Friday, 5 June 2015

5 Juni 2015



CULTURAL




Bertumbuh & Berbuah. Ada 2 hal yang bisa kita lakukan agar kita bisa bertumbuh & berbuah lebat J. 1) Rela dibersihkan/dipangkas “ranting-rantingnya” (kesombongan, ego dsb). Yohanes 15:2, “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” 2) Tetap tinggal dalam Tuhan. Yoh 15:6-7, “Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Tetap dekat dengan Tuhan, apapun tantangan kita, tetaplah mendekat J. Sudahkah kita bertumbuh & berbuah J?

Respon 1
Mazmur 46:2-4. (2) Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. (3) Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; (4) sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. (GNCC)

Respon 2
Amos 5:14 – Carilah yang BAIK dan jangan yang jahat, supaya kamu HIDUP; maka TUHAN akan menyertaimu! Ayoo lakukan yang BAIK, yang cocok sama firman TUHAN. Sip! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
SAAT TEDUH. Jumat, 5 Juni 2015. Iman yang Sejati. Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu (Daniel 3:18). Benarkah orang yang beriman kepada Allah akan terhindar dari pencobaan? Pertanyaan seperti ini dilontarkan karena sering ada orang yang menganggap orang Kristen yang mengalami badai pencobaan yang berat sebagai orang yang kurang beriman. Tidak benar! Memiliki iman bukan berarti Allah akan selalu memenuhi setiap keinginan kita. Memiliki iman bukan berarti kita akan terhindar dari masalah dan cobaan hidup. Tetapi, di tengah segala macam pencobaan dan kesulitan, bahkan dalam ancaman maut, orang beriman tetap memercayakan diri dan bersandar pada Allah. Kita dapat belajar dari teladan iman Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka berhadapan dengan ancaman maut jika tidak mengikuti keinginan raja Nebukadnezar untuk menyembah patung buatannya. Sebaliknya, mereka dapat tetap bebas dan hidup bila mau menyembahnya. Namun, ketiganya memilih beriman bahwa Allah sanggup melepaskan mereka. Seandainya Allah tidak menyelamatkan pun, mereka tidak akan menyembah patung itu. Inilah iman yang sejati. Sekalipun menghadapi bahaya maut, hati mereka tidak kehilangan kepercayaan dan pengharapan kepada Allah. Iman yang sejati dapat menerima segala kesukaran. Orang yang beriman percaya bahwa sekalipun ia berada dalam badai atau ujian hidup seberat apa pun, Allah tidak akan pernah meninggalkannya. Dan seorang pahlawan iman akan lebih memilih untuk mempertahankan iman daripada menjualnya demi memperoleh kesenangan di dunia ini —SYS. IMAN MEMBUAT KITA BERGANTUNG PADA KASIH KARUNIA DAN KEKUATAN TUHAN DALAM MENGHADAPI PENCOBAAN. Selamat pagi semua. Berkat Tuhan melimpah dalam hidup kita. (Madam Ossy)

Respon 4
Tujuh orang anak imam Skewa diserang secara brutal oleh roh jahat yang mereka usir (Kis. 19:13-16). Reputasi mereka sebagai dukun-dukun pengusir setan yang cukup berhasil hari itu pun rusak. Apa sebab? Ini jawaban roh jahat itu, “Yesus aku kenal, Paulus aku tahu, tapi siapa kamu (sehingga aku harus tunduk)?” Roh jahat yang mereka hadapi saat itu rupanya 'tersinggung' karena mereka menyebut-nyebut dua nama yang sangat mereka kenal sebagai musuh. Permainan pengusiran roh jahat yang mereka lakukan selama ini tidak pernah melibatkan nama-nama itu -setan pun bebas membuat mereka percaya bahwa mereka sanggup mengusir roh jahat. Kali itu tidak. Roh itu marah karena mereka dipaksa tunduk dengan nama Yesus oleh orang-orang yang sama sekali tidak memiliki otoritas memakai nama itu. Murid-murid Yesus pernah diperlengkapi & diutus mengusir roh-roh jahat & berhasil (Mat. 10:17-20). Tapi di lain waktu, mereka tidak mampu mengusir roh yang menguasai seorang anak sebab roh itu lebih kuat & tidak dapat diusir begitu saja (Mat. 17:14-21). Ini menunjukkan adanya tingkat-tingkat peperangan rohani yang berbeda. Tidak setiap orang (bahkan murid-murid Yesus sendiri) menyebut-nyebut nama Yesus & setan-setan pun tunduk begitu saja. Itu sebabnya tidak semua orang percaya bisa turut serta dalam setiap peperangan rohani. Alih-alih memenangkan peperangan, rohani mereka porak poranda dihancurkan kuasa kegelapan. Setidaknya ada 3 hal yang membuat Paulus dikenal & membuat roh-roh jahat mau tidak mau harus tunduk. Pertama, ia telah berjalan setiap hari dalam hubungan pribadi yang dalam dengan Kristus; Dua, ia telah menyerahkan hidupnya bagi tujuan-tujuan Tuhan yang salah satu intinya ialah menghancurkan pekerjaan-pekerjaan iblis; Juga, Paulus menggunakan otoritas illahi dengan cara yang benar yaitu demi kemuliaan Tuhan, bukan tujuan-tujuan pribadi yang egois. Doa-doa & deklarasi-deklarasi kita tidak berdampak jika kita tidak dikenal di neraka. Hanya mereka yang benar-benar hidup mengasihi Tuhan (bukan mengaku-ngaku mengasihi Tuhan) yang dikenal & ditakuti penguasa kegelapan. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment