GROWTH
-Perlunya Konsistensi-
(Diambil
dari Khotbah Alfa Omega Church, 19 Juli 2015)
Intro:
Menginspirasi anak kita harus dilakukan berulang-ulang, terus-menerus,
kadang masih diperlukan sampai mereka dewasa. Anda menemukan, motivasi
anak-anak kita nggak bertahan lama.
Diajar bersih, kembali kotor. Diajar sikat gigi, masih bisa bohong dan
pura-pura sudah sikat gigi. Diajar makan sehat, masih ngambek dan nggak mau.
Diajar rapi, masih sering belepotan dan nggak rapi.
Tapi, anehnya, ada sebuah kebenaran di rumah, di kantor, di sekolah, di
gereja, “motivasi apapun, yang diterima siapapun, tidak pernah bertahan lama”.
Karena, ada prinsip yang harus kita ketahui:
“Ter-INSPIRASI Membuat Kita SEMANGAT, tapi DISIPLIN membuat kita
BERTUMBUH!”
Dan, wujud dari DISIPLIN adalah KONSISTENSI!
Tidak prduli seberapa bertalenta kita,
atau banyaknya kesempatan yang kita miliki. Kalau Anda mau bertumbuh,
KONSISTENSI adalah kuncinya!
Wujud DISIPLIN adalah KONSISTENSI. KONSISTENSI adalah wujud dari
DISIPLIN.
Sehingga, pertanyaannya: BAGAIMANA MENJADI MAKIN KONSISTEN??
Text Alkitab:
Daniel 6:10, “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah
dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap tingkap yang
terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia bertulut, berdoa serta memuji
Allahnya, seperti yang biasa di lakukannya.” (TB)
Daniel, adalah orang yang sama seperti kita, normal dan imperfect.
Dan Daniel adalah orang yang dikenal lewat Alkitab dengan reputasi sebagai
orang sukses yang setia, excellent, sangat bergantung dan mengandalkan
Roh Kudus, orang yang suka berdoa, orang yang pernah selamat di lubang singa,
orang yang sukses menjadi penasihat raja selama 4 kali ganti raja dan ganti
kabinet pemerintahan.
Alkitab ini mengatakan bahwa Daniel adalah orang yang konsisten dalam
berdoa, dalam berbagai situasi kehidupannya. Apalagi saat ayat 10 ini ditulis,
hidupnya dalam ancaman kematian, dalam ancaman politik yang begitu keras dan
jahat. Tapi dia melanjutkan konsistensi hidup berdoanya.
Konsistensi adalah lambang kepemimpinan yang solid (symbol of solid
leadership) dan juga kedisiplinan.
Ketika kita berpikir soal KONSISTENSI, maka kita berpikir kata-kata
seperti: latihan, berkelanjutan (berkesinambungan), ketekunan, kedisiplinan,
ketetapan hati, kesetiaan.
- Perhatikan
KEBUTUHAN akan KONSISTENSI
“Jatuh atau Bangkitnya sesuatu banyak di pengaruhi Konsistensi
seseorang.”
-Bagi Daniel: Konsistensinya dalam hal excellency, berdoa,
bertumbuh, menjadi kekuatan untuk melewati masa-masa sukar. Bahkan saat dia ada
di langit kesuksesan, konsistensi lututnya untuk berdoa membuat dia kuat
menghadapi krisis kehidupan! Daniel diuntungkan dari konsistensinya.
Contoh:
Kata “CONTINUE” (artinya: bertahan, tetap, melajutkan) ini
bicara soal tetap tekun, tetap melakukan sesuatu. Kata CONTINUE
mengekspresikan Disiplin dalam bentuk konsistensi, dipakai 118 kali di
dalam Alkitab. Menunjukkan pentingnya konsistensi kita untuk bisa bertumbuh.
Contoh:
Kisah 14:22, “Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu
dan menasihati mereka supaya mereka bertekun (CONTINUE in the faith) di
dalam iman, ….”
Menekankan bahwa: “Ter-Inspirasi Membuat Kita SEMANGAT, tapi DISIPLIN
membuat kita BERTUMBUH!”
Ayo kita KONSISTEN: berdoa, baca alkitab, excellent, berdampak,
fellowship di komsel, pemuridan di komsel, cinta Tuhan, bertumbuh secara
rohani, memberi.
Konsisten membangun sikap, pikiran yang positif.
2.
Perhatikan PENTINGNYA PROSES (yang pasti ada dalam unsur disiplin dan konsistensi)
Untuk Bertumbuh dan Berkembang, kita perlu tahu pentingnya MENGHARGAI
PROSES.
Daniel 6:10, “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah
dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap tingkap yang
terbuka ke arah Yerusalem; “tiga kali sehari ia bertulut, berdoa serta
memuji Allahnya”, seperti yang biasa di lakukannya.” (TB)
Alkitab perlu menulis apa yang Daniel lakukan: Dia BERLUTUT 3x sehari.
Untuk apa? BERDOA, serta MEMUJI ALLAH.
Ini semua adalah bagian dari Proses untuk Bertumbuh dan untuk Kuat.
Bayangkan, setiap hari dia berdoa, memuji Allah, berdoa, memuji Allah,
kemungkinan hasilnya tidak langsung kelihatan, tapi Daniel menjalani proses,
yaitu dengan berdoa, memuji Allah.
Alkitab mengatakan bahwa “latihan badani terbatas gunanya, tetapi
ibadah (doa, baca alkitab) mengandung
banyak hal yang berguna untuk hidup ini dan hidup yang akan datang.”
Alkitab menjelaskan bahwa PROSES itu seperti LATIHAN (PRACTICE)
dan PRACTICE makes PERFECTS!
Dan prinsipnya, “How you climb the mountain is more important than
reaching the top” (bagaimana kita mendaki gunung lebih penting dari pada
berada di puncak gunung).
Ini disebut proses!
Saat kita memikirkan outcome (yaitu Pertumbuhan), kita harus prioritaskan
PROSES-nya.
Tujuan dari mendaki Puncak Keberhasilan adalah untuk mengalami
pertumbuhan rohani dan pertumbuhan pribadi. Ini tidak akan terjadi ketika kita
menyepelekan yang namanya proses. Karena Proses (menuju sesuatu) yang membuat
kita makin bijak, makin matang – dan harusnya, makin dekat sama Tuhan, makin
mengandalkan Tuhan dan makin cinta Tuhan!
Salah satu hal terbaik yang bisa kita lakukan sebagai orang yang mau
terus belajar adalah menghargai dan menikmati PROSES pertumbuhan.
Pertumbuhan akan memakan waktu, terkadang cukup panjang, dan orang yang
bisa menikmati proses pertumbuhan yang akan menikmati perjalanan bertumbuh.
“Progress will not happen if you don’t value/embrace the process. Only
those who value the process of progress, will enjoy consistency.” (Orang yang menghargai process, itu orang yang bisa KONSISTEN!)
No comments:
Post a Comment