CULTURAL
Baca: Lukas
8:4-15. Ayat 15: “Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang
setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan
mengeluarkan buah dalam ketekunan.” Mendengar firman & menyimpan firman
dalam HATI yang BAIK & mengeluarkan BUAH dalam KETEKUNAN
adalah suatu proses pertumbuhan yang bukan seketika, tetapi butuh
ketekunan/kerajinan (tekun beribadah, tekun dalam pelayanan, tekun dalam
pekerjaan dsb) agar kita BERTUMBUH dalam spiritualitas J. Amin. Bagaimana dengan
kita, apakah kita sudah bertumbuh dalam ketekunan? J
Respon 1
Kasih Karunia
adalah tangan Allah yang bekerja dalam hidupmu ketika engkau sudah tidak
sanggup. 1 Korintus 15:10, ‘Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah
sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku
tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka
semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.’
(GNCC)
Respon 2
SAAT TEDUH. Senin,
1 Juni 2015. Tanda Saja Tidak Cukup. “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah,
yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” ... Kata
mereka kepada-Nya, “Tanda apakah yang Engkau perbuat?” (Yohanes 6:29-30).
Sutradara film Woody Allen pernah berkata, “Andai saja Allah dapat memberi saya
beberapa tanda yang jelas! Misalnya, Dia memasukkan deposito yang besar atas
nama saya di bank Swiss.” Alasan-alasan yang diberikan orang untuk tidak
memercayai Allah kerap kali dapat diringkas menjadi sesuatu yang mereka
inginkan agar Allah lakukan demi membuktikan keberadaan-Nya. Sayangnya, dengan
membuat daftar “hal-hal yang harus dilakukan” Allah, kita menjadi tidak dapat
melihat begitu banyak hal yang telah dilakukan-Nya bagi kita. Bahkan
orang-orang yang tinggal di dekat Yesus dan menyaksikan berbagai mukjizat-Nya
meminta lebih banyak bukti lagi. Saat membandingkan Yesus dengan Musa, mereka
bertanya, “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan
percaya kepada-Mu? ... Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun,
seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari surga” (Yohanes
6:30-31). Yang membuat permintaan mereka mengejutkan ialah; baru sehari
sebelumnya Yesus telah benar-benar memberi mereka roti. Ia memberi makan 5.000
orang dari mereka dengan roti yang dibawa seorang anak kecil untuk makan
siangnya! Seandainya kita menjadi Yesus, mungkin kita akan berkata, “Bagaimana
dengan roti yang telah Kuberikan kepadamu untuk dimakan kemarin?” Akan tetapi,
Yesus justru memakai kesempatan itu untuk mengajar mereka, “Aku adalah roti
kehidupan” (ayat 35). Daripada menunggu dalam kebimbangan dan kekecewaan agar
Allah melakukan sesuatu yang kita minta, pakailah waktu itu untuk memandang
segala hal yang telah Allah lakukan bagi kita –JAL. YANG KITA KETAHUI TENTANG
ALLAH MENDORONG KITA UNTUK MEMERCAYAI-NYA DALAM SEGALA HAL YANG TAK KITA
KETAHUI. Selamat pagi. Welcome June. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Syalom. Amin... “Ia
telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan
Anak-Nya yang kekasih” (Kolose 1:13). Terima kasih ibu Siu, selamat aktivitas
TUHAN selalu sertai untuk beri kebaikan. Amin. (Bp. Oktavianus – Nabire)
Respon 4
Tuhan sang penabur
MPWP, ada yang jatuh di pinggiran jalan, bebatuan, semak duri dan tanah baik.
Apakah Tuhan bersalah? Salah nabur? Sembarangan nabur? Tidaklah demikian!
Pertanyaannya ialah apakah kita mau jadi tanah baik!? Inilah pilihan kita
manusia. Jadilah tanah baik. Amin. (Bp. Gunadi Cahyono – PT. MDU)
Respon 5
“Jangan terus
membandingkan diri dengan yang di atas, karena batas atas tiada batas. Kita
justru akan terhempas.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment