Sunday, 21 June 2015

21 Juni 2015

TEMPTATION



Pertumbuhan Iman Merubah Karakter Kita. Galatia 1:23, “Mereka hanya mendengar, bahwa ia (Rasul Paulus) yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman (mengalami progress/bertumbuh) yang pernah hendak dibinasakannya.” PERTUMBUHAN setiap kita adalah proses seumur hidup. Miliki keinginan untuk belajar seumur hidup niscaya kita bertumbuh semakin dekat kepadaNya setiap hari J. Bahkan dengan belajar/membaca Alkitab setiap hari karakter kita dibentuk & diproses semakin serupa DIA, selain itu miliki Partner Rohani/Mentor Rohani yang bisa membimbing kita untuk semakin bertumbuh. Siapa yang sudah menolong Saudara bertumbuh dalam iman? Dan sekarang siapa yang akan Saudara tolong untuk mengalami pertumbuhan iman? J Amin.

Respon 1
Perjuangan Rasul Paulus dalam surat Galatia ialah untuk merebut kembali jemaat Galatia yang sudah menyimpang dari kemurnian iman. Persoalannya ialah ada sekelompok orang-orang Yahudi (“saudara-saudara palsu” - Gal. 2:4) yang hendak memaksa orang-orang Kristen non Yahudi hidup secara Yahudi sebagai tanda Kristen sejati. Ini sesungguhnya masalah mendasar sebab oleh karenanya Paulus menegur Petrus yang lebih senior (Gal. 2:11-14). Inilah salah satu yang dicemaskan Paulus: “Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun. Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia”~ Gal. 4:10-11. Ya, Paulus kuatir secara rohani. Sebab apa yang semestinya dilakukan HANYA oleh orang Yahudi yaitu mengikuti petunjuk taurat dengan memelihara hari-hari, bulan-bulan, musim-musim atau tahun-tahun kini juga telah diikuti oleh jemaat Galatia yang bukan berlatar belakang Yahudi. Artinya, Paulus berpendapat bahwa yang mereka lakukan tidaklah perlu bagi hidup rohani mereka; itu justru membuat mereka diperhamba oleh roh-roh dunia yang lemah & miskin! (Gal. 4:9). Sejatinya, ada perbedaan antara Kristen Yahudi dengan Kristen non Yahudi. Orang-orang Yahudi menjalankan iman Kristen mereka dengan masih tetap mengikuti tradisi taurat yang memang sejak lahirnya bangsa itu ditetapkan TUHAN sebagai bagian dari budaya mereka. Bangsa-bangsa lain dengan budaya mereka sendiri diberi kebebasan menyembah Yesus dengan cara-cara yang terbit dari karakter bangsa mereka. Orang-orang Yahudi diwajibkan memelihara hari-hari, bulan-bulan & musim-musim tertentu karena melalui semua itu Tuhan hendak mengingatkan & mengajar mereka sebagai bangsa pilihan Tuhan secara jasmani. Itupun Tuhan tidak meminta semua tata cara ibadah itu dilakukan begitu saja namun mereka harus memahami makna-makna rohani di dalamnya. Tanpa itu, ibadah mereka sehebat & semewah apapun, akan ditolak Tuhan. Yang utama dalam ibadah BUKAN tampilan-tampilan rohani dengan waktu-waktu & tata caranya. Yang terutama ialah hubungan kasih yang hidup & karib dengan Dia. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 2
“Makanan yang kita nikmati tiap hari adalah perpaduan yang indah dari anugerah Tuhan dan orang yang mau mengolahnya.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Minggu, 21 Juni 2015. Segera Kendalikan. Jika engkau tadinya tidak segera datang menemui aku, pasti tidak akan ada seorang laki-laki pun tinggal hidup pada Nabal sampai fajar menyingsing (1 Samuel 25:34). Pria berkulit hitam itu menggenggam pistol. Para penumpang bus ketakutan. Dengan wajah merah ia berteriak mengeluarkan ancaman. Polisi di hadapannya berupaya menenangkan pria frustrasi yang membahayakan sekitarnya itu dengan berkata, “Aku tahu kamu sedang marah; tapi kamu harus menguasainya sebelum kemarahan itu yang menguasai kamu.” Demikian sepenggal adegan film yang sempat menyergap perhatian saya sejenak. Saat itu Daud sedang marah. Ia naik pitam mendengar laporan anak buahnya tentang penghinaan Nabal, orang Karmel itu (lihat ay. 13). Bersama pasukannya, ia siap membantai Nabal dan semua pegawainya. Syukurlah, Tuhan mencegahnya. Dia tak menghendaki Daud “bertindak sendiri dalam mencari keadilan” (ay. 26, 31, 33). Tindakan yang dipenuhi amarah bakal memperbesar masalah dan menurunkan martabat Daud sebagai calon pemimpin. Tuhan pun mengutus Abigail, istri Nabal, untuk meredakan kegeraman itu dan sekaligus menghindarkan Daud dari tindakan main hakim sendiri. Setiap kita bisa dan pasti pernah marah. Sebenarnya perasaan marah adalah sebuah anugerah, sebuah indikasi bahwa ada masalah. Tetapi, janganlah kita mencoba-coba membereskan masalah dengan tindakan yang dipenuhi amarah. Masalah semestinya dihadapi dengan hati tenang dan kepala dingin. Masalah malah akan kian runyam jika ditangani dengan amarah. Maka, ketika amarah timbul, segera kendalikan sebelum kita yang dikuasai olehnya —PAD. KEMARAHAN MEMBERITAHU KITA AKAN ADANYA MASALAH, TETAPI BUKAN CARA UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)



Respon 4
2 Kor 8:9 – YESUS kaya rela jadi miskin agar kita semua jadi kaya! Terimalah sekarang dalam ibadah kita seluruh BERKAT yang YESUS sediakan. Sip deh! Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

No comments:

Post a Comment