CULTURAL
Bertumbuh dalam
Pengajaran (Kolose 2:6-10). Bukan usia yang menentukan kedewasaan
seseorang, melainkan berbagai segi kehidupan seperti pikriannya, perkataannya,
hatinya & gaya hidupnya. Berubah/bertumbuh adalah hal yang penting, yang
semua orang inginkan, tetapi tidak mudah dilakukan :(. Bagi Rasul Paulus
pertumbuhan/perubahan itu keharusan.
BERTUMBUHLAH sesuai prinsip-prinsip & pengajaran Alkitab. Kolose
2:7, “Hendaklah kamu berakar di dalam DIA dan dibangun di atas DIA,
hendaklah kamu BERTAMBAH TEGUH DALAM IMAN yang telah DIAJARKAN kepadamu, dan
hendaklah HATIMU MELIMPAH dengan SYUKUR.” Amin.
Respon 1
“Hanya mengandalkan
Tuhan sajalah kita tidak mungkin dikecewakan.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Sabtu,
6 Juni 2015. Melayani Dengan Hati. Lalu ketiga orang itu menerobos perkemahan
orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu
gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud (1 Tawarikh 11:18).
Kesuksesan seorang pemimpin bukan hanya bergantung pada pribadinya. Ia tak ayal
mendapatkan bantuan dari orang lain, seperti anak buah, keluarga, kolega, atau
malah orang di luar organisasinya. Begitu juga dalam kehidupan bergereja. Adakah
hamba Tuhan yang sukses dalam pelayanan tanpa dukungan orang lain? Perikop ini
memperlihatkan banyak orang yang berperan di balik kesuksesan Daud sebagai
raja. Sebuah kisah yang mengharukan dicatat di sini. Tiga kepala pasukan Daud
dengan berani menerobos perkemahan pasukan musuh untuk mengambilkan air minum
baginya dari perigi di Betlehem. Betlehem, sebagai kota kelahiran Daud, pasti
menimbulkan nostalgia baginya. Ia pun merespon dengan menunjukkan kepedulian
pada anak buahnya. Ia memilih tidak meminum air pemberian itu, tetapi
mempersembahkannya kepada Tuhan. Tanggapan itu mengungkapkan penghargaannya
yang besar kepada ketiga anak buahnya tersebut. Tindakan yang mereka lakukan
karena mereka mengasihi Daud, kini digunakan Daud untuk menyatakan kasihnya
kepada Tuhan. Baik Daud maupun pendukungnya melayani dengan hati yang mengasihi
Tuhan sehingga mereka pun mengasihi satu sama lain. Kiranya pelayanan kita pun
juga memiliki motivasi serupa. Kita melayani satu sama lain karena kasih Tuhan
sudah dinyatakan dalam hidup kita dan kita mengasihi Tuhan dengan sukacita.
Kiranya orang yang menjadi anak buah mendukung pemimpinnya dengan
sungguh-sungguh dan orang yang memimpin memedulikan anak buahnya dengan tulus
—ENO. DUKUNGAN YANG PALING KUAT ADALAH DUKUNGAN YANG LAHIR DARI KASIH. Selamat
pagi... Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Yesus tidak sedang
mendukung perbuatan yang tidak jujur apalagi tindakan korupsi saat mengajar
perumpamaan mengenai bendahara licik dalam Lukas 16:1-9. Apa yang dikisahkan
Yesus dalam perumpamaan tersebut tidak lain adalah perbuatan-perbuatan yang
biasa dilakukan oleh anak-anak dunia yang tidak mengenal Allah. Bendahara itu
berlaku tidak bersih dalam pekerjaannya, memboroskan harta milik tuannya. Ketika
perbuatan itu diketahui & ia dipecat maka ia menyusun siasat lain: menjalin
hubungan baik dengan rekan-rekan bisnis yang masih berhutang pada tuannya. Ia
memotong hutang para penghutang itu sehingga ia kemudian memiliki teman-teman
yang berhutang budi -yang akan memberikan pertolongan padanya saat ia mengalami
kesulitan karena tidak bekerja lagi. Dalam kisah tersebut, tuannya memuji
KECERDIKAN bendahara itu. Perhatikan, kecerdikannya -bukan perbuatan jahatnya.
Yesus menyebutnya kecerdikan anak-anak dunia yang melebihi anak-anak terang.
Apa maksudnya? Bendahara itu menggunakan kecerdikannya untuk mengamankan
hari-harinya di waktu yang akan datang. Dan untuk hal-hal seperti demikian,
orang-orang duniawi tahu caranya memanfaatkan apa yang ada pada mereka untuk menjamin
tahun-tahun mereka di depan. Melalui kekayaan, mereka menjalin hubungan baik
dengan banyak orang, mendapat teman atau keuntungan materi yang lebih banyak
lagi sebagai simpanan di hari tuanya. Orang-orang dunia tahu 'mengamankan' masa
depannya, bagaimana dengan orang-orang sorgawi? Sudahkah apa yang ada pada kita
digunakan untuk mengumpulkan harta abadi? Adakah harta yang kita punya kita
gunakan demi menjalin hubungan dengan Sahabat Sorgawi kita? Dalam hal ini kita
sering berlaku bodoh. Paulus menegaskan ini dalam 1 Tim 6:17-19. Secara khusus
ia menyerukan pada setiap mereka yang berharta untuk rajin berbuat baik, kaya
dalam kebajikan, suka memberi & berbagi. Demi mendapat suatu harta di masa
kekal yang akan datang. Biarlah apa yang Anda miliki menjadi persembahan bagi
kerajaan-Nya. Saat segala sesuatu berakhir, Sang Empunya Kerajaan akan
menyambut Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment