TEMPTATION
Yohanes 21:15a, “Sesudah
sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: ‘Simon, anak Yohanes, apakah engkau
mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?’” Dalam 10 hari ke depan kita
akan bersama-sama membahas 10 langkah yang akan membawa & mengarahkan
hubungan kita untuk semakin DEKAT dengan Tuhan Yesus yaitu: Love God &
believe in Him/mengasihi Tuhan, percaya akan DIA. Mengasihi Tuhan
& percaya akan DIA adalah kunci pertama dimana kita akan mengalami
pertumbuhan rohani. Jadi pertumbuhan rohani itu harus dengan sengaja
kita usahakan yaitu membawa diri kita LEBIH DEKAT dengan Tuhan (hidup ini
PILIHAN) & kitalah yang bertanggung jawab atas semua pilihan kita J. Bangun hubungan
yang intim melalui pembacaan firman, pujian & penyembahan & doa secara
konsisten setiap hari niscaya akan membawa kita DEKAT dengan DIA. Amin.
Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memprioritaskan hal ini atau Sarapan
Pagi bersama DIA?? J (sekali lagi baca ayat penuntun kita hari ini/Yoh 15:21a: “Sesudah
SARAPAN” J
Respon 1
10 langkah yang
akan membawa kita lebih dekat dengan Tuhan. Hari 1: Yoh 21:15... “Simon, anak
Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku...?” Saat ini pertanyaan ini sedang
ditanyakan pada kita semua. “...Rita (ganti nama masing-masing) apakah engkau
mengasihi Aku?” Kalau orang lagi jatuh cinta, apa yang jadi fokus orang itu?
Pasti orang yang sedang dicintainya itu. Selalu ingin ketemu, selalu ingin
dekat-dekat, selalu ingin ngobrol, selalu ingin tahu dia sedang apa saat ini.
Itu tanda-tanda orang yang jatuh cinta. Apakah kita juga jatuh cinta sama
Tuhan? Itu pertanyaan hari ini yang membawa kita selangkah lebih dekat dengan
Dia. Apakah kita punya kerinduan untuk berdoa, ketemu Tuhan, ngobrol sama
Tuhan, memuji Dia? Kalau jawabannya
“ya... Kadang-kadang sih...”. Ayo mulailah jatuh cinta pada Tuhan, balaslah
cintaNya yang luar biasa pada kita selama ini. Belajar untuk berdoa, belajar
untuk memuji Dia dan belajar mengajak Dia selalu kemanapun kita pergi dan
melakukan apapun. Rasakanlah perasaan jatuh cinta padaNya dan itu akan membawa
kita merasa sangat dekat padaNya. (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 2
Rise above the storm
and you will find sunshine. Mazmur 29:10, “TUHAN bersemayam di atas air bah,
TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.” (GNCC)
Respon 3
“Satu detik bagi
Tuhan cukup untuk membalikkan sikon dari negatif menjadi positif.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 4
Kamis, 11 Juni
2015. Bacaan: Ayub 1:1-22. Setahun: Nehemia 13. Nats: Katanya: “Dengan
telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan
kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama
TUHAN!” (Ayub 1:21). BERKAT TUHAN. Jujur saja, pemahaman kita tentang berkat
Tuhan bisa jadi sangat dangkal. Tidak sedikit orang Kristen yang mengartikan
berkat sebagai kekayaan materiil yang berkelimpahan. Ketika kita berdoa meminta
berkat dan kemudian kita mendapatkan rezeki yang berlimpah, kita merasa
mendapatkan curahan berkat. Muncullah pula pengajaran yang menyimpulkan bahwa
jika seseorang yang dikenan Tuhan pasti diberkati dengan kekayaan yang
melimpah. Sebaliknya, orang yang hidup menderita dianggap sedang didisiplinkan
oleh Tuhan. Benarkah demikian? Kita tentu sependapat bahwa Ayub adalah orang
yang begitu diberkati Tuhan. Kita pun setuju bahwa Ayub diberkati karena ia
orang yang saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan. Namun ketika
Iblis mengambil semua kekayaan itu dan membuat hidup Ayub menderita, apakah
kita menyebutnya orang yang tidak lagi diberkati Tuhan? Dalam situasi seperti
itu, Ayub berkata, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama
Tuhan!” Bagi Ayub, justru penderitaan yang dialaminya itu membawanya kepada
pengenalan yang benar akan Allah. Penderitaan itu memurnikan hatinya. Ia pun
mengakui bahwa penderitaan adalah berkat Tuhan. Ya, berkat--karena lewat
penderitaanlah ia bisa mengenal Allah. Berkat tak selalu berupa uang, emas,
atau banyaknya investasi kita. Berkat adalah ketika kita tetap kuat dalam
keadaan yang melemahkan, mampu bersyukur ketika tidak mempunyai apa-apa, mampu
tersenyum saat diremehkan, dan tetap taat kepada Tuhan walaupun terpuruk
--Samuel Yudi. BERKAT ADALAH KETIKA TUHAN MELIMPAHKAN KEKUATAN-NYA SEHINGGA
KITA DIMAMPUKAN UNTUK MELEWATI PENDERITAAN. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 5
Mengasihi TUHAN dan
percaya kepadaNYA itulah langkah awal yang membawa dan mengarahkan hubungan
kita untuk makin dekat dengan TUHAN YESUS. Yoh 1:12, “Tetapi semua orang yang
menerimaNYA diberiNYA kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang
percaya dalam namaNYA.” Siapa yang TUHAN sebut sebagai anak-anakNYA yaitu
mereka yang percaya dan mengasihiNYA, oleh karena itu kita harus dengan sengaja
membawa diri untuk lebih dekat kepada TUHAN, membangun hubungan yang lebih
dekat dengan TUHAN, mengundang hadiratNYA, memuji dan memuliakan namaNYA, maka
TUHAN akan melihat kerinduan hati kita dan hubungan kita yang dekat dengan
TUHAN akan menumbuhkan semua aspek kehidupan kita rohani dan jasmani. Amin.
Jbu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 6
Kita semua berharap
setiap orang berjiwa tulus & berkarakter baik. Hanya saja, kita harus
menerima kenyataan bahwa tidak selalu demikian. Ada orang-orang yang memang
hatinya dipenuhi hal-hal yang buruk bahkan terbiasa membuat rencana-rencana
untuk melakukan apa yang jahat. Fakta ini sama sekali tidak ditolak oleh
Alkitab. Ada Kain yang merencanakan membunuh Habel, adiknya. Yakub & Ribka
yang bersekongkol menipu Ishak. Ada Saul yang terus memikirkan bagaimana
caranya membunuh Daud. Tak ketinggalan, Haman yang menyusun plot demi
memusnahkan bangsa Yahudi atau para pejabat Babel yang bersiasat menjebak
Daniel supaya dihukum mati. Dan seisi dunia masih didiami orang-orang yang
setiap waktu berniat untuk menyusun rencana-rencana yang jahat. Hati yang
merancangkan berbagai kejahatan ialah sesuatu yang sangat dibenci Tuhan. Itu
adalah hal keji ke-4 yang disebutkan dalam Amsal 6:17-18. Ini menjadi sesuatu
yang memedihkan hati Tuhan sebab sejak semula Dia menciptakan hati manusia itu
serupa dengan hati-Nya. Namun sejak kejatuhan manusia dalam dosa pertama
kalinya di Eden, Adam & Hawa telah membuat rencana jahat yang pertama:
menyalahkan yang lain daripada mengakui dosanya sendiri! Hati yang membuat
rencana-rencana dosa menjadi suatu kejahatan besar di hadapan Tuhan karena Dia
yang melihat hingga jauh ke lubuk hati manusia yang terdalam menemukan sesuatu
yang sangat bertentangan dengan hati-Nya. Hati-Nya merindukan hal-hal yang baik
bagi ciptaan terbaik-Nya itu. Di hati-Nya pula tersimpan kasih yang menjadi
motivasi bagi diri-Nya untuk merancangkan rencana-rencana terbaik bagi
umat-Nya. Bukan rancangan-rancangan kecelakaan namun rancangan dalam damai
sejahtera, suatu hari depan yang penuh pengharapan (Yer. 29:11). Berpikiran
negatif apalagi merancang perkara-perkara yang menyimpang dari kebenaran lebih
menyerupai hati iblis daripada Tuhan. Jika itu Anda, di hadapan yang mahatahu,
bertobat & bersihkan hati. Biarlah hati Anda dipenuhi cinta Tuhan yang akan
memampukan Anda merancang perbuatan-perbuatan baik yang berlandaskan kasih.
Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment