TEMPTATION
Langkah ke 5 agar
kita semakin dekat dengan Tuhan: Membaca Alkitab. Mazmur 1:2, “Tetapi
yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan
malam.” Matius 4:4, “Tetapi Yesus menjawab: ‘Ada tertulis: Manusia hidup
bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.’”
Apa yang menjadi prioritas kita setiap hari sebelum beraktivitas
sepanjang hari? J Mungkin dari kita begitu bangun tidur kita langsung mencari kopi,
mencari Roti/‘Sarapan Pagi’ J. Sebagai anak-anak Tuhan punyailah pilihan yang terbaik, yaitu ‘Sarapan
Pagi’ bersama DIA: kita bisa ngobrol/curhat, bahkan kita akan mendengarkan
suaraNya lewat pembacaan FirmanNya J. Percayalah kalau kita bisa memprioritaskan
DIA/‘Bersarapan Pagi’ bersamaNya sebelum beraktivitas niscaya: sepanjang hari
itu kita akan dibuat BERHASIL & BERJAYA. Amin. Kesaksian:
Puji Tuhan, there is always something to be thankful for... (‘Sarapan
Pagi’) bersama suami tercinta J. Saya sudah belajar untuk melalukannya/‘Sarapan Pagi’ sejak tahun 2006
sampai saat ini. Dan saya merasakan “berkat-berkat Tuhan” itu tercurah saat setiap
pagi kami memprioritaskan DIA. Amin J. Segala kemuliaan hanya
bagi DIA J.
Respon 1
“Karena Tuhan yang
membentuk pernakahan pertama, maka jika ada masalah dalam rumah tangga, datang
kepada Dia.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Kebencian adalah
beban yang berat untuk dipikul. Hiduplah saling mengasihi. Matius 22:39 ‘....Kasihilah
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.’ (GNCC)
Respon 3
Altruism prayer and
action. Keep God in remembrance of His MPWP. Choose one of His MPWP that suit
our need. Let Him know and feel that we understand and fulfill His MPWP. We
sing the same song and tune! It is much better than begging prayer. (Bp. Gunadi
Cahyono – PT. MDU)
Respon 4
Worry takes place
when we allow fear to have victory over our faith. Kekuatiran datang waktu kita
membiarkan ketakutan menang atas iman kita. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 5
Firman Tuhan ialah
petunjuk, suatu panduan untuk menjalani kehidupan yang terbaik yang ditetapkan
oleh Tuhan bagi manusia. Apa yang dinyatakan secara tertulis dalam Alkitab
& yang dibukakan di hati nurani kita oleh Roh Kudus yang mengajar &
menunjukkan jalan kebenaran pada kita -semuanya patut bahkan wajib kita
perhatikan. Sejak mengklaim diri sebagai pengikut-pengikut Kristus maka kita
tidak boleh berjalan semau kita sendiri sebagaimana orang-orang yang tidak
mengenal Tuhan. Tuhan telah memberikan peraturan-peraturan &
perintah-perintahNya supaya kita memiliki kehidupan yang berarti selama di
dunia. Sayangnya, sejak ribuan tahun lalu, manusia ialah ciptaan yang terbiasa
melanggar aturan-aturan -termasuk aturan-aturan yang mereka buat sendiri. Sudah
menjadi fakta umum jika orang-orang taat pada peraturan karena motif-motif yang
mementingkan diri sendiri -bukan karena hati yang rela untuk patuh. Sudah jelas
ada akibat atas ketidaktaatan manusia pada hukum. Ada sanksi-sanksi berupa
denda, pembayaran ganti rugi atau hukuman-hukuman fisik seperti hukuman
kurungan sampai pidana mati atas setiap tindakan melawan hukum suatu negara.
Dan apabila ada akibat sebab melanggar aturan-aturan hukum atau sosial, tidak
mungkin tidak tiada akibat atas pelanggaran hukum Tuhan. Setiap saat kita
mengabaikan firman Tuhan, ada akibat yang akan kita tanggung. Setiap dosa
mempunyai dampak atas diri kita atau orang-orang di sekitar kita, jika kita
tidak segera bertobat. Apabila hingga kini kita belum merasakan dampak atas
ketidaktaatan kita, itu berarti Tuhan masih memberikan kasih karunia agar kita
bertobat & kembali pada-Nya. Kasih karunia itu menjadi sia-sia bila kita
tetap mengeraskan hati untuk melawan petunjuk-petunjukNya sebab Dia tidak akan
mengampuni orang yang menetapkan diri untuk melawan Dia. Dampak terbesar tidak
acuh terhadap firman kebenaran-Nya ialah hati kita yang mengeras, makin cinta
dunia & hubungan yang bertambah renggang dengan Tuhan. Jangan biarkan itu
terjadi. Oleh sebab itu indahkanlah firman-Nya. Perhatikan & laksanakanlah.
Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment