Thursday, 18 June 2015

18 Juni 2015

TEMPTATION



Langkah ke 8: Memberikan Persembahan. Maleakhi 3:10, “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perben-daharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap- tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” Sebagai anak-anak Tuhan kita mengerti tentang Prinsip Keuangan yang merdeka yaitu Setia Memberi. Ada 2 jenis Pesembahan: (1) Persembahan Persepuluhan; (2) Persembahan Khusus. Persembahan Persepuluhan itu adalah PAGAR yang melindungi LADANG kita & Persembahan Khusus adalah seperti BENIH yang ditanam untuk menghasilkan BUAH J. Jika kita setia dalam memberikan persembahan maka kita akan melihat bagaimana Tuhan mencurahkan berkat-berkatNya dengan melimpah atas hidup kita. Amin. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita setia dalam mempraktekkan firman Tuhan ini/memberi persembahan?? J Amin.

Respon 1
Kehidupan yang berarti adalah hidup yang memberi arti. Matius 5:16, ‘Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.’ (GNCC)

Respon 2
Maz 106:9 – Dihardik-NYA Laut Teberau, sehingga kering, dibawa-NYA mereka berjalan melalui samudera raya seperti melalui padang gurun! Saat tiada jalan, YESUS masih bisa buat jalan bagi kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.


Respon 3
Dalam Alkitab, salah satu makna dari 'kaki' ialah langkah-langkah kehidupan kita sehari-hari atau motif-motif yang membawa kita bertindak tanduk setiap harinya. Hikmat berpesan supaya kaki kita tidak melangkah mengikuti orang-orang yang melakukan hal-hal yang jahat (Ams. 1:10-15;4:27). Tuhan rindu kaki kita tidak terantuk (3:23) atau terkena jerat (3:26) yaitu supaya kita tidak melangkah di jalan yang keliru hingga jatuh dalam berbagai masalah yang dapat mencelakakan kita. Lebih lanjut, dalam uraiannya mengenai perlengkapan perang rohani, Paulus menggambarkan bahwa kaki kita harus menggunakan kasut yang disebut kasut kerelaan/kesiapan memberitakan injil damai sejahtera (Ef. 6:15). Yang bermakna bahwa orang-orang percaya mesti berdiri teguh & siap sedia menjadi saksi Kristus, menjadi pembawa-pembawa berita keselamatan dimanapun melangkah & berada. Kemana pun kita pergi, kita secara aktif, melangkah dalam kehendak & rencana Tuhan untuk menjadi terang & garam bagi dunia ini. Menjadikan setiap tempat dimana kita berada menjadi “milik Tuhan” yaitu tempat dimana Tuhan ditinggikan & dimuliakan (Yos. 1:3). Oleh sebab itulah, “kaki yang segera lari menuju kejahatan” adalah kekejian di mata Tuhan (Ams. 6:18). Ini melawan kehendak hati Tuhan. Hidup yang cepat melangkah & menginginkan yang jahat membawa kerajaan neraka ke seluruh muka bumi, melepaskan penderitaan & kerusakan dimanapun ia berada. Mungkin sukar membayangkan diri kita bersemangat melakukan apa yang jahat, kecuali kita tidak benar-benar menyadari bahwa apa yang kita lakukan keliru di hadapan Tuhan. Tanpa disadari benar beberapa orang telah terbiasa untuk berlaku munafik atau membenci orang-orang yang menyakiti hatinya atau melakukan pencurian secara halus yang disebut korupsi. Di dunia dimana kita berinteraksi setiap hari dengan orang-orang yang tidak takut akan Tuhan, tarikan & godaan berbuat dosa sangatlah kuat. Hanya mereka yang mengasihi Tuhan, yang bergaul dengan Tuhan akan penuh antusias melakukan hal-hal yang menyenangkan hati Tuhan (Maz. 1:1-3). Andakah orangnya? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 4
SAAT TEDUH. Kamis, 18 Juni 2015. Aku Kembali. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: ... Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa (Lukas 15:17-18). Seorang kawan lama tiba-tiba menghubungi saya melalui BBM. Setelah saling menanyakan kabar masing-masing, kami bertukar kabar tentang kondisi terkini. Alangkah terkejutnya saya waktu ia mengatakan bahwa dirinya sudah lama jauh dari Tuhan, tidak lagi aktif dalam pelayanan. Padahal, setahu saya, ia termasuk orang yang paling semangat kalau menyangkut hal-hal rohani. Sepanjang pembicaraan, ia terus mengeluhkan keadaannya sekarang dan membandingkan dengan keadaannya dulu. Mendengar kisahnya tersebut, saya teringat akan kisah anak yang hilang. Keduanya—teman saya dan si anak hilang—sama-sama menyadari keadaan mereka yang jauh dari Tuhan. Akan tetapi, anak yang hilang itu memutuskan untuk bertindak, “Aku akan...” (ay. 18). Inilah yang membedakan antara anak yang hilang dan teman saya. Teman saya itu hanya mengeluh sambil mengenang kesuksesan masa lalunya, tetapi tidak melakukan apa-apa untuk memulihkan dan memperbaiki keadaannya, sementara anak yang hilang memutuskan untuk bertindak. Meskipun Tuhan tidak pernah meninggalkan kita atau membiarkan kita seorang diri, mungkin saja kita merasa jauh dari Tuhan. Kalau begitu yang harus kita lakukan adalah “bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan...” (Why. 2:5), bukan meratapi keadaan kita sekarang. Meratap tidak akan mengubah apa-apa. Tetapi, pertobatan menyadarkan kita kembali akan penyertaan-Nya. Seperti bapa dalam perumpamaan Yesus, Tuhan sudah menanti dan siap memeluk kita —DP. TIDAK CUKUP HANYA MENYADARI KEADAAN KITA, KITA PERLU MELAKUKAN SESUATU UNTUK MENGUBAHNYA. Selamat pagi. Tetap semangat. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
Langkah ke 7: Mari bersaksi. Kis 1:8, “tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turus ke atas kamu dan kamu akan menjadi saksi-KU...” Kalau orang lagi senang sama seseorang pasti pokok pembicaraannya selalu tentang orang itu. Entah itu tentang penampilannya, kepandaiannya, keahliannya pokoknya semuaaaa tentang dia. Itu sama kalau kita merasa dekat sama Tuhan, apapun yang kita bicarakan selalu tentang Dia, kebaikanNya, kuasaNya, mujizatNya, dll semua tentang Dia. Tanpa sadar kita sudah bersaksi kemana-mana. Apakah saat ini kita lagi merasa dekat dengan Dia... Apa pokok bahasan kita ketika kita lagi ngobrol sama orang? Langkah ke 8: Mari beri persembahan. Maleakhi 3:10 mengajarkan kita tentang memberi persepuluhan. Kalau kita lagi suka sama seseorang kita akan selalu pengen memberi sesuatu, entah itu kue, makanan, coklat, atau pernak pernik, kita selalu pengen ngasih yang terbaik. Apakah saat ini kita merasa menyukai dan jatuh cinta serta dekat sama Tuhan?? Kalau jawabannya iya, kita pasti ingin memberi yang terbaik buat Tuhan. (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 6
“Meski jalan Tuhan tak terselami, namun layak dijalani dan dinikmati.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 7
God is crafting your character through the circumstances of your life (Mark Batterson). Tuhan mengukir karakter Anda melalui keadaan-keadaan dalam hidup Anda (Mark Batterson)‎. (Ibu Caroline – Bandung)


No comments:

Post a Comment