Monday, 1 June 2015

1 Juni 2015



CULTURAL



Baca: Lukas 8:4-15. Ayat 15: “Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.” Mendengar firman & menyimpan firman dalam HATI yang BAIK & mengeluarkan BUAH dalam KETEKUNAN adalah suatu proses pertumbuhan yang bukan seketika, tetapi butuh ketekunan/kerajinan (tekun beribadah, tekun dalam pelayanan, tekun dalam pekerjaan dsb) agar kita BERTUMBUH dalam spiritualitas J. Amin. Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah bertumbuh dalam ketekunan? J
Respon 1
Kasih Karunia adalah tangan Allah yang bekerja dalam hidupmu ketika engkau sudah tidak sanggup. 1 Korintus 15:10, ‘Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.’ (GNCC)

Respon 2
SAAT TEDUH. Senin, 1 Juni 2015. Tanda Saja Tidak Cukup. “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” ... Kata mereka kepada-Nya, “Tanda apakah yang Engkau perbuat?” (Yohanes 6:29-30). Sutradara film Woody Allen pernah berkata, “Andai saja Allah dapat memberi saya beberapa tanda yang jelas! Misalnya, Dia memasukkan deposito yang besar atas nama saya di bank Swiss.” Alasan-alasan yang diberikan orang untuk tidak memercayai Allah kerap kali dapat diringkas menjadi sesuatu yang mereka inginkan agar Allah lakukan demi membuktikan keberadaan-Nya. Sayangnya, dengan membuat daftar “hal-hal yang harus dilakukan” Allah, kita menjadi tidak dapat melihat begitu banyak hal yang telah dilakukan-Nya bagi kita. Bahkan orang-orang yang tinggal di dekat Yesus dan menyaksikan berbagai mukjizat-Nya meminta lebih banyak bukti lagi. Saat membandingkan Yesus dengan Musa, mereka bertanya, “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? ... Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari surga” (Yohanes 6:30-31). Yang membuat permintaan mereka mengejutkan ialah; baru sehari sebelumnya Yesus telah benar-benar memberi mereka roti. Ia memberi makan 5.000 orang dari mereka dengan roti yang dibawa seorang anak kecil untuk makan siangnya! Seandainya kita menjadi Yesus, mungkin kita akan berkata, “Bagaimana dengan roti yang telah Kuberikan kepadamu untuk dimakan kemarin?” Akan tetapi, Yesus justru memakai kesempatan itu untuk mengajar mereka, “Aku adalah roti kehidupan” (ayat 35). Daripada menunggu dalam kebimbangan dan kekecewaan agar Allah melakukan sesuatu yang kita minta, pakailah waktu itu untuk memandang segala hal yang telah Allah lakukan bagi kita –JAL. YANG KITA KETAHUI TENTANG ALLAH MENDORONG KITA UNTUK MEMERCAYAI-NYA DALAM SEGALA HAL YANG TAK KITA KETAHUI. Selamat pagi. Welcome June. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Syalom. Amin... “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih” (Kolose 1:13). Terima kasih ibu Siu, selamat aktivitas TUHAN selalu sertai untuk beri kebaikan. Amin. (Bp. Oktavianus – Nabire)

Respon 4
Tuhan sang penabur MPWP, ada yang jatuh di pinggiran jalan, bebatuan, semak duri dan tanah baik. Apakah Tuhan bersalah? Salah nabur? Sembarangan nabur? Tidaklah demikian! Pertanyaannya ialah apakah kita mau jadi tanah baik!? Inilah pilihan kita manusia. Jadilah tanah baik. Amin. (Bp. Gunadi Cahyono – PT. MDU)

Respon 5
“Jangan terus membandingkan diri dengan yang di atas, karena batas atas tiada batas. Kita justru akan terhempas.” Xavier Quentin Pranata.

 


No comments:

Post a Comment