Monday, 6 April 2015

6 April 2015



CHURCH FOR SINNERS




Bacaan: Efesus 4:1-3 & Filipi 2:2-5. Efesus 4:3, “Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.” Paulus mengajak kita untuk keep the unity = berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera. Kata berusaha = mengusahakan yang terbaik, memiliki keinginan yang kuat untuk memelihara kesatuan. Memelihara = berjaga-jaga dengan tujuan untuk melindungi. Kita tidak diminta untuk menciptakan kesatuan tetapi menjaga apa yang Allah telah lakukan saat ia menciptakan manusia yang baru menjadi satu dengan Kristus. Sudahkah kita SALING memperhatikan satu dengan yang lainnya?? Filipi 2:4, “dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” Sudahkah kita sebagai gerejaNya SALING memelihara? Atau SALING membangun satu dengan yang lain?

Respon 1
“Ikut bersukacita atas kesuksesan orang lain adalah tanda kedewasaan dan kematangan jiwa.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Yos 1:8 Jangan takut dan putus asa, sebab TUHAN, ALLAHmu, menyertaimu, kemanapun kamu pergi! Wow... Penyertaan-NYA sempurna 24 jam senang / susah. Hebat YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
Yesus Kristus, Tuhan kita telah bangkit. Maut pun dikalahkan-Nya. Kebangkitan-Nya membuktikan bahwa Dia tidak lagi mati melainkan hidup & sangat berkuasa. Kuasa di sorga & di bumi ada dalam tangan-Nya kini. Setiap apapun yang di langit, di atas bumi & di bawah bumi wajib tunduk pada nama Yesus Kristus (Mat. 28:18-20; Fil. 2:9-11). Tidak seperti pendiri agama-agama dunia yang hari ini rohnya masih tinggal di antara orang mati, Yesus ada di alam & antara mereka yang hidup. Dia ada di antara kita untuk menyertai & menjadi pemimpin kita. Jika kita sungguh-sungguh percaya Dia telah bangkit dalam kuasa yang besar, maka seharusnya kita menapaki suatu kehidupan yang berbeda: -Di waktu-waktu sekarang & selama hidup di dunia. Keberadaan Kristus yang beserta dengan kita oleh kuasa Roh Kudus yang bekerja dalam kita seharusnya membuat kita rindu berjalan bersama Dia setiap hari dalam suatu hubungan yang hidup. Selanjutnya, jika Tuhan di samping kita maka ketakutan apapun lenyaplah: kekuatiran akan kebutuhan kita sehari-hari, rasa takut sepi & sendiri, rasa takut hidup sepenuhnya bagi Tuhan bahkan ketakutan terbesar yaitu akan kematian sudah tak ada lagi. Kita akan hidup dengan berani, melangkah dengan sepenuh iman bahwa kita tak pernah ditinggalkan -hingga di lembah bayang-bayang maut sekalipun! -Di waktu-waktu yang akan datang dalam kekekalan. Kebangkitan Kristus yang kini duduk di sebelah kanan Allah Bapa memastikan janji-Nya menyediakan tempat bagi kita di sorga. Ya, di sorga sana ada tempat kita. Asal kita tidak melepaskan iman tapi sepenuh hati berpaut pada-Nya, kita PASTI sampai di sana dengan penuh sejahtera. Bahkan Stefanus pun melihat Yesus menyambutnya di detik-detik terakhir hidupnya yang menjadi martir! Sorga bukan lagi “moga-moga” & “jika Tuhan berkenan”. Sorga ialah milik kita yang sepenuh hati jiwa bagi Kristus. Tidak ada yang lebih menggairahkan selain hidup dalam kuasa kebangkitan Kristus dimana kita hidup bukan lagi menurut cara & tujuan dunia. Bagaimana dengan hidup Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


Respon 4
SAAT TEDUH. Senin, 6 April 2015. Dalam Hangat Mentari. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku (Yohanes 15:10). Dalam bukunya yang berjudul The Best Is Yet To Be, Henry Durbanville menceritakan suatu kisah tentang seorang gadis kecil di London yang memenangkan hadiah pada suatu pameran bunga. Bunga yang diperlombakannya tersebut ditanam dalam sebuah poci tua yang telah retak dan ditaruh di jendela loteng sebuah apartemen yang telah reyot. Ketika seseorang menanyakan bagaimana ia berhasil merawat bunga menjadi sedemikian indah di tempat yang kurang baik, ia mengatakan bahwa ia menaruhnya di loteng agar bunga itu terus terkena cahaya matahari. Kemudian Durbanville mengingatkan para pembaca mengenai perkataan Yesus, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, memikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu” (Yohanes 15:9). Dari hal ini kita belajar bahwa kita juga perlu menjaga agar diri kita terus-menerus berada di dalam kehangatan kasih Kristus. Kita tinggal di dalam kasih Kristus apabila kita menunjukkan kasih kepada orang lain. Hal ini jelas dikatakan oleh Yesus, “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku .... Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnya” (ayat 10,12,13). Kita akan dapat merasakan kehangatan kasih Kristus apabila kita menaati perintah-Nya untuk mengasihi dan melayani sesama. Itulah cara agar kita dapat senantiasa tinggal dalam “hangatnya cahaya mentari” --RWD. KASIH KITA KEPADA ALLAH, TAMPAK MELALUI KASIH KEPADA SESAMA. Happy Monday. Tuhan Yesus memberkati setiap langkah kita di awal minggu ini. Semangat!!!!! (Madam Ossy)

No comments:

Post a Comment