TEMPTATION
Langkah ke 4 agar
kita semakin dekat dengan Tuhan adalah: Menyukai doa. Yakobus 5:16b, “Doa
orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Tuhan
kita adalah Bapa yang penuh kasih, yang mempedulikan & mendengarkan seruan
kita kepadaNya, doa yang gigih & terus menerus mendekatkan kita kepadaNya J. Amin. Mazmur 5:4,
“TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku
mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.” Kita dapat berdoa
kepadaNya setiap saat setiap waktu J. DIA tidak hanya mendegarkan doa-doa kita,
tetapi Dia menjawab & memberikan apa yang kita minta. Masihkah kita ragu
berDOA? J Ada KUASA dalam BERDOA. Amin.
Respon 1
SAAT TEDUH. Minggu,
14 Juni 2015. Luther dan Dosa-Dosanya. Siapa yang akan melepaskan aku dari
tubuh maut ini? Syukur kepada Allah melalui Yesus Kristus, Tuhan kita! (Roma
7:24-25). Saat masih jadi rahib, Martin Luther pernah menjengkelkan Bapa
Pengakuan Dosanya. Kenapa? Sebab, tak seperti rahib lainnya yang hanya beberapa
menit mengaku dosa, Luther melakukannya selama enam jam nonstop! Gilakah ia?
Tidak. Sebaliknya, Luther paham betul betapa jahatnya dirinya karena dosa.
Sejauh mana kita menyadari bahwa kita sudah “terjual di bawah kuasa dosa” (ay.
14)? Dosa seperti sel kanker yang menyebar ke seluruh tubuh kita. Rasul Paulus
pun tak berdaya melawan keberdosaannya (ay. 24)! Bandingkan dengan kasus Akhan
(Yos. 7). Ia yang bersalah, mengapa keluarga dan harta bendanya harus
dimusnahkan juga? Bagi Allah, dosa itu sangat serius, dan kasus ini sebagai
contoh bahwa Dia ingin umat-Nya hidup tak bercela. Syukurlah, Allah tidak
berhenti di situ. Dia juga memberi jalan keluar, yaitu melalui Yesus yang
menanggung semua dosa (masa lalu, masa kini, masa depan) kita di kayu salib
(ay. 25, Kol. 1:20). Jadi, kita tak perlu frustrasi lagi seperti Paulus dan
Luther karena oleh Yesus kita dimungkinkan berkenan kepada Allah! Hanya
masalahnya, seberapa jauh kita menghormati pengurbanan Kristus ini dengan
bertekad menjaga kesucian di tengah segala hal yang kotor? Ataukah, kita begitu
gampang memaafkan diri ketika berbuat dosa? Jangan-jangan kita lalu hidup
sembrono. Bukankah seharusnya pengampunan-Nya yang begitu besar itu memotivasi
kita untuk hidup menyenangkan hati-Nya? Bukan lagi karena takut akan penghukuman-Nya,
melainkan karena hati kita berlimpah dengan rasa syukur —HIS. SATU-SATUNYA YANG
ALLAH BENCI DARI KITA ADALAH DOSA-DOSA KITA. Selamat pagi. Selamat beribadah.
Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 2
“Empat tipe orang:
1-pelit terhadap diri sendiri dan orang lain; 2-pelit terhadap diri sendiri,
dermawan terhadap orang lain; 3-dermawan terhadap diri sendiri, pelit terhadap
orang lain; 4-dermawan terhadap diri sendiri dan orang lain.” Xavier Quentin
Pranata.
Respon 3
Live by your faith,
not by your past (Rick Warren). Hiduplah oleh iman anda, bukan oleh masa lalu
anda (Rick Warren). (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 4
Perkataan Yesus
dalam Matius 4:39-44 mengenai kasih sangat gamblang namun bagi yang tidak
diterangi itu menjadi suatu perkataan yang sulit diterima. Dari nats itu,
setidaknya ada 4 pengertian sebagai petunjuk untuk mempraktekkan kasih sejati:
1) Perintah itu bukan perintah untuk mengambil posisi sebagai korban &
bersikap seperti orang tolol yang menjadi bulan-bulanan orang fasik. Pipi kanan
setelah pipi kiri, memberikan jubah setelah baju & berjalan 2 mil setelah
dipaksa menempuh 1 mil -semuanya bukanlah sikap sok baik atau sebaliknya,
bersikap bak kerbau dungu yang dicocok hidungnya. Berpura-pura baik atau hidup
dalam kebodohan sama sekali jauh dari kehendak Tuhan. 2) Yang dimaksudkan,
pertama-tama, ialah supaya kita tidak melakukan pembalasan atas perlakuan jahat
yang ditimpakan pada kita. Tidak ada perlawanan balik & menuntut balas.
Pipi kanan yang kita sediakan jika pipi kiri ditampar bukan pertanda kekalahan
namun berarti kita tidak menggunakan cara yang sama dengan
penganiaya-penganiaya kita itu. Pembalasan atas kita, yang adalah milik Tuhan,
ada di tangan Tuhan yang berjanji menjaga kita. 3) Perintah Yesus mengandung
pesan pengampunan. Hanya orang-orang yang mengampuni tidak akan membalas
dendam. Juga orang-orang yang telah memaafkan secara tulus akan memberikan
jubahnya pada perampas bajunya. Dendam akan melahirkan dendam baru, pembalasan
berlanjut pada pembalasan berikutnya. Pengampunan menghentikan lingkaran
kejahatan itu. 4) Puncak dari semuanya, kejahatan harus dibalas dengan kebaikan
(Rom. 12:17-21). Melakukan yang baik terhadap orang yang jahat kepada kita
bukan tanda kelemahan tapi simbol kekuatan yang luar biasa. Sebab adalah mudah
membalas yang jahat pada yang berlaku jahat pada kita tapi hanya yang penuh
kasih yang mampu membalas yang baik atas yang jahat. Apakah kita mampu? Yang
mengenal betapa besar kasih Tuhan yang mengampuni & berbuat baik pada dirinya
yang penuh dosa akan dimampukan mengasihi seperti Kristus. Hai yang dicintai
Tuhan, mulailah mengasihi. Mula-mula dengan mendoakan musuh-musuh Anda! Salam
revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment