TEMPTATION
Langkah ke 6 agar
kita semakin dekat dengan Tuhan adalah: TAAT. Ibrani 5:8, “Dan
sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi TAAT dari apa yang telah
diderita-Nya.” Tuhan hanya menginginkan 1 hal dari hidup kita yaitu: kasih
kita diwujudkan dalam KETAATAN agar kita dapat menjadi terangNya bagi
orang-orang di marketplace kita. Apakah mudah untuk TAAT? Tidak mudah,
tapi pasti kita bisa bila itu pilihan kita J. Amin. 1 proses yang harus
dilewati setiap kita bila kita mengerti, dengan ketaatan tersebut DIA ingin
membawa kita kepada 1 berkat / 1 kemuliaan yang luar biasa J. Ketaatan kita
kepadaNya tidak sebanding dengan apa yang seharusnya DIA terima, Dia Tuhan yang
senantiasa memelihara, memberkati bahkan memampukan kita sampai hari ini J. 1 ons ketaatan
lebih berarti daripada 1 ons doa J. Amin. Mari belajar TAAT & SETIA dengan perkara-perkara kecil maka
Tuhan akan percayakan dengan PERKARA-PERKARA YANG BESAR. Lukas 16:10, “Barangsiapa
setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.
Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga
dalam perkara-perkara besar.” Amin.
Respon 1
Apakah yang ada di
dalam dunia ini? Jawabannya bisa sangat banyak. Apa yang ada di dalam dunia ini
menurut Alkitab? Ada 3 hal yang ada di dalam dunia ini: keinginan daging,
keinginan mata & keangkuhan hidup. Itulah isi dunia menurut rasul Yohanes.
Terkait hal itu, sang rasul memperingatkan kita supaya tidak mengasihi dunia
& apa yang ada di dalamnya (1 Yoh. 2:16-17). Sebab apa? Sebab mengasihi dunia
berkebalikan dengan mengasihi Tuhan: siapa yang mengasihi Tuhan tidak akan
mengasihi dunia, sebaliknya siapa yang mengasihi dunia tidak akan mampu
mengasihi Tuhan dimana mereka justru menjadi musuh Tuhan (1 Yoh. 2:15; Yak.
4:4). Mengasihi dunia berarti setuju (dengan cara menjalani) hidup seturut apa
yang ada di dalam dunia: hidup dalam keinginan daging, memuaskan keinginan mata
& bermegah dalam perkara-perkara duniawi. Sebelum kita bertekad melepaskan
rasa cinta kita kepada semua itu, maka kita masih terjerat, terikat bahkan
terbelenggu oleh kuasa-kuasa dari dunia ini. Sebab orang-orang yang telah
menyerahkan diri & hidupnya kepada Tuhan akan mulai menginginkan hal-hal
yang sorgawi, yang kekal, yang rohani & illahi karena itu pula yang
dikerjakan oleh Roh Kudus atas hidup orang-orang percaya (Gal. 5:16-17; Rom.
8:5). Tidak hanya itu, mereka menyala-nyala & berkobar-kobar dalam
perkara-perkara rohani (Rom. 12:11; 2 Tim. 1:6-7). Dunia dengan segala
kemegahan & kegagahannya akan berlalu. Yang tinggal tetap ialah kebenaran-kebenaran
firman-Nya & orang-orang yang hidup seturut firman-Nya & yang melakukan
kehendak-Nya. Merekalah yang mengasihi Tuhan lebih daripada apapun di dunia
ini. Lalu, mungkinkah kita yang masih hidup di dunia tidak terikat pada
perkara-perkara dunia? Jika Anda berpikir mustahil, berpikirlah ulang, sebab
Yesus sendiri berkata, “Aku telah mengalahkan dunia.” Itu pula sebabnya dengan
sangat yakin, Yohanes menulis, “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan
dunia ... Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya,
bahwa Yesus adalah Anak Allah?” (1 Yoh. 4:4-5). Percayakah Anda? Salam revival!
GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 2
Amsal 8:35-36, ‘Karena
siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia. Tetapi
siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku,
mencintai maut.’ (GNCC)
Respon 3
“Setiap langkah
salah makin mendekatkan kita pada ketidaksalahan.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
SAAT TEDUH. Selasa,
16 Juni 2015. Terus Maju. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus
meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh di
luar Yerusalem (Lukas 13:33). Seorang pemuda ingin menjadi hamba Tuhan, namun
tidak mendapat restu dari orangtua dan pendetanya. Ia tetap pada pendiriannya,
lalu bergabung di salah satu lembaga penginjilan. Setelah itu, ia memutuskan
untuk mendaftarkan diri di Sekolah Tinggi Teologi, tetapi uangnya tidak cukup.
Melihat keseriusan pemuda itu, orangtua dan pendetanya kemudian membantu
melunasi biaya pendaftaran. Perjuangannya belum selesai. Ia hampir putus asa
karena tidak cukup uang untuk biaya hidup dan ujian. Namun, ia terus maju dan
akhirnya menyelesaikan kuliahnya dengan meraih penghargaan sebagai lulusan
terbaik. Tantangan pasti ada dalam kehidupan manusia. Yesus mengalami tantangan
berat. Dia mengetahui diri-Nya akan mati di Yerusalem, namun Dia tetap ingin
pergi ke sana. Dia dengan tegas berkata kepada murid-murid-Nya, “Tetapi hari
ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah
semestinya seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem.” Yesus dapat memilih untuk
menunda lebih lama ke Yerusalem atau sama sekali tidak ke sana. Namun, Dia
memilih untuk pergi dan akhirnya mati di sana. Dia tahu tujuan-Nya di dunia ini
adalah menggenapi karya keselamatan bagi umat manusia. Dia juga tahu Roh Kudus
memampukan-Nya menjalani semua tantangan itu. Dalam setiap perjuangan pasti ada
pengorbanan. Tetapi, percayalah dalam iman bahwa Roh Kudus akan memberi kuasa
untuk dapat menghadapi setiap tantangan. Serahkan tujuan Anda pada Tuhan, maju
terus, dan raihlah impian Anda —EAN. KETIKA PERJUANGAN TIDAK MULUS, HANYA ORANG
YANG TAHAN BANTING YANG MAJU TERUS. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
(Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment