GROWTH
Perlu Hikmat
Tuhan untuk Bertumbuh. Yehezkiel 36:26, “Kamu akan Kuberikan hati yang
baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu
hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Ayat 27: “Roh-Ku
akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut
segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan
melakukannya.” Kita sudah diberi hati yang baru, roh yang baru
sehingga tidak ada alasan untuk tidak bertumbuh, lakukan bagian kita dengan menyiram
& memupuk (5P: Penginjilan, Penyembahan, Persekutuan,
Pemuridan & Pelayanan). Agar pertumbuhan rohani kita bertumbuh pesat. Amin.
Respon 1
Hari itu hari Minggu. Masih pagi-pagi buta tapi ada 3 orang wanita
sedang bergegas menuju kubur yang masih baru itu. Kubur gua milik Yusuf
Arimatea. Di sana telah dibaringkan sang guru yang telah dibunuh secara brutal
tiga hari lalu. Dan Alkitab mencatat, ini yang mereka bicarakan: “Siapa yang
akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?” (Maz. 16:3). Suatu
pembicaraan wajar di antara para wanita yang tahu bahwa kubur itu ditutup batu
yang besar lagi berat. Hanya, dari sudut pandang yang berbeda, perbincangan itu
menjadi kurang wajar. Yang dipercakapkan ketiga wanita itu menunjukkan cara
pandang mereka terhadap Yesus & segala sesuatu tentang Dia: Yesus itu
manusia BIASA, mati dan dikuburkan seperti BIASA; mereka pun datang sebagaimana
BIASA dengan cara-cara yang BIASAnya dilakukan oleh orang-orang BIASA terhadap
orang BIASA yang dikuburkan. Itulah sebabnya mereka lari pulang dalam
kegentaran & ketakutan yang sangat (Mark. 16:8) sebab melihat hal-hal yang
LUAR BIASA: batu terguling, malaikat yang berbicara & kabar bahwa Yesus
yang mati itu telah bangkit meninggalkan kubur kosong. Tidakkah itu potret dari
diri kita kebanyakan? Dimana banyak orang menghampiri Tuhan, dalam dia-dia
pribadi atau ibadah raya, dengan suatu sikap & cara yang biasa-biasa saja,
sebagaimana berjalan seperti yang sudah-sudah, sama dengan tahun-tahun
sebelumnya? Dan tidakkah pembicaraan juga terkait hal-hal rutin: siapa yang
bertugas melayani ini & itu hari ini, apakah dia atau dia akan datang &
saat waktu ibadah seharusnya usai, kita melihat jam & ingin segera menuju
tempat lain? Jangan berpikir Yesus Kristus adalah pribadi biasa & berurusan
dengan Dia itu sesuatu yang biasa-biasa saja. Dia Tuhan. Segala sesuatu
tentang-Nya LUAR BIASA & akan selalu demikian. Harapkan perjumpaan yang dahsyat.
Harapkan lawatan, sentuhan kuasa illahi & penyingkapan sorgawi bagi diri
Anda. Rindukan pertemuan Anda dengan Yesus menjadi sesuatu yang mengubah hidup.
Demikianlah seharusnya setiap kali Anda menghampiri & mendekat pada-Nya.
Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 2
Markus 9:23b – YESUS: Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!
Yang nggak bisa. Pasti bisa, yang nggak mungkin pasti terjadi. Alami sendiri.
Selamat ibadah dan pelayanan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 3
MENAATI PERINTAH SAHABAT. Read: Yohanes 15:9–17. Kamu adalah
sahabat-Ku, jikalau kamu melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu (Yohanes
15:14). David Shapiro dalam Choosing the Right Thing mengisahkan masa kecilnya.
Ketika berusia 6 tahun, ia mengagumi Duncan Wilcox, yang bertubuh besar, kuat,
dan pandai. Duncan dapat mengangkat dan memutar tubuh David dan mampu
menunjukkan tempat terbaik untuk mencari udang karang di sungai. Duncan
berkata, ia akan menjadi sahabat David jika David mau memasukkan jarinya ke
mulut ular yang tidak berbisa. David memenuhi permintaan itu, dan ular
mencengkeram kuat jarinya. Ular itu baru melepaskan gigitannya ketika Duncan
memegang ekornya. Ketika berobat, dokter bukan mempermasalahkan lukanya,
melainkan mengapa David begitu mudah dibodohi. Lazimnya, sahabat tidak
memberikan perintah, apalagi perintah yang konyol. Kita berhak menolaknya bila
permintaan itu berpotensi merugikan. Namun, bila yang memberi perintah adalah
Yesus, yang menjadikan kita sahabat-Nya, kita justru harus memperhatikannya
dengan serius. Dia memerintahkan agar kita saling mengasihi. Tetapi, Dia tidak
sekadar memerintahkan, melainkan memberi teladan dan menyiapkan kita agar mampu
melaksanakan perintah-Nya. Yesus pun menaati perintah Bapa-Nya (ay. 10).
Sebagai sahabat terbaik kita, Yesus memberikan nyawa-Nya sendiri (ay. 13). Dia
juga memberitahukan rahasia Bapa-Nya (ay. 15). Kita dikasihi dan dimampukan
untuk mengasihi bila tinggal di dalam kasih-Nya (ay. 9). Menjadi sahabat
Kristus adalah kehormatan besar. Perintah-Nya pun sangat menguntungkan (ay. 11)
bila kita mau menaatinya. TUHAN YESUS ADALAH SAHABAT YANG MEMBERIKAN PERINTAH
DEMI KEBAIKAN DAN SUKACITA KITA. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

No comments:
Post a Comment