Tuesday, 30 June 2015

Cultural Part 4

TEMPTATION

 Cultural Part 4
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 14 Juni 2015)


Dalam dunia bisnis muncul banyak percakapan dan pertanyaan:
-        Bisnis itu dekat dengan dosa.
-        Untung itu dosa atau tidak?
-        Investasi itu oke tidak? Jika  invest, nanti kita seperti tidak percaya Tuhan.

A)    God loves marketplace people – Tuhan mencintai orang-orang yang berada di Marketplace
Tuhan pakai orang-orang marketplace untuk mendukung pelayanan Tuhan.
Contoh: Titius Yustus – Kisah 18:7. Siapa Titius Yustus? Dia adalah orang Roma kelas atas, orang kaya yang menjadi percaya, dan bergabung dalam gereja mula-mula di Korintus. Tuhan pakai Titius untuk mendukung pelayanan Paulus.
Contoh: Krispus – Kisah 18:8. Siapa Krispus? Kepala rumah ibadat. Dari cerita Titius dan Krispus, kita semua bisa belajar: orang-orang marketplace, bisnis dan profesionals tidak harus seperti dunia dan menjadi tidak produktif untuk Tuhan. Bahkan, prinsip Tuhan dan kebenaran Tuhan membuat kita semakin diurapi untuk makin excellent dalam dunia marketplace. Bahkan dengan berdampak di sosial kelas atas, Anda bisa seperti Yusuf, Daniel, Esther, memberi dampak, mempengaruhi pengambilan keputusan atas sosial budaya.





B)    How God wants you to be excel in market place – Bagaimana Tuhan menginginkan Anda untuk unggul di Marketplace
Baca: Lukas 19: 11 – 13.
Perhatikan kata itu: Pakailah ini untuk berdagang (in english: do business).
1 Mina = 100 dinar = 100 hari kerja. Tuhan tidak masalah dengan orang berdagang. Tuhan juga nggak masalah dengan nominal besar.
Lukas 19: 15 – Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia di nobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba hambanya, yang telah di berinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.

Tuhan tidak masalah dengan hasil. Malah dari cerita ini kita belajar, Tuhan mengharapkan hasil dari apa yang Tuhan percayakan, untuk kita dapat investasikan.

Ada hal-hal  baik yang bisa kita pelajari dari pelajaran diatas:
1.      Tuhan mau kita UNGGUL dalam karir kita dan MAKMUR dalam bisnis kita.
“Excellence is an art won by training and habituation. We do not act rightly because we have virtue or excellence, but we rather have those because we have acted rightly. We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act but a habit.”
Excellent adalah seni yang dikuasai dengan latihan dan membiasakan. Kita tidak bertindak benar hanya karena ada kekuatan di dalam kita, tapi kekuatan dan excellent muncul karena kita mau bertindak benar. Kita adalah pengulangan yang kita lakukan. Unggul, bukan hanya tindakan, tapi kebiasaan –Aristotle.


2.      Yesus mencari KEMAJUAN YANG TERUKUR dalam Waktu yang JELAS (Lukas 19: 16-19)
Ada sebuah kiasan: Progress is everyone’s business (progress itu urusan/usaha setiap orang).
Amsal 4:18, “Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.”
Ada 2 kata yang perlu Anda garis bawahi dan jadi rencana Tuhan bagi Anda:
-kata “cahaya” = berasal dari kata “ore” – artinya terang, fajar yang muncul, bercahaya, alat penerangan, bahkan terang kemakmuran.
-kata “KIAN bertambah terang” = berasal dari kata “haw lak” – artinya: berangkat, menuju, bergerak.

Cahaya kita PROGRESSING (mengalami kemajuan)! Dari pagi subuh, sampai kepada siang terik! Yesus memberitahu kita bahwa kita semua bisa mengalami kemajuan/peningkatan.

Dari kondisi biasa, sedang, tinggi. Dari kondisi tidak sempurna, hancur, biasa-biasa. Jangan berhenti di level Anda saat ini. Tapi Yesus mengajak kita maju!

Tuhan mau kita melipatganda, dalam waktu yang jelas.
Bukan suatu hari nanti.
Ya kapan-kapan.
Punyai target, kapan modal kembali, keuntungan, dll.

Waktu dia kembali, dalam waktu yang terukur, dia berharap 1 jadi 10; 1 jadi 5. Tuhan mau kita punya Progress Terukur dalam waktu yang jelas.


3.      Level KESUKSESAN dan KEMAKMURAN Anda di marketplace, menentukan level PENGARUH dan OTORITAS yang akan Anda miliki.
Level kesuksesan Anda (apapun itu area Anda), menentukan level pengaruh dan otoritas yang Anda miliki.
Contoh: Lukas 19:17, 19. 10 mina menguasai 10 kota, 5 mina menguasai 5 kota. Bukankah ini juga logis dalam dunia bisnis? Semakin sukses dan makmur Anda, semakin besar pengaruh dan otoritas yang Anda miliki?
Di AOC Anda bukan hanya didoakan berhasil, tapi BERJAYA. Anda harus sukses, Anda harus makmur, karena Anda akan punya Pengaruh dan Otoritas yang makin besar untuk mengembalikan 7 pilar untuk kemuliaan Tuhan.

Perhatikan kata tuannya:
(a)    Baik sekali perbuatanmu = kamu menghasilkan Keuntungan dan menciptakan Pertumbuhan.
(b)   Hamba yang baik = Hidupmu menjadi contoh.
(c)    Engkau telah setia = (Perhatikan ini pebisnis), setia artinya: Menjadi sukses dengan integritas yang baik.

4.      Otoritas atas KOTA bukan hanya diberikan, tapi DICAPAI
Anda mendapat otoritas atas kota, sebagaimana Anda membuktikan menjadi asset bagi kota. Hidup Anda harus bisa jadi asset bagi kota. Berhenti berpikir, saya biasa, saya tidak bisa, saya tidak mungkin, tapi mulai berkata, bagi Tuhan tak ada yang mustahil!




5.      PENGARUH dan penghargaan didapati dari MELAYANI
Lukas 19 – sebagaimana hamba-hamba ini melayani asset tuannya, melayani hak tuannya, mereka mendapat Influence dan Respect.
Jika Anda melayani Tuhan di 7 pillar Tuhan tempatkan Anda, Anda akan mendapat Influence dan Respect.

Perhatikan ini: Pekerjaan hanya cara kita mendapat uang. Sebuah pekerjaan memuliakan Tuhan ketika tujuan Tuhan tergenapi melalui hidup kita, di tempat kerja kita.

Punyailah Mental Anak Raja dengan Hati Hamba.
Bukan Mental Hamba, Hati Raja.
Tapi milikilah Mental Anak Raja, dengan Hati Hamba.

Anak Raja selalu tahu apa itu baik, excellent, luar biasa, visi besar, merebut kota, tapi Hati Hamba membuat kita tahu apa itu melayani, rendah hati, mengandalkan Tuhan, mengasihi sesama, dan membangun kehidupan orang lain!

Kesimpulan:
TUHAN cinta marketplace people dan Tuhan mau kita menjadi unggul di marketplace. Tuhan ingin kita kembali ke 7 pilar masyarakat, dan berkuasa di sana dan membawa nama Tuhan, kemuliaan Tuhan bersinar lewat hidup kita dan lewat usaha kita masing-masing!

Maukah Anda berkata: “Tuhan aku bukan hanya ingin kaya atau makmur, tapi aku ingin melayani Tuhan dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan?”


No comments:

Post a Comment