GROWTH
Amsal 3:7, “Janganlah
engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah
kejahatan.” Keluarga-keluarga yang memiliki hati yang takut akan Tuhan
pasti menikmati hadiratNya & berkat-berkatNya senantiasa! Hati yang takut
akan Tuhan PASTI menjauhi kejahatan. Amin .
Respon 1
Maz 60:14a – Dengan
ALLAH akan kita lakukan perbuatan-perbuatan GAGAH PERKASA! DIA sanggup
melakukan apa saja. Kitapun anak-anak-NYA bersama DIA pasti juga bisa
mengalami! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
SAAT TEDUH. Rabu,
15 Juli 2015. Menungu dengan Antusias. Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah
sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang
berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan
hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena
kedatangan Tuhan sudah dekat! (Yakobus 5:7-8). “Selamat datang..” penyambutan
seperti ini tentu dinantikan oleh setiap orang ketika sampai di suatu tempat.
Setiap orang ingin disambut dengan baik, apa lagi ketika pulang ke rumahnya.
Tentu tidak menyenangkan jika Anda pulang ke rumah disambut oleh keluarga
dengan muka yang masam, pasti Anda ingin disambut dengan senyuman atau pelukan
yang menandakan mereka menantikan Anda dan bersukacita dengan kedatangan Anda.
Tuhan menginginkan sikap yang sama dari umat-Nya. Ia ingin umat Tuhan atau
gereja-Nya sebagai mempelai Kristus menantikan kedatangan-Nya. Ia ingin
disambut dengan sukacita. Ia ingin kita sebagai mempelai-Nya menantikan
kedatangan-Nya yang kedua kalinya. Pasti Yesus sedih jika kita sebagai
gereja-Nya tidak mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya kembali.
Kita seharusnya antusias menantikan Dia, seperti seseorang yang menantikan
kekasihnya. Untuk itu, mari pada hari ini kita mengingatkan diri sendiri bahwa
kita harus mempersiapkan diri dan terus menanti-nantikan Dia. Jangan sampai
kita lupa mengisi buli-buli kita dengan minyak, namun hendaknya buli-buli kita
terisi penuh sehingga kita tidak menjadi seperti gadis-gadis yang bodoh yang
sibuk mencari minyak dan melewatkan kedatangan Sang Mempelai Pria dan ditolak.
Namun mari kita meneladani apa yang dilakukan lima gadis bijaksana yang
mempersiapkan dengan baik untuk menyambut kedatangan Yesus yang kedua kalinya
(Matius 25:1-13). Ketekunan Anda menantikan Yesus tidak akan sia-sia, Dia pasti
datang kembali untuk Anda, itu janji-Nya! Selamat pagi. Selamat berlibur.
Hati-hati di jalan. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
“Suka duka dalam
kehidupan justru memperkuat ikatan keluarga jika kita bereaksi secara benar.”
Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
DAMAI SEJAHTERA
yang sejati hanya bisa kita temukan didalam Yesus. Yohanes 14:27, ‘Damai
sejahtera Kutinggal-kan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa
yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah
gelisah dan gentar hatimu.’
Respon 5
Sorga & bumi
bertemu saat Yesus dimuliakan di atas gunung. Ketiga injil mencatatnya dengan
detail-detail yang berbeda tapi dari sana kita memperoleh gambaran peristiwa
itu secara utuh. Saat itu Yesus mengajak 3 muridnya yang terdekat untuk naik ke
suatu gunung tinggi. Di sana mereka berdoa. Lalu Yesus berubah rupa, menjadi
putih bersinar. Dan bersama-Nya ada Musa & Elia yang bercakap-cakap dengan
Yesus. Dalam pada itu hadirat yang kuat memenuhi murid-murid di puncak gunung
itu. Kehadiran Bapa & penghuni-penghuni sorga di sana mengidentifikasikan
suatu suasana sorga atau hadirat Tuhan yang kuat. Inilah tanda-tanda utama bahwa
hadirat-Nya turun di tengah-tengah kita: 1- Ada suatu sukacita, suatu rasa
bahagia yang tak terkatakan (Mat. 17:4; Mrk. 9:5; Luk. 9:33). Perasaan itu
membuat Petrus & yang lain tidak ingin meninggalkan tempat itu. Mereka
ingin di sana lebih lama bahkan seterusnya. Sungguh benar jika hadirat-Nya
adalah tempat kesukaan (Maz. 84:2-5). Jadi tanda apakah bila kita sering merasa
bosan (lalu ingin segera berhenti atau pulang) saat berdoa & menyembah di
rumah atau di gereja? 2- Pada sisi lain, ada rasa takut yang besar di
hadirat-Nya (Mat. 17:6; Mrk. 9:6; Luk. 9:34). Rasa takut yang terjadi bukanlah
suatu kengerian yang mengintimidasi namun suatu rasa hormat yang begitu dalam,
kegentaran karena keagungan yang sangat dahsyat layaknya rasa segan yang sangat
mendalam di hadapan raja yang penuh kuasa. Dalam hadirat-Nya yang berkuasa,
sukar menemukan kebebasan yang liar. 3- Penyingkapan-penyingkapan &
pewahyuan-pewahyuan rohani ialah berkat-berkat berharga yang kita peroleh saat
kita tenggelam dalam hadirat-Nya. Baik penglihatan mengenai Yesus bersama
nabi-nabi atau suara Bapa yang meneguhkan Kristus -semuanya terjadi dalam
awan-awan kemuliaan hadirat-Nya (Mat. 17:5; Mrk. 9:7; Luk. 9:34). Di
hadirat-Nya ada damai sejahtera & sukacita, ada takut akan Dia, juga saat-saat
kita mendengar suara-Nya yang memimpin kita. Sediakan hati yang tulus mengasihi
& menyembah Kristus lalu temui Dia dalam hadirat-Nya. Anda tidak akan
pernah kecewa! Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment