Thursday, 2 July 2015

2 Juli 2015

GROWTH




Kolose 4:6, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Lidah kita adalah sesuatu yang kecil bila dibanding organ tubuh yang lain, justru yang ‘kecil’ inilah kadang sulit kita kendalikan ya ? HUBUNGAN dengan saudara / rekan sekerja / suami / anak / keluarga siapapun... Seringkali rusak gara-gara ‘lidah yang kecil’ ini, “tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan” (Amsal 12:18). Hidup & mati dikuasai lidah siapa suka menggemakan akan memakan buahnya (Amsal 18:21). Mari pagi hari ini kita minta tuntunanNya agar perkataan kita memberkati, memotivasi & membangun sesama lebih baik lagi . Amin.

Respon 1
PERSAHABATAN. Kadang-kadang sahabat yang suka traktir kita makan, bukan kerana mereka berkelebihan tapi karena mereka meletakkan persahabatan melebihi uang... Kadang-kadang sahabat yang rajin bekerja, bukan karena mereka sok pandai tapi karena mereka memahami akan tanggung jawab... Kadang-kadang sahabat yang memohon maaf dulu setelah pertengkaran bukan karena mereka salah tapi karena mereka menghargai orang di sekeliling mereka... Kadang-kadang yang sukarela membantu kita, bukan kerana mereka berhutang apa-apa tapi karena mereka lihat kita sebagai seorang sahabat... Kadang-kadang sahabat yang selalu SMS DAN WA Anda, bukan kerana mereka nggak ada kerjaan tapi karena mereka INGAT PADA ANDA... Satu hari, kita semua akan terpisah, kita akan terkenang obrolan dan impian yang pernah ada. Hari berganti hari, bulan, tahun, hingga hubungan ini menjadi asing... Satu hari anak-anak kita akan melihat foto-foto kita dan bertanya? Siapa mereka semua? Dan kita tersenyum dengan air mata yang tidak kelihatan karena hati ini terusik dengan kata yang sayu, lalu berkata, “DENGAN MEREKALAH ADA HARI YANG PALING INDAH DALAM HIDUP SAYA.” TERIMA KASIH SAHABATKU. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
Maz 9:9 – Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesusahan! Ada yang diinjak-injak (dihina), susah. YESUS jawaban hidupmu! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
Kebenaran Allah tidak pernah berubah. Bangun hidupmu diatas-Nya dan engkau akan kokoh. Yohanes 8:32, “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (GNCC)

Respon 4
“We don't lack in teaching, preaching, good solid messages what we are lacking in is the the consistency of applying it” »Jerry Savelle«. “Kita tidak kekurangan pengajaran, khotbah, pesan yang solid, apa yang kita kurang adalah melakukannya secara konsisten” »Jerry Savelle«. Daniel 12:4, “Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.” Masa kini kita tidak pernah kekurangan media informasi, baik hal rohani maupun jasmani yang membawa manusia menjadi lebih pandai dan cerdas. Dari siaran TV, radio, media internet, streaming tersedia pengajaran yang berkualitas dan pesan Tuhan yang solid, tapi jangan segala kemudahan informasi yang tersedia begitu rupa mengubah kita menjadi lebih ego dan mandiri, bila hal ini dibiarkan akan menenggelamkan kita kedalam arus dunia tanpa Tuhan. Sangat berbahaya menjadi Kristen tapi tidak bergereja, padahal dalam pertemuan ibadah ada kedekatan emosional yang mendorong kita untuk mempraktekkan secara langsung nilai-nilai rohani yang kita terima. Hal yang sederhana seperti jabat tangan, dan berbagi senyum tidak akan pernah kita dapatkan tanpa ibadah bersama, lakukan secara konsisten maka nilai kerohanian kita jadi berbeda. Ibrani 10:25, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, terlebih lagi sementara kamu melihat hari Tuhan semakin mendekat.” Selamat pagi & selamat beraktivitas... SEMANGAT... JIA YOU... God bless you. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 5
“Keluarga yang harmonis bukannya tanpa kritis tapi tetap bisa melalui setiap tawa dan tangis.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment