Saturday, 4 July 2015

4 Juli 2015

GROWTH




Efesus 6:13, “Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.” Bila kita melihat tantangan & persoalan dalam kehidupan pribadi kita, seolah tantangan itu tidak dapat diatasi. Memang benar banyak tantangan diluar kemampuan kita, tetapi tidak pernah diluar kemampuan Tuhan . Peperangan adalah milik Tuhan tetapi kemenangan telah diberikan pada kita. Keluaran 15:3, “TUHAN itu Pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya.” Amin .

Respon 1
Tuhan tidak kekurangan perbekalan... The barrier is in our heart! Are we willing to pay the price to do the right thing and...? (Bp. Gunadi Cahyono – PT. MPU)

Respon 2
Yesaya 40:31 (TB), “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Jadilah kuat, dalam nama Yesus! Dia yang menjaga kita... Jangan ragukan kasih-Nya dalam hidup kita. Gbu all. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 3
Lebih baik terlambat daripada tidak pernah »Dionisius dari Halikarnasus«. 1 Timotius 3:15, “Jadi, jika aku terlambat, engkau sudah tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” Terlambat termasuk kebiasaan buruk yang dimiliki manusia, sangat baik bila kita bisa tidak terlambat, namun bila terlambat itu sulit dihindari dan sudah terjadi jangan diteruskan dengan hanya berdiam diri, melainkan bangkit dan kejarlah keterlambatan kita. Tidak ada kata terlambat, lebih baik terlambat tetapi akhirnya selesai dengan baik, ketimbang tidak terlambat tetapi tidak selesai dengan baik, sebab hasil akhir selalu dinilai belakangan. Kejadian 19:16, “Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.” Bila kita merasa sudah sangat terlambat, bangkitlah! Carilah Tuhan, sebab Dia akan memegang dan menarik tangan kita agar kita bisa mengejar keterlambatan, mulailah sekarang juga...!!!!! Selamat pagi & selamat beraktivitas... SEMANGAT... JIA YOU... God bless you. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 4
Banyak dari orang-orang percaya yang berpikir bahwa hidup dalam kasih karunia Tuhan ialah hidup dalam kebebasan sebebas-bebasnya karena tidak ada lagi penghukuman apapun yang berlaku atas kita. Kasih karunia Tuhan menjamin hidup kita di dunia sampai di sorga. Itu sebabnya kita tidak perlu takut akan mendapat hukuman apapun atas dosa-dosa yang kita perbuat baik di masa lalu, sekarang atau yang akan datang. Kita bisa menikmati hidup dengan bersukacita, meraih & menjalani apapun yang kita inginkan di dunia. Semua yang diuraikan di atas tidak salah. Hanya masih ada yang kurang. Rasul Paulus semestinya mengejutkan kita saat ia menyampaikan pengertian yang ia peroleh & kemudian lakukan dalam hidupnya. Ia berkata: “...KASIH KARUNIA yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah BEKERJA LEBIH KERAS dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan KASIH KARUNIA ALLAH yang menyertai aku” (1 Kor. 15:10). Banyak yang berpikir tidak perlu usaha sungguh-sungguh lagi. Cukup santai & nikmati kemurahan Tuhan. Nyatanya, tidak begitu bagi Paulus. Justru karena kasih karunia yang diterimanya terasa demikin besar, ia terpacu untuk bekerja keras mencapai tujuan-tujuan Bapa. Apakah itu berarti ia tidak menikmati hidup? Tentu tidak. Paulus hidup dalam sukacita terbesar yang dapat diketahui orang (baca surat Filipi) namun ia tidak membiarkan dirinya hanyut terlena dengan buaian hal-hal duniawi atau hidup untuk tujuan-tujuan kesenangan pribadi atau cita-cita manusiawi yang ambisius. Paulus giat dalam melakukan kehendak Tuhan, merelakan diri menjadi tawanan Roh Kudus, mengambil bagiannya secara penuh dalam rencana Tuhan atas muka bumi & hidup sepenuhnya sebagai hamba Tuhan yaitu pelaksana-pelaksana tanpa syarat atas tugas-tugas & panggilan Bapa dalam hidupnya. Jangan sesat! Kasih karunia Tuhan bukan hanya demi kebahagiaan kita tapi juga demi menyatakan kemuliaan rencana-Nya atas dunia. Hidup dalam kasih karunia yang benar ditandai dengan pengabdian total bagi Kristus & tujuan-tujuan Bapa. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment