Wednesday, 17 June 2015

17 Juni 2015

TEMPTATION



Langkah ke 7 agar kita semakin dekat dengan DIA: Mari Bersaksi. Kis 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kehidupan kita adalah  SAKSI (tidak langsung) bagi orang-orang disekitar kita, tetapi ‘BERSAKSI’/menceritakan karya Tuhan dalam hidup kita tentang Yesus akan sangat menguatkan orang lain. Mengapa bersaksi penting? Karena INJIL adalah kuasa yang menyelamatkan. Roma 1:16-17, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: ‘Orang benar akan hidup oleh iman.’” Tanpa berita Injil tidak seorangpun dapat diselamatkan J. Siapakah yang sudah membawa Saudara mengenal & percaya Injil? Pasti ada sesorang yang sudah bersaksi sehingga Saudara percaya & diselamatkan J. Jadi harus ada orang lain/yang bersaksi sehingga seseorang menjadi percaya & diselamatkan J. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita bersaksi? J

Respon 1
Rabu, 17 Juni 2015. Bacaan: Efesus 4:17-32. Setahun: Ayub 9-12. Nats: Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: Janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu (Efesus 4:26). MATIKAN BOM WAKTUNYA. Suatu hari saya dan istri bertengkar karena perkara sepele. Saking sepelenya sampai saya malu untuk menyebutkannya di sini. Tetapi, rupanya dampak pertengkaran kami tidaklah sepele. Kami sampai tidak bertegur sapa sepanjang hari. Setelah keadaan membaik, saya pun menengok ke belakang, ingin tahu kenapa kami bisa bertengkar separah itu. Ternyata masalahnya ada di pihak saya. Tanpa saya sadari, saya memendam konflik-konflik kecil yang tidak saya selesaikan. Seiring dengan berjalannya waktu, konflik kecil makin menumpuk sehingga menjadi bom waktu dalam hubungan kami. Akibatnya, ketika ada perkara sepele lain yang memicu pertengkaran, bom waktu itu pun meledak. Dalam hubungan suami istri, perbedaan cara pandang atau ketidaksepakatan mengenai suatu persoalan adalah hal yang wajar. Hanya masalahnya, jangan sampai perbedaan yang ada malah menghancurkan hubungan yang sudah dibangun. Kalau ada hal-hal yang memang harus dibereskan, jangan dipendam-pendam, karena hal itu seperti menimbun amunisi untuk bom waktu yang siap meledak. Komunikasikan perbedaan dengan baik, dan cari jalan keluar yang memperkuat hubungan suami-istri, bukan melemahkannya. Rasul Paulus memang benar ketika menasihati jemaat Efesus, agar mereka menyelesaikan kemarahan sebelum matahari tenggelam. Kemarahan yang tidak segera diselesaikan hanya akan merusak diri sendiri dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Jadi, marilah kita membereskan kemarahan sesegera mungkin--hari ini juga --Denny Pranolo. KEMARAHAN HARUS DIBERESKAN SESEGERA MUNGKIN, BUKANNYA DITIMBUN SEHINGGA MENJADI BOM WAKTU. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
Kis 1:8 – Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Mengapa kita harus bersaksi? Karena kita mengasihi TUHAN, DIA yang terlebih dahulu memilih dan mengasihi kita. Selain itu dengan bersaksi kita mengalami pertumbuhan rohani, makin tertanam, berakar serta kuat di dalam TUHAN. Amin. (Ibu Inggita – CL 4)

Respon 3
Yesaya 41:9b-10, ‘... Aku berkata kepadamu: “Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau. Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”’ (GNCC)

Respon 4
Ams 14:30 – HATI yang TENANG menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang! Hanya dekat dengan ALLAH ada KETENANGAN. Pasti SEHAT! Stop iri hati yaa... Sebab bisa nyebabkan sakit! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 5
SAAT TEDUH. Rabu, 17 Juni 2015. Cermin Diri. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan serpihan kayu itu dari mata saudaramu (Matius 7:5). Apakah Anda masih ingat alat penyerut pensil zaman dulu? Biasanya bentuknya bulat dan di bagian atasnya ada sebuah cermin. Pernahkah Anda berpikir, mengapa yang dipasang di situ cermin? Mengapa tidak pasang penghapus, misalnya, yang lebih berkaitan penggunaannya dengan pensil? Ada yang berpendapat, hal itu menunjukkan pembuatnya hendak menyatakan: sebelum kita memperbaiki sesuatu, hendaklah kita memeriksa keadaan diri dulu. Penafsiran yang menggelitik, ya? Banyak orang mau memperbaiki orang lain dan merasa orang lain itu salah. Sebaliknya, ia menganggap dirinya pasti sudah benar. Padahal, benarkah demikian, bahwa kita orang yang selalu benar? Tentu saja, sebagai manusia, kita masih rentan melakukan kesalahan. Perhatikan sikap Yesus terhadap hal ini. Suatu saat ada banyak orang yang ingin menghukum perempuan yang kedapatan berzinah. Mereka bertanya kepada Tuhan Yesus, “Apakah boleh menghukum perempuan itu dengan merajam dengan batu seperti hukum Musa?” Yesus menjawab, “Siapa yang tidak pernah berbuat dosa, lemparlah batu pertama kali kepada perempuan berdosa tersebut!” Siapa kita sehingga berani menghakimi orang lain? Firman hari ini bukan bermaksud mengajarkan bahwa kalau ada orang bersalah kita biarkan saja. Firman ini menekankan tentang pentingnya kita memperbaiki diri sebelum menuding dan mempersalahkan orang lain. Roh Kudus akan menolong kita untuk menyelaraskan kelakuan dengan kebenaran firman Tuhan, bukannya sibuk menghakimi orang lain —ANS. SEORANG BIJAK SELALU MEMERIKSA DIRI DAN MERASA KURANG, SEORANG BODOH SELALU MERASA LEBIH PINTAR. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 6
Siu Siang aku kamsia loh tiap hari dikirimi ayat-ayat dan makanan rohani. Itu sangat aku syukuri supaya aku tahu lebih banyak kebaikan dan kasih Tuhan dan juga supaya jadi koreksi diri. Thank a lot. JBU. (Ibu Lily – Citraland)

Respon 7
Ketenangan batin. Lebih daripada semua yang diinginkan manusia, hati kecil setiap orang merindukan ketenteraman & ketenangan di hati mereka. Ada beragam cara yang disuguhkan oleh dunia & sistem-sistem yang ada di dalamnya. Mulai dari menawarkan teknik-teknik meditasi, rekreasional hingga mengikuti kelas-kelas hipnotis diri. Tak ketinggalan berbagai kepercayaan yang bermacam-macam itu. Masing-masing menjanjikan semacam 'solusi' bagi batin yang gelisah. Umumnya, memberikan petunjuk supaya manusia mendekatkan diri dengan Sang Illahi melalui yoga, mengheningkan cipta, dzikir atau bertapa. Dari ajaran Kristen, doa disarankan sebagai pengobat jiwa yang resah. Lalu, apakah kunci ketenangan hidup menurut Yesus? Dalam Matius 11:29, Yesus mengatakan bahwa jiwa kita akan mendapat ketenangan ketika kita RELA memikul kuk yang Dia pasang & belajar kepada-Nya. Rela memikul kuk Tuhan berarti bersedia menanggung beban dengan tidak terpaksa. Belajar pada Yesus berarti merendahkan diri, mau dengar-dengaran & mau dibimbing langkah demi langkah dalam kehidupan. Dengan kata lain, menjadi murid Yesus yang taat & rela, tanpa perlawanan. Mengapa ini mendatangkan ketenangan yang besar? Yesus sendiri mengungkapkannya: sebab Dia guru yang lemah lembut & rendah hati. Maksudnya, berjalan bersama Dia setiap waktu akan menjadi saat-saat yang membesarkan hati. Dia penuh kasih & perhatian pada kita. Walau Dia mendisiplin kita, Dia melakukannya karena cinta. Dia tidak kasar, sok tahu & menggurui. Kegagalan kita tidak menggusarkan hati-Nya sebab kelemahlembutan-Nya memberikan kesempatan kesekian kalinya pada kita. Hidup di dunia yang penuh kabar-kabar yang menggelisahkan hati memerlukan pembimbing yang sangat menenangkan hati. Dialah Yesus, yang dengan tangan & hati yang terbuka lebar bagi Anda, rindu menggandeng tangan Anda melalui liku-liku bahkan badai & setiap gelombang kehidupan. Asalkan Anda tidak melepaskan pandangan & pegangan tangan Anda daripada-Nya, ketenangan yang melampaui semua yang dijanjikan dunia pasti memenuhi hati Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment