Sunday, 26 July 2015

26 Juli 2015

GROWTH




Perlu Hikmat Tuhan untuk Bertumbuh. Yehezkiel 36:26, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Ayat 27: “Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.” Kita sudah diberi hati yang baru, roh yang baru sehingga tidak ada alasan untuk tidak bertumbuh, lakukan bagian kita dengan menyiram & memupuk (5P: Penginjilan, Penyembahan, Persekutuan, Pemuridan & Pelayanan). Agar pertumbuhan rohani kita bertumbuh pesat. Amin.

Respon 1
Hari itu hari Minggu. Masih pagi-pagi buta tapi ada 3 orang wanita sedang bergegas menuju kubur yang masih baru itu. Kubur gua milik Yusuf Arimatea. Di sana telah dibaringkan sang guru yang telah dibunuh secara brutal tiga hari lalu. Dan Alkitab mencatat, ini yang mereka bicarakan: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?” (Maz. 16:3). Suatu pembicaraan wajar di antara para wanita yang tahu bahwa kubur itu ditutup batu yang besar lagi berat. Hanya, dari sudut pandang yang berbeda, perbincangan itu menjadi kurang wajar. Yang dipercakapkan ketiga wanita itu menunjukkan cara pandang mereka terhadap Yesus & segala sesuatu tentang Dia: Yesus itu manusia BIASA, mati dan dikuburkan seperti BIASA; mereka pun datang sebagaimana BIASA dengan cara-cara yang BIASAnya dilakukan oleh orang-orang BIASA terhadap orang BIASA yang dikuburkan. Itulah sebabnya mereka lari pulang dalam kegentaran & ketakutan yang sangat (Mark. 16:8) sebab melihat hal-hal yang LUAR BIASA: batu terguling, malaikat yang berbicara & kabar bahwa Yesus yang mati itu telah bangkit meninggalkan kubur kosong. Tidakkah itu potret dari diri kita kebanyakan? Dimana banyak orang menghampiri Tuhan, dalam dia-dia pribadi atau ibadah raya, dengan suatu sikap & cara yang biasa-biasa saja, sebagaimana berjalan seperti yang sudah-sudah, sama dengan tahun-tahun sebelumnya? Dan tidakkah pembicaraan juga terkait hal-hal rutin: siapa yang bertugas melayani ini & itu hari ini, apakah dia atau dia akan datang & saat waktu ibadah seharusnya usai, kita melihat jam & ingin segera menuju tempat lain? Jangan berpikir Yesus Kristus adalah pribadi biasa & berurusan dengan Dia itu sesuatu yang biasa-biasa saja. Dia Tuhan. Segala sesuatu tentang-Nya LUAR BIASA & akan selalu demikian. Harapkan perjumpaan yang dahsyat. Harapkan lawatan, sentuhan kuasa illahi & penyingkapan sorgawi bagi diri Anda. Rindukan pertemuan Anda dengan Yesus menjadi sesuatu yang mengubah hidup. Demikianlah seharusnya setiap kali Anda menghampiri & mendekat pada-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 2
Markus 9:23b – YESUS: Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya! Yang nggak bisa. Pasti bisa, yang nggak mungkin pasti terjadi. Alami sendiri. Selamat ibadah dan pelayanan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 3
MENAATI PERINTAH SAHABAT. Read: Yohanes 15:9–17. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu (Yohanes 15:14). David Shapiro dalam Choosing the Right Thing mengisahkan masa kecilnya. Ketika berusia 6 tahun, ia mengagumi Duncan Wilcox, yang bertubuh besar, kuat, dan pandai. Duncan dapat mengangkat dan memutar tubuh David dan mampu menunjukkan tempat terbaik untuk mencari udang karang di sungai. Duncan berkata, ia akan menjadi sahabat David jika David mau memasukkan jarinya ke mulut ular yang tidak berbisa. David memenuhi permintaan itu, dan ular mencengkeram kuat jarinya. Ular itu baru melepaskan gigitannya ketika Duncan memegang ekornya. Ketika berobat, dokter bukan mempermasalahkan lukanya, melainkan mengapa David begitu mudah dibodohi. Lazimnya, sahabat tidak memberikan perintah, apalagi perintah yang konyol. Kita berhak menolaknya bila permintaan itu berpotensi merugikan. Namun, bila yang memberi perintah adalah Yesus, yang menjadikan kita sahabat-Nya, kita justru harus memperhatikannya dengan serius. Dia memerintahkan agar kita saling mengasihi. Tetapi, Dia tidak sekadar memerintahkan, melainkan memberi teladan dan menyiapkan kita agar mampu melaksanakan perintah-Nya. Yesus pun menaati perintah Bapa-Nya (ay. 10). Sebagai sahabat terbaik kita, Yesus memberikan nyawa-Nya sendiri (ay. 13). Dia juga memberitahukan rahasia Bapa-Nya (ay. 15). Kita dikasihi dan dimampukan untuk mengasihi bila tinggal di dalam kasih-Nya (ay. 9). Menjadi sahabat Kristus adalah kehormatan besar. Perintah-Nya pun sangat menguntungkan (ay. 11) bila kita mau menaatinya. TUHAN YESUS ADALAH SAHABAT YANG MEMBERIKAN PERINTAH DEMI KEBAIKAN DAN SUKACITA KITA. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

No comments:

Post a Comment