Tuesday, 23 June 2015

23 Juni 2015

TEMPTATION



Pertumbuhan Iman Membuat Kita Teguh dalam Kebenaran. Efesus 4:12-15, 12untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” Pertumbuhan rohani seseorang dapat terjadi melalui suatu usaha (terus menerus/tidak pernah berhenti). Bertumbuh itu tidak otomatis terjadi, tetapi harus direncanakan & harus ada komitmen. Di dalam Filipi 2:12-13, Rasul Paulus menganjurkan “TETAPLAH KERJAKAN KESELAMATAN-mu” artinya orang yang sudah diselamatkan untuk terus bertumbuh J. Dibutuhkan berbagai macam interaksi dengan Tuhan & sesama untuk mendapatkan kedewasaan rohani, membaca Alkitab saja & menghadiri kebaktian di hari Minggu saja TIDAK CUKUP untuk mendorong pertumbuhan kita menuju kedewasaan. Kita PERLU terlibat dalam Komunitas Sel, mengikuti kelas-kelas pertumbuhan rohani, mengikuti pelayanan & tidak lupa bersaksi pada keluarga, teman yang belum kenal Kristus J. Amin. Sudahkah kita mengalami progress dalam PERTUMBUHAN IMAN kita? J

Respon 1
Mikha 7:8 – Janganlah bersukacita atasku, hai musuhku! Sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku! Wow... YESUSku sangat BAIK. PENOLONGku yang AJAIB! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 23 Juni 2015. Makin Bermutu. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar (Mazmur 92:15). Ketika berusia 39 tahun, Surjani menjanda karena suaminya meninggal dunia. Seorang diri ia harus merawat lima anak yang masih bersekolah. Namun, ia masih memberikan waktu dan tenaga untuk pekerjaan Tuhan. Di GKI RESSUD, Surabaya, ia aktif dalam berbagai kegiatan dan memegang berbagai jabatan. Semangat pelayanannya amat tinggi, sungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas. Sifat keibuannya menonjol sehingga orang-orang yang bekerja sama dengannya merasakan kehangatan kasih seorang ibu. Ketika ia meninggal dunia, jasadnya mendapatkan kehormatan disemayamkan di gereja. Tahukah Anda pesan pelayanan yang ditinggalkannya? Pesannya sangat membekas di hati rekan-rekannya. Ia berkata, “Motivasi pelayanan harus berdasarkan pada firman Tuhan. Boleh saja ada peraturan-peraturan, namun jangan sampai peraturan itu menghambat pelayanan. Karena itu, sebagai pelayan Tuhan, hendaknya kita mengerti kehendak Tuhan dengan bersaat teduh dan membaca Alkitab setiap hari.” Dalam Mazmur 92 tertulis, “Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma… pada masa tua pun mereka masih berbuah…” Pohon kurma dapat hidup puluhan tahun. Seiring dengan bertambahnya umur, kualitas buah yang dihasilkannya juga semakin baik. Demikian juga orang benar. Masa tua adalah masa menghasilkan buah yang semakin bermutu karena kita berakar di dalam Tuhan. Sampai usia tua orang benar dimampukan untuk tetap rajin melayani Tuhan dan bersaksi tentang kasih setia Tuhan —HPG. JANGAN ASAL JADI TUA, JADILAH TUA UNTUK ALLAH. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Jemputlah pagi ini dengan “SUKACITA”. Hadirkanlah “KEDAMAIAN” dalam hatimu. Raih “IMPIANMU” selagi kamu mampu. Jadikanlah “Tuhan” sebagai “kunci” membuka kesulitanmu sepanjang hari ini. Good morning. God bless you. Have a blessed day. (Sutikno – MDU)

Respon 4
Kita diberitahukan oleh rasul Yohanes bahwa dunia dengan segala keinginannya akan lenyap. Memang benar. Dunia sesungguhnya merupakan samudra keinginan yang ditawarkan oleh roh-roh yang bekerja di dunia ini untuk memikat hati manusia melenceng dari jalan kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dalam perumpamaan penabur, keinginan-keinginan yang banyak itu bak semak duri yang menghambat pertumbuhan benih firman sehingga gagal menghasilkan suatu kehidupan yang memuliakan Tuhan (Mark. 4:18-19). Keinginan yang pertama yang disebutkan dalam 1 Yoh. 2:16 ialah keinginan daging. Apakah sebenarnya keinginan daging itu? Sederhananya, keinginan daging adalah keinginan-keinginan yang timbul dari sifat kedagingan atau kecenderungan untuk berdosa (yaitu melakukan hal-hal yang melawan Tuhan). Ini sering diterjemahkan sebagai hawa nafsu, keinginan-keinginan manusia yang melawan kehendak Allah (2 Pet. 4:2). Jadi, keinginan-keinginan daging mencakup segala bentuk keinginan yang berasal dari hati manusia yang berpusat pada diri sendiri, yang dengan itu mengabaikan keinginan & kehendak Allah. Keinginan daging jelas-jelas bertentangan sama sekali dengan keinginan Roh Kudus (Gal. 5:16-17). Itulah alasan mengapa hingga kini tidak banyak anak-anak Tuhan sedemikian antusias akan perkara-perkara rohani, lebih-lebih untuk masuk lebih dalam lagi demi mengenal kehendak & rencana Tuhan yang sempurna dalam hidupnya. Sebab keinginan-keinginan daging yang lebih kuat menguasai, orang lebih menginginkan untuk serupa dengan dunia daripada Kristus; untuk mengejar tujuan-tujuan duniawi daripada sorgawi! Ya, kebanyakan hati orang telah terjerat, terpikat bahkan terikat dengan apa yang dunia tawarkan, yang tampak menjanjikan apapun yang manusia inginkan (dalam sifat dosanya). Jadi, siapakah yang menginginkan perkara-perkara dari illahi yang murni & sejati? Hanya mereka yang telah menyerahkan dirinya untuk dimiliki sepenuhnya oleh Kristus (Gal. 5:24) dimana mereka telah menyalibkan semua hawa nafsu & keinginan-keinginan duniawinya. Atas mereka, tipu daya iblis tak mampu menyimpangkan jalannya. Andakah orangnya? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 5
“Saling menyayangi dan saling mengampuni adalah paket terindah dalam pernikahan.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment