyadari bahwa diri kita hanyalah alat Tuhan adalah sebuah pengakuan
pada kedaulatan Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita melupakan hal ini, maka
kemanusiaan kita yang mengambil alih kehidupan. Pada saat itulah manusia merasa
terpojok dan ditinggalkan oleh Tuhan, padahal kita yang mengambil alih kendali
Tuhan dalam hidup kita. Kita adalah rekan sekerja Allah, namun tanpa kerendahan
hati untuk mengakui bahwa Dialah yang berdaulat atas hidup kita, maka kita
tidak bisa bekerja sama dengan-Nya. Kita mengabaikan Dia dengan kesombongan
kita. Hari ini, mari kita merendahkan hati di hadapan Tuhan dengan mengakui
bahwa Dia yang berdaulat atas hidup kita. Bahkan Tuhan berdaulat atas hidup
kita bukan hanya di hari ini, namun juga atas masa depan kita. Percayalah bahwa
dengan mempercayakan hidup kita kepada-Nya, maka kita akan melakukan
perkara-perkara besar bersama-Nya. Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan
kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku ~Tuhan Semesta Alam. Selamat pagi. Selamat
berlibur. Selamat menikmati waktu bersama keluarga. Tetap berhati-hati ya.
Tuhan Yesus memberkati dan menyertai. (Madam Ossy)
Respon 4
Jika bergantung
hanya kepada keberuntungan untuk mengubah masa depan, jangan heran kalau
perubahan tidak banyak terjadi. 1 Korintus 15:10, ‘Tetapi karena kasih karunia
Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang
dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih
keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia
Allah yang menyertai aku.’ (GNCC)
Respon 5
“Milikilah cara
hidup yang baik di tengah-tengah bangsa yang belum mengenal Tuhan yang benar
supaya saat mereka memfitnah kamu berbuat hal-hal yang jahat, mereka justru
akan melihat perbuatan-perbuatanmu yang baik & memuliakan Tuhan pada hari
penghakiman nanti,” demikian pesan rasul Petrus pada murid-muridnya (1 Pet.
2:12). Jelaslah Tuhan menghendaki supaya hidup kita dijalani dalam suatu cara
yang membawa kemuliaan -bukan nista & cemoohan- bagi nama-Nya. Adalah
tanggung jawab setiap orang percaya, demi kasih kepada Tuhan, menjadikan
hidupnya suatu ‘papan promosi’ yang mengiklankan kerajaan sorga dengan Yesus
sebagai Raja yang penuh kasih karunia. Itulah yang disebut hidup bagi Tuhan.
Yang untuk itu mensyaratkan suatu kehidupan yang tidak sebebas-bebasnya atau
sekehendak hati kita sendiri. Contoh sederhana, bagaimana kita berpakaian.
Tidak ada satu ayat pun di Alkitab yang melarang kita mengikuti mode yang
sedang trend (atau ada ayat-ayat yang mengatur mengenai pemakaian make-up,
model rambut tertentu atau bahkan melakukan operasi plastik). Mana yang
seharusnya kita ikuti? Saat itu terjadi banyak yang memilih menuruti kata hati
& keinginannya sendiri. Rasul Paulus memberikan panduan untuk ini. 1 Kor.
10:23 harus menjadi pemikiran-pemikiran awal kita dalam menghadapi banyaknya
pilihan yang datang pada kita setiap hari. “Segala sesuatu boleh” tapi apakah
itu berguna bagi hubungan kita dengan Tuhan? “Segala sesuatu boleh” tapi apakah
itu membawa pengaruh-pengaruh yang baik bagi kerohanian orang-orang lain di
sekitar kita. Jika apa yang kita jalani setiap hari: cara berpikir, berbicara
& bertindak membuat kita makin duniawi & sombong, lebih-lebih menjadi
batu sandungan & membawa orang lain pada godaan-godaan dosa, maka
tinggalkan itu & jangan jadikan itu alternatif pilihan dalam hidup Anda.
Maka Anda akan makan, minum, berpakaian, bertingkah laku dsb dalam suatu “cara
hidup yang baik yang memuliakan Tuhan”. Itulah salah satu bukti pengorbanan
kasih Anda bagi Tuhan yang telah menebus Anda dari kesia-siaan hidup. Kiranya
hikmat-Nya menuntun Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment