CHURCH FOR SINNERS
Bacaan: Efesus
4:1-3 & Filipi 2:2-5. Efesus 4:3, “Dan berusahalah memelihara
kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.” Paulus mengajak kita untuk keep the unity = berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.
Kata berusaha
= mengusahakan yang terbaik, memiliki keinginan yang kuat untuk memelihara
kesatuan. Memelihara = berjaga-jaga dengan tujuan untuk melindungi. Kita tidak
diminta untuk menciptakan kesatuan tetapi menjaga apa yang Allah telah lakukan
saat ia menciptakan manusia yang baru menjadi satu dengan Kristus. Sudahkah kita SALING
memperhatikan satu dengan yang lainnya?? Filipi 2:4, “dan janganlah
tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan
orang lain juga.” Sudahkah kita sebagai gerejaNya SALING memelihara? Atau SALING membangun satu dengan yang lain?
Respon 1
“Ikut bersukacita
atas kesuksesan orang lain adalah tanda kedewasaan dan kematangan jiwa.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 2
Yos 1:8 – Jangan takut dan putus asa, sebab TUHAN, ALLAHmu,
menyertaimu, kemanapun kamu pergi! Wow... Penyertaan-NYA sempurna 24 jam senang
/ susah. Hebat YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 3
Yesus Kristus,
Tuhan kita telah bangkit. Maut pun dikalahkan-Nya. Kebangkitan-Nya membuktikan
bahwa Dia tidak lagi mati melainkan hidup & sangat berkuasa. Kuasa di sorga
& di bumi ada dalam tangan-Nya kini. Setiap apapun yang di langit, di atas
bumi & di bawah bumi wajib tunduk pada nama Yesus Kristus (Mat. 28:18-20;
Fil. 2:9-11). Tidak seperti pendiri agama-agama dunia yang hari ini rohnya masih tinggal di
antara orang mati, Yesus ada di alam & antara mereka yang hidup. Dia ada di
antara kita untuk menyertai & menjadi pemimpin kita. Jika kita sungguh-sungguh
percaya Dia telah bangkit dalam kuasa yang besar, maka seharusnya kita menapaki
suatu kehidupan yang berbeda: -Di waktu-waktu sekarang & selama hidup di
dunia. Keberadaan Kristus yang beserta dengan kita oleh kuasa Roh Kudus yang
bekerja dalam kita seharusnya membuat kita rindu berjalan bersama Dia setiap
hari dalam suatu hubungan yang hidup. Selanjutnya, jika Tuhan di samping kita
maka ketakutan apapun lenyaplah: kekuatiran akan kebutuhan kita sehari-hari,
rasa takut sepi & sendiri, rasa takut hidup sepenuhnya bagi Tuhan bahkan
ketakutan terbesar yaitu akan kematian sudah tak ada lagi. Kita akan hidup
dengan berani, melangkah dengan sepenuh iman bahwa kita tak pernah ditinggalkan
-hingga di lembah bayang-bayang maut sekalipun! -Di waktu-waktu yang akan
datang dalam kekekalan. Kebangkitan Kristus yang kini duduk di sebelah kanan
Allah Bapa memastikan janji-Nya menyediakan tempat bagi kita di sorga. Ya, di
sorga sana ada tempat kita. Asal kita tidak melepaskan iman tapi sepenuh hati
berpaut pada-Nya, kita PASTI sampai di sana dengan penuh sejahtera. Bahkan
Stefanus pun melihat Yesus menyambutnya di detik-detik terakhir hidupnya yang menjadi martir! Sorga
bukan lagi “moga-moga” & “jika Tuhan berkenan”. Sorga ialah milik kita yang sepenuh hati
jiwa bagi Kristus. Tidak ada yang lebih menggairahkan selain hidup dalam kuasa
kebangkitan Kristus dimana kita hidup bukan lagi menurut cara & tujuan
dunia. Bagaimana dengan hidup Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 4
SAAT TEDUH. Senin,
6 April 2015. Dalam Hangat Mentari. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu
akan tinggal di dalam kasih-Ku (Yohanes 15:10). Dalam bukunya yang berjudul The
Best Is Yet To Be, Henry Durbanville menceritakan suatu kisah tentang seorang
gadis kecil di London yang memenangkan hadiah pada suatu pameran bunga. Bunga
yang diperlombakannya tersebut ditanam dalam sebuah poci tua yang telah retak
dan ditaruh di jendela loteng sebuah apartemen yang telah reyot. Ketika
seseorang menanyakan bagaimana ia berhasil merawat bunga menjadi sedemikian
indah di tempat yang kurang baik, ia mengatakan bahwa ia menaruhnya di loteng
agar bunga itu terus terkena cahaya matahari. Kemudian Durbanville mengingatkan
para pembaca mengenai perkataan Yesus, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku,
memikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu”
(Yohanes 15:9). Dari hal ini kita belajar bahwa kita juga perlu menjaga agar
diri kita terus-menerus berada di dalam kehangatan kasih Kristus. Kita tinggal
di dalam kasih Kristus apabila kita menunjukkan kasih kepada orang lain. Hal
ini jelas dikatakan oleh Yesus, “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan
tinggal di dalam kasih-Ku .... Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling
mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar
daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnya”
(ayat 10,12,13). Kita akan dapat merasakan kehangatan kasih Kristus apabila
kita menaati perintah-Nya untuk mengasihi dan melayani sesama. Itulah cara agar
kita dapat senantiasa tinggal dalam “hangatnya cahaya mentari” --RWD. KASIH
KITA KEPADA ALLAH, TAMPAK MELALUI KASIH KEPADA SESAMA. Happy Monday. Tuhan
Yesus memberkati setiap langkah kita di awal minggu ini. Semangat!!!!! (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment