Saturday, 13 June 2015

13 Juni 2015

TEMPTATION



Langkah ke 3 agar kita semakin dekat dengan Tuhan: Berakar & berdasar dalam KASIH. Efesus 3:17, “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” Kata diam artinya disini adalah: tinggal/menetap & merasa berada di rumah. Maksudnya: Kristus akan tinggal & merasa berada di rumah sendiri di dalam HATIMU, Kristus berdiam dalam hati kita melalui ROH KUDUS yang tinggal dalam kehidupan setiap anak-anakNya. Apa yang membuat Kristus tinggal dalam hati adalah IMAN kita/kepercayaan kita kepadaNya J. Berakar dan berdasar (meletakkan fondasi/dasar dari sesuatu) di dalam kasih Kristus artinya: (1) MEMAHAMI/mengerti bahwa Tuhan mengasihi kita. (2) YAKIN akan kasihNya sekalipun ada dalam tantangan (Roma 8:28, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”). (3) BERANI untuk kembali saat kita gagal/bersalah (Lukas 5:32, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”). (4) Mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri (Mat 22:39, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”). (5) Memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan (Lukas 7:12, “Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.”). Amin J. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita berakar & berdasar dalam Kristus? Sehingga DIA/Roh Kudus DIAM dalam hati kita? J Amin.


Respon 1
“Jika Kristus jadi batu penjuru, maka semua dosa yang dilawan-Nya jadi seteru.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Sabtu, 13 Juni 2015. Komputer dan Telepon Genggam. Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya (Amsal 27:17). Pak Komputer jengkel pada istrinya, Bu Telepon Genggam, yang menurutnya terlalu cerewet. Kebetulan menemukan artikel yang melaporkan bahwa diperkirakan dalam sehari wanita mengucapkan 22-25 ribu kata, sementara pria hanya 7-10 ribu kata, ia segera memperlihatkannya pada si istri. Bu Telepon Genggam menjawab, “Itu karena berbicara kepada kalian mengharuskan kami mengulangi terus ucapan itu.” Pak Komputer membalas, “Apa katamu?” Pesan humor di atas selaras dengan bacaan kita. Iya, perempuan lebih banyak bicara. Tapi, kaum Adam juga suka membikin mereka harus mengulang perkataan. Jadi, percuma dicari biang keladi kesalahan. Suami dan istri selalu saling memengaruhi. Kendati penulis Amsal mencela seorang istri “yang suka bertengkar” (ay. 15), ia pun mengungkapkan efek hubungan timbal-balik di antara mereka. Manusia itu mirip besi yang saling menajamkan (ay. 17). Saling memengaruhi, baik positif maupun negatif. Lebih perlu saling introspeksi sebab kita menuai apa yang kita tabur (ay. 18). Dalam kebersamaan hidup tak terhindarkan persentuhan saling memengaruhi. Suami ke istri, dan sebaliknya. Orangtua ke anak, dan sebaliknya. Antarsaudara, teman, atau tetangga. Bahkan antarrekan di media sosial. Menjadi seperti apa diri Anda ditentukan oleh relasi saling memengaruhi yang Anda jalani setiap hari. Manfaatkanlah kebenaran ini secara tepat, yaitu jadilah orang baik dan berikanlah pengaruh yang baik. Itu namanya menjadi berkat —PAD. DARIPADA SALING TUDING MENUDUH BIANG KELADI LEBIH BAIK SALING INTROSPEKSI, SALING MELENGKAPI, DAN SALING MEMBERKATI. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Ajaran Kristus tentang kasih mencengangkan setiap orang yang mengetahuinya. Yesus berkata supaya pengikut-pengikutNya tidak melawan orang yang berbuat jahat kepada mereka. Jika ada yang menampar pipi kanan, berikanlah pipi kiri. Jika ada yang mengingini baju, berikanlah juga jubah. Siapa yang memaksa mereka berjalan satu mil, berjalanlah 2 mil bersamanya. Selanjutnya, murid-muridNya pun diperintahkan untuk mengasihi & mendoakan siapapun yang menganiaya mereka (Mat. 5:39-44). Hingga kini, masih banyak yang salah paham atau bahkan tidak menangkap apa yang Yesus maksudkan di atas. Sebagian berpikir ini mustahil dilakukan & hanya idealisme Kristen semata. Sebagian beranggapan bahwa kita tidak perlu membela diri & pasrah menerima perlakuan jahat atas diri kita (yang lebih serupa orang-orang bodoh daripada orang-orang yang penuh kasih). Apapun itu, ajaran ini menarik garis batas yang tegas antara ajaran Kristus dengan ajaran kepercayaan-kepercayaan lain di dunia. Secara ideal, agama-agama mungkin mengajarkan yang sama yaitu membalas kejahatan dengan kebaikan namun tidak untuk mengasihi musuh. Malahan ajaran-ajaran di luar Kristus acapkali indah didengar tapi TAK MEMILIKI KUASA melaksanakannya. Itulah sebenarnya yang disebut dengan agamawi (kerohanian dalam teori & topeng untuk mengesankan manusia saja). Berbeda dengan Kristus. Dia telah terlebih dahulu memberikan teladan pada kita. Hidup Yesus yang melayani sesama & pengorbanan-Nya di kayu salib jelas suatu bukti nyata bahwa manusia yang dipenuhi kasih illahi & berkomitmen melakukan segenap kehendak Bapa di sorga -dimampukan untuk mengasihi musuh & mendoakan mereka (Luk. 23:34). Kita akan belajar makna dari ajaran Yesus ini besok. Sementara itu, biarlah kita membuka hati untuk diyakinkan bahwa perintah Tuhan ini bukan bunga-bunga iman Kristen belaka. Oleh kasih Tuhan yang sudah menebus & mengampuni Anda, oleh kekuatan dari tempat yang mahatinggi, Anda tak hanya akan berbicara tentang kasih namun menunjukkan kasih. Yang lahir dari hati terdalam hingga menjangkau ujung-ujung bumi. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 4
Gal 3:9 – Jadi mereka yang hidup dari IMAN, merekalah yang DIBERKATI bersama-sama dengan Abraham yang beriman! Yuk... Mulai lakukan IMAN kita. Bertindaklah.. Mujizat pasti terjadi sekarang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

No comments:

Post a Comment