Thursday, 4 June 2015

4 Juni 2015



CULTURAL




Ibrani 5:12, “Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.” Ayat 13: “Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.” Ayat 14: “Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.” Amin. Sebagai anak-anak Tuhan/orang percaya kita perlu bertumbuh secara rohani, miliki komunitas pertumbuhan yang baik, sebab pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik (1 Kor 15:33, “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”). Menjadi TUA itu PASTI, tetapi menjadi DEWASA itu PILIHAN J.

Respon 1
“Takut akan Tuhan justru merupakan keberanian di akhir zaman.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Maz 3:9 – Dari TUHAN datang pertolongan, berkat TUHAN atas umat-NYA! Pertolongan-NYA yang ajaib, berkat-berkat-NYA yang melimpah hanya datang dari YESUS. Sip! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
Ibr 5:13, “Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.” Ayat 14, “Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.” Manusia harus mengalami pertumbuhan jasmani dan rohani, keduanya sama-sama penting. Tetapi sering kita tidak memperhatikan pertumbuhan rohani, sehingga jasmaninya tumbuh baik tetapi rohaninya tidak bertumbuh, tetap kerdil seperti anak-anak. Kita terlena dengan kenikmatan-kenikmatan jasmani dan melupakan pertumbuhan-pertumbuhan rohani, rohaninya masih seperti bayi yang memerlukan minuman susu, tidak terlatih dengan makanan yang keras. Belum dewasa dalam KRISTUS, sehingga tidak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Amin. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 4
SAAT TEDUH. Kamis, 4 Juni 2015. Sudah Tersambung. Apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya (Lukas 11:13). Anda punya pesawat radio dan ingin mendengar siaran dari penyiar favorit? Silakan. Tapi sebelum itu Anda harus dapat dulu gelombangnya, bukan? Jika telah tersambung gelombangnya, barulah radio itu bermanfaat. Anda membawa laptop dan berniat mengunduh segala macam informasi dari internet? Baik, tapi harap pastikan dulu perangkat pintar Anda itu tersambung dengan jejaring internet. Sesudah terhubung, kegiatan mencari dan mengunduh informasi bisa berlangsung. Ajaran Tuhan Yesus kepada para murid tentang berdoa bisa dibahasakan begini, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu” (ay. 9). Namun, sebelumnya, dahulukan yang terutama! Apakah itu? Beradalah dalam kondisi di mana antara hati kita dan hati-Nya “tersambung”. Dia dan kita terkoneksi dalam satu “gelombang” sehingga apa yang kita minta cocok dengan yang Dia sediakan, seperti kasih seorang bapa terhadap anaknya (ay. 11-12). Maka, sebelum yang lainnya, mintalah Roh-Nya bertakhta di hati kita. Karena hanya Roh Kudus yang mengenal isi hati Allah (bdk ay. 13 dengan 1 Kor. 2:11-12). Oleh-Nya kita dibuat paham akan apa yang patut kita minta. Dengan rendah hati, mari kita senantiasa belajar berdoa. Dengan tiada jemu, mari kita senantiasa mengoreksi dan membarui kehidupan doa kita. Jauh di atas pentingnya semua permintaan lainnya, sudahkah kita meminta Roh Kudus bertakhta di hati ini? Ingat, kehadiran-Nya itu yang menghidupkan doa menjadi seperti komunikasi yang baik antara bapak dan anak. Jadi, jangan ke mana-mana sebelum yang satu ini —PAD. MINTALAH SELALU ROH KUDUS UNTUK MENGAJAR DAN MENUNTUN KITA BERDOA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
Prayer doesn't always change your circumstances, but it does give you the strength to walk through them (Mark Batterson). Doa tidak selalu mengubah keadaan Anda, tetapi memberikan kekuatan untuk berjalan melaluinya (Mark Batterson). (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 6
Menumpahkan darah orang yang tak bersalah ialah suatu tindakan yang keji. Itu pula yang disampaikan oleh penulis Amsal sebagai hal ketiga pada saat ia memuat daftar 7 perkara keji di mata Tuhan dimana kekejian (Ams. 16:7). Inti dari kekejian ini ialah pembunuhan semena-mena yang dilakukan tanpa dasar & di luar keadilan khususnya pada orang yang tidak melakukan kesalahan setimpal dengan pembunuhan itu. Di antara berbagai perbuatan-perbuatan jahat yang termasuk dalam hal ini antara lain: pembunuhan pada umumnya, pembunuhan berantai, penghakiman massa, pembunuhan tokoh-tokoh pemimpin yang relatif baik karakternya, penghilangan nyawa orang melalui kuasa-kuasa gelap atau teluh, pembantaian massal sampai pemusnahan etnis. Satu yang kurang disadari, sangat mungkin aborsi digolongkan dalam kekejian ini sebab bayi-bayi yang tidak bersalah ditumpahkan darahnya justru bukan karena kesalahan mereka. Hal serupa dilakukan para penyembah berhala & pemuja setan dalam ritual-ritual mereka yang mengorbankan bayi-bayi sebagai bentuk penyembahan. Yang perlu dicatat, di antara kelompok orang yang paling banyakmelakukan kekejian ini di muka bumi ialah orang-orang yang menyebut diri mereka beragama. Kita menyebutnya orang-orang agamawi. Dan ini tidak memandang agama apapun. Orang bisa berkata bahwa orang-orang komunis ialah orang-orang yang sangat kejam padahal faktanya orang-orang yang beragama apapun bisa berlaku yang sama bahkan lebih jahat sebab semua dilakukan atas nama Tuhan. Atas nama agama & Tuhan, dengan menuding orang lain sebagai bidat atau kafir, darah merekapun dibolehkan untuk ditumpahkan. Sungguh penyesatan yang besar! Kita harus menjaga hati kita dari semua bentuk ketidaksenangan atau kebencian terhadap suku, agama, ras & golongan (SARA) yang berbeda dengan kita. Kita harus hidup dalam kasih Tuhan & memupuk kasih dengan mempraktekkannya setiap hari dalam hidup kita: pikiran, perkataan, perbuatan kita. Dalam kasih kita mengampuni & memberikan kesempatan baru. Bukan penghakiman & balas dendam -cikal bakal suatu kekejaman. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment