CHURCH FOR SINNERS
MY
CHURCH MY HOME
-CHURCH FOR SINNERS (Part 4)-
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 26
April 2015)
Kita akan melihat
lebih dekat ke aspek “CHURCH” dari Church for Sinners.
YESAYA 56:6-7
Dan orang-orang
asing yang menggabungkan diri kepada Tuhan untuk melayani Dia, untuk
mengasihi nama Tuhan dan untuk menjadi hamba-hambaNya, semuanya yang memelihara
hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, 7 mereka akan
kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah
doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban
sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbahKu, sebab rumah-Ku
akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.
“Rumah-Ku akan
disebut rumah doa bagi segala bangsa!”
Artinya: siapa saja
boleh datang, diterima apa adanya; (tapi nggak hanya sampai situ); kehidupan
mereka dibangun, untuk menjadi semakin baik.
GEREJA
= RUMAH KITA
1. HOME vs HOTEL Concept.
HOTEL:
1.
Fasilitasnya bagus
2.
“Wah, enak, bagus, bersih, nyaman,
rapi”
3.
Di hotel kita selalu dilayani
4.
Kalau tidak suka: kita complain,
fill up a guest comment (isi kartu saran), bahkan bisa minta refund!
Di hotel, our stay is TEMPORARY (keluar masuk terus, dan bisa
berpindah-pindah).
5.
Kita tidak ikut memiliki hotel
itu.
But church is
NOT intended to be a hotel! Gereja bukan hotel! Tuhan
bilang gereja adalah “RUMAH” bagi segala bangsa.
RUMAH:
Ø Bisa kotor
Ø Rumah tidak semewah hotel, TAPI, apapun kita lakukan untuk membuatnya
terlihat semakin bagus! Tidak hanya sekedar “wah, bagus, bersih, nyaman…” Tapi
kita yang TERLIBAT membuatnya menjadi bagus, bersih, nyaman untuk ditinggali.
Ø Tidak selalu dilayani, tapi justru kita yang MELAYANI – baik melayani
diri sendiri, melayani sesama anggota keluarga, dan melayani tamu yang datang
ke rumah kita.
Ø Kita ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihannya
Ø Talang bocor, tandon rusak, WC baunya naik, piring pecah… Nggak bisa
isi kartu saran & complain! Kita yang betulkan.
Ø Rumah adalah milik kita sendiri.
Demikian juga
dengan gereja!! Our CHURCH is intended to be our HOME!!!
Gereja = GESEKAN
2. GEREJA = RUMAH = Berantakan?
Houses gets
messy – rumah bisa jadi berantakan. Apalagi hidupnya
barengan orang banyak. Ada banyak ‘karep’ & keinginan. Rumah bisa jadi messy.
BUT IT’S OKAY! It’s our HOME! Ini rumah kita sendiri! Kita yang memiliki
rumah ini.
Sehingga, kita akan
lakukan apa saja untuk membuat rumah ini semakin nyaman, semakin baik, semakin
rapi, semakin enak untuk kita hidup di sana.
Hanya karena rumah
kita kotor, tidak mungkin kita bilang “rumah ini kotor! Aku pindah rumah aja!”
Pasti kita bersihkan. Karena apa? Bukan sekedar hotel, tapi RUMAH.
Demikian juga
dengan gereja!! Baca: Efesus 2:19.
Church might get
messy!! Kadang bisa saja ada ketegangan; ada
singgungan-singgungan yang terjadi di gereja. Karena apa? Di sini, di tempat
ini, di AOC, tidak ada yang sempurna. Nggak sempurna ketemu yang nggak
sempurna, pasti akan ada singgungan.
Semua gereja pasti
akan mengalami masalah. Tidak ada gereja yang sempurna. TAPI saat kita mengerti
bahwa gereja adalah RUMAH kita, WE WILL STAY and TAKE CARE OF OUR HOME!
Kita akan tetap di situ dan menjaga rumah dan keluarga kita!
Jadi, our
church is our home – gereja kita adalah rumah kita. Jika ada masalah,
kita akan semakin saling menjaga, menguatkan, dan mendukung satu dengan yang
lain. Karena inilah ada komsel di AOC – karena gereja adalah keluarga. Komsel
Anda adalah keluarga Anda. Karena inilah di AOC ada One-to-One – kita saling
dilatih, saling melatih, dan saling mendidik – di dalam rumah, sebagai
keluarga.
Our CHURCH is
intended to be our HOME!!!
Gereja = Rumah
kita.
3. GEREJA = RUMAH = KOMITMEN
Baca: 1 Petrus
2:5. Sebuah bangunan/sebuah rumah, tidak mungkin terdiri dari hanya satu
batu saja. Tapi dari banyak batu bata yang disusun dengan rapi, saling lengket
satu dengan yang lainnya. Satu batu bata dengan batu bata lainnya terikat
dengan semen, yang membentuk bangunan ini menjadi kokoh. Bayangkah kalau tidak
ada semen perekat ini, walaupun batu batanya saling rapi tersusun, maka batu
bata-batu bata ini akan roboh, karena tidak ada perekatnya.
Saat kita adalah
bagian dari rumah Allah, kita semua direkatkan dengan sebuah semen yang
namanya: KOMITMEN. Artinya: SETIAP orang berkomitmen untuk menjadi batu
hidup di gereja ini, di rumah rohani ini. Setiap orang berkomitmen untuk
berperan dan melakukan apa saja yang harus dilakukan untuk membuat tempat ini
sebagai rumah yang bagus, rapi, nyaman, yang membangun kehidupan, dst dst…”
Komitmen dalam hal
apa saja?
- MAKAN bersama
“A family that eats together, stays
together” – keluarga yang makan bersama, akan selalu bersama-sama. Makan yang
dimaksudkan adalah makan rohani. Bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.
Terutama anda yang sering melayani, dll… Jangan sampai kita tidak mendapat
asupan rohani yang sehat. Pastikan kita selalu membaca dan bertumbuh dalam
Firman.
- NGOBROL bersama
Wujudnya: datang dalam Leaders
Meeting, Doa Bersama, dalam pertemuan - pertemuan.
- HANG OUT bersama
Menyempatkan waktu kumpul-kumpul.
Secara casual, nyantai, selalu kumpul, merekatkan hubungan.
- AKTIF MELAYANI bersama
Aktif melayani. Rumah ini tidak akan
bersih sendiri; rumah ini tidak akan tiba-tiba tandon yang bocor bisa baik
sendiri; etc. Perlu orang yang terlibat. Aktif menabur secara finansial. Aktif
mengasihi satu dengan yang lain.
1 Timotius 3:15
Mari jadi
tiang-tiang penopang dalam gereja.
MY CHURCH = MY HOME
OUR CHURCH = OUR HOME
No comments:
Post a Comment