GROWTH
Mazmur 92:13-14, “Orang
benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras
di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah
kita.” Setiap kita anak-anak Tuhan yang rohaninya pasti seperti sebuah
pohon yang bertumbuh yaitu menghasilkan BUAH . Bahkan “kedewasaan penuh,
& tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” (Ef 4:13).
Salah satu tujuan kesatuan iman dalam gereja Tuhan adalah supaya jemaat/kita
dapat bertumbuh dengan baik. Yaitu bertumbuh menjadi seorang yang kokoh
(seperti pohon yang tidak “mudah roboh”/jatuh) yang pada akhirnya dapat
“membangun Tubuh Kristus”. Amin. Bertumbuh itu tidak otomatis, harus ada unsur
kesengajaan/harus menjadi usaha setiap orang, butuh waktu & tindakan.
Bahkan bukan hanya mencapai ukuran kesempurnaan rohani manusia melainkan
tingkat “kesempurnaan seperti Kristus” (Ef 4:13). Amin. Sudahkah setiap
kita mengalami Pertumbuhan? Bahkan berbuah-buah?
Respon 1
Buah-Buah
Pertumbuhan. Mazmur 92:13, ‘Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan
tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon.’
Maz 92:14, ‘mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran
Allah kita.’ Buah-buah pertumbuhan rohani seseorang adalah menjadi seperti
Kristus (Ef 4:13), makin banyak menghasilkan buah-buah pertobatan (Mat 3:8),
hanya oleh pertolongan Roh Kudus dan ditambah pengertian akan Firman Tuhan (Mat
13:11) maka kita akan menang terhadap dosa dan kedagingan sehingga bisa
menghasilkan buah-buah pertumbuhan rohani. Buah-buah pertumbuhan rohani
otomatis berdampak pada pertumbuhan jasmani, tidak kuatir akan kebutuhannya
karena percaya akan rencana dan berkat-berkat Tuhan. Jbu. (Ibu Inggita – PKS CL
4)
Respon 2
Jangan takut ketika
engkau ada di padang gurun karena Tuhan tetap ada bersama kita. DON'T STOP, GO
AHEAD. Nehemia 9:19, ‘Engkau tidak meninggalkan mereka di padang gurun karena
kasih sayang-Mu yang besar. Tiang awan tidak berpindah dari atas mereka pada
siang hari untuk memimpin mereka pada perjalanan, begitu juga tiang api pada
malam hari untuk menerangi jalan yang mereka lalui.’ (GNCC)
Respon 3
MENOLAK PEMBERIAN.
Bacaan: 2 Raja-raja 5. Engkau telah menerima perak... tetapi penyakit kusta
Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya (2
Raja-raja 5:26-27). Beberapa perusahaan melarang karyawan menerima pemberian
dari pelanggan. Untuk memberikan tip, pelanggan dapat memasukkannya ke kotak
tip. Pemilik perusahaan yang akan membagikannya kepada setiap karyawan menurut
prinsip keadilan. Diharapkan karyawan tetap bersemangat melayani siapa pun
tanpa membeda-bedakan. Selain itu, persaingan kurang sehat antarkaryawan juga
dapat diminimalisasi. Dalam Alkitab, kita membaca adanya perbedaan sikap yang
mencolok antara nabi Elisa dan bujangnya, Gehazi. Ketika itu Naaman, panglima
raja Aram yang sakit kusta, ditahirkan setelah mengikuti saran Elisa untuk
mandi tujuh kali di sungai Yordan. Terdorong oleh rasa terima kasih, Naaman
memberikan sejumlah hadiah yang berharga kepada Elisa. Elisa menolaknya, namun
dengan cara yang licik Gehazi berusaha mendapatkan hadiah itu bagi dirinya.
Mengapa Elisa menolak pemberian? Elisa menolong penyembuhan Naaman untuk
memuliakan Tuhan. Tujuan itu tercapai oleh pengakuan Naaman terhadap Allah
Israel (ay. 15). Menerima pemberian Naaman justru berpotensi membuat Elisa
mencondongkan hatinya kepada manusia dan bukan kepada Tuhan. Ketika ada yang
memberi kita sesuatu yang berharga, beberapa pertimbangan patut kita pikirkan
sebelum menerimanya. Pertama, apakah tujuan pemberian orang itu? Kedua, kalau
kita menerimanya, apakah tujuannya? Ketiga, apakah menerima pemberian akan
menurunkan penghargaan orang terhadap kita dan terhadap Tuhan yang sedang kita
layani? LAYANILAH TUHAN TANPA MENGHARAPKAN BALAS JASA MANUSIA, MAKA KITA AKAN
MENDAPAT BELAS KASIH SERTA BERKAT-NYA. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)
Respon 4
Maz 150:2 – Pujilah
TUHAN karena segala keperkasaan-NYA, pujilah TUHAN sesuai dengan kebesaran-NYA
yang hebat! Terima kasih YESUSku. Terlalu banyak keajaiban-keajaiban-MU yang
sudah kualami! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5
Dua bersaudara itu,
Andreas & Simon, sedang melakukan pekerjaan sehari-hari mereka, mencari
nafkah bagi penghidupan mereka & keluarga sebagai nelayan-nelayan di danau
Galilea. Sampai suara itu membuat mereka berpaling. :Mari, ikutlah Aku, maka
kalian akan Kujadikan penjala, manusia” (Mrk. 1:16-17). Itu suara Yesus,
seorang pengajar taurat jalanan yang sangat menyedot perhatian masyarakat saat
itu. Dua bersaudara itu meninggalkan jalanya, lalu menjadi pengikut Yesus. Sang
guru pun menepati janji-Nya. Hampir 4 tahun kemudian, Simon yang kini bernama
Petrus menebarkan ‘jalanya’ di Yerusalem & 3000 orang tertangkap oleh
berita keselamatan. Yesus benar-benar telah mengubah mereka. Yesus berkata ‘Aku
akan menjadikan...’ dimana kata 'menjadikan' itu mengandung arti “membuat,
menciptakan, mengadakan yang sebelumnya tidak ada”. Itu artinya Yesus membuat
sesuatu yang baru dari kehidupan murid-muridNya. Dia sanggup mengubah apa yang
lama menjadi sesuatu yang baru. Dan bukan hanya baru tetapi jauh lebih baik,
berguna & menghasilkan. Jika Dia telah melakukannya atas murid-Nya yang
pertama, Dia masih akan melakukannya atas murid-muridNya yang terakhir:
mengubah hidup mereka yang biasa-biasa atau bahkan sia-sia menjadi sesuatu yang
berarti & luar biasa. Tak ada yang salah dengan menjadi seorang nelayan,
berjuang mencari nafkah setiap hari. Hanya saja, tahukah Anda jika Tuhan
memiliki sesuatu yang jauh lebih besar & bermakna bagi Anda daripada
menjalani hidup sehari-hari saja (sambil menunggu mati)? Menjadi penjala ikan
tidak buruk, tapi menjadi penjala manusia itu dahsyat. Itu tidak bisa dilakukan
oleh orang-orang terkaya & paling berkuasa sekalipun di dunia: membawa
orang untuk mengenal Yesus & beroleh keselamatan. Tidakkah itu sesuatu yang
sangat berharga lagi mulia, yang dipercayakan pada orang-orang biasa yang
sebelumnya hidup dalam dosa? “Meninggalkan jala” berarti meninggalkan hidup
yang biasa-biasa & pada umumnya untuk kemudian mencari tahu kemana Yesus
akan memimpin & mengubahkan Anda. Rindukah Anda memiliki hidup yang berarti
itu? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment