Tuesday, 14 July 2015

14 Juli 2015

GROWTH




Menggunakan Waktu, Mengerti Kehendak Tuhan & penuh Roh Kudus. Efesus 5 :16-18, 16dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. 18Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.” Waktu adalah modal utama, dengan waktu kita bisa menghasilkan uang, tetapi dengan uang kita tidak bisa membeli waktu . Oleh karenaya gunakan waktu dengan bijaksana (ayat 16). Usahakan supaya kamu “mengerti kehendak Tuhan” (ayat 17), berarti bila kita berusaha maka kita dapat mengerti kehendak Tuhan . Jadi bukan hal yang mustahil untuk mengerti kehendak Tuhan, saat akal budi kita diubah dari pemikiran duniawi menjadi pemikiran yang sesuai dengan kehendakNya . Ayat 18, dipenuhi Roh Kudus maksudnya: secara terus menerus kita dikuasai Roh Kudus dalam pikiran, perasaan & kehendak kita. Amin.

Respon 1
“Saat suasana gelap mencekam dan dingin menusuk tulang percayalah bahwa sebentar lagi langit akan terang dan kehangatan pagi hari akan datang.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
2 Taw 32:8 – Tetapi yang menyertai kita, TUHAN, ALLAH kita; yang menolong kita dan membela kita! Wow... Pastikan DIA bersama kita. Pasti kita ditolong dan dibela! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.



Respon 3
SAAT TEDUH. Selasa, 14 Juli 2015. Semua Karena Tuhan. Jika bukan TUHAN yang menolong aku, nyaris aku diam di tempat sunyi. Ketika aku berpikir: ‘Kakiku goyang,’ maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku (Mazmur 94:17-18). Terry M. Crist menuliskan seperti ini dalam bukunya “Dibangunkan Terhadap Takdir”: Jauh sebelum internet menjadi trend di akhir abad ke dua puluh, dan jauh sebelum satelit menjadi teknologi yang menghubungkan seluruh dunia melalui sebuah teknologi, telepon menjadi standar komunikasi, lokal, nasional dan global. Ketika Samuel Morris menemukan telepon, ia mengakui bahwa ia hanyalah alat Allah. Perkataan pertama yang muncul saat penemuan itu terjadi adalah, “Lihat apa yang telah Allah lakukan.” Menyadari bahwa diri kita hanyalah alat Tuhan adalah sebuah pengakuan pada kedaulatan Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita melupakan hal ini, maka kemanusiaan kita yang mengambil alih kehidupan. Pada saat itulah manusia merasa terpojok dan ditinggalkan oleh Tuhan, padahal kita yang mengambil alih kendali Tuhan dalam hidup kita. Kita adalah rekan sekerja Allah, namun tanpa kerendahan hati untuk mengakui bahwa Dialah yang berdaulat atas hidup kita, maka kita tidak bisa bekerja sama dengan-Nya. Kita mengabaikan Dia dengan kesombongan kita. Hari ini, mari kita merendahkan hati di hadapan Tuhan dengan mengakui bahwa Dia yang berdaulat atas hidup kita. Bahkan Tuhan berdaulat atas hidup kita bukan hanya di hari ini, namun juga atas masa depan kita. Percayalah bahwa dengan mempercayakan hidup kita kepada-Nya, maka kita akan melakukan perkara-perkara besar bersama-Nya. Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku ~Tuhan Semesta Alam. Selamat pagi. Selamat berlibur. Selamat menikmati waktu bersama keluarga. Tetap berhati-hati ya. Tuhan Yesus memberkati dan menyertai. (Madam Ossy)

Respon 4
Jika bergantung hanya kepada keberuntungan untuk mengubah masa depan, jangan heran kalau perubahan tidak banyak terjadi. 1 Korintus 15:10, ‘Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.’ (GNCC)

Respon 5
“Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa yang belum mengenal Tuhan yang benar supaya saat mereka memfitnah kamu berbuat hal-hal yang jahat, mereka justru akan melihat perbuatan-perbuatanmu yang baik & memuliakan Tuhan pada hari penghakiman nanti,” demikian pesan rasul Petrus pada murid-muridnya (1 Pet. 2:12). Jelaslah Tuhan menghendaki supaya hidup kita dijalani dalam suatu cara yang membawa kemuliaan -bukan nista & cemoohan- bagi nama-Nya. Adalah tanggung jawab setiap orang percaya, demi kasih kepada Tuhan, menjadikan hidupnya suatu ‘papan promosi’ yang mengiklankan kerajaan sorga dengan Yesus sebagai Raja yang penuh kasih karunia. Itulah yang disebut hidup bagi Tuhan. Yang untuk itu mensyaratkan suatu kehidupan yang tidak sebebas-bebasnya atau sekehendak hati kita sendiri. Contoh sederhana, bagaimana kita berpakaian. Tidak ada satu ayat pun di Alkitab yang melarang kita mengikuti mode yang sedang trend (atau ada ayat-ayat yang mengatur mengenai pemakaian make-up, model rambut tertentu atau bahkan melakukan operasi plastik). Mana yang seharusnya kita ikuti? Saat itu terjadi banyak yang memilih menuruti kata hati & keinginannya sendiri. Rasul Paulus memberikan panduan untuk ini. 1 Kor. 10:23 harus menjadi pemikiran-pemikiran awal kita dalam menghadapi banyaknya pilihan yang datang pada kita setiap hari. “Segala sesuatu boleh” tapi apakah itu berguna bagi hubungan kita dengan Tuhan? “Segala sesuatu boleh” tapi apakah itu membawa pengaruh-pengaruh yang baik bagi kerohanian orang-orang lain di sekitar kita. Jika apa yang kita jalani setiap hari: cara berpikir, berbicara & bertindak membuat kita makin duniawi & sombong, lebih-lebih menjadi batu sandungan & membawa orang lain pada godaan-godaan dosa, maka tinggalkan itu & jangan jadikan itu alternatif pilihan dalam hidup Anda. Maka Anda akan makan, minum, berpakaian, bertingkah laku dsb dalam suatu “cara hidup yang baik yang memuliakan Tuhan”. Itulah salah satu bukti pengorbanan kasih Anda bagi Tuhan yang telah menebus Anda dari kesia-siaan hidup. Kiranya hikmat-Nya menuntun Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment