CHURCH FOR SINNERS
Baca: Efesus
4:12-16. Salah satu tujuan kesatuan iman (ayat 13) dalam gereja Tuhan
adalah supaya jemaat dapat bertumbuh dengan baik. Setelah kita membangun sikap
yang mendorong kesatuan (rendah hati, lemah lembut, dll) mengerti bahwa Allah
sendiri yang mempersatukan & tunduk pada hamba-hambaNya, maka kita akan
bertumbuh dan berfungsi secara maksimal dalam gerejaNya, sehingga dapat
membangun tubuh Kristus. Kehidupan bergereja tidak dihitung dari berapa
jumlah anggotanya, melainkan berapa luas dampakNya & berapa orang
yang diubahkan kehidupannya. Amin.
Respon 1
Maz 95:5 –
Kepunyaan-NYA laut, DIAlah yang menjadikan-nya, dan darat, tangan-NYAlah yang
membentuknya! TUHAN bisa lakukan apa saja. Ayo, percayai kemampuan-NYA, kita
pasti ditolong! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
“Meskipun kadang
menyakitkan, kebenaran perlu diungkapkan.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Kamis,
2 April 2015. Menarik Perhatian. Milikilah cara hidup yang baik... supaya... mereka
dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah (1
Petrus 2:12). Dua kali usai tim sepakbola Jepang bermain dalam Piala Dunia
2014, para suporternya mendemonstrasikan sesuatu yang menarik: bersih-bersih
stadion. Bahkan ketika timnya kalah. Ketika datang, mereka membawa plastik biru
yang ditiup sampai menggelembung seperti balon untuk mendukung perjuangan
Keisuke Honda dan kawan-kawan. Sebelum pulang, mereka memakai plastik itu untuk
memungut botol plastik, wadah makanan, kertas, dan sebagainya di tribun stadion
selama 30 menit. Ketika beberapa suporter diwawancarai, mereka mengaku sudah
biasa melakukannya. Tradisi ini menarik perhatian begitu banyak media yang
meliput aksi mereka. Dan, banyak orang memuji mereka. Ya, sebuah aksi baik
menarik reaksi baik pula. Rasul Petrus menuliskan bahwa hidup anak Tuhan juga
harus “menarik perhatian”. Caranya? Dengan tidak mengikuti cara atau gaya hidup
warga dunia ini. Petrus meminta mereka bermental sebagai pendatang atau
perantau (ay. 11) sebab anak-anak Tuhan hanyalah “tamu sementara” di dunia ini.
Sejatinya, mereka adalah warga Kerajaan Surga. Hidup mereka harus
berbeda—mereka harus memiliki cara hidup yang baik (ay. 12). Hidup dalam
ketaatan pada otoritas dan memberkati lingkungan (ay. 13-14, 17). Bila dunia
sudah tertarik, dunia akan rindu mengenal Tuhan yang berkuasa mengubahkan hidup
mereka. Sebagaimana aksi para suporter Jepang menarik perhatian orang, mari
kita tunjukkan karakter Kristus yang bertumbuh dalam diri kita. Biarkan dunia
melihat dan bertanya tentang-Nya. KETIKA KRISTUS MENGUBAHKAN HIDUP KITA,
KARAKTER KITA AKAN MENJADI MAGNET YANG MENARIK DUNIA. Selamat Kamis Putih.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
Ketika menghadapi
rintangan dalam perjalanan, bisa saja kita mengubah arah tetapi jangan ubah
keputusan untuk tetap sampai ketempat tujuan. Keluaran 13:18, “Tetapi Allah
menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut
Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah
Mesir.” (GNCC)
Respon 5
Santapan Harian.
Lukas 22:63-23:12. Judul: Mafia Peradilan. Peradilan Socrates merupakan skandal
terbesar dalam sejarah demokrasi rakyat Athena. Tahun 339 sebelum Masehi,
Socrates diadili dengan 3 tuduhan berat, yakni: (1) mengesam-pingkan
kepercayaan kepada dewa-dewi Yunani; (2) memper-kenalkan agama baru; (3)
merusak jiwa generasi muda Athena. Ketiga tuduhan ini diajukan oleh Meletos
yang mewakili para penyair, Anytos mewakili para seniman dan negarawan, dan
Lycon mewakili kaum Sofis. Karena Socrates berkukuh terhadap keyakinannya, maka
dewan Athena menjatuhkan hukuman mati kepada Socrates dengan cara minum racun.
Kematian Socrates membuktikan bahwa keadilan dan kebenaran dikendalikan oleh
penguasa. Kondisi yang sama terjadi pada diri Yesus. Di pengadilan, dewan
Athena masih memperlakukan Socrates secara manusiawi, sedangkan Yesus
diperlakukan sebagai kriminal (22:63-64; 23:11). Di sidang Mahkamah Agama,
dewan Sanhedrin mendakwa Yesus dengan tuduhan penistaan agama (66-71). Mereka
beranggapan semua ajaran Yesus dapat merusak tradisi dan tatanan sosio-religi
Yahudi. Hukuman yang pantas bagi Yesus adalah mati. Untuk mencapai tujuannya,
mereka mempolitisasi kasus Yesus ke ranah politik Romawi. Mereka menuduh Yesus
dengan tiga dakwaan, yaitu: (1) memprovo-kasi rakyat Yahudi agar tidak membayar
pajak kepada Kaisar; (2) memproklamasikan diri sebagai raja Yahudi; (3)
komplotan pemberontak dari Galilea. Tetapi, Pilatus tidak termakan umpan
Sanhedrin. Kelihatannya Pilatus tidak mau masuk pada polemik agama Yahudi dan
ia mengirim Yesus ke Herodes (23:1-11). Uniknya, tindakan Pilatus itu
mencairkan kebekuan politik dengan Herodes (12). Di sini, kita melihat bahwa
tidak ada teman sejati. Yang ada hanyalah kepentingan sejati antar penguasa.
Dalam Yesus tidak ada kepentingan sejati. Yang ada hanyalah persaudaraan sejati
dalam satu ikatan kasih. Kuatkanlah hatimu saat difitnah dan dianiaya karena
nama Yesus. Allah adalah pembela kita. Kita akan aman di dalam tangan-Nya yang
kuat. (Diambil dari Santapan Harian – Dr. Billy Mesakh)

No comments:
Post a Comment