Sunday, 12 July 2015

12 Juli 2015

GROWTH




Keluarga yang Peduli. Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Filipi: (Fil 2:4) “dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” Paulus juga menyebutkan bahwa Yesus sebagai teladan agung dari suatu sikap yang mau mengutamakan orang lain (baca ayat 5-8) . Sebagai anak-anakNya apakah hari-hari ini kita masih mempunyai kepedulian kepada sesama kita sekalipun kita sendiri sedang mengalami kesulitan?? Tetapkan hati untuk tetap mengasihi, melayani sesama sesuai kekuatan yang dilimpahkanNya. Amin.

Respon 1
Setiap orang percaya harus memiliki gaya hidup yang suka menghabiskan waktu bersama Tuhan setiap hari »Rick Warren«. Yohanes 8:31b, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.” Bagaimana caranya tetap tinggal di dalam Firman-Nya dan tetap berhubungan dengan Yesus melalui Firman-Nya untuk jangka panjang? Penelitian menunjukkan hal yang paling sulit dalam membangun sebuah kebiasaan berada pada 6 minggu pertama, sebab itu kita harus mengenali gangguan-gangguan terbesar yang akan dihadapi ketika kita membulatkan niat untuk mempelajari Firman-Nya setiap hari. 1) Jangan tunggu sampai waktunya pas untuk menjadikan Firman Tuhan sebagai bagian dari hidup kita, tapi ambil keputusan lalu mulailah komitmen kita hari ini juga. 2) Deklarasikan, dengan menyatakan niat kita kepada orang lain, sikap ini akan membuat kita menjadi lebih bertanggung jawab atas komitmen yang kita buat.         3) Bulatkan tekad, teguhkan niat, dengan cara apapun jangan coba coba bolos seharipun untuk membaca Firman Tuhan, sebab sekali saja kita lalai, maka esok harinya akan terasa lebih sulit untuk membangun komitmen kita. 4) Tambah kekuatan, dengan mencari rekan rohani yang berjalan mendorong dan berjalan bersama kita melalui sharing yang sudah kita dapatkan dalam saat teduh hari ini. Pengkhotbah 4:9, “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka”. Jangan timbul tenggelam dalam membaca Firman Tuhan, jadikan kebutuhan seumur hidup, sebab Firman Tuhan bukan ban serap yang kita butuhkan sewaktu-waktu, melainkan oksigen, makanan dan minuman disertai vitamin yang membuat hidup kita jadi lebih kuat bergairah dan penuh vitalitas. Selamat pagi & selamat beraktivitas. God bless you. (Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 2
Maz 122:1 – aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: ‘Mari kita pergi ke rumah TUHAN!’ Woow... Ayo bergairah, rindu lawatan-NYA. Pasti dijamah TUHAN. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
“Karena berkat Tuhan tak pernah berhenti mengalir, jangan pernah jadi orang kikir.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
SAAT TEDUH. Minggu, 12 Juli 2015. Air Mata di Sorga. Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis (Wahyu 21:4). Pada tahun 1991, seorang gitaris terkenal asal Inggris, Eric Clapton, sangat berduka ketika putranya Conor yang berusia empat tahun tewas karena terjatuh dari jendela apartemennya. Sebagai sarana untuk menyalurkan dukacitanya, Clapton menulis syair lagu dengan nada kesedihan yang mendalam: “Tears in Heaven”. Tampaknya setiap nada dalam lagu itu mengandung kepedihan dan kehilangan yang hanya dapat dimengerti oleh orangtua yang pernah kehilangan anak. Namun yang mengejutkan, beberapa tahun kemudian dalam sebuah wawancara di televisi, Clapton mengatakan, “Dalam beberapa hal, lagu itu sebenarnya bukanlah lagu yang mengandung kesedihan, melainkan lagu yang penuh keyakinan. Ketika dikatakan bahwa tidak akan ada lagi air mata di surga, menurut saya itu adalah lagu optimisme, yaitu tentang pertemuan kembali.” Pemikiran tentang reuni surgawi sungguh menguatkan. Bagi setiap orang yang telah memercayai Kristus untuk mendapatkan keselamatan, ada pengharapan bahwa kelak kita akan dipersatukan kembali selamanya, di tempat “Ia akan menghapus segala air mata dari mata [kita], dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis” (Wahyu 21:4). Dan yang terpenting, di situlah kita akan ‘melihat wajah-Nya’ dan tinggal bersama Kristus untuk selamanya (22:4). Kala kita mengalami kehilangan dan dukacita, ratap tangis dan perkabungan, alangkah menghibur bila kita mengetahui bahwa Kristus telah membeli sebuah rumah surgawi bagi kita yang di dalamnya tidak ada lagi ratap tangis! --WEC. KETIKA ALLAH MENGHAPUS AIR MATA KITA, DUKACITA AKAN MENYUARAKAN LAGU KEKEKALAN. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:

Post a Comment