TEMPTATION
Pertumbuhan Iman
Membuat Kita Teguh dalam Kebenaran. Efesus 4:12-15, “12untuk
memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan
tubuh Kristus, 13sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan
pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat
pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14sehingga kita
bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran,
oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15tetapi
dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam
segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” Pertumbuhan rohani
seseorang dapat terjadi melalui suatu usaha (terus menerus/tidak pernah
berhenti). Bertumbuh itu tidak otomatis terjadi, tetapi harus direncanakan
& harus ada komitmen. Di dalam Filipi 2:12-13, Rasul Paulus
menganjurkan “TETAPLAH KERJAKAN KESELAMATAN-mu” artinya orang yang sudah
diselamatkan untuk terus bertumbuh J. Dibutuhkan berbagai macam interaksi dengan
Tuhan & sesama untuk mendapatkan kedewasaan rohani, membaca Alkitab saja
& menghadiri kebaktian di hari Minggu saja TIDAK CUKUP untuk mendorong
pertumbuhan kita menuju kedewasaan. Kita PERLU terlibat dalam Komunitas Sel,
mengikuti kelas-kelas pertumbuhan rohani, mengikuti pelayanan & tidak lupa
bersaksi pada keluarga, teman yang belum kenal Kristus J. Amin. Sudahkah kita
mengalami progress dalam PERTUMBUHAN IMAN kita? J
Respon 1
Mikha 7:8 –
Janganlah bersukacita atasku, hai musuhku! Sekalipun aku duduk dalam gelap,
TUHAN akan menjadi terangku! Wow... YESUSku sangat BAIK. PENOLONGku yang AJAIB!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa,
23 Juni 2015. Makin Bermutu. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi
gemuk dan segar (Mazmur 92:15). Ketika berusia 39 tahun, Surjani menjanda
karena suaminya meninggal dunia. Seorang diri ia harus merawat lima anak yang
masih bersekolah. Namun, ia masih memberikan waktu dan tenaga untuk pekerjaan
Tuhan. Di GKI RESSUD, Surabaya, ia aktif dalam berbagai kegiatan dan memegang
berbagai jabatan. Semangat pelayanannya amat tinggi, sungguh-sungguh dalam
mengerjakan tugas. Sifat keibuannya menonjol sehingga orang-orang yang bekerja
sama dengannya merasakan kehangatan kasih seorang ibu. Ketika ia meninggal
dunia, jasadnya mendapatkan kehormatan disemayamkan di gereja. Tahukah Anda
pesan pelayanan yang ditinggalkannya? Pesannya sangat membekas di hati
rekan-rekannya. Ia berkata, “Motivasi pelayanan harus berdasarkan pada firman
Tuhan. Boleh saja ada peraturan-peraturan, namun jangan sampai peraturan itu
menghambat pelayanan. Karena itu, sebagai pelayan Tuhan, hendaknya kita
mengerti kehendak Tuhan dengan bersaat teduh dan membaca Alkitab setiap hari.”
Dalam Mazmur 92 tertulis, “Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma… pada
masa tua pun mereka masih berbuah…” Pohon kurma dapat hidup puluhan tahun.
Seiring dengan bertambahnya umur, kualitas buah yang dihasilkannya juga semakin
baik. Demikian juga orang benar. Masa tua adalah masa menghasilkan buah yang semakin
bermutu karena kita berakar di dalam Tuhan. Sampai usia tua orang benar
dimampukan untuk tetap rajin melayani Tuhan dan bersaksi tentang kasih setia
Tuhan —HPG. JANGAN ASAL JADI TUA, JADILAH TUA UNTUK ALLAH. Selamat pagi. Tuhan
Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Jemputlah pagi ini
dengan “SUKACITA”. Hadirkanlah “KEDAMAIAN” dalam hatimu. Raih “IMPIANMU” selagi
kamu mampu. Jadikanlah “Tuhan” sebagai “kunci” membuka kesulitanmu sepanjang
hari ini. Good morning. God bless you. Have a blessed day. (Sutikno – MDU)
Respon 4
Kita diberitahukan
oleh rasul Yohanes bahwa dunia dengan segala keinginannya akan lenyap. Memang
benar. Dunia sesungguhnya merupakan samudra keinginan yang ditawarkan oleh
roh-roh yang bekerja di dunia ini untuk memikat hati manusia melenceng dari
jalan kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dalam perumpamaan penabur,
keinginan-keinginan yang banyak itu bak semak duri yang menghambat pertumbuhan
benih firman sehingga gagal menghasilkan suatu kehidupan yang memuliakan Tuhan
(Mark. 4:18-19). Keinginan yang pertama yang disebutkan dalam 1 Yoh. 2:16 ialah
keinginan daging. Apakah sebenarnya keinginan daging itu? Sederhananya,
keinginan daging adalah keinginan-keinginan yang timbul dari sifat kedagingan
atau kecenderungan untuk berdosa (yaitu melakukan hal-hal yang melawan Tuhan).
Ini sering diterjemahkan sebagai hawa nafsu, keinginan-keinginan manusia yang
melawan kehendak Allah (2 Pet. 4:2). Jadi, keinginan-keinginan daging mencakup
segala bentuk keinginan yang berasal dari hati manusia yang berpusat pada diri
sendiri, yang dengan itu mengabaikan keinginan & kehendak Allah. Keinginan
daging jelas-jelas bertentangan sama sekali dengan keinginan Roh Kudus (Gal.
5:16-17). Itulah alasan mengapa hingga kini tidak banyak anak-anak Tuhan sedemikian
antusias akan perkara-perkara rohani, lebih-lebih untuk masuk lebih dalam lagi
demi mengenal kehendak & rencana Tuhan yang sempurna dalam hidupnya. Sebab
keinginan-keinginan daging yang lebih kuat menguasai, orang lebih menginginkan
untuk serupa dengan dunia daripada Kristus; untuk mengejar tujuan-tujuan
duniawi daripada sorgawi! Ya, kebanyakan hati orang telah terjerat, terpikat
bahkan terikat dengan apa yang dunia tawarkan, yang tampak menjanjikan apapun
yang manusia inginkan (dalam sifat dosanya). Jadi, siapakah yang menginginkan
perkara-perkara dari illahi yang murni & sejati? Hanya mereka yang telah
menyerahkan dirinya untuk dimiliki sepenuhnya oleh Kristus (Gal. 5:24) dimana
mereka telah menyalibkan semua hawa nafsu & keinginan-keinginan duniawinya.
Atas mereka, tipu daya iblis tak mampu menyimpangkan jalannya. Andakah
orangnya? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 5
“Saling menyayangi
dan saling mengampuni adalah paket terindah dalam pernikahan.” Xavier Quentin
Pranata.

No comments:
Post a Comment