TEMPTATION
Pertumbuhan Iman
Merubah Karakter Kita. Galatia 1:23, “Mereka hanya mendengar, bahwa ia (Rasul
Paulus) yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman (mengalami
progress/bertumbuh) yang pernah hendak dibinasakannya.” PERTUMBUHAN
setiap kita adalah proses seumur hidup. Miliki keinginan untuk belajar
seumur hidup niscaya kita bertumbuh semakin dekat kepadaNya setiap hari J. Bahkan dengan
belajar/membaca Alkitab setiap hari karakter kita dibentuk & diproses
semakin serupa DIA, selain itu miliki Partner Rohani/Mentor Rohani yang bisa
membimbing kita untuk semakin bertumbuh. Siapa yang sudah menolong Saudara
bertumbuh dalam iman? Dan sekarang siapa yang akan Saudara tolong untuk
mengalami pertumbuhan iman? J Amin.
Respon 1
Perjuangan Rasul
Paulus dalam surat Galatia ialah untuk merebut kembali jemaat Galatia yang
sudah menyimpang dari kemurnian iman. Persoalannya ialah ada sekelompok
orang-orang Yahudi (“saudara-saudara palsu” - Gal. 2:4) yang hendak memaksa
orang-orang Kristen non Yahudi hidup secara Yahudi sebagai tanda Kristen
sejati. Ini sesungguhnya masalah mendasar sebab oleh karenanya Paulus menegur
Petrus yang lebih senior (Gal. 2:11-14). Inilah salah satu yang dicemaskan
Paulus: “Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan,
masa-masa yang tetap dan tahun-tahun. Aku kuatir kalau-kalau susah payahku
untuk kamu telah sia-sia”~ Gal. 4:10-11. Ya, Paulus kuatir secara rohani. Sebab
apa yang semestinya dilakukan HANYA oleh orang Yahudi yaitu mengikuti petunjuk
taurat dengan memelihara hari-hari, bulan-bulan, musim-musim atau tahun-tahun
kini juga telah diikuti oleh jemaat Galatia yang bukan berlatar belakang
Yahudi. Artinya, Paulus berpendapat bahwa yang mereka lakukan tidaklah perlu
bagi hidup rohani mereka; itu justru membuat mereka diperhamba oleh roh-roh
dunia yang lemah & miskin! (Gal. 4:9). Sejatinya, ada perbedaan antara
Kristen Yahudi dengan Kristen non Yahudi. Orang-orang Yahudi menjalankan iman
Kristen mereka dengan masih tetap mengikuti tradisi taurat yang memang sejak
lahirnya bangsa itu ditetapkan TUHAN sebagai bagian dari budaya mereka.
Bangsa-bangsa lain dengan budaya mereka sendiri diberi kebebasan menyembah
Yesus dengan cara-cara yang terbit dari karakter bangsa mereka. Orang-orang
Yahudi diwajibkan memelihara hari-hari, bulan-bulan & musim-musim tertentu
karena melalui semua itu Tuhan hendak mengingatkan & mengajar mereka
sebagai bangsa pilihan Tuhan secara jasmani. Itupun Tuhan tidak meminta semua
tata cara ibadah itu dilakukan begitu saja namun mereka harus memahami
makna-makna rohani di dalamnya. Tanpa itu, ibadah mereka sehebat & semewah
apapun, akan ditolak Tuhan. Yang utama dalam ibadah BUKAN tampilan-tampilan
rohani dengan waktu-waktu & tata caranya. Yang terutama ialah hubungan
kasih yang hidup & karib dengan Dia. Salam revival! GBU. (Worship Center
Surabaya)
Respon 2
“Makanan yang kita
nikmati tiap hari adalah perpaduan yang indah dari anugerah Tuhan dan orang
yang mau mengolahnya.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Minggu,
21 Juni 2015. Segera Kendalikan. Jika engkau tadinya tidak segera datang
menemui aku, pasti tidak akan ada seorang laki-laki pun tinggal hidup pada
Nabal sampai fajar menyingsing (1 Samuel 25:34). Pria berkulit hitam itu menggenggam
pistol. Para penumpang bus ketakutan. Dengan wajah merah ia berteriak
mengeluarkan ancaman. Polisi di hadapannya berupaya menenangkan pria frustrasi
yang membahayakan sekitarnya itu dengan berkata, “Aku tahu kamu sedang marah;
tapi kamu harus menguasainya sebelum kemarahan itu yang menguasai kamu.”
Demikian sepenggal adegan film yang sempat menyergap perhatian saya sejenak.
Saat itu Daud sedang marah. Ia naik pitam mendengar laporan anak buahnya
tentang penghinaan Nabal, orang Karmel itu (lihat ay. 13). Bersama pasukannya,
ia siap membantai Nabal dan semua pegawainya. Syukurlah, Tuhan mencegahnya. Dia
tak menghendaki Daud “bertindak sendiri dalam mencari keadilan” (ay. 26, 31,
33). Tindakan yang dipenuhi amarah bakal memperbesar masalah dan menurunkan
martabat Daud sebagai calon pemimpin. Tuhan pun mengutus Abigail, istri Nabal,
untuk meredakan kegeraman itu dan sekaligus menghindarkan Daud dari tindakan
main hakim sendiri. Setiap kita bisa dan pasti pernah marah. Sebenarnya
perasaan marah adalah sebuah anugerah, sebuah indikasi bahwa ada masalah.
Tetapi, janganlah kita mencoba-coba membereskan masalah dengan tindakan yang
dipenuhi amarah. Masalah semestinya dihadapi dengan hati tenang dan kepala
dingin. Masalah malah akan kian runyam jika ditangani dengan amarah. Maka,
ketika amarah timbul, segera kendalikan sebelum kita yang dikuasai olehnya
—PAD. KEMARAHAN MEMBERITAHU KITA AKAN ADANYA MASALAH, TETAPI BUKAN CARA UNTUK
MENYELESAIKAN MASALAH. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan
Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
2 Kor 8:9 – YESUS
kaya rela jadi miskin agar kita semua jadi kaya! Terimalah sekarang dalam
ibadah kita seluruh BERKAT yang YESUS sediakan. Sip deh! Selamat ibadah dan
melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

No comments:
Post a Comment