Monday, 15 June 2015

15 Juni 2015

TEMPTATION



Langkah ke 5 agar kita semakin dekat dengan Tuhan: Membaca Alkitab. Mazmur 1:2, “Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” Matius 4:4, “Tetapi Yesus menjawab: ‘Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.’” Apa yang menjadi prioritas kita setiap hari sebelum beraktivitas sepanjang hari? J Mungkin dari kita begitu bangun tidur kita langsung mencari kopi, mencari Roti/‘Sarapan Pagi’ J. Sebagai anak-anak Tuhan punyailah pilihan yang terbaik, yaitu ‘Sarapan Pagi’ bersama DIA: kita bisa ngobrol/curhat, bahkan kita akan mendengarkan suaraNya lewat pembacaan FirmanNya J. Percayalah kalau kita bisa memprioritaskan DIA/‘Bersarapan Pagi’ bersamaNya sebelum beraktivitas niscaya: sepanjang hari itu kita akan dibuat BERHASIL & BERJAYA. Amin. Kesaksian: Puji Tuhan, there is always something to be thankful for... (‘Sarapan Pagi’) bersama suami tercinta J. Saya sudah belajar untuk melalukannya/‘Sarapan Pagi’ sejak tahun 2006 sampai saat ini. Dan saya merasakan “berkat-berkat Tuhan” itu tercurah saat setiap pagi kami memprioritaskan DIA. Amin J. Segala kemuliaan hanya bagi DIA J.

Respon 1
“Karena Tuhan yang membentuk pernakahan pertama, maka jika ada masalah dalam rumah tangga, datang kepada Dia.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Kebencian adalah beban yang berat untuk dipikul. Hiduplah saling mengasihi. Matius 22:39 ‘....Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.’ (GNCC)
Respon 3
Altruism prayer and action. Keep God in remembrance of His MPWP. Choose one of His MPWP that suit our need. Let Him know and feel that we understand and fulfill His MPWP. We sing the same song and tune! It is much better than begging prayer. (Bp. Gunadi Cahyono – PT. MDU)

Respon 4
Worry takes place when we allow fear to have victory over our faith. Kekuatiran datang waktu kita membiarkan ketakutan menang atas iman kita. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 5
Firman Tuhan ialah petunjuk, suatu panduan untuk menjalani kehidupan yang terbaik yang ditetapkan oleh Tuhan bagi manusia. Apa yang dinyatakan secara tertulis dalam Alkitab & yang dibukakan di hati nurani kita oleh Roh Kudus yang mengajar & menunjukkan jalan kebenaran pada kita -semuanya patut bahkan wajib kita perhatikan. Sejak mengklaim diri sebagai pengikut-pengikut Kristus maka kita tidak boleh berjalan semau kita sendiri sebagaimana orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Tuhan telah memberikan peraturan-peraturan & perintah-perintahNya supaya kita memiliki kehidupan yang berarti selama di dunia. Sayangnya, sejak ribuan tahun lalu, manusia ialah ciptaan yang terbiasa melanggar aturan-aturan -termasuk aturan-aturan yang mereka buat sendiri. Sudah menjadi fakta umum jika orang-orang taat pada peraturan karena motif-motif yang mementingkan diri sendiri -bukan karena hati yang rela untuk patuh. Sudah jelas ada akibat atas ketidaktaatan manusia pada hukum. Ada sanksi-sanksi berupa denda, pembayaran ganti rugi atau hukuman-hukuman fisik seperti hukuman kurungan sampai pidana mati atas setiap tindakan melawan hukum suatu negara. Dan apabila ada akibat sebab melanggar aturan-aturan hukum atau sosial, tidak mungkin tidak tiada akibat atas pelanggaran hukum Tuhan. Setiap saat kita mengabaikan firman Tuhan, ada akibat yang akan kita tanggung. Setiap dosa mempunyai dampak atas diri kita atau orang-orang di sekitar kita, jika kita tidak segera bertobat. Apabila hingga kini kita belum merasakan dampak atas ketidaktaatan kita, itu berarti Tuhan masih memberikan kasih karunia agar kita bertobat & kembali pada-Nya. Kasih karunia itu menjadi sia-sia bila kita tetap mengeraskan hati untuk melawan petunjuk-petunjukNya sebab Dia tidak akan mengampuni orang yang menetapkan diri untuk melawan Dia. Dampak terbesar tidak acuh terhadap firman kebenaran-Nya ialah hati kita yang mengeras, makin cinta dunia & hubungan yang bertambah renggang dengan Tuhan. Jangan biarkan itu terjadi. Oleh sebab itu indahkanlah firman-Nya. Perhatikan & laksanakanlah. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment