CULTURAL
Bertumbuh &
Berbuah. Ada 2 hal yang bisa kita lakukan agar kita
bisa bertumbuh & berbuah lebat J. 1) Rela dibersihkan/dipangkas “ranting-rantingnya”
(kesombongan, ego dsb). Yohanes 15:2, “Setiap ranting pada-Ku yang tidak
berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya
ia lebih banyak berbuah.” 2) Tetap tinggal dalam Tuhan. Yoh 15:6-7, “Barangsiapa
tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi
kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah
apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Tetap dekat
dengan Tuhan, apapun tantangan kita, tetaplah mendekat J. Sudahkah kita bertumbuh
& berbuah J?
Respon 1
Mazmur 46:2-4. (2)
Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam
kesesakan sangat terbukti. (3) Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi
berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; (4) sekalipun ribut dan
berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. (GNCC)
Respon 2
Amos 5:14 – Carilah
yang BAIK dan jangan yang jahat, supaya kamu HIDUP; maka TUHAN akan
menyertaimu! Ayoo lakukan yang BAIK, yang cocok sama firman TUHAN. Sip! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 3
SAAT TEDUH. Jumat,
5 Juni 2015. Iman yang Sejati. Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku
mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan
menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu (Daniel 3:18). Benarkah orang
yang beriman kepada Allah akan terhindar dari pencobaan? Pertanyaan seperti ini
dilontarkan karena sering ada orang yang menganggap orang Kristen yang
mengalami badai pencobaan yang berat sebagai orang yang kurang beriman. Tidak
benar! Memiliki iman bukan berarti Allah akan selalu memenuhi setiap keinginan
kita. Memiliki iman bukan berarti kita akan terhindar dari masalah dan cobaan
hidup. Tetapi, di tengah segala macam pencobaan dan kesulitan, bahkan dalam
ancaman maut, orang beriman tetap memercayakan diri dan bersandar pada Allah.
Kita dapat belajar dari teladan iman Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka
berhadapan dengan ancaman maut jika tidak mengikuti keinginan raja Nebukadnezar
untuk menyembah patung buatannya. Sebaliknya, mereka dapat tetap bebas dan
hidup bila mau menyembahnya. Namun, ketiganya memilih beriman bahwa Allah
sanggup melepaskan mereka. Seandainya Allah tidak menyelamatkan pun, mereka
tidak akan menyembah patung itu. Inilah iman yang sejati. Sekalipun menghadapi
bahaya maut, hati mereka tidak kehilangan kepercayaan dan pengharapan kepada
Allah. Iman yang sejati dapat menerima segala kesukaran. Orang yang beriman
percaya bahwa sekalipun ia berada dalam badai atau ujian hidup seberat apa pun,
Allah tidak akan pernah meninggalkannya. Dan seorang pahlawan iman akan lebih
memilih untuk mempertahankan iman daripada menjualnya demi memperoleh
kesenangan di dunia ini —SYS. IMAN MEMBUAT KITA BERGANTUNG PADA KASIH KARUNIA
DAN KEKUATAN TUHAN DALAM MENGHADAPI PENCOBAAN. Selamat pagi semua. Berkat Tuhan
melimpah dalam hidup kita. (Madam Ossy)
Respon 4
Tujuh orang anak
imam Skewa diserang secara brutal oleh roh jahat yang mereka usir (Kis.
19:13-16). Reputasi mereka sebagai dukun-dukun pengusir setan yang cukup
berhasil hari itu pun rusak. Apa sebab? Ini jawaban roh jahat itu, “Yesus aku
kenal, Paulus aku tahu, tapi siapa kamu (sehingga aku harus tunduk)?” Roh jahat
yang mereka hadapi saat itu rupanya 'tersinggung' karena mereka menyebut-nyebut
dua nama yang sangat mereka kenal sebagai musuh. Permainan pengusiran roh jahat
yang mereka lakukan selama ini tidak pernah melibatkan nama-nama itu -setan pun
bebas membuat mereka percaya bahwa mereka sanggup mengusir roh jahat. Kali itu
tidak. Roh itu marah karena mereka dipaksa tunduk dengan nama Yesus oleh
orang-orang yang sama sekali tidak memiliki otoritas memakai nama itu.
Murid-murid Yesus pernah diperlengkapi & diutus mengusir roh-roh jahat
& berhasil (Mat. 10:17-20). Tapi di lain waktu, mereka tidak mampu mengusir
roh yang menguasai seorang anak sebab roh itu lebih kuat & tidak dapat
diusir begitu saja (Mat. 17:14-21). Ini menunjukkan adanya tingkat-tingkat
peperangan rohani yang berbeda. Tidak setiap orang (bahkan murid-murid Yesus
sendiri) menyebut-nyebut nama Yesus & setan-setan pun tunduk begitu saja.
Itu sebabnya tidak semua orang percaya bisa turut serta dalam setiap peperangan
rohani. Alih-alih memenangkan peperangan, rohani mereka porak poranda
dihancurkan kuasa kegelapan. Setidaknya ada 3 hal yang membuat Paulus dikenal
& membuat roh-roh jahat mau tidak mau harus tunduk. Pertama, ia telah
berjalan setiap hari dalam hubungan pribadi yang dalam dengan Kristus; Dua, ia
telah menyerahkan hidupnya bagi tujuan-tujuan Tuhan yang salah satu intinya
ialah menghancurkan pekerjaan-pekerjaan iblis; Juga, Paulus menggunakan
otoritas illahi dengan cara yang benar yaitu demi kemuliaan Tuhan, bukan tujuan-tujuan
pribadi yang egois. Doa-doa & deklarasi-deklarasi kita tidak berdampak jika
kita tidak dikenal di neraka. Hanya mereka yang benar-benar hidup mengasihi
Tuhan (bukan mengaku-ngaku mengasihi Tuhan) yang dikenal & ditakuti
penguasa kegelapan. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center
Surabaya)
No comments:
Post a Comment