Friday, 19 June 2015

19 Juni 2015

TEMPTATION



Langkah ke 9: Fellowship/Komunitas Sel. Ibrani 10:25, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-”pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Kita tidak cukup bersekutu dengan Tuhan Yesus saja (melalui DOA/Matius 6:9-13) & pembacaan firman Tuhan/Yohanes 1:1-14). Tetapi kita PERLU bersekutu dengan saudara seiman yang lain juga J ® Komunitas Sel. Untuk apa kita PERLU bersekutu/berkomsel dengan saudara seiman yang lain?        (1) Adalah tidak mungkin kita dapat mengasihi yang tidak kelihatan/Tuhan Yesus jika kita tidak dapat mengasihi yang kelihatan J. Atau saudara-saudara seiman di komsel adalah tempat kita PRAKTEK untuk saling berbagi, menasehati & saling menguatkan J. (2) Memelihara & menjaga kita dari pengaruh-pengaruh negatif/kedagingan dsb. Jadikan perse-kutuan dengan Allah sebagai Prioritas Utama & persekutuan dengan saudara seiman/komsel sebagai prioritas yang berikutnya J. Note: Mari bagi saudara-saudaraku seiman semua, kita mengambil KOMITMEN untuk memiliki kehidupan doa & firman Tuhan setiap hari J & TERTANAM dalam Komunitas Sel J. Amin.

Respon 1
Maz 30:11 – Dengarlah, TUHAN dan kasihanilah aku ya TUHAN, jadilah PENOLONGku! YESUS sumber PER-TOLONGAN kita. Ayo berdoa dan datang pada-NYA. Mujizat terjadi! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
Karena iman... Ibrani 11:29-31, Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, ketika mereka mencobanya juga. Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho,... Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa.... (GNCC)

Respon 3
Seolah sudah menjadi sifat dasar manusia untuk tidak mengakui kesalahan-kesalahannya. Sejak pertama kali jatuh ke dalam dosa di Eden, manusia menolak kenyataan bahwa dirinya telah berdosa melawan Sang Pencipta. Adam melemparkan kesalahan kepada Hawa, istrinya. Pun Hawa menolak mengakui ketidaktaatannya & menuding ular yang seharusnya bertanggung jawab atas peristuwa itu. Mulai dari masa purba itu manusia semakin lihai membela diri & menyangkal dosa-dosanya. Para pelaku kejahatan tidak mengaku jika dirinya bersalah meski tertangkap basah. Jika mengaku sekalipun mereka melemparkan tanggung jawab kesalahan pada orang lain. Para koruptor, politisi, suami, istri, anak-anak -hampir semuanya- melakukan penyangkalan atas dosa mereka. Sembari membenarkan diri, mereka merasa tidak bersalah atau jika ada itu kecil saja dibandingkan orang lain. Adalah fakta kalau hampir semua orang yang hari ini mendekam di penjara merasa dirinya tidak bersalah & tidak seharusnya menerima hukuman. Sebenarnya yang lebih fatal bukan penyangkalan yang ditampilkan mereka yang sedang berurusan dengan yang berwajib. Yang mengerikan ialah kebiasaan orang menyangkal suara hatinya sendiri, menolak peringatan & tempelakan dari Roh Kudus, lalu membenarkan diri di hadapan Tuhan yang memeriksa & menguji hati, yang bermaksud membawa mereka pada pertobatan alias perubahan hidup. Ini dilakukan semua orang di dunia dalam tingkat yang berbeda-beda. Yang perlu Juruselamat menyangkal diri mereka memerlukan-Nya. Yang sudah percaya menolak untuk bertibat atas kesombongan, kemunafikan atau kesuaman rohani mereka. Bukan demikian yang Tuhan inginkan jika kita tahu kita telah berdosa di hadapan-Nya. Amsal 28:13 ialah kerinduan Tuhan: “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya & meninggalkannya akan disayangi.” Bukan menyangkali dosa, tapi menyangkali diri yang Tuhan mau. Mengakui dosa termasuk dalam menyangkali diri. Akui dosa Anda & bertobatlah. Kasih karunia akan diberikan bagi Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment