Tuesday, 9 June 2015

9 Juni 2015

CULTURAL





Lukas 2:52, “Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” Lukas 1:80, “Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.” Tuhan Yesus & Yohanes Pembaptis adalah teladan dari orang-orang yang dewasa jasmani & dewasa rohani. Sekalipun berjalan di padang gurun/tantangan/kesulitan/ pergumulan apapun, tetaplah KUAT & PERCAYA (Dewasa Rohani). Jangan takut, Tuhan Yesus sangggup menyertai & memberkati kita. Sekalipun ada di Padang Gurun, alami mukjizatNya & terimalah anugerahNya. Amin.

Respon 1
Kis 3:6 – Petrus: Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: “Demi nama YESUS KRISTUS berjalanlah!” Wow... Hanya YESUS yang berkuasa. Datang pada-NYA sekarang... Pasti mujizat terjadi! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
Perbuatan baik, amal ibadah kita, kesalehan manusia tidak mampu melayakkannya untuk menjadi benar di hadapan Tuhan sehingga beroleh tempat kesukaan kekal di sorga. Iman pada kasih karunia Tuhanlah yang melayakkan kita sehingga kita tidak perlu bersusah payah mengusahakan diri masuk ke dalam tempat permai penuh bahagia itu. Sayangnya, ada yang salah memahami hal ini. Orang-orang seringkali tertipu dengan berpikir: “Jika keselamatan itu diterima begitu saja dengan cara beriman, aku akan percaya Yesus sebagai Tuhan & selesailah semuanya. Sudah ada tempat bagiku di sorga; tidak penting apa yang aku perbuat selama di dunia. Yang penting percaya, bukan?” Ada pula yang membayangkan akan percaya & bertobat di saat-saat terakhir hidup mereka atau saat mereka memasuki usia lanjut. Di sinilah si jahat berhasil mengelabui sejumlah besar manusia dengan memberikan pengertian-pengertian yang sesat di benak mereka. Iman harus ditunjukkan dengan perbuatan-perbuatan nyata di hadapan Tuhan, baru iman itu berarti di hadapan Tuhan. Sebab mengaku percaya & bertobat tanpa bukti penyerahan hati & hidup sama saja dengan tidak percaya. Kita percaya obat yang kita konsumsi berkhasiat bagi kita dengan cara meminumnya. Kita yakin bahwa kendaraan yang kita tumpangi aman dengan menaikinya, bukan dengan mengakuinya di mulut saja. Jika kita benar-benar percaya pada Tuhan maka hidup kita tidak lagi sama dengan sebelumnya. Ada pertobatan & perubahan. Ada kasih yang bertambah besar bagi Tuhan & semua orang. Ada pertumbuhan rohani karena gairah yang kian hari kian berkobar bagi Tuhan. Hidupnya pun menjadi persembahan bagi kemuliaan Tuhan. Itu semua yang disebut sebagai 'perjuangan melalui pintu yang sesak itu' dimana di saat-saat terakhir orang akan berusaha masuk tapi tidak akan dapat sebab telah terlambat (Luk. 13:23-28). Mengaku percaya itu mudah. Membuktikan percaya dengan mengasihi Tuhan dengan segenap keberadaan kita ialah perjuangan seumur hidup. Hingga saat-saat terakhir. Manakah yang sedang Anda jalani hari ini? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 3
“Ujian yang tidak memberi kesempatan untuk curang adalah pengadilan Sang Terang.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment