Thursday, 2 April 2015

2 April 2015



CHURCH FOR SINNERS




Baca: Efesus 4:12-16. Salah satu tujuan kesatuan iman (ayat 13) dalam gereja Tuhan adalah supaya jemaat dapat bertumbuh dengan baik. Setelah kita membangun sikap yang mendorong kesatuan (rendah hati, lemah lembut, dll) mengerti bahwa Allah sendiri yang mempersatukan & tunduk pada hamba-hambaNya, maka kita akan bertumbuh dan berfungsi secara maksimal dalam gerejaNya, sehingga dapat membangun tubuh Kristus. Kehidupan bergereja tidak dihitung dari berapa jumlah anggotanya, melainkan berapa luas dampakNya & berapa orang yang diubahkan kehidupannya. Amin.

Respon 1
Maz 95:5 – Kepunyaan-NYA laut, DIAlah yang menjadikan-nya, dan darat, tangan-NYAlah yang membentuknya! TUHAN bisa lakukan apa saja. Ayo, percayai kemampuan-NYA, kita pasti ditolong! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
“Meskipun kadang menyakitkan, kebenaran perlu diungkapkan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Kamis, 2 April 2015. Menarik Perhatian. Milikilah cara hidup yang baik... supaya... mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah (1 Petrus 2:12). Dua kali usai tim sepakbola Jepang bermain dalam Piala Dunia 2014, para suporternya mendemonstrasikan sesuatu yang menarik: bersih-bersih stadion. Bahkan ketika timnya kalah. Ketika datang, mereka membawa plastik biru yang ditiup sampai menggelembung seperti balon untuk mendukung perjuangan Keisuke Honda dan kawan-kawan. Sebelum pulang, mereka memakai plastik itu untuk memungut botol plastik, wadah makanan, kertas, dan sebagainya di tribun stadion selama 30 menit. Ketika beberapa suporter diwawancarai, mereka mengaku sudah biasa melakukannya. Tradisi ini menarik perhatian begitu banyak media yang meliput aksi mereka. Dan, banyak orang memuji mereka. Ya, sebuah aksi baik menarik reaksi baik pula. Rasul Petrus menuliskan bahwa hidup anak Tuhan juga harus “menarik perhatian”. Caranya? Dengan tidak mengikuti cara atau gaya hidup warga dunia ini. Petrus meminta mereka bermental sebagai pendatang atau perantau (ay. 11) sebab anak-anak Tuhan hanyalah “tamu sementara” di dunia ini. Sejatinya, mereka adalah warga Kerajaan Surga. Hidup mereka harus berbeda—mereka harus memiliki cara hidup yang baik (ay. 12). Hidup dalam ketaatan pada otoritas dan memberkati lingkungan (ay. 13-14, 17). Bila dunia sudah tertarik, dunia akan rindu mengenal Tuhan yang berkuasa mengubahkan hidup mereka. Sebagaimana aksi para suporter Jepang menarik perhatian orang, mari kita tunjukkan karakter Kristus yang bertumbuh dalam diri kita. Biarkan dunia melihat dan bertanya tentang-Nya. KETIKA KRISTUS MENGUBAHKAN HIDUP KITA, KARAKTER KITA AKAN MENJADI MAGNET YANG MENARIK DUNIA. Selamat Kamis Putih. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Ketika menghadapi rintangan dalam perjalanan, bisa saja kita mengubah arah tetapi jangan ubah keputusan untuk tetap sampai ketempat tujuan. Keluaran 13:18, “Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir.” (GNCC)

Respon 5
Santapan Harian. Lukas 22:63-23:12. Judul: Mafia Peradilan. Peradilan Socrates merupakan skandal terbesar dalam sejarah demokrasi rakyat Athena. Tahun 339 sebelum Masehi, Socrates diadili dengan 3 tuduhan berat, yakni: (1) mengesam-pingkan kepercayaan kepada dewa-dewi Yunani; (2) memper-kenalkan agama baru; (3) merusak jiwa generasi muda Athena. Ketiga tuduhan ini diajukan oleh Meletos yang mewakili para penyair, Anytos mewakili para seniman dan negarawan, dan Lycon mewakili kaum Sofis. Karena Socrates berkukuh terhadap keyakinannya, maka dewan Athena menjatuhkan hukuman mati kepada Socrates dengan cara minum racun. Kematian Socrates membuktikan bahwa keadilan dan kebenaran dikendalikan oleh penguasa. Kondisi yang sama terjadi pada diri Yesus. Di pengadilan, dewan Athena masih memperlakukan Socrates secara manusiawi, sedangkan Yesus diperlakukan sebagai kriminal (22:63-64; 23:11). Di sidang Mahkamah Agama, dewan Sanhedrin mendakwa Yesus dengan tuduhan penistaan agama (66-71). Mereka beranggapan semua ajaran Yesus dapat merusak tradisi dan tatanan sosio-religi Yahudi. Hukuman yang pantas bagi Yesus adalah mati. Untuk mencapai tujuannya, mereka mempolitisasi kasus Yesus ke ranah politik Romawi. Mereka menuduh Yesus dengan tiga dakwaan, yaitu: (1) memprovo-kasi rakyat Yahudi agar tidak membayar pajak kepada Kaisar; (2) memproklamasikan diri sebagai raja Yahudi; (3) komplotan pemberontak dari Galilea. Tetapi, Pilatus tidak termakan umpan Sanhedrin. Kelihatannya Pilatus tidak mau masuk pada polemik agama Yahudi dan ia mengirim Yesus ke Herodes (23:1-11). Uniknya, tindakan Pilatus itu mencairkan kebekuan politik dengan Herodes (12). Di sini, kita melihat bahwa tidak ada teman sejati. Yang ada hanyalah kepentingan sejati antar penguasa. Dalam Yesus tidak ada kepentingan sejati. Yang ada hanyalah persaudaraan sejati dalam satu ikatan kasih. Kuatkanlah hatimu saat difitnah dan dianiaya karena nama Yesus. Allah adalah pembela kita. Kita akan aman di dalam tangan-Nya yang kuat. (Diambil dari Santapan Harian – Dr. Billy Mesakh)



No comments:

Post a Comment