Thursday, 11 June 2015

11 Juni 2015

TEMPTATION



Yohanes 21:15a, “Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: ‘Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?’” Dalam 10 hari ke depan kita akan bersama-sama membahas 10 langkah yang akan membawa & mengarahkan hubungan kita untuk semakin DEKAT dengan Tuhan Yesus yaitu: Love God & believe in Him/mengasihi Tuhan, percaya akan DIA. Mengasihi Tuhan & percaya akan DIA adalah kunci pertama dimana kita akan mengalami pertumbuhan rohani. Jadi pertumbuhan rohani itu harus dengan sengaja kita usahakan yaitu membawa diri kita LEBIH DEKAT dengan Tuhan (hidup ini PILIHAN) & kitalah yang bertanggung jawab atas semua pilihan kita J. Bangun hubungan yang intim melalui pembacaan firman, pujian & penyembahan & doa secara konsisten setiap hari niscaya akan membawa kita DEKAT dengan DIA. Amin. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memprioritaskan hal ini atau Sarapan Pagi bersama DIA?? J (sekali lagi baca ayat penuntun kita hari ini/Yoh 15:21a: “Sesudah SARAPAN” J

Respon 1
10 langkah yang akan membawa kita lebih dekat dengan Tuhan. Hari 1: Yoh 21:15... “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku...?” Saat ini pertanyaan ini sedang ditanyakan pada kita semua. “...Rita (ganti nama masing-masing) apakah engkau mengasihi Aku?” Kalau orang lagi jatuh cinta, apa yang jadi fokus orang itu? Pasti orang yang sedang dicintainya itu. Selalu ingin ketemu, selalu ingin dekat-dekat, selalu ingin ngobrol, selalu ingin tahu dia sedang apa saat ini. Itu tanda-tanda orang yang jatuh cinta. Apakah kita juga jatuh cinta sama Tuhan? Itu pertanyaan hari ini yang membawa kita selangkah lebih dekat dengan Dia. Apakah kita punya kerinduan untuk berdoa, ketemu Tuhan, ngobrol sama Tuhan, memuji Dia?  Kalau jawabannya “ya... Kadang-kadang sih...”. Ayo mulailah jatuh cinta pada Tuhan, balaslah cintaNya yang luar biasa pada kita selama ini. Belajar untuk berdoa, belajar untuk memuji Dia dan belajar mengajak Dia selalu kemanapun kita pergi dan melakukan apapun. Rasakanlah perasaan jatuh cinta padaNya dan itu akan membawa kita merasa sangat dekat padaNya. (Ibu Rita – PKS CL 8)                                                                                                                                                                                                                      
Respon 2
Rise above the storm and you will find sunshine. Mazmur 29:10, “TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.” (GNCC)

Respon 3
“Satu detik bagi Tuhan cukup untuk membalikkan sikon dari negatif menjadi positif.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
Kamis, 11 Juni 2015. Bacaan: Ayub 1:1-22. Setahun: Nehemia 13. Nats: Katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayub 1:21). BERKAT TUHAN. Jujur saja, pemahaman kita tentang berkat Tuhan bisa jadi sangat dangkal. Tidak sedikit orang Kristen yang mengartikan berkat sebagai kekayaan materiil yang berkelimpahan. Ketika kita berdoa meminta berkat dan kemudian kita mendapatkan rezeki yang berlimpah, kita merasa mendapatkan curahan berkat. Muncullah pula pengajaran yang menyimpulkan bahwa jika seseorang yang dikenan Tuhan pasti diberkati dengan kekayaan yang melimpah. Sebaliknya, orang yang hidup menderita dianggap sedang didisiplinkan oleh Tuhan. Benarkah demikian? Kita tentu sependapat bahwa Ayub adalah orang yang begitu diberkati Tuhan. Kita pun setuju bahwa Ayub diberkati karena ia orang yang saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan. Namun ketika Iblis mengambil semua kekayaan itu dan membuat hidup Ayub menderita, apakah kita menyebutnya orang yang tidak lagi diberkati Tuhan? Dalam situasi seperti itu, Ayub berkata, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” Bagi Ayub, justru penderitaan yang dialaminya itu membawanya kepada pengenalan yang benar akan Allah. Penderitaan itu memurnikan hatinya. Ia pun mengakui bahwa penderitaan adalah berkat Tuhan. Ya, berkat--karena lewat penderitaanlah ia bisa mengenal Allah. Berkat tak selalu berupa uang, emas, atau banyaknya investasi kita. Berkat adalah ketika kita tetap kuat dalam keadaan yang melemahkan, mampu bersyukur ketika tidak mempunyai apa-apa, mampu tersenyum saat diremehkan, dan tetap taat kepada Tuhan walaupun terpuruk --Samuel Yudi. BERKAT ADALAH KETIKA TUHAN MELIMPAHKAN KEKUATAN-NYA SEHINGGA KITA DIMAMPUKAN UNTUK MELEWATI PENDERITAAN. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 5
Mengasihi TUHAN dan percaya kepadaNYA itulah langkah awal yang membawa dan mengarahkan hubungan kita untuk makin dekat dengan TUHAN YESUS. Yoh 1:12, “Tetapi semua orang yang menerimaNYA diberiNYA kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNYA.” Siapa yang TUHAN sebut sebagai anak-anakNYA yaitu mereka yang percaya dan mengasihiNYA, oleh karena itu kita harus dengan sengaja membawa diri untuk lebih dekat kepada TUHAN, membangun hubungan yang lebih dekat dengan TUHAN, mengundang hadiratNYA, memuji dan memuliakan namaNYA, maka TUHAN akan melihat kerinduan hati kita dan hubungan kita yang dekat dengan TUHAN akan menumbuhkan semua aspek kehidupan kita rohani dan jasmani. Amin. Jbu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 6
Kita semua berharap setiap orang berjiwa tulus & berkarakter baik. Hanya saja, kita harus menerima kenyataan bahwa tidak selalu demikian. Ada orang-orang yang memang hatinya dipenuhi hal-hal yang buruk bahkan terbiasa membuat rencana-rencana untuk melakukan apa yang jahat. Fakta ini sama sekali tidak ditolak oleh Alkitab. Ada Kain yang merencanakan membunuh Habel, adiknya. Yakub & Ribka yang bersekongkol menipu Ishak. Ada Saul yang terus memikirkan bagaimana caranya membunuh Daud. Tak ketinggalan, Haman yang menyusun plot demi memusnahkan bangsa Yahudi atau para pejabat Babel yang bersiasat menjebak Daniel supaya dihukum mati. Dan seisi dunia masih didiami orang-orang yang setiap waktu berniat untuk menyusun rencana-rencana yang jahat. Hati yang merancangkan berbagai kejahatan ialah sesuatu yang sangat dibenci Tuhan. Itu adalah hal keji ke-4 yang disebutkan dalam Amsal 6:17-18. Ini menjadi sesuatu yang memedihkan hati Tuhan sebab sejak semula Dia menciptakan hati manusia itu serupa dengan hati-Nya. Namun sejak kejatuhan manusia dalam dosa pertama kalinya di Eden, Adam & Hawa telah membuat rencana jahat yang pertama: menyalahkan yang lain daripada mengakui dosanya sendiri! Hati yang membuat rencana-rencana dosa menjadi suatu kejahatan besar di hadapan Tuhan karena Dia yang melihat hingga jauh ke lubuk hati manusia yang terdalam menemukan sesuatu yang sangat bertentangan dengan hati-Nya. Hati-Nya merindukan hal-hal yang baik bagi ciptaan terbaik-Nya itu. Di hati-Nya pula tersimpan kasih yang menjadi motivasi bagi diri-Nya untuk merancangkan rencana-rencana terbaik bagi umat-Nya. Bukan rancangan-rancangan kecelakaan namun rancangan dalam damai sejahtera, suatu hari depan yang penuh pengharapan (Yer. 29:11). Berpikiran negatif apalagi merancang perkara-perkara yang menyimpang dari kebenaran lebih menyerupai hati iblis daripada Tuhan. Jika itu Anda, di hadapan yang mahatahu, bertobat & bersihkan hati. Biarlah hati Anda dipenuhi cinta Tuhan yang akan memampukan Anda merancang perbuatan-perbuatan baik yang berlandaskan kasih. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment