Tuesday, 28 July 2015

28 Juli 2015

GROWTH




Bertumbuh Berbuah. Yeremia 17:8, “Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” Setiap kita orang percaya ibarat seperti sebuah pohon yang membutuhkan air untuk bertumbuh? Jaman boleh semakin maju tetapi tanpa air bersih kita tidak bisa beraktivitas dengan baik bahkan mungkin kita bisa kering/mati. Kita semua sangat membutuhkan  AIR BERSIH. Tanpa Tuhan atau Sumber Air Kehidupan itu kita pun bisa kering/tidak bertumbuh bahkan tidak berbuah/mati rohani. Oleh karenanya jadikan Tuhan sebagai Sumber Air Kehidupan sehingga pertumbuhan rohani kita BERBUAH & bisa dinikmati orang-orang yang ada disekitar kita. Amin.

Respon 1
“Emosi sesaat bisa membuat kita tersesat. Think twice!” Xavier Quentin Pranata

Respon 2
1 Tesalonika 5:24 – Ia yang memanggil kamu adalah SETIA, Ia juga akan menggenapinya. SETIA dalam The Message Bible diterjemahkan COMPLETELY DEPENDABLE. Tuhan Yesus adalah Tuhan yang dapat diandalkan. Be strong in the Lord! (GNCC)

Respon 3
Maz 62:6 – Hanya dekat ALLAH saja kiranya aku TENANG, sebab dari pada-NYAlah HARAPANku! Mau hidup TENANG? Punya PENGHARAPAN? Melekatlah pada YESUS. Utamakan DIA selalu dalam kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 4
Perintah itu begitu jelas: “Matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi” (Kol. 3:5). Dapatkah kita menghindar? Tawar menawar? Atau malah merasa frustrasi karena memandang hal itu sesuatu yang mustahil? Atau, muakkah kita membacanya sebab kita merasa bahwa itu ilusi-ilusi Kristen yang tidak relevan dengan kondisi dunia sekarang ini? Jika kita benar-benar mengerti ajaran Kristus, maka yang ditulis Paulus di atas adalah penjabaran dari yang disyaratkan Yesus: “barangsiapa hendak mengikut Aku, dia harus menyangkal dirinya...” -supaya kita dapat mengikut Dia hingga saat-saat terakhir. Sebab, di dalam kita ada sesuatu yang duniawi, yang dikobarkan oleh pengaruh-pengaruh dunia yang gelap ini, yang terus menerus dipicu, didorong, dikembangkan, ditingkatkan & dibawa pada puncak-puncaknya oleh penguasa-penguasa dunia yang jahat ini. Supaya apa? Supaya kita terikat, tertanam, menyatu & menjadi milik dunia yang sedang lenyap menuju kebinasaan kekal. Supaya kita akhirnya dipisahkan selama-lamanya dari kasih & persekutuan dengan Tuhan yang rindu kehidupan penuh bahagia menjadi milik kita. Adalah tugas kita “membawa keduniawian kita pada kematiannya”. Bagaimana caranya? Apa yang hidup akan mati jika ia tidak diberi makan. Keduniawian hidup dalam kita karena kita “memberinya makan” setiap hari. Akar-akarnya dalam hati & pikiran kita masih tertancap & menyerap makanan dari segala yang ada di dunia ini. Itu sebabnya kita harus mencabutnya dan mulai menyambungkannya pada yang bukan dari dunia ini tapi pada “yang di atas”, pada Kristus & perkara-perkara sorgawi dimana Kristus & Bapa berada (Kol. 3:1-2). Selagi melakukan apapun sehari-hari, pilihlah untuk mencari perkara-perkara kekal: dengan mengisi pikiran Anda merenungkan firman & pribadi Tuhan hingga Anda menghasratkan perkara-perkara abadi yang tersedia bagi Anda di sorga yang mulia itu. Rindukan hidup yang berujung kekekalan penuh bahagia. Hidupkan yang rohani & sorgawi dalam diri Anda. Jangan yang duniawi, yang akan membawa murka Allah (Kol. 3:6). Maka perkenanan Tuhan akan menjadi milik Anda selama-lamanya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment