TEMPTATION
Langkah ke 9: Fellowship/Komunitas
Sel. Ibrani 10:25, “Janganlah kita menjauhkan diri dari
pertemuan-”pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang,
tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang
hari Tuhan yang mendekat.” Kita tidak cukup bersekutu dengan Tuhan Yesus
saja (melalui DOA/Matius 6:9-13) & pembacaan firman Tuhan/Yohanes 1:1-14).
Tetapi kita PERLU bersekutu dengan saudara seiman yang lain juga J ® Komunitas Sel. Untuk apa kita PERLU
bersekutu/berkomsel dengan saudara seiman yang lain? (1) Adalah tidak mungkin kita
dapat mengasihi yang tidak kelihatan/Tuhan Yesus jika kita tidak dapat
mengasihi yang kelihatan J. Atau saudara-saudara seiman di komsel adalah tempat kita PRAKTEK
untuk saling berbagi, menasehati & saling menguatkan J. (2) Memelihara
& menjaga kita dari pengaruh-pengaruh negatif/kedagingan dsb. Jadikan
perse-kutuan dengan Allah sebagai Prioritas Utama & persekutuan
dengan saudara seiman/komsel sebagai prioritas yang berikutnya J. Note: Mari bagi
saudara-saudaraku seiman semua, kita mengambil KOMITMEN untuk memiliki
kehidupan doa & firman Tuhan setiap hari J & TERTANAM dalam
Komunitas Sel J. Amin.
Respon 1
Maz 30:11 –
Dengarlah, TUHAN dan kasihanilah aku ya TUHAN, jadilah PENOLONGku! YESUS sumber
PER-TOLONGAN kita. Ayo berdoa dan datang pada-NYA. Mujizat terjadi! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
Karena iman...
Ibrani 11:29-31, Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama
seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, ketika
mereka mencobanya juga. Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho,...
Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa.... (GNCC)
Respon 3
Seolah sudah
menjadi sifat dasar manusia untuk tidak mengakui kesalahan-kesalahannya. Sejak
pertama kali jatuh ke dalam dosa di Eden, manusia menolak kenyataan bahwa
dirinya telah berdosa melawan Sang Pencipta. Adam melemparkan kesalahan kepada
Hawa, istrinya. Pun Hawa menolak mengakui ketidaktaatannya & menuding ular
yang seharusnya bertanggung jawab atas peristuwa itu. Mulai dari masa purba itu
manusia semakin lihai membela diri & menyangkal dosa-dosanya. Para pelaku
kejahatan tidak mengaku jika dirinya bersalah meski tertangkap basah. Jika
mengaku sekalipun mereka melemparkan tanggung jawab kesalahan pada orang lain.
Para koruptor, politisi, suami, istri, anak-anak -hampir semuanya- melakukan
penyangkalan atas dosa mereka. Sembari membenarkan diri, mereka merasa tidak
bersalah atau jika ada itu kecil saja dibandingkan orang lain. Adalah fakta
kalau hampir semua orang yang hari ini mendekam di penjara merasa dirinya tidak
bersalah & tidak seharusnya menerima hukuman. Sebenarnya yang lebih fatal
bukan penyangkalan yang ditampilkan mereka yang sedang berurusan dengan yang
berwajib. Yang mengerikan ialah kebiasaan orang menyangkal suara hatinya
sendiri, menolak peringatan & tempelakan dari Roh Kudus, lalu membenarkan
diri di hadapan Tuhan yang memeriksa & menguji hati, yang bermaksud membawa
mereka pada pertobatan alias perubahan hidup. Ini dilakukan semua orang di
dunia dalam tingkat yang berbeda-beda. Yang perlu Juruselamat menyangkal diri
mereka memerlukan-Nya. Yang sudah percaya menolak untuk bertibat atas
kesombongan, kemunafikan atau kesuaman rohani mereka. Bukan demikian yang Tuhan
inginkan jika kita tahu kita telah berdosa di hadapan-Nya. Amsal 28:13 ialah
kerinduan Tuhan: “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung,
tetapi siapa mengakuinya & meninggalkannya akan disayangi.” Bukan
menyangkali dosa, tapi menyangkali diri yang Tuhan mau. Mengakui dosa termasuk
dalam menyangkali diri. Akui dosa Anda & bertobatlah. Kasih karunia akan
diberikan bagi Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment