GROWTH
Keluarga yang
Peduli. Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Filipi: (Fil 2:4) “dan
janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi
kepentingan orang lain juga.” Paulus juga menyebutkan bahwa Yesus sebagai
teladan agung dari suatu sikap yang mau mengutamakan orang lain (baca ayat 5-8)
. Sebagai anak-anakNya apakah hari-hari ini kita masih mempunyai kepedulian
kepada sesama kita sekalipun kita sendiri sedang mengalami kesulitan?? Tetapkan
hati untuk tetap mengasihi, melayani sesama sesuai kekuatan yang
dilimpahkanNya. Amin.
Respon 1
Setiap orang
percaya harus memiliki gaya hidup yang suka menghabiskan waktu bersama Tuhan
setiap hari »Rick Warren«. Yohanes 8:31b, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku,
kamu benar-benar adalah murid-Ku.” Bagaimana caranya tetap tinggal di dalam
Firman-Nya dan tetap berhubungan dengan Yesus melalui Firman-Nya untuk jangka
panjang? Penelitian menunjukkan hal yang paling sulit dalam membangun sebuah
kebiasaan berada pada 6 minggu pertama, sebab itu kita harus mengenali
gangguan-gangguan terbesar yang akan dihadapi ketika kita membulatkan niat
untuk mempelajari Firman-Nya setiap hari. 1) Jangan tunggu sampai waktunya pas
untuk menjadikan Firman Tuhan sebagai bagian dari hidup kita, tapi ambil keputusan
lalu mulailah komitmen kita hari ini juga. 2) Deklarasikan, dengan menyatakan
niat kita kepada orang lain, sikap ini akan membuat kita menjadi lebih
bertanggung jawab atas komitmen yang kita buat. 3) Bulatkan tekad, teguhkan niat,
dengan cara apapun jangan coba coba bolos seharipun untuk membaca Firman Tuhan,
sebab sekali saja kita lalai, maka esok harinya akan terasa lebih sulit untuk
membangun komitmen kita. 4) Tambah kekuatan, dengan mencari rekan rohani yang
berjalan mendorong dan berjalan bersama kita melalui sharing yang sudah kita
dapatkan dalam saat teduh hari ini. Pengkhotbah 4:9, “Berdua lebih baik dari
pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah
mereka”. Jangan timbul tenggelam dalam membaca Firman Tuhan, jadikan kebutuhan
seumur hidup, sebab Firman Tuhan bukan ban serap yang kita butuhkan
sewaktu-waktu, melainkan oksigen, makanan dan minuman disertai vitamin yang
membuat hidup kita jadi lebih kuat bergairah dan penuh vitalitas. Selamat pagi
& selamat beraktivitas. God bless you. (Budi Hariono – PT. MPU)
Respon 2
Maz 122:1 – aku
bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: ‘Mari kita pergi ke rumah TUHAN!’
Woow... Ayo bergairah, rindu lawatan-NYA. Pasti dijamah TUHAN. Selamat ibadah
dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 3
“Karena berkat
Tuhan tak pernah berhenti mengalir, jangan pernah jadi orang kikir.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 4
SAAT TEDUH. Minggu,
12 Juli 2015. Air Mata di Sorga. Ia akan menghapus segala air mata dari mata
mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau
ratap tangis (Wahyu 21:4). Pada tahun 1991, seorang gitaris terkenal asal
Inggris, Eric Clapton, sangat berduka ketika putranya Conor yang berusia empat
tahun tewas karena terjatuh dari jendela apartemennya. Sebagai sarana untuk
menyalurkan dukacitanya, Clapton menulis syair lagu dengan nada kesedihan yang
mendalam: “Tears in Heaven”. Tampaknya setiap nada dalam lagu itu mengandung
kepedihan dan kehilangan yang hanya dapat dimengerti oleh orangtua yang pernah
kehilangan anak. Namun yang mengejutkan, beberapa tahun kemudian dalam sebuah
wawancara di televisi, Clapton mengatakan, “Dalam beberapa hal, lagu itu
sebenarnya bukanlah lagu yang mengandung kesedihan, melainkan lagu yang penuh
keyakinan. Ketika dikatakan bahwa tidak akan ada lagi air mata di surga,
menurut saya itu adalah lagu optimisme, yaitu tentang pertemuan kembali.”
Pemikiran tentang reuni surgawi sungguh menguatkan. Bagi setiap orang yang
telah memercayai Kristus untuk mendapatkan keselamatan, ada pengharapan bahwa
kelak kita akan dipersatukan kembali selamanya, di tempat “Ia akan menghapus
segala air mata dari mata [kita], dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada
lagi perkabungan, atau ratap tangis” (Wahyu 21:4). Dan yang terpenting, di
situlah kita akan ‘melihat wajah-Nya’ dan tinggal bersama Kristus untuk
selamanya (22:4). Kala kita mengalami kehilangan dan dukacita, ratap tangis dan
perkabungan, alangkah menghibur bila kita mengetahui bahwa Kristus telah
membeli sebuah rumah surgawi bagi kita yang di dalamnya tidak ada lagi ratap
tangis! --WEC. KETIKA ALLAH MENGHAPUS AIR MATA KITA, DUKACITA AKAN MENYUARAKAN
LAGU KEKEKALAN. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus
memberkati. (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment