GROWTH
Bertumbuh Berbuah.
Yeremia 17:8, “Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang
merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya
panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering,
dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” Setiap kita orang percaya
ibarat seperti sebuah pohon yang membutuhkan air untuk bertumbuh?
Jaman boleh semakin maju tetapi tanpa air bersih kita tidak bisa
beraktivitas dengan baik bahkan mungkin kita bisa kering/mati. Kita
semua sangat membutuhkan AIR BERSIH.
Tanpa Tuhan atau Sumber Air Kehidupan itu kita pun bisa kering/tidak
bertumbuh bahkan tidak berbuah/mati rohani. Oleh karenanya jadikan Tuhan
sebagai Sumber Air Kehidupan sehingga pertumbuhan rohani kita BERBUAH &
bisa dinikmati orang-orang yang ada disekitar kita. Amin.
Respon 1
“Emosi sesaat bisa membuat kita tersesat. Think twice!” Xavier Quentin
Pranata
Respon 2
1 Tesalonika 5:24 – Ia yang memanggil kamu adalah SETIA, Ia juga akan
menggenapinya. SETIA dalam The Message Bible diterjemahkan COMPLETELY
DEPENDABLE. Tuhan Yesus adalah Tuhan yang dapat diandalkan. Be strong in the
Lord! (GNCC)
Respon 3
Maz 62:6 – Hanya dekat ALLAH saja kiranya aku TENANG, sebab dari
pada-NYAlah HARAPANku! Mau hidup TENANG? Punya PENGHARAPAN? Melekatlah pada
YESUS. Utamakan DIA selalu dalam kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 4
Perintah itu begitu jelas: “Matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang
duniawi” (Kol. 3:5). Dapatkah kita menghindar? Tawar menawar? Atau malah merasa
frustrasi karena memandang hal itu sesuatu yang mustahil? Atau, muakkah kita
membacanya sebab kita merasa bahwa itu ilusi-ilusi Kristen yang tidak relevan
dengan kondisi dunia sekarang ini? Jika kita benar-benar mengerti ajaran
Kristus, maka yang ditulis Paulus di atas adalah penjabaran dari yang
disyaratkan Yesus: “barangsiapa hendak mengikut Aku, dia harus menyangkal
dirinya...” -supaya kita dapat mengikut Dia hingga saat-saat terakhir. Sebab,
di dalam kita ada sesuatu yang duniawi, yang dikobarkan oleh pengaruh-pengaruh
dunia yang gelap ini, yang terus menerus dipicu, didorong, dikembangkan,
ditingkatkan & dibawa pada puncak-puncaknya oleh penguasa-penguasa dunia
yang jahat ini. Supaya apa? Supaya kita terikat, tertanam, menyatu &
menjadi milik dunia yang sedang lenyap menuju kebinasaan kekal. Supaya kita
akhirnya dipisahkan selama-lamanya dari kasih & persekutuan dengan Tuhan
yang rindu kehidupan penuh bahagia menjadi milik kita. Adalah tugas kita
“membawa keduniawian kita pada kematiannya”. Bagaimana caranya? Apa yang hidup
akan mati jika ia tidak diberi makan. Keduniawian hidup dalam kita karena kita
“memberinya makan” setiap hari. Akar-akarnya dalam hati & pikiran kita
masih tertancap & menyerap makanan dari segala yang ada di dunia ini. Itu
sebabnya kita harus mencabutnya dan mulai menyambungkannya pada yang bukan dari
dunia ini tapi pada “yang di atas”, pada Kristus & perkara-perkara sorgawi
dimana Kristus & Bapa berada (Kol. 3:1-2). Selagi melakukan apapun
sehari-hari, pilihlah untuk mencari perkara-perkara kekal: dengan mengisi
pikiran Anda merenungkan firman & pribadi Tuhan hingga Anda menghasratkan
perkara-perkara abadi yang tersedia bagi Anda di sorga yang mulia itu. Rindukan
hidup yang berujung kekekalan penuh bahagia. Hidupkan yang rohani & sorgawi
dalam diri Anda. Jangan yang duniawi, yang akan membawa murka Allah (Kol. 3:6).
Maka perkenanan Tuhan akan menjadi milik Anda selama-lamanya. Salam revival!
GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment