Tuesday, 16 June 2015

16 Juni 2015

TEMPTATION



Langkah ke 6 agar kita semakin dekat dengan Tuhan adalah: TAAT. Ibrani 5:8, “Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi TAAT dari apa yang telah diderita-Nya.” Tuhan hanya menginginkan 1 hal dari hidup kita yaitu: kasih kita diwujudkan dalam KETAATAN agar kita dapat menjadi terangNya bagi orang-orang di marketplace kita. Apakah mudah untuk TAAT? Tidak mudah, tapi pasti kita bisa bila itu pilihan kita J. Amin. 1 proses yang harus dilewati setiap kita bila kita mengerti, dengan ketaatan tersebut DIA ingin membawa kita kepada 1 berkat / 1 kemuliaan yang luar biasa J. Ketaatan kita kepadaNya tidak sebanding dengan apa yang seharusnya DIA terima, Dia Tuhan yang senantiasa memelihara, memberkati bahkan memampukan kita sampai hari ini J. 1 ons ketaatan lebih berarti daripada 1 ons doa J. Amin. Mari belajar TAAT & SETIA dengan perkara-perkara kecil maka Tuhan akan percayakan dengan PERKARA-PERKARA YANG BESAR. Lukas 16:10, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” Amin.

Respon 1
Apakah yang ada di dalam dunia ini? Jawabannya bisa sangat banyak. Apa yang ada di dalam dunia ini menurut Alkitab? Ada 3 hal yang ada di dalam dunia ini: keinginan daging, keinginan mata & keangkuhan hidup. Itulah isi dunia menurut rasul Yohanes. Terkait hal itu, sang rasul memperingatkan kita supaya tidak mengasihi dunia & apa yang ada di dalamnya (1 Yoh. 2:16-17). Sebab apa? Sebab mengasihi dunia berkebalikan dengan mengasihi Tuhan: siapa yang mengasihi Tuhan tidak akan mengasihi dunia, sebaliknya siapa yang mengasihi dunia tidak akan mampu mengasihi Tuhan dimana mereka justru menjadi musuh Tuhan (1 Yoh. 2:15; Yak. 4:4). Mengasihi dunia berarti setuju (dengan cara menjalani) hidup seturut apa yang ada di dalam dunia: hidup dalam keinginan daging, memuaskan keinginan mata & bermegah dalam perkara-perkara duniawi. Sebelum kita bertekad melepaskan rasa cinta kita kepada semua itu, maka kita masih terjerat, terikat bahkan terbelenggu oleh kuasa-kuasa dari dunia ini. Sebab orang-orang yang telah menyerahkan diri & hidupnya kepada Tuhan akan mulai menginginkan hal-hal yang sorgawi, yang kekal, yang rohani & illahi karena itu pula yang dikerjakan oleh Roh Kudus atas hidup orang-orang percaya (Gal. 5:16-17; Rom. 8:5). Tidak hanya itu, mereka menyala-nyala & berkobar-kobar dalam perkara-perkara rohani (Rom. 12:11; 2 Tim. 1:6-7). Dunia dengan segala kemegahan & kegagahannya akan berlalu. Yang tinggal tetap ialah kebenaran-kebenaran firman-Nya & orang-orang yang hidup seturut firman-Nya & yang melakukan kehendak-Nya. Merekalah yang mengasihi Tuhan lebih daripada apapun di dunia ini. Lalu, mungkinkah kita yang masih hidup di dunia tidak terikat pada perkara-perkara dunia? Jika Anda berpikir mustahil, berpikirlah ulang, sebab Yesus sendiri berkata, “Aku telah mengalahkan dunia.” Itu pula sebabnya dengan sangat yakin, Yohanes menulis, “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia ... Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” (1 Yoh. 4:4-5). Percayakah Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 2
Amsal 8:35-36, ‘Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia. Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.’ (GNCC)

Respon 3
“Setiap langkah salah makin mendekatkan kita pada ketidaksalahan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
SAAT TEDUH. Selasa, 16 Juni 2015. Terus Maju. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem (Lukas 13:33). Seorang pemuda ingin menjadi hamba Tuhan, namun tidak mendapat restu dari orangtua dan pendetanya. Ia tetap pada pendiriannya, lalu bergabung di salah satu lembaga penginjilan. Setelah itu, ia memutuskan untuk mendaftarkan diri di Sekolah Tinggi Teologi, tetapi uangnya tidak cukup. Melihat keseriusan pemuda itu, orangtua dan pendetanya kemudian membantu melunasi biaya pendaftaran. Perjuangannya belum selesai. Ia hampir putus asa karena tidak cukup uang untuk biaya hidup dan ujian. Namun, ia terus maju dan akhirnya menyelesaikan kuliahnya dengan meraih penghargaan sebagai lulusan terbaik. Tantangan pasti ada dalam kehidupan manusia. Yesus mengalami tantangan berat. Dia mengetahui diri-Nya akan mati di Yerusalem, namun Dia tetap ingin pergi ke sana. Dia dengan tegas berkata kepada murid-murid-Nya, “Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem.” Yesus dapat memilih untuk menunda lebih lama ke Yerusalem atau sama sekali tidak ke sana. Namun, Dia memilih untuk pergi dan akhirnya mati di sana. Dia tahu tujuan-Nya di dunia ini adalah menggenapi karya keselamatan bagi umat manusia. Dia juga tahu Roh Kudus memampukan-Nya menjalani semua tantangan itu. Dalam setiap perjuangan pasti ada pengorbanan. Tetapi, percayalah dalam iman bahwa Roh Kudus akan memberi kuasa untuk dapat menghadapi setiap tantangan. Serahkan tujuan Anda pada Tuhan, maju terus, dan raihlah impian Anda —EAN. KETIKA PERJUANGAN TIDAK MULUS, HANYA ORANG YANG TAHAN BANTING YANG MAJU TERUS. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:

Post a Comment