TEMPTATION
Roma 12:1, “Karena
itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu
mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang
berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Ayat 2: “Janganlah
kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan
budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik,
yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Bagaimana kita menjalani
hidup saat ini? Apakah hidup kita sudah kita persembahkan kepada-Nya sebagai “persembahan
yang hidup”? Atau kita masih mementingkan kemauan sendiri? Dengan kekuatan
sendiri? Dan untuk diri sendiri?? Jangan kamu menjadi serupa dengan dunia
(ayat2): Jangan biarkan dunia MEMBENTUK kita sesuai kemauannya. Rasul
Paulus berkata bahwa kita harus menolak pandangan dunia, sebaliknya kita harus
berubah oleh pembaharuan budi kita. Amin. Pembaharuan budi ~Memandang diri
sendiri sesuai cara pandang Allah, pembaharuan gaya hidup sebagai BUAH, tubuh
kita sebagai persembahan yang hidup bagi Allah J. Amin.
Respon 1
Maz 73:1 –
Sesungguhnya, ALLAH itu BAIK bagi mereka yang TULUS HATInya, bagi mereka yang
BERSIH HATInya! Ayo, hati kita selalu JUJUR, apa adanya, selalu baik! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
“Taman pernikahan
harus dirawat agar tetap indah dan jadi berkat!” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment