Friday, 12 June 2015

12 Juni 2015

TEMPTATION



Efesus 2:8-9, “Sebab karena KASIH KARUNIA kamu DISELAMATKAN oleh IMAN; itu BUKAN HASIL USAHAMU, tetapi PEMBERIAN Allah, itu BUKAN HASIL PEKERJAANMU: jangan ada orang yang memegahkan diri.” KESELA-MATAN yang kita miliki adalah PEMBERIAN/HADIAH Allah melalui IMAN kita kepadaNya. Kita tidak dapat mengusahakan, bekerja untuk memperoleh keselamatan, membeli atau menambahkan sedikitpun keselamatan kita. KESELAMATAN adalah PEMBERIAN/ HADIAH J. Dan tugas kita adalah BERIMAN, maksudnya: 1) PERCAYA walau tidak/belum melihat buktinya (Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”). 2) Bergantung pada firman/PERCAYA pada apa yang FIRMAN TUHAN katakan (Yoh 5:24, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”). Allah tidak memberikan kasih karuniaNya hanya sekedar agar kita diselamatkan punya IMAN tetapi supaya hidup kita membawa pujian & kemuliaan bagi DIA (Efesus 1:6, “supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.”). Kita perlu untuk TERUS BERTUMBUH dalam KASIH KARUNIA-Nya yang melimpah-limpah. Amin.

Respon 1
SAAT TEDUH. Jumat, 12 Juni 2015. Tuhan Sang Pemulih. Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya (2 Tawarikh 33:12). Manasye lahir dalam masa 15 tahun perpanjangan umur Hizkia. Anak ini tidak mengikuti jejak ayahnya yang saleh. Sebaliknya, ia menjadi raja Yehuda yang paling jahat. Penyembahan berhala dilakukan besar-besaran, anaknya sendiri dijadikan kurban bakaran, Bait Allah dijadikan rumah berhala, jalan-jalan kota Yerusalem dialiri darah orang tak bersalah. Suatu hari datanglah pasukan Asyur dari utara menghancurkan semua kejayaan Manasye. Ia dibelenggu dan dibawa bagaikan hewan ke Babel. Di dalam penderitaan itulah, Manasye merendahkan diri di hadapan Tuhan. Istilah “merendahkan diri” ini dalam pengertian aslinya berarti seruan yang disertai jerit tangis yang mendalam (ay. 12). Tuhan mendengar doa Manasye, dan ia dibebaskan, bahkan dipulihkan ke dalam kedudukan semula. Manasye akhirnya mengakui bahwa Tuhan Allah sajalah yang patut ia sembah. Ada kalanya ketika segala sesuatu berlangsung dengan baik dan nyaman, orang tidak merasa perlu untuk bertobat. Tanpa sadar, hidup kita pun semakin jauh dari kehendak Tuhan. Karena itu, Tuhan acap kali mengizinkan badai persoalan menimpa hidup kita sebagai shock therapy yang bertujuan membawa kita kembali kepada-Nya. Saat itu mungkin kita menangis di hadapan Tuhan, dan Tuhan memahami setiap tetesan air mata kita. Kiranya melalui tetesan air mata itu, kita memberi diri dipimpin Roh Kudus menuju pertobatan dan pemulihan. Percayalah kepada-Nya, yang telah melupakan segala pelanggaran kita, dan Dia akan segera memulihkan keadaan kita —SYS. DUKACITA DARI ALLAH MENUNTUN KITA PADA PERTOBATAN, YANG PADA AKHIRNYA MENDATANGKAN PEMULIHAN. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)


Respon 2
Langkah ke 2 untuk lebih dekat pada Tuhan: punyailah IMAN. Efesus 2:8-9, “Sebab karena KASIH KARUNIA kamu DISELAMATKAN oleh IMAN; itu BUKAN HASIL USAHAMU, tetapi PEMBERIAN Allah, itu BUKAN HASIL PEKERJAANMU: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Aku pernah baca ilustrasi ya ini versiku saja ya nggak bisa persis. Ada seorang pelayan Tuhan meninggal, ketika sampai di pintu sorga dia disambut oleh malaikat dan diberi tahu untuk masuk sorga dia harus punya nilai 1000. Dengan bangga dan percaya diri dia menjawab malaikat. “Aku selama hidup, melayani Tuhan sepenuh hati, waktuku hampir aku habiskan di gereja”. Malaikat bilang “nilaimu 10”, kemudian orang itu bilang lagi “selama hidup aku setia pada istriku, mengasihinya, mencintai anak-anakku, aku tidak pernah selingkuh, tidak pernah memikirkan wanita lain, aku suami dan ayah yang baik”, malaikat bilang “nilaimu 50”. Orang itu bilang lagi “selama hidup aku taat peraturan, aku nggak pernah ngebut, aku nggak pernah melanggar hukum, aku orang baik-baik, aku taat membayar pajak”, malaikat bilang “nilaimu 100”. Orang itu berpikir keras apalagi kebaikan-kebaikan yang telah dia perbuat selama hidup supaya dia bisa mendapat nilai 1000 dan bisa masuk sorga. Dia berpikir lamaaa... dan kemudian dia bilang ke malaikat “nilaiku masih terlalu jauh untuk bisa masuk sorga (dengan wajah sedih). Semua kebaikan yang aku perbuat di dunia tidak bisa membawaku masuk sorga. Hanya anugerah Tuhanlah saat ini yang aku perlukan untuk masuk ke sorga.” Dan malaikat bilang “nilaimu sudah mencukupi, silahkan masuk...” Dan pintu sorga terbuka. Dari cerita ini, tidak ada perbuatan baik yang bisa menyelamatkan dan bisa kita banggakaan. Bukan berarti kita tidak usah berbuat baik, tapi kalau kita sadar dan punya iman bahwa kita diselamatkan oleh anugerahNya maka kita akan otomatis bisa melakukan kebaikan karena Tuhan ada di dalam hidup kita. Amin... (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 3
Wait quietly. Wait patiently. Wait attentively. He makes all things beautiful in His time (Roy Lessin). Menunggu dengan tenang. Menunggu dengan sabar. Menunggu dengan perhatian. Dia akan membuat segala sesuatu indah pada waktuNya (Roy Lessin). (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 4
“Perjalanan yang indah tidak selalu mudah.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 5
Ingat benih itu akan tumbuh / muncul, hanya soal waktunya Tuhan saja. (Bp. Gunadi Cahyono – PT. MDU)

Respon 6
Maz 135:5 – Sesungguhnya aku tahu, bahwa TUHAN itu maha besar dan TUHAN kita itu melebihi segala allah! Pastikan kita tahu bahwa YESUS kita sangat dahsyat dan ajaib. Pasti hari ini mujizat-NYA terjadi pada kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 7
Pernahkah kita memikirkan apa sebenarnya penyebab segala keributan, perselisihan, pertengkaran, perkelahian hingga permusuhan & peperangan besar di muka bumi ini? Terjadi hampir sepanjang waktu, itu dilakukan oleh anak-anak kecil terhadap teman bermain & saudara-saudaranya hingga oleh suami istri, para profesional bisnis, para pemuka agama atau pemimpin-pemimpin bangsa. Dipicu oleh hal-hal sepele sampai yang menyangkut nasib jutaan manusia. Mengapa terjadi ketegangan & konflik yang tiada henti di dunia ini? Rasul Yakobus dengan tajam memberitahukan penyebabnya: “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat” -Yak. 3:16. Ada 2 penyebab di sana. Iri hati & kepentingan-kepentingan diri sendiri. Keduanya berkaitan erat. Ketidakpuasan dengan apa yang ada memicu segala upaya memperjuangkan apa yang ingin didapatkan lebih lagi bagi diri sendiri. Di sinilah semua pertentangan itu berakar. Mereka yang mengejar & memperjuangkan kepentingannya akan 'berbenturan' dengan pribadi-pribadi lain yang mengusahakan hal yang sama. Ketika masing-masing pihak terhalang memperoleh apa yang diinginkannya, gesekan makin keras & tanpa ada yang meredam atau menyelesaikannya maka perselisihan pun terjadilah. Yang pertama-tama harus kita waspadai ialah sifat egois di dalam diri kita sebagai manusia. Karena kuasa dosa, manusia, sadar atau tidak, kehilangan karakter illahi yang penting, yang sebenarnya diwarisi mereka dari Tuhan. Sifat illahi yang memudar itu ialah kasih yang tulus murni bagi Tuhan & sesama. Kemurnian kasih itu dirusak oleh dosa menjadi kasih yang cemar: kasih bagi dirinya (termasuk keluarga, golongan, suku, atau kaumnya) sendiri, suatu bentuk kasih yang mengutamakan diri namun melupakan Tuhan & bertindak kejam kepada orang-orang luar apalagi yang dianggap sebagai musuh mereka. Kasih sejati itu tidak mementingkan diri. Itulah solusi utama bagi kekacauan dunia ini. Mintalah hari ini supaya Anda boleh memahami, mengenal & dipenuhi dengan kasih sejati itu (Ef. 3:18-19). Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment