TEMPTATION
Langkah ke 8: Memberikan
Persembahan. Maleakhi 3:10, “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan
itu ke dalam rumah perben-daharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku
dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu
tingkap- tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”
Sebagai anak-anak Tuhan kita mengerti tentang Prinsip Keuangan yang
merdeka yaitu Setia Memberi. Ada 2 jenis Pesembahan: (1) Persembahan
Persepuluhan; (2) Persembahan Khusus. Persembahan Persepuluhan itu
adalah PAGAR yang melindungi LADANG kita & Persembahan Khusus adalah
seperti BENIH yang ditanam untuk menghasilkan BUAH J. Jika kita setia dalam
memberikan persembahan maka kita akan melihat bagaimana Tuhan
mencurahkan berkat-berkatNya dengan melimpah atas hidup kita. Amin. Bagaimana
dengan kita? Sudahkah kita setia dalam mempraktekkan firman Tuhan ini/memberi
persembahan?? J Amin.
Respon 1
Kehidupan yang
berarti adalah hidup yang memberi arti. Matius 5:16, ‘Demikianlah hendaknya
terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik
dan memuliakan Bapamu yang di sorga.’ (GNCC)
Respon 2
Maz 106:9 –
Dihardik-NYA Laut Teberau, sehingga kering, dibawa-NYA mereka berjalan melalui
samudera raya seperti melalui padang gurun! Saat tiada jalan, YESUS masih bisa
buat jalan bagi kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 3
Dalam Alkitab,
salah satu makna dari 'kaki' ialah langkah-langkah kehidupan kita sehari-hari
atau motif-motif yang membawa kita bertindak tanduk setiap harinya. Hikmat
berpesan supaya kaki kita tidak melangkah mengikuti orang-orang yang melakukan
hal-hal yang jahat (Ams. 1:10-15;4:27). Tuhan rindu kaki kita tidak terantuk
(3:23) atau terkena jerat (3:26) yaitu supaya kita tidak melangkah di jalan
yang keliru hingga jatuh dalam berbagai masalah yang dapat mencelakakan kita.
Lebih lanjut, dalam uraiannya mengenai perlengkapan perang rohani, Paulus
menggambarkan bahwa kaki kita harus menggunakan kasut yang disebut kasut
kerelaan/kesiapan memberitakan injil damai sejahtera (Ef. 6:15). Yang bermakna
bahwa orang-orang percaya mesti berdiri teguh & siap sedia menjadi saksi
Kristus, menjadi pembawa-pembawa berita keselamatan dimanapun melangkah &
berada. Kemana pun kita pergi, kita secara aktif, melangkah dalam kehendak
& rencana Tuhan untuk menjadi terang & garam bagi dunia ini. Menjadikan
setiap tempat dimana kita berada menjadi “milik Tuhan” yaitu tempat dimana
Tuhan ditinggikan & dimuliakan (Yos. 1:3). Oleh sebab itulah, “kaki yang
segera lari menuju kejahatan” adalah kekejian di mata Tuhan (Ams. 6:18). Ini
melawan kehendak hati Tuhan. Hidup yang cepat melangkah & menginginkan yang
jahat membawa kerajaan neraka ke seluruh muka bumi, melepaskan penderitaan
& kerusakan dimanapun ia berada. Mungkin sukar membayangkan diri kita
bersemangat melakukan apa yang jahat, kecuali kita tidak benar-benar menyadari
bahwa apa yang kita lakukan keliru di hadapan Tuhan. Tanpa disadari benar
beberapa orang telah terbiasa untuk berlaku munafik atau membenci orang-orang
yang menyakiti hatinya atau melakukan pencurian secara halus yang disebut
korupsi. Di dunia dimana kita berinteraksi setiap hari dengan orang-orang yang
tidak takut akan Tuhan, tarikan & godaan berbuat dosa sangatlah kuat. Hanya
mereka yang mengasihi Tuhan, yang bergaul dengan Tuhan akan penuh antusias
melakukan hal-hal yang menyenangkan hati Tuhan (Maz. 1:1-3). Andakah orangnya?
Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 4
SAAT TEDUH. Kamis,
18 Juni 2015. Aku Kembali. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: ... Aku akan
bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa
terhadap surga dan terhadap Bapa (Lukas 15:17-18). Seorang kawan lama tiba-tiba
menghubungi saya melalui BBM. Setelah saling menanyakan kabar masing-masing,
kami bertukar kabar tentang kondisi terkini. Alangkah terkejutnya saya waktu ia
mengatakan bahwa dirinya sudah lama jauh dari Tuhan, tidak lagi aktif dalam
pelayanan. Padahal, setahu saya, ia termasuk orang yang paling semangat kalau
menyangkut hal-hal rohani. Sepanjang pembicaraan, ia terus mengeluhkan
keadaannya sekarang dan membandingkan dengan keadaannya dulu. Mendengar
kisahnya tersebut, saya teringat akan kisah anak yang hilang. Keduanya—teman saya
dan si anak hilang—sama-sama menyadari keadaan mereka yang jauh dari Tuhan.
Akan tetapi, anak yang hilang itu memutuskan untuk bertindak, “Aku akan...”
(ay. 18). Inilah yang membedakan antara anak yang hilang dan teman saya. Teman
saya itu hanya mengeluh sambil mengenang kesuksesan masa lalunya, tetapi tidak
melakukan apa-apa untuk memulihkan dan memperbaiki keadaannya, sementara anak
yang hilang memutuskan untuk bertindak. Meskipun Tuhan tidak pernah
meninggalkan kita atau membiarkan kita seorang diri, mungkin saja kita merasa
jauh dari Tuhan. Kalau begitu yang harus kita lakukan adalah “bertobatlah dan
lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan...” (Why. 2:5), bukan meratapi
keadaan kita sekarang. Meratap tidak akan mengubah apa-apa. Tetapi, pertobatan
menyadarkan kita kembali akan penyertaan-Nya. Seperti bapa dalam perumpamaan
Yesus, Tuhan sudah menanti dan siap memeluk kita —DP. TIDAK CUKUP HANYA
MENYADARI KEADAAN KITA, KITA PERLU MELAKUKAN SESUATU UNTUK MENGUBAHNYA. Selamat
pagi. Tetap semangat. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 5
Langkah ke 7: Mari
bersaksi. Kis 1:8, “tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turus ke
atas kamu dan kamu akan menjadi saksi-KU...” Kalau orang lagi senang sama
seseorang pasti pokok pembicaraannya selalu tentang orang itu. Entah itu
tentang penampilannya, kepandaiannya, keahliannya pokoknya semuaaaa tentang
dia. Itu sama kalau kita merasa dekat sama Tuhan, apapun yang kita bicarakan
selalu tentang Dia, kebaikanNya, kuasaNya, mujizatNya, dll semua tentang Dia.
Tanpa sadar kita sudah bersaksi kemana-mana. Apakah saat ini kita lagi merasa
dekat dengan Dia... Apa pokok bahasan kita ketika kita lagi ngobrol sama orang?
Langkah ke 8: Mari beri persembahan. Maleakhi 3:10 mengajarkan kita tentang
memberi persepuluhan. Kalau kita lagi suka sama seseorang kita akan selalu
pengen memberi sesuatu, entah itu kue, makanan, coklat, atau pernak pernik,
kita selalu pengen ngasih yang terbaik. Apakah saat ini kita merasa menyukai
dan jatuh cinta serta dekat sama Tuhan?? Kalau jawabannya iya, kita pasti ingin
memberi yang terbaik buat Tuhan. (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 6
“Meski jalan Tuhan
tak terselami, namun layak dijalani dan dinikmati.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 7
God is crafting
your character through the circumstances of your life (Mark Batterson). Tuhan
mengukir karakter Anda melalui keadaan-keadaan dalam hidup Anda (Mark
Batterson). (Ibu Caroline – Bandung)

No comments:
Post a Comment