Tuesday, 7 July 2015

7 Juli 2015

GROWTH




Bertumbuh dalam Pelayanan. 1 Petrus 2:5, “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.” Melayani Tuhan maupun ‘melayani pekerjaan Tuhan’ membutuhkan ketekunan. Setiap orang percaya tidak peduli berapa lemah/tidak penting kelihatannya, memiliki pelayanan yang dapat ia berikan untuk orang lain. Salah satu bukti ‘kedewasaan’ kita sebagai TUBUH KRISTUS adalah kemampuan kita untuk melayani Tuhan & melayani sesama . Adakah setiap kita sudah bertumbuh & berfungsi dalam melayani? Amin.

Respon 1
Be a blessing to people. Amsal 11:25, “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”

Respon 2
MASIH ADA SISA. Yohanes 6:66, “Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.” Setiap orang pasti pernah kehilangan. Entah barang, harta, rumah, kesempatan, atau bahkan orang yang dicintai. Pengalaman kehilangan bisa melumpuhkan semangat hidup, bahkan mematikan pengharapan kita. Tengoklah betapa banyak orang yang putus asa akibat pahitnya pengalaman kehilangan. Alkitab mencatat bahwa Allah juga pernah mengalami kehilangan umat yang dikasihi-Nya, karena berturut-turut mereka beralih kesetiaan. Jumlah orang yang percaya menurun secara bertahap. Israel menolak-Nya. Yehuda meninggalkan-Nya. Jumlah umat yang setia terus menipis. Namun, Dia tak pernah berhenti berkarya! Alih-alih memikirkan yang hilang, Dia memikirkan yang tersisa. Dia bekerja melalui mereka. Yohanes melaporkan tentang ribuan pengikut Yesus yang pergi sesudah mendengar firman keras yang menantang iman. Tersisa hanya 12 murid! Namun, Yesus tidak kecewa atau putus harap. Dia tetap bekerja dengan sisa komposisi 12 murid itu, yang kelak justru menjadi fondasi Gereja di seluruh dunia. Jika Anda sedang mengalami kehilangan, jangan berfokus pada yang telah hilang atau pergi, melainkan pada yang masih ada. Tidak berarti semua itu tidak penting, namun bukankah hidup harus terus berjalan? Hari esok harus kita songsong dengan tetap maju dan berkarya dengan apa yang “tersisa”. Sekecil apa pun itu. Waktu, kesempatan, kekuatan, keluarga, teman, sedikit uang, apa saja yang masih ada pada kita. Hargai, syukuri, dan melangkahlah dengan-Nya! (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 3
Tumbuh dalam pelayanan. Artinya semua orang beriman bisa memenangkan jiwa bagi Tuhan. Salah satu faktor yang menyebabkan pertumbuhan iman dengan sehat dan baik adalah pelayanan, tetapi tidak semua pelayanan menumbuhkan, sebab ada pelayanan yang salah justru membuat kita celaka, contoh di alkitab Hofni dan Pinehas (1 Sam 2) dan masih banyak contoh lainnya. Oleh karena itu melayani harus menurut cara-cara dan kehendak Tuhan dalam firmanNYA. Jbu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 4
Maz 66:5 – Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan ALLAH; IA dahsyat perbuatan-NYA terhadap manusia! Luar biasa YESUS-ku. Mujizat-NYA terjadi sekarang bagi kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 5
Mazmur 73:24 – Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. Jadikan hari ini nasihat-Mu menuntun & mengangkat aku ke dalam kemuliaan. (Feny)

Respon 6
Ayat-ayat dalam Kitab Suci harus digunakan sesuai dengan tujuan & maksud-maksud Tuhan. Yaitu: “untuk mengajarkan kita kebenaran sejati dan untuk membuat kita menyadari apa yang salah di hidup kita, untuk memperbaiki kelakuan kita & untuk mendidik kita melakukan hal-hal yang tepat & benar” (2 Tim. 3:16, NLT). Bukan untuk mendukung kepentingan-kepentingan kita & maksud kita. Sebaik & semulia apapun itu tujuannya, apabila itu berasal dari keinginan-keinginan hati yang egois & mencari keuntungan diri, maka pikiran kita rawan jatuh ke dalam penyimpangan firman. Rasul Yakobus memperingatkan supaya setiap murid-muridnya tidak banyak yang menginginkan menjadi guru (Yak. 3:1-2). Menjadi guru berarti menduduki posisi-posisi pelayanan yang mengajar orang lain, menyampaikan kebenaran-kebenaran Tuhan di depan umum atau di hadapan banyak orang. Ini bukan pesan untuk menghalangi seseorang menjadi pengajar firman namun suatu peringatan untuk berhati-hati & tidak terburu menerima tugas pelayanan itu. Mengapa? Sebab (1) menjadi guru berarti dihakimi Tuhan menurut standard yang lebih tinggi (karena yang tahu banyak akan dituntut banyak); (2) ada potensi bahaya dari perkataan-perkataan yang salah saat menyampaikan pengajaran-pengajaran itu (Yak. 3:2) dimana mengingat sifat manusia yang mudah takabur ditambah mudahnya mengeluarkan kata-kata tanpa didasari hikmat sejati bisa mendatangkan kerusakan daripada pemulihan. Langkah terbaik bagi kita ialah memiliki sikap belajar sebagai seorang murid. Kita mencari tahu, menyelidik, mengumpulkan informasi rohani yang benar, mendoakannya, merenungkannya lebih & lebih lagi sambil menjaga hati kita murni, tulus agar peka untuk memahami isi hati Tuhan. Di era dimana angin pengajaran begitu simpang siur, jangan buru-buru hanyut dalam asumsi yang tampak benar hingga turut membagi-bagikan ayat-ayat atau info-info rohani yang mungkin telah diolah dari tujuan-tujuan pribadi. Hati yang sepenuh-sepenuhnya mengasihi Tuhan ditambah bimbingan Roh Kudus (yang membawa kita intim dengan Tuhan) ialah kunci memperoleh informasi-informasi rohani yang benar. Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment