TEMPTATION
Efesus 2:8-9, “Sebab
karena KASIH KARUNIA kamu DISELAMATKAN oleh IMAN; itu BUKAN HASIL USAHAMU,
tetapi PEMBERIAN Allah, itu BUKAN HASIL PEKERJAANMU: jangan ada orang yang
memegahkan diri.” KESELA-MATAN yang kita miliki adalah PEMBERIAN/HADIAH
Allah melalui IMAN kita kepadaNya. Kita tidak dapat mengusahakan, bekerja untuk
memperoleh keselamatan, membeli atau menambahkan sedikitpun keselamatan kita.
KESELAMATAN adalah PEMBERIAN/ HADIAH J. Dan tugas kita adalah BERIMAN, maksudnya: 1)
PERCAYA walau tidak/belum melihat buktinya (Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar
dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak
kita lihat.”). 2) Bergantung pada firman/PERCAYA pada apa yang
FIRMAN TUHAN katakan (Yoh 5:24, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya
barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia
mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari
dalam maut ke dalam hidup.”). Allah tidak memberikan kasih karuniaNya hanya
sekedar agar kita diselamatkan punya IMAN tetapi supaya hidup kita membawa
pujian & kemuliaan bagi DIA (Efesus 1:6, “supaya terpujilah kasih
karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang
dikasihi-Nya.”). Kita perlu untuk TERUS BERTUMBUH dalam KASIH KARUNIA-Nya
yang melimpah-limpah. Amin.
Respon 1
SAAT TEDUH. Jumat,
12 Juni 2015. Tuhan Sang Pemulih. Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha
melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah
nenek moyangnya (2 Tawarikh 33:12). Manasye lahir dalam masa 15 tahun perpanjangan
umur Hizkia. Anak ini tidak mengikuti jejak ayahnya yang saleh. Sebaliknya, ia
menjadi raja Yehuda yang paling jahat. Penyembahan berhala dilakukan
besar-besaran, anaknya sendiri dijadikan kurban bakaran, Bait Allah dijadikan
rumah berhala, jalan-jalan kota Yerusalem dialiri darah orang tak bersalah.
Suatu hari datanglah pasukan Asyur dari utara menghancurkan semua kejayaan
Manasye. Ia dibelenggu dan dibawa bagaikan hewan ke Babel. Di dalam penderitaan
itulah, Manasye merendahkan diri di hadapan Tuhan. Istilah “merendahkan diri”
ini dalam pengertian aslinya berarti seruan yang disertai jerit tangis yang
mendalam (ay. 12). Tuhan mendengar doa Manasye, dan ia dibebaskan, bahkan
dipulihkan ke dalam kedudukan semula. Manasye akhirnya mengakui bahwa Tuhan Allah
sajalah yang patut ia sembah. Ada kalanya ketika segala sesuatu berlangsung
dengan baik dan nyaman, orang tidak merasa perlu untuk bertobat. Tanpa sadar,
hidup kita pun semakin jauh dari kehendak Tuhan. Karena itu, Tuhan acap kali
mengizinkan badai persoalan menimpa hidup kita sebagai shock therapy yang
bertujuan membawa kita kembali kepada-Nya. Saat itu mungkin kita menangis di
hadapan Tuhan, dan Tuhan memahami setiap tetesan air mata kita. Kiranya melalui
tetesan air mata itu, kita memberi diri dipimpin Roh Kudus menuju pertobatan
dan pemulihan. Percayalah kepada-Nya, yang telah melupakan segala pelanggaran
kita, dan Dia akan segera memulihkan keadaan kita —SYS. DUKACITA DARI ALLAH
MENUNTUN KITA PADA PERTOBATAN, YANG PADA AKHIRNYA MENDATANGKAN PEMULIHAN.
Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 2
Langkah ke 2 untuk
lebih dekat pada Tuhan: punyailah IMAN. Efesus 2:8-9, “Sebab karena KASIH
KARUNIA kamu DISELAMATKAN oleh IMAN; itu BUKAN HASIL USAHAMU, tetapi PEMBERIAN
Allah, itu BUKAN HASIL PEKERJAANMU: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Aku
pernah baca ilustrasi ya ini versiku saja ya nggak bisa persis. Ada seorang
pelayan Tuhan meninggal, ketika sampai di pintu sorga dia disambut oleh
malaikat dan diberi tahu untuk masuk sorga dia harus punya nilai 1000. Dengan
bangga dan percaya diri dia menjawab malaikat. “Aku selama hidup, melayani
Tuhan sepenuh hati, waktuku hampir aku habiskan di gereja”. Malaikat bilang
“nilaimu 10”, kemudian orang itu bilang lagi “selama hidup aku setia pada
istriku, mengasihinya, mencintai anak-anakku, aku tidak pernah selingkuh, tidak
pernah memikirkan wanita lain, aku suami dan ayah yang baik”, malaikat bilang
“nilaimu 50”. Orang itu bilang lagi “selama hidup aku taat peraturan, aku nggak
pernah ngebut, aku nggak pernah melanggar hukum, aku orang baik-baik, aku taat
membayar pajak”, malaikat bilang “nilaimu 100”. Orang itu berpikir keras
apalagi kebaikan-kebaikan yang telah dia perbuat selama hidup supaya dia bisa
mendapat nilai 1000 dan bisa masuk sorga. Dia berpikir lamaaa... dan kemudian
dia bilang ke malaikat “nilaiku masih terlalu jauh untuk bisa masuk sorga
(dengan wajah sedih). Semua kebaikan yang aku perbuat di dunia tidak bisa
membawaku masuk sorga. Hanya anugerah Tuhanlah saat ini yang aku perlukan untuk
masuk ke sorga.” Dan malaikat bilang “nilaimu sudah mencukupi, silahkan
masuk...” Dan pintu sorga terbuka. Dari cerita ini, tidak ada perbuatan baik
yang bisa menyelamatkan dan bisa kita banggakaan. Bukan berarti kita tidak usah
berbuat baik, tapi kalau kita sadar dan punya iman bahwa kita diselamatkan oleh
anugerahNya maka kita akan otomatis bisa melakukan kebaikan karena Tuhan ada di
dalam hidup kita. Amin... (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 3
Wait quietly. Wait
patiently. Wait attentively. He makes all things beautiful in His time (Roy
Lessin). Menunggu dengan tenang. Menunggu dengan sabar. Menunggu dengan
perhatian. Dia akan membuat segala sesuatu indah pada waktuNya (Roy Lessin).
(Ibu Caroline – Bandung)
Respon 4
“Perjalanan yang indah
tidak selalu mudah.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 5
Ingat benih itu
akan tumbuh / muncul, hanya soal waktunya Tuhan saja. (Bp. Gunadi Cahyono – PT.
MDU)
Respon 6
Maz 135:5 –
Sesungguhnya aku tahu, bahwa TUHAN itu maha besar dan TUHAN kita itu melebihi
segala allah! Pastikan kita tahu bahwa YESUS kita sangat dahsyat dan ajaib.
Pasti hari ini mujizat-NYA terjadi pada kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 7
Pernahkah kita
memikirkan apa sebenarnya penyebab segala keributan, perselisihan, pertengkaran,
perkelahian hingga permusuhan & peperangan besar di muka bumi ini? Terjadi
hampir sepanjang waktu, itu dilakukan oleh anak-anak kecil terhadap teman
bermain & saudara-saudaranya hingga oleh suami istri, para profesional
bisnis, para pemuka agama atau pemimpin-pemimpin bangsa. Dipicu oleh hal-hal
sepele sampai yang menyangkut nasib jutaan manusia. Mengapa terjadi ketegangan
& konflik yang tiada henti di dunia ini? Rasul Yakobus dengan tajam
memberitahukan penyebabnya: “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri
sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat” -Yak. 3:16. Ada
2 penyebab di sana. Iri hati & kepentingan-kepentingan diri sendiri.
Keduanya berkaitan erat. Ketidakpuasan dengan apa yang ada memicu segala upaya
memperjuangkan apa yang ingin didapatkan lebih lagi bagi diri sendiri. Di
sinilah semua pertentangan itu berakar. Mereka yang mengejar &
memperjuangkan kepentingannya akan 'berbenturan' dengan pribadi-pribadi lain
yang mengusahakan hal yang sama. Ketika masing-masing pihak terhalang
memperoleh apa yang diinginkannya, gesekan makin keras & tanpa ada yang
meredam atau menyelesaikannya maka perselisihan pun terjadilah. Yang
pertama-tama harus kita waspadai ialah sifat egois di dalam diri kita sebagai
manusia. Karena kuasa dosa, manusia, sadar atau tidak, kehilangan karakter
illahi yang penting, yang sebenarnya diwarisi mereka dari Tuhan. Sifat illahi
yang memudar itu ialah kasih yang tulus murni bagi Tuhan & sesama.
Kemurnian kasih itu dirusak oleh dosa menjadi kasih yang cemar: kasih bagi
dirinya (termasuk keluarga, golongan, suku, atau kaumnya) sendiri, suatu bentuk
kasih yang mengutamakan diri namun melupakan Tuhan & bertindak kejam kepada
orang-orang luar apalagi yang dianggap sebagai musuh mereka. Kasih sejati itu
tidak mementingkan diri. Itulah solusi utama bagi kekacauan dunia ini. Mintalah
hari ini supaya Anda boleh memahami, mengenal & dipenuhi dengan kasih
sejati itu (Ef. 3:18-19). Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment