TEMPTATION
Langkah ke 3 agar
kita semakin dekat dengan Tuhan: Berakar & berdasar dalam KASIH.
Efesus 3:17, “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan
kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” Kata diam artinya
disini adalah: tinggal/menetap & merasa berada di rumah. Maksudnya: Kristus
akan tinggal & merasa berada di rumah sendiri di dalam HATIMU, Kristus
berdiam dalam hati kita melalui ROH KUDUS yang tinggal dalam kehidupan setiap
anak-anakNya. Apa yang membuat Kristus tinggal dalam hati adalah IMAN
kita/kepercayaan kita kepadaNya J. Berakar dan berdasar (meletakkan fondasi/dasar dari sesuatu) di dalam
kasih Kristus artinya: (1) MEMAHAMI/mengerti bahwa Tuhan mengasihi kita.
(2) YAKIN akan kasihNya sekalipun ada dalam tantangan (Roma 8:28, “Kita
tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk
mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang
terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”). (3) BERANI untuk kembali
saat kita gagal/bersalah (Lukas 5:32, “Aku datang bukan untuk memanggil
orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”). (4)
Mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri (Mat 22:39, “Dan hukum
yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti
dirimu sendiri.”). (5) Memperlakukan orang lain seperti kita ingin
diperlakukan (Lukas 7:12, “Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang
mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan
banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.”). Amin J. Bagaimana dengan
kita? Sudahkah kita berakar & berdasar dalam Kristus? Sehingga DIA/Roh
Kudus DIAM dalam hati kita? J Amin.
Respon 1
“Jika Kristus jadi
batu penjuru, maka semua dosa yang dilawan-Nya jadi seteru.” Xavier Quentin
Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Sabtu,
13 Juni 2015. Komputer dan Telepon Genggam. Besi menajamkan besi, orang
menajamkan sesamanya (Amsal 27:17). Pak Komputer jengkel pada istrinya, Bu
Telepon Genggam, yang menurutnya terlalu cerewet. Kebetulan menemukan artikel
yang melaporkan bahwa diperkirakan dalam sehari wanita mengucapkan 22-25 ribu
kata, sementara pria hanya 7-10 ribu kata, ia segera memperlihatkannya pada si
istri. Bu Telepon Genggam menjawab, “Itu karena berbicara kepada kalian
mengharuskan kami mengulangi terus ucapan itu.” Pak Komputer membalas, “Apa
katamu?” Pesan humor di atas selaras dengan bacaan kita. Iya, perempuan lebih
banyak bicara. Tapi, kaum Adam juga suka membikin mereka harus mengulang
perkataan. Jadi, percuma dicari biang keladi kesalahan. Suami dan istri selalu
saling memengaruhi. Kendati penulis Amsal mencela seorang istri “yang suka
bertengkar” (ay. 15), ia pun mengungkapkan efek hubungan timbal-balik di antara
mereka. Manusia itu mirip besi yang saling menajamkan (ay. 17). Saling
memengaruhi, baik positif maupun negatif. Lebih perlu saling introspeksi sebab
kita menuai apa yang kita tabur (ay. 18). Dalam kebersamaan hidup tak
terhindarkan persentuhan saling memengaruhi. Suami ke istri, dan sebaliknya.
Orangtua ke anak, dan sebaliknya. Antarsaudara, teman, atau tetangga. Bahkan antarrekan
di media sosial. Menjadi seperti apa diri Anda ditentukan oleh relasi saling
memengaruhi yang Anda jalani setiap hari. Manfaatkanlah kebenaran ini secara
tepat, yaitu jadilah orang baik dan berikanlah pengaruh yang baik. Itu namanya
menjadi berkat —PAD. DARIPADA SALING TUDING MENUDUH BIANG KELADI LEBIH BAIK
SALING INTROSPEKSI, SALING MELENGKAPI, DAN SALING MEMBERKATI. Selamat pagi.
Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Ajaran Kristus
tentang kasih mencengangkan setiap orang yang mengetahuinya. Yesus berkata
supaya pengikut-pengikutNya tidak melawan orang yang berbuat jahat kepada
mereka. Jika ada yang menampar pipi kanan, berikanlah pipi kiri. Jika ada yang
mengingini baju, berikanlah juga jubah. Siapa yang memaksa mereka berjalan satu
mil, berjalanlah 2 mil bersamanya. Selanjutnya, murid-muridNya pun
diperintahkan untuk mengasihi & mendoakan siapapun yang menganiaya mereka
(Mat. 5:39-44). Hingga kini, masih banyak yang salah paham atau bahkan tidak
menangkap apa yang Yesus maksudkan di atas. Sebagian berpikir ini mustahil
dilakukan & hanya idealisme Kristen semata. Sebagian beranggapan bahwa kita
tidak perlu membela diri & pasrah menerima perlakuan jahat atas diri kita
(yang lebih serupa orang-orang bodoh daripada orang-orang yang penuh kasih).
Apapun itu, ajaran ini menarik garis batas yang tegas antara ajaran Kristus
dengan ajaran kepercayaan-kepercayaan lain di dunia. Secara ideal, agama-agama
mungkin mengajarkan yang sama yaitu membalas kejahatan dengan kebaikan namun
tidak untuk mengasihi musuh. Malahan ajaran-ajaran di luar Kristus acapkali
indah didengar tapi TAK MEMILIKI KUASA melaksanakannya. Itulah sebenarnya yang
disebut dengan agamawi (kerohanian dalam teori & topeng untuk mengesankan
manusia saja). Berbeda dengan Kristus. Dia telah terlebih dahulu memberikan
teladan pada kita. Hidup Yesus yang melayani sesama & pengorbanan-Nya di
kayu salib jelas suatu bukti nyata bahwa manusia yang dipenuhi kasih illahi
& berkomitmen melakukan segenap kehendak Bapa di sorga -dimampukan untuk
mengasihi musuh & mendoakan mereka (Luk. 23:34). Kita akan belajar makna
dari ajaran Yesus ini besok. Sementara itu, biarlah kita membuka hati untuk
diyakinkan bahwa perintah Tuhan ini bukan bunga-bunga iman Kristen belaka. Oleh
kasih Tuhan yang sudah menebus & mengampuni Anda, oleh kekuatan dari tempat
yang mahatinggi, Anda tak hanya akan berbicara tentang kasih namun menunjukkan
kasih. Yang lahir dari hati terdalam hingga menjangkau ujung-ujung bumi. Salam
revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 4
Gal 3:9 – Jadi
mereka yang hidup dari IMAN, merekalah yang DIBERKATI bersama-sama dengan
Abraham yang beriman! Yuk... Mulai lakukan IMAN kita. Bertindaklah.. Mujizat
pasti terjadi sekarang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

No comments:
Post a Comment