Wednesday, 15 July 2015

15 Juli 2015

GROWTH




Amsal 3:7, “Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan.” Keluarga-keluarga yang memiliki hati yang takut akan Tuhan pasti menikmati hadiratNya & berkat-berkatNya senantiasa! Hati yang takut akan Tuhan PASTI menjauhi kejahatan. Amin .

Respon 1
Maz 60:14a – Dengan ALLAH akan kita lakukan perbuatan-perbuatan GAGAH PERKASA! DIA sanggup melakukan apa saja. Kitapun anak-anak-NYA bersama DIA pasti juga bisa mengalami! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
SAAT TEDUH. Rabu, 15 Juli 2015. Menungu dengan Antusias. Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! (Yakobus 5:7-8). “Selamat datang..” penyambutan seperti ini tentu dinantikan oleh setiap orang ketika sampai di suatu tempat. Setiap orang ingin disambut dengan baik, apa lagi ketika pulang ke rumahnya. Tentu tidak menyenangkan jika Anda pulang ke rumah disambut oleh keluarga dengan muka yang masam, pasti Anda ingin disambut dengan senyuman atau pelukan yang menandakan mereka menantikan Anda dan bersukacita dengan kedatangan Anda. Tuhan menginginkan sikap yang sama dari umat-Nya. Ia ingin umat Tuhan atau gereja-Nya sebagai mempelai Kristus menantikan kedatangan-Nya. Ia ingin disambut dengan sukacita. Ia ingin kita sebagai mempelai-Nya menantikan kedatangan-Nya yang kedua kalinya. Pasti Yesus sedih jika kita sebagai gereja-Nya tidak mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya kembali. Kita seharusnya antusias menantikan Dia, seperti seseorang yang menantikan kekasihnya. Untuk itu, mari pada hari ini kita mengingatkan diri sendiri bahwa kita harus mempersiapkan diri dan terus menanti-nantikan Dia. Jangan sampai kita lupa mengisi buli-buli kita dengan minyak, namun hendaknya buli-buli kita terisi penuh sehingga kita tidak menjadi seperti gadis-gadis yang bodoh yang sibuk mencari minyak dan melewatkan kedatangan Sang Mempelai Pria dan ditolak. Namun mari kita meneladani apa yang dilakukan lima gadis bijaksana yang mempersiapkan dengan baik untuk menyambut kedatangan Yesus yang kedua kalinya (Matius 25:1-13). Ketekunan Anda menantikan Yesus tidak akan sia-sia, Dia pasti datang kembali untuk Anda, itu janji-Nya! Selamat pagi. Selamat berlibur. Hati-hati di jalan. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
“Suka duka dalam kehidupan justru memperkuat ikatan keluarga jika kita bereaksi secara benar.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
DAMAI SEJAHTERA yang sejati hanya bisa kita temukan didalam Yesus. Yohanes 14:27, ‘Damai sejahtera Kutinggal-kan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.’




Respon 5
Sorga & bumi bertemu saat Yesus dimuliakan di atas gunung. Ketiga injil mencatatnya dengan detail-detail yang berbeda tapi dari sana kita memperoleh gambaran peristiwa itu secara utuh. Saat itu Yesus mengajak 3 muridnya yang terdekat untuk naik ke suatu gunung tinggi. Di sana mereka berdoa. Lalu Yesus berubah rupa, menjadi putih bersinar. Dan bersama-Nya ada Musa & Elia yang bercakap-cakap dengan Yesus. Dalam pada itu hadirat yang kuat memenuhi murid-murid di puncak gunung itu. Kehadiran Bapa & penghuni-penghuni sorga di sana mengidentifikasikan suatu suasana sorga atau hadirat Tuhan yang kuat. Inilah tanda-tanda utama bahwa hadirat-Nya turun di tengah-tengah kita: 1- Ada suatu sukacita, suatu rasa bahagia yang tak terkatakan (Mat. 17:4; Mrk. 9:5; Luk. 9:33). Perasaan itu membuat Petrus & yang lain tidak ingin meninggalkan tempat itu. Mereka ingin di sana lebih lama bahkan seterusnya. Sungguh benar jika hadirat-Nya adalah tempat kesukaan (Maz. 84:2-5). Jadi tanda apakah bila kita sering merasa bosan (lalu ingin segera berhenti atau pulang) saat berdoa & menyembah di rumah atau di gereja? 2- Pada sisi lain, ada rasa takut yang besar di hadirat-Nya (Mat. 17:6; Mrk. 9:6; Luk. 9:34). Rasa takut yang terjadi bukanlah suatu kengerian yang mengintimidasi namun suatu rasa hormat yang begitu dalam, kegentaran karena keagungan yang sangat dahsyat layaknya rasa segan yang sangat mendalam di hadapan raja yang penuh kuasa. Dalam hadirat-Nya yang berkuasa, sukar menemukan kebebasan yang liar. 3- Penyingkapan-penyingkapan & pewahyuan-pewahyuan rohani ialah berkat-berkat berharga yang kita peroleh saat kita tenggelam dalam hadirat-Nya. Baik penglihatan mengenai Yesus bersama nabi-nabi atau suara Bapa yang meneguhkan Kristus -semuanya terjadi dalam awan-awan kemuliaan hadirat-Nya (Mat. 17:5; Mrk. 9:7; Luk. 9:34). Di hadirat-Nya ada damai sejahtera & sukacita, ada takut akan Dia, juga saat-saat kita mendengar suara-Nya yang memimpin kita. Sediakan hati yang tulus mengasihi & menyembah Kristus lalu temui Dia dalam hadirat-Nya. Anda tidak akan pernah kecewa! Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment