CULTURAL
Baca: Galatia
4:1-7. Ayat 1: “Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum
akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia
adalah tuan dari segala sesuatu.” Ayat 2: “tetapi ia berada di bawah
perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.”
Ayat 3: “Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga
kepada roh- roh dunia.” Ayat 4: “Tetapi setelah genap waktunya, maka
Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada
hukum Taurat.” Ayat 5: “Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk
kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.” Ayat 6: “Dan
karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak- Nya ke dalam hati
kita, yang berseru: ya Abba, ya Bapa!” Ayat 7: “Jadi kamu bukan lagi
hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli
waris, oleh Allah.” Menjadi DEWASA adalah proses pertumbuhan seumur hidup,
setiap kita pasti melalui masa Kanak-Kanak-Akil Balig-Dewasa. Saat anak-anak
& akil balig kita pasti dibawah pengawasan & pembinaan orang tua.
Sudahkah kita mengalami & melewati masa anak-anak & akil balig
rohani? Sebab hanya orang yang dewasa yang berhak menerima “Warisan”
J.
Amin.
Respon 1
Maz 86:5 – Sebab
ENGKAU, ya TUHAN, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua
orang yang berseru kepada-MU! Ayoo berdoa kepada YESUS sekarang! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
Mazmur 91:14-16,
“Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan
membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan
menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan
memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan
kepadanya keselamatan dari pada-Ku.” HAVE A BLESSED WEEK.
Respon 3
“Percaya kepada
Tuhan yang Agung tidak boleh nanggung.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
I believe the
reason God says 'fear not' so often is that fear will sink us faster than
anything else (John Ortberg). Saya percaya alasan Tuhan mengatakan 'jangan
takut' seringkali karena ketakutan akan menenggelamkan kita lebih cepat dari
hal yang lain (John Ortberg). (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 5
Sebagai orang-orang
Kristen, kita telah menerima pengajaran bahwa keselamatan diterima melalui iman
kepada Yesus sebagai Tuhan yang menyelamatkan kita (Rom. 10:9-10). Ini benar.
Tidak ada perbuatan baik yang dapat membawa kita cukup layak diterima untuk
tinggal dalam kekekalan bersama Tuhan. Namun, ini juga tidak berarti setiap
orang yang beriman dalam hatinya bahwa Yesus itu Tuhan begitu saja memperoleh
tempat di sorga. Sebab apa? Sebab iblis pun 'percaya' Yesus satu-satunya Tuhan,
bahkan mereka gentar pada-Nya (Yak. 2:19). Jika iman semacam ada pada kita
tidaklah cukup untuk menerima anugerah keselamatan. Iman kita haruslah suatu
iman yang hidup, bukan yang mati. Apakah iman yang hidup itu? Iman yang
dinyatakan dalam perbuatan-perbuatan. Perbuatan-perbuatan apakah yang
membuktikan iman kita itu hidup? Perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan firman,
yang kemudian dinyatakan dalam suatu kehidupan dalam iman yang hidup: hidup
sebagai pelaku-pelaku firman yang mengasihi Tuhan & sesama manusia.
Memiliki iman yang hidup tidak ditunjukkan dengan suatu kehidupan berstandard
moral yang tinggi. Tidak melakukan kejahatan ini atau tidak berbuat dosa-dosa
yang besar. Sebab apa? Sebab banyak orang tidak mengenal Tuhan atau beriman
pada illah lain menunjukkan dirinya memiliki status sosial & ukuran moral
yang terpandang di masyarakat. Kehidupan dalam iman sejati adalah hidup dalam
kasih karunia Tuhan yang oleh karena kemurahan Tuhan yang besar itu kita
mengasihi-Nya hari demi hari, makin hari makin cinta pada-Nya, hingga kita
melangkah dalam pengorbanan demi pengorbanan karena kasih yang demikian kuat,
sampai titik dimana kita mengikat janji untuk seumur hidup kita tak terpisahkan
dengannya. Iman yang benar menuntun kepada kasih yang besar bagi Tuhan yang
telah mengasihi kita. Dan kasih yang besar membawa kita menjadi pelaku-pelaku
firman yang rela & penuh sukacita menjalankan kehendak-Nya. Menjadi pelaku
firman & hidup dalam kehendak-Nya secara pribadi dalam hidup kita ialah
bukti utama Anda merupakan ahli-ahli waris sorga & sahabat-sahabat Tuhan. Salam
revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment