Thursday, 30 April 2015

MY CHURCH MY HOME



CHURCH FOR SINNERS




MY CHURCH MY HOME
-CHURCH FOR SINNERS (Part 4)-
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 26 April 2015)


Kita akan melihat lebih dekat ke aspek “CHURCH” dari Church for Sinners.

YESAYA 56:6-7
Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada Tuhan untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama Tuhan dan untuk menjadi hamba-hambaNya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, 7 mereka akan kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbahKu, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.

“Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa!
Artinya: siapa saja boleh datang, diterima apa adanya; (tapi nggak hanya sampai situ); kehidupan mereka dibangun, untuk menjadi semakin baik.
GEREJA = RUMAH KITA

1.  HOME vs HOTEL Concept.
HOTEL:
1.      Fasilitasnya bagus
2.      “Wah, enak, bagus, bersih, nyaman, rapi”
3.      Di hotel kita selalu dilayani
4.      Kalau tidak suka: kita complain, fill up a guest comment (isi kartu saran), bahkan bisa minta refund! Di hotel, our stay is TEMPORARY (keluar masuk terus, dan bisa berpindah-pindah).
5.      Kita tidak ikut memiliki hotel itu.
But church is NOT intended to be a hotel! Gereja bukan hotel! Tuhan bilang gereja adalah “RUMAH” bagi segala bangsa.

RUMAH:
Ø  Bisa kotor
Ø  Rumah tidak semewah hotel, TAPI, apapun kita lakukan untuk membuatnya terlihat semakin bagus! Tidak hanya sekedar “wah, bagus, bersih, nyaman…” Tapi kita yang TERLIBAT membuatnya menjadi bagus, bersih, nyaman untuk ditinggali.
Ø  Tidak selalu dilayani, tapi justru kita yang MELAYANI – baik melayani diri sendiri, melayani sesama anggota keluarga, dan melayani tamu yang datang ke rumah kita.
Ø  Kita ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihannya
Ø  Talang bocor, tandon rusak, WC baunya naik, piring pecah… Nggak bisa isi kartu saran & complain! Kita yang betulkan.
Ø  Rumah adalah milik kita sendiri.

Demikian juga dengan gereja!! Our CHURCH is intended to be our HOME!!!
Gereja = GESEKAN

2.  GEREJA = RUMAH = Berantakan?
Houses gets messy – rumah bisa jadi berantakan. Apalagi hidupnya barengan orang banyak. Ada banyak ‘karep’ & keinginan. Rumah bisa jadi messy. BUT IT’S OKAY! It’s our HOME! Ini rumah kita sendiri! Kita yang memiliki rumah ini.
Sehingga, kita akan lakukan apa saja untuk membuat rumah ini semakin nyaman, semakin baik, semakin rapi, semakin enak untuk kita hidup di sana.

Hanya karena rumah kita kotor, tidak mungkin kita bilang “rumah ini kotor! Aku pindah rumah aja!” Pasti kita bersihkan. Karena apa? Bukan sekedar hotel, tapi RUMAH.
Demikian juga dengan gereja!! Baca: Efesus 2:19.

Church might get messy!! Kadang bisa saja ada ketegangan; ada singgungan-singgungan yang terjadi di gereja. Karena apa? Di sini, di tempat ini, di AOC, tidak ada yang sempurna. Nggak sempurna ketemu yang nggak sempurna, pasti akan ada singgungan.

Semua gereja pasti akan mengalami masalah. Tidak ada gereja yang sempurna. TAPI saat kita mengerti bahwa gereja adalah RUMAH kita, WE WILL STAY and TAKE CARE OF OUR HOME! Kita akan tetap di situ dan menjaga rumah dan keluarga kita!

Jadi, our church is our home – gereja kita adalah rumah kita. Jika ada masalah, kita akan semakin saling menjaga, menguatkan, dan mendukung satu dengan yang lain. Karena inilah ada komsel di AOC – karena gereja adalah keluarga. Komsel Anda adalah keluarga Anda. Karena inilah di AOC ada One-to-One – kita saling dilatih, saling melatih, dan saling mendidik – di dalam rumah, sebagai keluarga.

Our CHURCH is intended to be our HOME!!!
Gereja = Rumah kita.

3.  GEREJA = RUMAH = KOMITMEN
Baca: 1 Petrus 2:5. Sebuah bangunan/sebuah rumah, tidak mungkin terdiri dari hanya satu batu saja. Tapi dari banyak batu bata yang disusun dengan rapi, saling lengket satu dengan yang lainnya. Satu batu bata dengan batu bata lainnya terikat dengan semen, yang membentuk bangunan ini menjadi kokoh. Bayangkah kalau tidak ada semen perekat ini, walaupun batu batanya saling rapi tersusun, maka batu bata-batu bata ini akan roboh, karena tidak ada perekatnya.

Saat kita adalah bagian dari rumah Allah, kita semua direkatkan dengan sebuah semen yang namanya: KOMITMEN. Artinya: SETIAP orang berkomitmen untuk menjadi batu hidup di gereja ini, di rumah rohani ini. Setiap orang berkomitmen untuk berperan dan melakukan apa saja yang harus dilakukan untuk membuat tempat ini sebagai rumah yang bagus, rapi, nyaman, yang membangun kehidupan, dst dst…”

Komitmen dalam hal apa  saja?
  1. MAKAN bersama
            “A family that eats together, stays together” – keluarga yang makan bersama, akan selalu bersama-sama. Makan yang dimaksudkan adalah makan rohani. Bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan. Terutama anda yang sering melayani, dll… Jangan sampai kita tidak mendapat asupan rohani yang sehat. Pastikan kita selalu membaca dan bertumbuh dalam Firman.
  1. NGOBROL bersama
            Wujudnya: datang dalam Leaders Meeting, Doa Bersama, dalam pertemuan - pertemuan.
  1. HANG OUT bersama
            Menyempatkan waktu kumpul-kumpul. Secara casual, nyantai, selalu kumpul, merekatkan hubungan.
  1. AKTIF MELAYANI bersama
            Aktif melayani. Rumah ini tidak akan bersih sendiri; rumah ini tidak akan tiba-tiba tandon yang bocor bisa baik sendiri; etc. Perlu orang yang terlibat. Aktif menabur secara finansial. Aktif mengasihi satu dengan yang lain.

1 Timotius 3:15

Mari jadi tiang-tiang penopang dalam gereja.


MY CHURCH = MY HOME
OUR CHURCH = OUR HOME



No comments:

Post a Comment