Tuesday, 7 April 2015

7 April 2015




CHURCH FOR SINNERS



Efesus 4:12, “untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.” Kehidupan gereja tidak dihitung dari berapa jumlah anggotanya, melainkan berapa luas dampaknya, berapa jumlah orang yang diubah kehidupannya J. Gereja sebagai pembangun / pembina murid adalah gereja yang memenangkan, membangun & mengirim (win, build & send) untuk menanam gereja-gereja baru (murid-murid baru). Sudahkah kita membawa jiwa baru & memuridkannya?? Terlibatlah dalam membina jiwa-jiwa baru, agar terbangun IMAN yang kuat didalam Kristus (Efesus 1:15, “Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus.”), niscaya gereja akan berfungsi & dimampukan untuk melaksanakan Amanat Agung (Matius 28:20, “dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.). Amin.


Respon 1
Selasa, 7 April 2015. Bacaan: Kolose 3:18-25. Setahun: 1 Samuel 19-21. Nats: Hai bapak-bapak, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya (Kolose3:21). JANGAN SAKITI AKU. Memarahi anak yang nakal dengan maksud mengoreksinya memang tidak ada salahnya. Sayangnya, banyak orangtua hanya memarahi anak tanpa menjelaskan alasan kemarahan itu. Parahnya, ada pula orangtua yang sering marah-marah tanpa alasan kepada anak sehingga si anak menjadi bingung dan sakit hati. Rasul Paulus menyampaikan sejumlah nasihat tentang kehidupan sebagai manusia baru di dalam Kristus (2:6-4:6). Salah satu nasihatnya berbicara tentang cara membangun hubungan yang baik di antara anggota keluarga. Ia mengingatkan agar bapak-bapak (juga ibu-ibu)--atau, dengan kata lain, orangtua--jangan membuat anak merasa sakit hati, yang dapat berujung pada rasa tawar hati. Tawar hati adalah sikap dingin tanpa sukacita dan tanpa damai sejahtera serta tidak lagi peduli akan orangtua. Sikap orangtua yang tidak bijaksana dapat membangkitkan reaksi tak terduga pada anak, yang bila tidak diselesaikan dapat meninggalkan luka berkepanjangan. Cinta kasih orangtua kepada anak memang bisa saja diwujudkan dengan mengoreksi kesalahan si anak dan memperbaiki kelakukannya. Hanya masalahnya, jangan sampai kita melakukannya dengan cara yang kasar atau dapat menimbulkan sakit hati pada anak. Kalaupun harus marah, orangtua perlu menjelaskan dengan bijaksana alasannya dan, dengan penjelasan itu, orangtua dapat sekaligus mengoreksi kesalahan si anak. Jangan gengsi pula untuk meminta maaf karena telah marah kepada mereka. Permintaan maaf yang tulus dapat menghapus kemungkinan sakit hati yang nantinya berujung pada tawar hati itu --Adama Sihite. JANGAN SAKITI HATI ANAKMU, SUPAYA MEREKA TIDAK TAWAR HATI KEPADAMU. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
“Orang yang mengaku tidak bisa apa-apa biasanya justru apa-apa bisa.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Selasa, 7 April 2015. Surat Pribadi. Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari (Mazmur 119:97). Pada tahun 1991, aktris Julia Roberts ditanyai barang apa yang paling dianggapnya berharga. “Saya menyimpan surat dari ayah saya,” jawabnya. “Itu adalah satu-satunya surat yang dapat saya simpan sebagai seorang anak... Seandainya ada orang yang mengambil surat itu, hidup saya akan hancur. Surat itu mungkin tak berarti apa-apa bagi orang lain, namun saya dapat membacanya sepuluh kali dalam sehari, dan saya mendapatkan kesan berbeda setiap kali mengulanginya.” Menurut filsuf Denmark yang bernama Søren Kierkegaard, Alkitab merupakan surat cinta yang sangat berharga dari Bapa surgawi bagi anak-anak-Nya. Bagaimana Anda memandang Alkitab? Apakah Anda menganggap bahwa itu hanyalah sebuah buku kuno yang dikenal karena nilai-nilai sejarah dan keagamaannya? Atau Anda menganggapnya sebagai sebuah surat pribadi dari Bapa surgawi Anda, satu-satunya surat berharga yang pernah ada? Dan apakah Anda membacanya berulang-ulang, bahkan setiap hari, serta menemukan sesuatu yang menyentuh hati Anda setiap kali membacanya? Jika Anda tidak lagi merasakan sapaan surat cinta Allah kepada Anda, cobalah luangkan waktu selama seminggu untuk membaca Mazmur 119. Mazmur tersebut merupakan sebuah nyanyian pujian tentang firman-Nya. Anda akan mendapati bahwa Alkitab dapat membuat Anda bijaksana dan dapat membantu Anda bertahan “terhadap segala jalan kejahatan” (ayat 98,101). Firman itu akan menjadi “manis” bagi Anda, “lebih daripada madu bagi mulut[mu]” (ayat 103) –VCG. ALKITAB YANG DIBACA DENGAN BAIK ADALAH SAHABAT BAGI JIWA YANG DIKENYANGKAN. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Happy moments: Praise God. Difficult moments: Seek God. Quiet moments: Worship God. Difficult moments: Trust God. Every moment: Thank God. Halleluyah! Jesus is Lord. (GNCC)

Respon 5
Mat 28:20, ‘dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu...’ Judul renungan hari ini adalah Gereja sebagai pembangun / pembinaan murid. Di sini gereja bukan hanya berbicara tentang gedung tp gereja berbicara ttg orang2 yang ada di dalamnya. Jadi... amanat agung Tuhan itu bukan cuma tugas tim gembala tp tugas kita semua yaitu menjadikan semua bangsa jadi murid Tuhan dan setelah itu mengajari mereka memahami Firman Tuhan dan menjadi teladan menjadi pelaku Firman. Siap gereja Tuhan?? (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 6
Maz 115:12-13 TUHAN selalu mengingat dan memberkati orang-orang yang takut akan DIA, kecil / besar! Yuk, hidup benar. Pasti diberkati-NYA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 7
Kondisi Israel digambarkan sangat mengenaskan dalam pasal 6 kitab Hakim-hakim. Berikut ini gambarannya: -Mereka mengalami penindasan dari bangsa-bangsa kafir & penyembah berhala; -Mereka berada dalam ketakutan sepanjang waktu; -Mereka hidup dalam kondisi tidak selayaknya (bersembunyi di gunung-gunung batu); -Mereka sering kelaparan, tak memiliki bahan makanan; -Mereka menjadi sangat melarat, terlunta-lunta & serba kekurangan. Hidup umat pilihan Tuhan seharusnya tidak demikian. TUHAN, Allah mereka yang berjanji memberikan segala berkat bagi umat-Nya tidak mungkin tidak menepati janji-Nya dengan membiarkan umat-Nya dalam kondisi yang serba kekurangan. Jika kita yakin bahwa kita adalah orang-orang pilihan Tuhan, penyembah Allah Bapa di dalam Kristus Yesus, namun hidup kita mengalami tekanan yang hebat seperti bangsa Israel maka pasti ada sesuatu yang salah. Bukan berarti mereka yang kaya raya & kelimpahan materi hidupnya pasti benar (sebab ada yang kaya dari mencuri, berbuat curang atau dari kerja kuasa gelap dsb) -namun hidup umat Tuhan seharusnya ada kecukupan di dalam berbagai aspek hidup, jasmani rohani karena pemeliharaan Tuhannya itu sempurna. Menilik lebih jauh, Hakim-Hakim 6:1,8-10 memberitahukan kita bahwa Tuhan membiarkan umat-Nya dijarah karena mereka berbuat jahat pada Tuhan dengan menyembah illah orang Amori yang juga dewa-dewa kemakmuran & kesuburan Kanaan (yang juga kelak disembah sebagai Baal). Dihubungkan dengan ayat 7, orang Israel beribadah & berseru pada Tuhan, nyatanya mereka juga memuja illah lain. Tuhan tidak berkenan dengan ini semua. Jika saja kita tulus beribadah HANYA kepada Tuhan kita, kita tidak akan kekurangan berkat. Jangan biarkan yang lain seperti kemakmuran & kekayaan menjadi sesuatu yang kita agung-agungkan & puja sehingga menimbulkan cemburu Tuhan kita -yang berkuasa menahan atau melepaskan berkat. Jika kondisi Anda hari ini dalam keadaan yang terpuruk, inilah saatnya kembali mengarahkan mata iman Anda HANYA kepada Bapa yang mengasihi Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment