TEMPTATION
Cultural
Part 4
(Diambil
dari Khotbah Alfa Omega Church, 14 Juni 2015)
Dalam dunia bisnis
muncul banyak percakapan dan pertanyaan:
-
Bisnis itu dekat dengan dosa.
-
Untung itu dosa atau tidak?
-
Investasi itu oke tidak? Jika invest, nanti kita seperti tidak percaya
Tuhan.
A)
God loves marketplace
people – Tuhan mencintai orang-orang yang berada di
Marketplace
Tuhan pakai
orang-orang marketplace untuk mendukung pelayanan Tuhan.
Contoh: Titius
Yustus – Kisah 18:7. Siapa Titius Yustus? Dia adalah orang Roma kelas atas,
orang kaya yang menjadi percaya, dan bergabung dalam gereja mula-mula di
Korintus. Tuhan pakai Titius untuk mendukung pelayanan Paulus.
Contoh: Krispus –
Kisah 18:8. Siapa Krispus? Kepala rumah ibadat. Dari cerita Titius dan Krispus,
kita semua bisa belajar: orang-orang marketplace, bisnis dan profesionals
tidak harus seperti dunia dan menjadi tidak produktif untuk Tuhan. Bahkan,
prinsip Tuhan dan kebenaran Tuhan membuat kita semakin diurapi untuk makin excellent
dalam dunia marketplace. Bahkan dengan berdampak di sosial kelas atas,
Anda bisa seperti Yusuf, Daniel, Esther, memberi dampak, mempengaruhi
pengambilan keputusan atas sosial budaya.
B)
How God wants you to be
excel in market place – Bagaimana Tuhan menginginkan
Anda untuk unggul di Marketplace
Baca: Lukas 19:
11 – 13.
Perhatikan kata
itu: Pakailah ini untuk berdagang (in english: do business).
1 Mina = 100 dinar
= 100 hari kerja. Tuhan tidak masalah dengan orang berdagang. Tuhan juga
nggak masalah dengan nominal besar.
Lukas 19: 15 – Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia di nobatkan menjadi
raja, ia menyuruh memanggil hamba hambanya, yang telah di berinya uang itu,
untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.
Tuhan tidak
masalah dengan hasil. Malah dari cerita ini kita belajar, Tuhan mengharapkan
hasil dari apa yang Tuhan percayakan, untuk kita dapat investasikan.
Ada hal-hal baik yang bisa kita pelajari dari pelajaran
diatas:
1.
Tuhan mau kita UNGGUL
dalam karir kita dan MAKMUR dalam bisnis kita.
“Excellence is
an art won by training and habituation. We do not act rightly because we have
virtue or excellence, but we rather have those because we have acted rightly. We
are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act but a habit.”
Excellent adalah
seni yang dikuasai dengan latihan dan membiasakan. Kita tidak bertindak benar
hanya karena ada kekuatan di dalam kita, tapi kekuatan dan excellent
muncul karena kita mau bertindak benar. Kita adalah pengulangan yang kita
lakukan. Unggul, bukan hanya tindakan, tapi kebiasaan –Aristotle.
2.
Yesus mencari KEMAJUAN
YANG TERUKUR dalam Waktu yang JELAS (Lukas 19: 16-19)
Ada sebuah kiasan: Progress
is everyone’s business (progress itu urusan/usaha setiap orang).
Amsal 4:18, “Tetapi
jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai
rembang tengah hari.”
Ada 2 kata yang
perlu Anda garis bawahi dan jadi rencana Tuhan bagi Anda:
-kata “cahaya” =
berasal dari kata “ore” – artinya terang, fajar yang muncul, bercahaya, alat
penerangan, bahkan terang kemakmuran.
-kata “KIAN
bertambah terang” = berasal dari kata “haw lak” – artinya: berangkat, menuju,
bergerak.
Cahaya kita PROGRESSING
(mengalami kemajuan)! Dari pagi subuh, sampai kepada siang terik! Yesus
memberitahu kita bahwa kita semua bisa mengalami kemajuan/peningkatan.
Dari kondisi
biasa, sedang, tinggi. Dari kondisi tidak sempurna, hancur, biasa-biasa. Jangan
berhenti di level Anda saat ini. Tapi Yesus mengajak kita maju!
Tuhan mau kita
melipatganda, dalam waktu yang jelas.
Bukan suatu hari
nanti.
Ya kapan-kapan.
Punyai target,
kapan modal kembali, keuntungan, dll.
Waktu dia kembali, dalam waktu yang terukur, dia berharap 1 jadi 10; 1 jadi 5. Tuhan mau kita punya Progress Terukur dalam waktu yang jelas.
3.
Level KESUKSESAN dan
KEMAKMURAN Anda di marketplace, menentukan level PENGARUH dan OTORITAS
yang akan Anda miliki.
Level kesuksesan Anda
(apapun itu area Anda), menentukan level pengaruh dan otoritas yang Anda
miliki.
Contoh: Lukas
19:17, 19. 10 mina menguasai 10 kota, 5 mina menguasai 5 kota. Bukankah ini
juga logis dalam dunia bisnis? Semakin sukses dan makmur Anda, semakin besar
pengaruh dan otoritas yang Anda miliki?
Di AOC Anda
bukan hanya didoakan berhasil, tapi BERJAYA. Anda harus sukses, Anda harus
makmur, karena Anda akan punya Pengaruh dan Otoritas yang makin besar untuk
mengembalikan 7 pilar untuk kemuliaan Tuhan.
Perhatikan kata
tuannya:
(a)
Baik sekali perbuatanmu = kamu menghasilkan Keuntungan dan menciptakan Pertumbuhan.
(b)
Hamba yang baik = Hidupmu menjadi contoh.
(c)
Engkau telah setia = (Perhatikan ini pebisnis), setia artinya: Menjadi sukses dengan
integritas yang baik.
4.
Otoritas atas KOTA
bukan hanya diberikan, tapi DICAPAI
Anda mendapat
otoritas atas kota, sebagaimana Anda membuktikan menjadi asset bagi kota. Hidup
Anda harus bisa jadi asset bagi kota. Berhenti berpikir, saya biasa, saya tidak
bisa, saya tidak mungkin, tapi mulai berkata, bagi Tuhan tak ada yang
mustahil!
5.
PENGARUH dan penghargaan didapati dari MELAYANI
Lukas 19 –
sebagaimana hamba-hamba ini melayani asset tuannya, melayani hak tuannya,
mereka mendapat Influence dan Respect.
Jika Anda melayani
Tuhan di 7 pillar Tuhan tempatkan Anda, Anda akan mendapat Influence dan
Respect.
Perhatikan ini: Pekerjaan hanya cara kita mendapat uang. Sebuah pekerjaan memuliakan Tuhan ketika tujuan Tuhan tergenapi melalui hidup kita, di tempat kerja kita.
Perhatikan ini: Pekerjaan hanya cara kita mendapat uang. Sebuah pekerjaan memuliakan Tuhan ketika tujuan Tuhan tergenapi melalui hidup kita, di tempat kerja kita.
Punyailah Mental
Anak Raja dengan Hati Hamba.
Bukan Mental
Hamba, Hati Raja.
Tapi milikilah
Mental Anak Raja, dengan Hati Hamba.
Anak Raja selalu
tahu apa itu baik, excellent, luar biasa, visi besar, merebut kota, tapi
Hati Hamba membuat kita tahu apa itu melayani, rendah hati, mengandalkan Tuhan,
mengasihi sesama, dan membangun kehidupan orang lain!
Kesimpulan:
TUHAN cinta marketplace
people dan Tuhan mau kita menjadi unggul di marketplace. Tuhan ingin
kita kembali ke 7 pilar masyarakat, dan berkuasa di sana dan membawa nama
Tuhan, kemuliaan Tuhan bersinar lewat hidup kita dan lewat usaha kita
masing-masing!
Maukah Anda
berkata: “Tuhan aku bukan hanya ingin kaya atau makmur, tapi aku ingin melayani
Tuhan dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan?”
No comments:
Post a Comment