Monday, 1 June 2015

Kata Pengantar



CULTURAL





KATA PENGANTAR


            Shalom! Saya berdoa biarlah damai sejahtera Allah yang melimpah-limpah memenuhi hati Saudara/i sekalian, amin! Di bulan ini kita masih akan banyak belajar mengenai Cultural, belajar menjadi terang terutama di marketplace kita masing-masing.
            Menjadi rohani bukan berarti menjadi seseorang yang kaku, kita sebagai orang percaya yang dewasa di dalam Dia justru hendaknya memiliki hati yang fleksibel. Kita bisa belajar banyak dari seorang hamba Tuhan besar, yaitu Paulus.
            Kita semua tahu background kehidupan seorang Paulus. Ia seseorang yang kaku dan taat akan hukum Taurat, bahkan ia hanya melihat dengan tatapan dingin tanpa rasa iba ketika Stevanus mati di hadapannya. Namun, hati Saulus berubah ketika mengalami perjumpaan dengan Kristus di perjalanan menuju ke Damsyik. Salah satu hal yang saya pelajari dari hatinya yang berubah adalah ketika Rasul Paulus mengajarkan kepada jemaat Korintus bagaimana menjangkau jiwa-jiwa. “Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang di bawah hukum Taurat... Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka” (1 Korintus 9:20-22).


            Mari kita meminta kepada Allah Bapa supaya memiliki hati yang fleksibel/berhikmat dalam setiap situasi yang berbeda-beda yang ada di sekitar kita. Saya percaya Bapa kita adalah Bapa di sorga akan “memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit –, maka hal itu akan diberikan kepadanya” (Yakobus 1:5). Tuhan Yesus memberkati.

-- Kwee Siu Siang

No comments:

Post a Comment