Sunday, 14 June 2015

14 Juni 2015

TEMPTATION



Langkah ke 4 agar kita semakin dekat dengan Tuhan adalah: Menyukai doa. Yakobus 5:16b, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Tuhan kita adalah Bapa yang penuh kasih, yang mempedulikan & mendengarkan seruan kita kepadaNya, doa yang gigih & terus menerus mendekatkan kita kepadaNya J. Amin. Mazmur 5:4, “TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.” Kita dapat berdoa kepadaNya setiap saat setiap waktu J. DIA tidak hanya mendegarkan doa-doa kita, tetapi Dia menjawab & memberikan apa yang kita minta. Masihkah kita ragu berDOA? J Ada KUASA dalam BERDOA. Amin.

Respon 1
SAAT TEDUH. Minggu, 14 Juni 2015. Luther dan Dosa-Dosanya. Siapa yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah melalui Yesus Kristus, Tuhan kita! (Roma 7:24-25). Saat masih jadi rahib, Martin Luther pernah menjengkelkan Bapa Pengakuan Dosanya. Kenapa? Sebab, tak seperti rahib lainnya yang hanya beberapa menit mengaku dosa, Luther melakukannya selama enam jam nonstop! Gilakah ia? Tidak. Sebaliknya, Luther paham betul betapa jahatnya dirinya karena dosa. Sejauh mana kita menyadari bahwa kita sudah “terjual di bawah kuasa dosa” (ay. 14)? Dosa seperti sel kanker yang menyebar ke seluruh tubuh kita. Rasul Paulus pun tak berdaya melawan keberdosaannya (ay. 24)! Bandingkan dengan kasus Akhan (Yos. 7). Ia yang bersalah, mengapa keluarga dan harta bendanya harus dimusnahkan juga? Bagi Allah, dosa itu sangat serius, dan kasus ini sebagai contoh bahwa Dia ingin umat-Nya hidup tak bercela. Syukurlah, Allah tidak berhenti di situ. Dia juga memberi jalan keluar, yaitu melalui Yesus yang menanggung semua dosa (masa lalu, masa kini, masa depan) kita di kayu salib (ay. 25, Kol. 1:20). Jadi, kita tak perlu frustrasi lagi seperti Paulus dan Luther karena oleh Yesus kita dimungkinkan berkenan kepada Allah! Hanya masalahnya, seberapa jauh kita menghormati pengurbanan Kristus ini dengan bertekad menjaga kesucian di tengah segala hal yang kotor? Ataukah, kita begitu gampang memaafkan diri ketika berbuat dosa? Jangan-jangan kita lalu hidup sembrono. Bukankah seharusnya pengampunan-Nya yang begitu besar itu memotivasi kita untuk hidup menyenangkan hati-Nya? Bukan lagi karena takut akan penghukuman-Nya, melainkan karena hati kita berlimpah dengan rasa syukur —HIS. SATU-SATUNYA YANG ALLAH BENCI DARI KITA ADALAH DOSA-DOSA KITA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 2
“Empat tipe orang: 1-pelit terhadap diri sendiri dan orang lain; 2-pelit terhadap diri sendiri, dermawan terhadap orang lain; 3-dermawan terhadap diri sendiri, pelit terhadap orang lain; 4-dermawan terhadap diri sendiri dan orang lain.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
Live by your faith, not by your past (Rick Warren). Hiduplah oleh iman anda, bukan oleh masa lalu anda (Rick Warren). (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 4
Perkataan Yesus dalam Matius 4:39-44 mengenai kasih sangat gamblang namun bagi yang tidak diterangi itu menjadi suatu perkataan yang sulit diterima. Dari nats itu, setidaknya ada 4 pengertian sebagai petunjuk untuk mempraktekkan kasih sejati: 1) Perintah itu bukan perintah untuk mengambil posisi sebagai korban & bersikap seperti orang tolol yang menjadi bulan-bulanan orang fasik. Pipi kanan setelah pipi kiri, memberikan jubah setelah baju & berjalan 2 mil setelah dipaksa menempuh 1 mil -semuanya bukanlah sikap sok baik atau sebaliknya, bersikap bak kerbau dungu yang dicocok hidungnya. Berpura-pura baik atau hidup dalam kebodohan sama sekali jauh dari kehendak Tuhan. 2) Yang dimaksudkan, pertama-tama, ialah supaya kita tidak melakukan pembalasan atas perlakuan jahat yang ditimpakan pada kita. Tidak ada perlawanan balik & menuntut balas. Pipi kanan yang kita sediakan jika pipi kiri ditampar bukan pertanda kekalahan namun berarti kita tidak menggunakan cara yang sama dengan penganiaya-penganiaya kita itu. Pembalasan atas kita, yang adalah milik Tuhan, ada di tangan Tuhan yang berjanji menjaga kita. 3) Perintah Yesus mengandung pesan pengampunan. Hanya orang-orang yang mengampuni tidak akan membalas dendam. Juga orang-orang yang telah memaafkan secara tulus akan memberikan jubahnya pada perampas bajunya. Dendam akan melahirkan dendam baru, pembalasan berlanjut pada pembalasan berikutnya. Pengampunan menghentikan lingkaran kejahatan itu. 4) Puncak dari semuanya, kejahatan harus dibalas dengan kebaikan (Rom. 12:17-21). Melakukan yang baik terhadap orang yang jahat kepada kita bukan tanda kelemahan tapi simbol kekuatan yang luar biasa. Sebab adalah mudah membalas yang jahat pada yang berlaku jahat pada kita tapi hanya yang penuh kasih yang mampu membalas yang baik atas yang jahat. Apakah kita mampu? Yang mengenal betapa besar kasih Tuhan yang mengampuni & berbuat baik pada dirinya yang penuh dosa akan dimampukan mengasihi seperti Kristus. Hai yang dicintai Tuhan, mulailah mengasihi. Mula-mula dengan mendoakan musuh-musuh Anda! Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment