Saturday, 6 June 2015

6 Juni 2015



CULTURAL




Bertumbuh dalam Pengajaran (Kolose 2:6-10). Bukan usia yang menentukan kedewasaan seseorang, melainkan berbagai segi kehidupan seperti pikriannya, perkataannya, hatinya & gaya hidupnya. Berubah/bertumbuh adalah hal yang penting, yang semua orang inginkan, tetapi tidak mudah dilakukan :(. Bagi Rasul Paulus pertumbuhan/perubahan itu keharusan.  BERTUMBUHLAH sesuai prinsip-prinsip & pengajaran Alkitab. Kolose 2:7, “Hendaklah kamu berakar di dalam DIA dan dibangun di atas DIA, hendaklah kamu BERTAMBAH TEGUH DALAM IMAN yang telah DIAJARKAN kepadamu, dan hendaklah HATIMU MELIMPAH dengan SYUKUR.” Amin.

Respon 1
“Hanya mengandalkan Tuhan sajalah kita tidak mungkin dikecewakan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Sabtu, 6 Juni 2015. Melayani Dengan Hati. Lalu ketiga orang itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud (1 Tawarikh 11:18). Kesuksesan seorang pemimpin bukan hanya bergantung pada pribadinya. Ia tak ayal mendapatkan bantuan dari orang lain, seperti anak buah, keluarga, kolega, atau malah orang di luar organisasinya. Begitu juga dalam kehidupan bergereja. Adakah hamba Tuhan yang sukses dalam pelayanan tanpa dukungan orang lain? Perikop ini memperlihatkan banyak orang yang berperan di balik kesuksesan Daud sebagai raja. Sebuah kisah yang mengharukan dicatat di sini. Tiga kepala pasukan Daud dengan berani menerobos perkemahan pasukan musuh untuk mengambilkan air minum baginya dari perigi di Betlehem. Betlehem, sebagai kota kelahiran Daud, pasti menimbulkan nostalgia baginya. Ia pun merespon dengan menunjukkan kepedulian pada anak buahnya. Ia memilih tidak meminum air pemberian itu, tetapi mempersembahkannya kepada Tuhan. Tanggapan itu mengungkapkan penghargaannya yang besar kepada ketiga anak buahnya tersebut. Tindakan yang mereka lakukan karena mereka mengasihi Daud, kini digunakan Daud untuk menyatakan kasihnya kepada Tuhan. Baik Daud maupun pendukungnya melayani dengan hati yang mengasihi Tuhan sehingga mereka pun mengasihi satu sama lain. Kiranya pelayanan kita pun juga memiliki motivasi serupa. Kita melayani satu sama lain karena kasih Tuhan sudah dinyatakan dalam hidup kita dan kita mengasihi Tuhan dengan sukacita. Kiranya orang yang menjadi anak buah mendukung pemimpinnya dengan sungguh-sungguh dan orang yang memimpin memedulikan anak buahnya dengan tulus —ENO. DUKUNGAN YANG PALING KUAT ADALAH DUKUNGAN YANG LAHIR DARI KASIH. Selamat pagi... Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Yesus tidak sedang mendukung perbuatan yang tidak jujur apalagi tindakan korupsi saat mengajar perumpamaan mengenai bendahara licik dalam Lukas 16:1-9. Apa yang dikisahkan Yesus dalam perumpamaan tersebut tidak lain adalah perbuatan-perbuatan yang biasa dilakukan oleh anak-anak dunia yang tidak mengenal Allah. Bendahara itu berlaku tidak bersih dalam pekerjaannya, memboroskan harta milik tuannya. Ketika perbuatan itu diketahui & ia dipecat maka ia menyusun siasat lain: menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan bisnis yang masih berhutang pada tuannya. Ia memotong hutang para penghutang itu sehingga ia kemudian memiliki teman-teman yang berhutang budi -yang akan memberikan pertolongan padanya saat ia mengalami kesulitan karena tidak bekerja lagi. Dalam kisah tersebut, tuannya memuji KECERDIKAN bendahara itu. Perhatikan, kecerdikannya -bukan perbuatan jahatnya. Yesus menyebutnya kecerdikan anak-anak dunia yang melebihi anak-anak terang. Apa maksudnya? Bendahara itu menggunakan kecerdikannya untuk mengamankan hari-harinya di waktu yang akan datang. Dan untuk hal-hal seperti demikian, orang-orang duniawi tahu caranya memanfaatkan apa yang ada pada mereka untuk menjamin tahun-tahun mereka di depan. Melalui kekayaan, mereka menjalin hubungan baik dengan banyak orang, mendapat teman atau keuntungan materi yang lebih banyak lagi sebagai simpanan di hari tuanya. Orang-orang dunia tahu 'mengamankan' masa depannya, bagaimana dengan orang-orang sorgawi? Sudahkah apa yang ada pada kita digunakan untuk mengumpulkan harta abadi? Adakah harta yang kita punya kita gunakan demi menjalin hubungan dengan Sahabat Sorgawi kita? Dalam hal ini kita sering berlaku bodoh. Paulus menegaskan ini dalam 1 Tim 6:17-19. Secara khusus ia menyerukan pada setiap mereka yang berharta untuk rajin berbuat baik, kaya dalam kebajikan, suka memberi & berbagi. Demi mendapat suatu harta di masa kekal yang akan datang. Biarlah apa yang Anda miliki menjadi persembahan bagi kerajaan-Nya. Saat segala sesuatu berakhir, Sang Empunya Kerajaan akan menyambut Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment