Monday, 8 June 2015

8 Juni 2015



CULTURAL




Baca: Galatia 4:1-7. Ayat 1: “Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu.” Ayat 2: “tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.” Ayat 3: “Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh- roh dunia.” Ayat 4: “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.” Ayat 5: “Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.” Ayat 6: “Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak- Nya ke dalam hati kita, yang berseru: ya Abba, ya Bapa!” Ayat 7: “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.” Menjadi DEWASA adalah proses pertumbuhan seumur hidup, setiap kita pasti melalui masa Kanak-Kanak-Akil Balig-Dewasa. Saat anak-anak & akil balig kita pasti dibawah pengawasan & pembinaan orang tua. Sudahkah kita mengalami & melewati masa anak-anak & akil balig rohani? Sebab hanya orang yang dewasa yang berhak menerima “Warisan” J. Amin.

Respon 1
Maz 86:5 – Sebab ENGKAU, ya TUHAN, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-MU! Ayoo berdoa kepada YESUS sekarang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.



Respon 2
Mazmur 91:14-16, “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.” HAVE A BLESSED WEEK.

Respon 3
“Percaya kepada Tuhan yang Agung tidak boleh nanggung.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
I believe the reason God says 'fear not' so often is that fear will sink us faster than anything else (John Ortberg). Saya percaya alasan Tuhan mengatakan 'jangan takut' seringkali karena ketakutan akan menenggelamkan kita lebih cepat dari hal yang lain (John Ortberg)‎. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 5
Sebagai orang-orang Kristen, kita telah menerima pengajaran bahwa keselamatan diterima melalui iman kepada Yesus sebagai Tuhan yang menyelamatkan kita (Rom. 10:9-10). Ini benar. Tidak ada perbuatan baik yang dapat membawa kita cukup layak diterima untuk tinggal dalam kekekalan bersama Tuhan. Namun, ini juga tidak berarti setiap orang yang beriman dalam hatinya bahwa Yesus itu Tuhan begitu saja memperoleh tempat di sorga. Sebab apa? Sebab iblis pun 'percaya' Yesus satu-satunya Tuhan, bahkan mereka gentar pada-Nya (Yak. 2:19). Jika iman semacam ada pada kita tidaklah cukup untuk menerima anugerah keselamatan. Iman kita haruslah suatu iman yang hidup, bukan yang mati. Apakah iman yang hidup itu? Iman yang dinyatakan dalam perbuatan-perbuatan. Perbuatan-perbuatan apakah yang membuktikan iman kita itu hidup? Perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan firman, yang kemudian dinyatakan dalam suatu kehidupan dalam iman yang hidup: hidup sebagai pelaku-pelaku firman yang mengasihi Tuhan & sesama manusia. Memiliki iman yang hidup tidak ditunjukkan dengan suatu kehidupan berstandard moral yang tinggi. Tidak melakukan kejahatan ini atau tidak berbuat dosa-dosa yang besar. Sebab apa? Sebab banyak orang tidak mengenal Tuhan atau beriman pada illah lain menunjukkan dirinya memiliki status sosial & ukuran moral yang terpandang di masyarakat. Kehidupan dalam iman sejati adalah hidup dalam kasih karunia Tuhan yang oleh karena kemurahan Tuhan yang besar itu kita mengasihi-Nya hari demi hari, makin hari makin cinta pada-Nya, hingga kita melangkah dalam pengorbanan demi pengorbanan karena kasih yang demikian kuat, sampai titik dimana kita mengikat janji untuk seumur hidup kita tak terpisahkan dengannya. Iman yang benar menuntun kepada kasih yang besar bagi Tuhan yang telah mengasihi kita. Dan kasih yang besar membawa kita menjadi pelaku-pelaku firman yang rela & penuh sukacita menjalankan kehendak-Nya. Menjadi pelaku firman & hidup dalam kehendak-Nya secara pribadi dalam hidup kita ialah bukti utama Anda merupakan ahli-ahli waris sorga & sahabat-sahabat Tuhan. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment