CULTURAL
Matius 5:16, “Demikianlah
hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu
yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Orang percaya tidak
diminta untuk menjadi ‘salesman’ tetapi jadilah Free Sample J (Dr. John
Chamber). Free Sample: “biasanya dibuat dengan kualitas yang terbaik
agar suatu produk terjual bila dipasarkan”. Jadilah teladan/terang bagi
orang-orang disekitar kita, apapun yang kita lakukan berdampaklah positif J. Bertumbuhlah
melalui karakter & integritas, karena 1 TELADAN lebih BERDAMPAK daripada
1000 kata-kata! Menjadi terang melalui perbuatan baik kita akan memuliakan BAPA
yang di surga. Amin J.
Respon 1
Puji Tuhan. Apapun
yang kita lakukan, ultimate beneficiary-nya adalah Tuhan. Have a nice day. (Bp.
Gunadi Cahyono – PT. MDU)
Respon 2
Selasa, 2 Juni
2015. Bacaan: 2 Raja 5:1-14. Setahun: Ezra 3-5. Nats: Berkatalah gadis itu kepada
nyonyanya: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah
nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya” (2 Raja 5:3). ANAK-ANAK JUGA
BISA. “Ih, kamu tuh masih kecil! Tahu apa kamu!” Demikianlah ungkapan yang
sering terlontar dari orang dewasa kepada anak-anak. Sering terjadi seorang
anak mendapatkan perlakuan sebelah mata atau diremehkan. Jelas ia punya banyak
keterbatasan untuk melakukan hal-hal yang dapat dikerjakan orang dewasa dengan
mudah. Faktanya seorang anak dari usia memang masih belia, dari pengalaman ia
masih hijau, dan dari segi fisik ia tidak sekuat orang dewasa. Tetapi, itu
bukan berarti ia tidak dapat melakukan sesuatu. Seorang anak perlu diberi
kesempatan untuk unjuk kemampuannya sesuai dengan keberadaannya sebagai anak.
Naaman adalah panglima raja Aram. Saat itu ia sedang sakit kusta. Di rumahnya,
ada seorang gadis kecil. Gadis ini adalah orang Israel dan menjadi tawanan
perang yang harus ikut mengalami pembuangan. Meskipun demikian, dengan berani
ia mengusulkan kepada seorang pahlawan perang bangsa Aram untuk pergi menemui
seorang nabi di Samaria (ay. 3). Selanjutnya, ketika Naaman menyampaikan hal
itu kepada raja Aram, sang raja memberikan dukungan kepada Naaman untuk menemui
sang nabi di Samaria (ay. 5). Dengan kapasitas, kemampuan, dan keberadaannya,
seorang anak sesungguhnya menyimpan banyak potensi. Orang dewasa dapat menolong
dan memberikan kesempatan kepada anak untuk menemukan dan mengembangkan
potensinya. Dan, tentu saja, membimbing dan memberikan teladan tentang
bagaimana menggunakan kemampuan kita untuk memuliakan Tuhan --Adama Sihite.
DALAM DIRI SEORANG ANAK TERDAPAT POTENSI TERPENDAM. BERILAH IA ..KESEMPATAN
UNTUK MENGEMBANGKAN DAN MEMBUKTIKANNYA. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 3
Ef 5:8 – Memang
dahulu kamu adalah kegelapan tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam TUHAN,
sebab itu hiduplah sebagai anak-anak TERANG! Ayo jadi TELADAN! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 4
Praise God...!!
“Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu & hiduplah dr lebihnya,
engkau serta anak-anakmu” [2 Raj 4:7]. Saya percaya janda ini pada awalnya
tidak pernah membayangkan apa yang akan terjadi, bagaimana hasilnya, jalan
keluar seperti apa yang ia dapatkan: -Ia hanya datang kepada Tuhan membawa
persolan yang sudah alami jalan buntu; -Ia hanya nurut & melakukan
langkah-langkah sesuai arahan; -Apalagi membayangkan, ada 'lebihnya'. Hutang
bisa terbayar lunas saja suda bersyukur banget. Ia tidak dapat memprediksi apa
yang akan terjadi, ia hanya menuruti petunjuk Elisa. Dan saat melihat hasilnya,
ada 'lebihnya', ia mengalami bahwa Tuhan selalu melakukan lebih dari yang
diharapkan tapi juga dengan cara yang tidak pernah terpikirkan. Let's do it!
Kuncinya hanya ‘taat arahan prinsip-Nya Tuhan’, diluar itu adalah kesalahan
yang akan menghasilkan kegagalan. Jangan pernah kita menyanggah prinsip FT,
karena itu benih dari ketidakpercayaan. Orang yang tidak percaya tidak akan
mendapat apa-apa karena pasti ia tidak melakukan apa-apa. Yang juga penting...
Jaga hati supaya tidak dikuasai keserakahan. Saya tidak menjumpai bahwa setelah
melihat 'lebihnya' ia menyesali & berkata... ‘'Tahu gitu aku berusaha cari
lagi bejana-bejana supaya 'lebihnya' lebih banyak lagi!’ Dan memarahi anaknya
yang kurang usaha dalam mencari/meminta bejana-bejana, ngomelin tetangga yang
tidak mau memberikan bejananya (yang berkata dalam hati saat membaca ini: ‘ίnί
kayaknya gue banget deh...’, bertobat ya...). Sudah ditolong, malah serakah.
Sebagai manusia kita tidak dapat melihat apa yang akan terjadi dimasa depan
kita, tapi sebagai orang percaya kita memiliki iman bahwa Tuhan memperhatikan
masa depan kita, pemeliharaanNya lebih dari cukup. Morning... Jbu all . (Ibu
Inggita – PKS CL 4)
Respon 5
Banyak yang
bertanya-tanya mengapa terjadi bencana, tragedi, atau malapetaka di dunia ini.
Yang lebih menyedihkan, melihat semua itu pikiran manusia melayang-layang jauh
dan... menyalahkan Tuhan. Ada yang menganggapnya tidak ada. Atau jika ada,
Tuhan dipandang tidak peduli & lemah sehingga tak perlu disembah. Begitulah
perilaku manusia. Sebaliknya daripada memeriksa & mengoreksi diri, mereka
mencari kambing hitam. Pikiran mereka yang gelap ditunggangi oleh iblis untuk
mencurigai hingga menghujat Sang Mahakuasa. Alkitab memberitahukan kita bahwa
penyebab berbagai hal-hal yang buruk sampai kesengsaraan yang dalam atas umat
manusia tidak lain ialah karena kelakuan penduduk bumi itu sendiri. Merekalah
yang menolak tatanan illahi, ketetapan-ketetapan sempurna dari Pencipta mereka,
kasih & uluran tangan persahabatan dari Tuhan yang harus mereka sembah
& muliakan. Yeremia 13:16 memperingatkan kita, “Permuliakan TUHAN, Allahmu
sebelum Dia membuat hari menjadi gelap!” Ya, “tunjukkanlah pada Tuhan Allahmu
penghormatan yang semestinya (yang sepadan) kepada-Nya” (terj. NET Bible). Sesungguhnya
kekacauan & kegelapan di dunia bermula dari sikap manusia itu sendiri.
Orang-orang yang hidup di masa Nuh melupakan Tuhan & hanya memikirkan
perkara-perkara duniawi serta kesenangan daging semata. Walau menyebut-nyebut
nama Tuhan (Kej. 4:26) tapi mereka tidak mengarahkan hati pada Tuhan. Hanya Nuh
yang sungguh bergaul dengan Tuhan (Kej. 6:9). Itu sebabnya Tuhan menyesali
manusia yang menyimpang dari tujuan penciptaannya -yang justru memuliakan
setan-setan daripada Tuhan. Pada Dia yang penuh cinta & sangat berkuasa di
alam semesta & yang telah berfirman pada kita; sudah seharusnya kita
mengasihi Dia, takut akan Dia, sujud dengan hormat pada-Nya, memperhatikan
perintah & ketetapan-Nya, hidup suci & menyenangkan hati-Nya, mengabdi
& melayani Dia dengan segala kerelaan, kehormatan & kebanggaan. Itulah
cara menjadikan bumi ini tempat yang lebih baik. Itulah artinya menjadi terang
& garam dunia. Itulah hidup Kristen yang sesungguhnya. Salam revival! GBU.
(Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment