GROWTH
Bertumbuh dalam
Pelayanan. 1 Petrus 2:5, “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai
batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk
mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada
Allah.” Melayani Tuhan maupun ‘melayani pekerjaan Tuhan’ membutuhkan
ketekunan. Setiap orang percaya tidak peduli berapa lemah/tidak penting
kelihatannya, memiliki pelayanan yang dapat ia berikan untuk orang lain. Salah
satu bukti ‘kedewasaan’ kita sebagai TUBUH KRISTUS adalah kemampuan kita untuk
melayani Tuhan & melayani sesama . Adakah setiap kita sudah bertumbuh
& berfungsi dalam melayani? Amin.
Respon 1
Be a blessing to
people. Amsal 11:25, “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa
memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”
Respon 2
MASIH ADA SISA.
Yohanes 6:66, “Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri
dan tidak lagi mengikut Dia.” Setiap orang pasti pernah kehilangan. Entah
barang, harta, rumah, kesempatan, atau bahkan orang yang dicintai. Pengalaman
kehilangan bisa melumpuhkan semangat hidup, bahkan mematikan pengharapan kita.
Tengoklah betapa banyak orang yang putus asa akibat pahitnya pengalaman
kehilangan. Alkitab mencatat bahwa Allah juga pernah mengalami kehilangan umat
yang dikasihi-Nya, karena berturut-turut mereka beralih kesetiaan. Jumlah orang
yang percaya menurun secara bertahap. Israel menolak-Nya. Yehuda
meninggalkan-Nya. Jumlah umat yang setia terus menipis. Namun, Dia tak pernah
berhenti berkarya! Alih-alih memikirkan yang hilang, Dia memikirkan yang
tersisa. Dia bekerja melalui mereka. Yohanes melaporkan tentang ribuan pengikut
Yesus yang pergi sesudah mendengar firman keras yang menantang iman. Tersisa
hanya 12 murid! Namun, Yesus tidak kecewa atau putus harap. Dia tetap bekerja
dengan sisa komposisi 12 murid itu, yang kelak justru menjadi fondasi Gereja di
seluruh dunia. Jika Anda sedang mengalami kehilangan, jangan berfokus pada yang
telah hilang atau pergi, melainkan pada yang masih ada. Tidak berarti semua itu
tidak penting, namun bukankah hidup harus terus berjalan? Hari esok harus kita
songsong dengan tetap maju dan berkarya dengan apa yang “tersisa”. Sekecil apa
pun itu. Waktu, kesempatan, kekuatan, keluarga, teman, sedikit uang, apa saja
yang masih ada pada kita. Hargai, syukuri, dan melangkahlah dengan-Nya! (Bp.
Budi Hariono – PT. MPU)
Respon 3
Tumbuh dalam
pelayanan. Artinya semua orang beriman bisa memenangkan jiwa bagi Tuhan. Salah
satu faktor yang menyebabkan pertumbuhan iman dengan sehat dan baik adalah
pelayanan, tetapi tidak semua pelayanan menumbuhkan, sebab ada pelayanan yang
salah justru membuat kita celaka, contoh di alkitab Hofni dan Pinehas (1 Sam 2)
dan masih banyak contoh lainnya. Oleh karena itu melayani harus menurut
cara-cara dan kehendak Tuhan dalam firmanNYA. Jbu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 4
Maz 66:5 – Pergilah
dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan ALLAH; IA dahsyat perbuatan-NYA terhadap
manusia! Luar biasa YESUS-ku. Mujizat-NYA terjadi sekarang bagi kita! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5
Mazmur 73:24 –
Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke
dalam kemuliaan. Jadikan hari ini nasihat-Mu menuntun & mengangkat aku ke
dalam kemuliaan. (Feny)
Respon 6
Ayat-ayat dalam
Kitab Suci harus digunakan sesuai dengan tujuan & maksud-maksud Tuhan.
Yaitu: “untuk mengajarkan kita kebenaran sejati dan untuk membuat kita
menyadari apa yang salah di hidup kita, untuk memperbaiki kelakuan kita &
untuk mendidik kita melakukan hal-hal yang tepat & benar” (2 Tim. 3:16,
NLT). Bukan untuk mendukung kepentingan-kepentingan kita & maksud kita.
Sebaik & semulia apapun itu tujuannya, apabila itu berasal dari
keinginan-keinginan hati yang egois & mencari keuntungan diri, maka pikiran
kita rawan jatuh ke dalam penyimpangan firman. Rasul Yakobus memperingatkan
supaya setiap murid-muridnya tidak banyak yang menginginkan menjadi guru (Yak.
3:1-2). Menjadi guru berarti menduduki posisi-posisi pelayanan yang mengajar
orang lain, menyampaikan kebenaran-kebenaran Tuhan di depan umum atau di
hadapan banyak orang. Ini bukan pesan untuk menghalangi seseorang menjadi
pengajar firman namun suatu peringatan untuk berhati-hati & tidak terburu
menerima tugas pelayanan itu. Mengapa? Sebab (1) menjadi guru berarti dihakimi
Tuhan menurut standard yang lebih tinggi (karena yang tahu banyak akan dituntut
banyak); (2) ada potensi bahaya dari perkataan-perkataan yang salah saat
menyampaikan pengajaran-pengajaran itu (Yak. 3:2) dimana mengingat sifat
manusia yang mudah takabur ditambah mudahnya mengeluarkan kata-kata tanpa
didasari hikmat sejati bisa mendatangkan kerusakan daripada pemulihan. Langkah
terbaik bagi kita ialah memiliki sikap belajar sebagai seorang murid. Kita
mencari tahu, menyelidik, mengumpulkan informasi rohani yang benar,
mendoakannya, merenungkannya lebih & lebih lagi sambil menjaga hati kita
murni, tulus agar peka untuk memahami isi hati Tuhan. Di era dimana angin
pengajaran begitu simpang siur, jangan buru-buru hanyut dalam asumsi yang
tampak benar hingga turut membagi-bagikan ayat-ayat atau info-info rohani yang
mungkin telah diolah dari tujuan-tujuan pribadi. Hati yang sepenuh-sepenuhnya
mengasihi Tuhan ditambah bimbingan Roh Kudus (yang membawa kita intim dengan
Tuhan) ialah kunci memperoleh informasi-informasi rohani yang benar. Salam
revival! GBU.

No comments:
Post a Comment